Home / Romansa / Love Me, Like I Do / Bab 41 - Tekad

Share

Bab 41 - Tekad

last update publish date: 2025-05-10 12:58:12
Aiko teringat dengan kata kata Cass tadi.

"Jika benar kau hamil, hindari gaya bercinta yang ekstrem. Dan pada awal kehamilan, kurangi intensitas bercinta karena bisa berbahaya bagi ibu dan calon janin kalian. Informasikan hasil tesmu nanti padaku, jangan sungkan menghubungiku kapan saja. Kau mengerti?" Aiko mengangguk paham. Begitu banyak hal yang berputar di pikirannya. Rasanya baru kemarin dirinya dan Ivander akan melakukan konsultasi ke dokter kandungan, namun karena banyak hal yang terjadi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Love Me, Like I Do   Bab 61 - Malu (21+)

    Ivander benar benar tidak membiarkan Aiko pergi begitu saja setelah percintaan yang panas pagi itu. Ivander memeluk Aiko dari belakang, merasakan panas tubuh masing masing, tanpa sekat, tanpa perantara. Aiko menyukai bagaimana Ivander sangat mendambakan dirinya, tahu kapan harus bergerak dengan tegas dan kapan harus bergerak dengan lembut. Selama kehamilan ini, Aiko merasa lebih mudah terangsang, terasa lebih mudah mengimbangi permainan Ivander. Hangat nafas Ivander yang menyentuh punggung belakang Aiko memberinya desiran halus, sesuatu dari dirinya menginginkan lebih. Dan Aiko menyukai jika Ivander mencium punggungnya, menyukai bagaimana sentuhan lembut dan panas Ivander menyatu jadi satu. Aiko masih berusaha menahan desahannya agar tidak keluar, menahannya agar perasaan itu hanya sampai pada dirinya. Aiko malu jika suara desahannya terdengar, Aiko merasa terlalu nakal, dan Aiko merasa itu bukan seperti dirinya. Ivander justru tahu apa yang diinginkan oleh sang istri. Aiko mengge

  • Love Me, Like I Do   Bab 60 - Pertemuan Keluarga

    Ivander memarkirkan mobilnya di depan pintu utama rumah kedua orang tuanya, Aiko yang terlelap di sampingnya dengan mata sembab membuat Ivander tidak tega membangunkannya. Ivander lalu turun dari mobil, dan beralih ke tempat Aiko, menggendongnya keluar dari mobil. Pelayan yang melihat Ivander segera membantu membawakan barang bawaan dan mengarahkan Ivander untuk menuju kamar tamu yang berada di lantai bawah. Ivander membaringkan Aiko di kasur, melepaskan sepatu dan menyelimutinya. Ivander menatap dalam sang istri, hatinya sedih mengetahui Aiko menyimpan harapan akan bertemu dengan keluarga kandungnya. Apa jalan yang diambilnya dalam pencarian keluarga Aiko salah? Apakah dirinya harus jujur dan menjelaskan semuanya pada Aiko? Ivander akan meminta bantuan Cass dan kedua orang tuanya, memendamnya sendiri membuatnya bingung. Ivander mencium pelan puncak kepala Aiko sebelum akhirnya mematikan lampu utama dan keluar dari kamar. Di ruang tamu sudah ada Hannah dan Braxton yang menikm

  • Love Me, Like I Do   Bab 59 - Belum Bisa Jujur

    Ivander turun dari mobil dan berjalan menuju ke kamarnya, cukup terpukau dengan penampilan istrinya sore ini. Memangnya kapan Ivander tidak terpukau dengan penampilan istrinya? Aiko yang menyadari kehadiran sang suami, segera berjalan menghampirinya, memberikan kecupan singkat dan manis di pipinya. "Apa kau mau mandi dulu? Aku bisa menunggu." Aiko mengamati Ivander yang terlihat cukup berantakan sore ini. Apakah pekerjaannya terlalu banyak? Atau ada hal yang membuatnya kepikiran? "Terima kasih sayang, aku tidak akan membuatmu menunggu lama." Ivander meninggalkan Aiko menuju kamar mandi, sedangkan Aiko menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh Ivander nanti. Tak berapa lama kemudian Ivander keluar dari kamar mandi dengan handuk hitam melingkari perutnya hingga betis. Terlihat menggiurkan dengan sisa sisa air yang menetes dari rambutnya. Aroma cologne dan shampoo menguar disekitar tempatnya berdiri. Aiko hampir tidak fokus saat Ivander berjalan di belakangnya dan mencium sekilas

  • Love Me, Like I Do   Bab 58 - Penelusuran Diam Diam

    Sudah sepekan berlalu sejak Ivander mengetahui kebenaran yang ada, Ivander berusaha bersikap seperti biasa, tidak ingin membuat Aiko curiga. Di sisi lain, Ivander masih meminta bantuan pada Peter untuk mengetahui siapa Ibu kandung dan saudara laki laki yang ada dalam foto sebelumnya. Ivander sama sekali belum menemukan gambaran siapa anak laki laki dalam foto tersebut, walaupun perasaannya yakin bahwa anak dalam foto tersebut terlihat sangat familiar. Ivander diam diam, meminta Peter untuk melakukan penelusuran lebih jauh. Ivander meminta agar Peter mencetak foto kecil kolega, teman bahkan bisnis partnernya. Mungkin jika melihat foto kecil dari dari orang orang tersebut Ivander bisa mengetahui siapa kakak dari Aiko. Walaupun Ivander merasa ini hal yang mustahil, namun untuk Aiko, Ivander bisa melakukan apa saja. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.40 pagi dan Ivander sedang menunggu Aiko menyelesaikan bekal yang dibuat untuknya. "Maafkan aku karena bekalmu selesai lebih lambat dari

  • Love Me, Like I Do   Bab 57 - Fakta Sebenarnya

    Ivander melirik handphone yang berada tidak jauh darinya, kembali menimbang dan menyiapkan dirinya untuk menerima fakta yang ada. Dengan gerakan pasti, Ivander meraih handphone-nya, dan akhirnya membuka surel tersebut, membaca penjelasan yang tuliskan di sana beserta dengan bukti foto dan dokumen. Aiko benar berdarah Jepang, wajar jika rambutnya hitam legam dengan mata yang indah berwarna hazel. Tapi berwarna hazel? Bukankah mata berwarna hazel bukan hal yang umum? Baris demi baris kalimat yang Ivander baca membuatnya sedih, sekaligus senang, salah satu keinginan Aiko adalah mencari keberadaan keluarga kandungnya. Ivander membaca dari awal semua hal yang membuatnya tahu di mana ayah kandung Aiko. Ivander membuka foto lain, foto Aiko saat masih bayi, dengan pipi kemerahan yang menggemaskan. Ivander lalu membuka dokumen saat Aiko pertama kali diserahkan ke panti asuhan di desa. Lalu Ivander membuka dokumen berisi surat dengan tulisan tangan, rapi namun kertasnya telah lusuh. “Aiko,

  • Love Me, Like I Do   Bab 56 - Nostalgia

    Aiko tidak menyangka bahwa Ivander mengambil jas miliknya, lalu kembali dengan sedikit berlari membuat Aiko terkesima. Sang suami luar biasa tampan dengan tubuh yang sempurna. "Tidak masalah jika kau berpikir aku suami posesif, aku hanya tidak ingin istriku yang cantik dan menawan menjadi pusat perhatian orang orang." Ivander mengatakannya sambil membantu Aiko mengenakan jas miliknya, sedikit mengurangi rasa gerah yang Aiko rasakan. “Tidak, aku senang karena kau sangat memikirkanku. Aku terkadang hanya merasa, ini seperti mimpi. Aku terbiasa mengurus diriku sendiri, dan kau memperlakukanku dengan luar biasa baik, terima kasih karena selalu bersikap baik padaku.” Ivander mengecup kilat bibir Aiko. “Kau terlalu menggoda, dan aku sudah menahan diri sejak tadi.” Aiko terkekeh pelan menanggapi kata kata Ivander. Aiko menepuk tempat kosong di sampingnya, memberi isyarat pada Ivander untuk duduk di dekatnya. Waktu menunjukkan pukul 8 malam dan suasana taman justru semakin ramai. Iv

  • Love Me, Like I Do   Bab 55 - Titik Balik

    Ivander menoleh melihat Aiko yang masih menatapnya, menunggu respon darinya saat semua yang terjadi malam itu Ivander ketahui malam ini. "Maafkan aku, aku salah paham. Tentu saja semua yang terjadi tidak akan bisa kau lupakan begitu saja. Aku juga sama, tapi entah mengapa setiap kejadian kejadian

  • Love Me, Like I Do   Bab 54 - Makan Malam Spesial

    Aiko telah selesai membuat mushroom sauce untuk pasangan steak-nya nanti. Ivander telah mengabarinya bahwa akan kembali dalam stengah jam lagi. Aiko melihat jam di handphonenya, masih ada sedikit waktu untuk mandi dan berdandan sebelum Ivander tiba. Aiko juga meminta bantuan pada Rita untuk menata m

  • Love Me, Like I Do   Bab 53 - Buku

    Usia kehamilan Aiko sudah memasuki pekan ke 20 dan semakin hari nafsu makan Aiko mulai meningkat. Pipinya terlihat mulai berisi, perutnya terlihat semakin membesar, dan hal itu membuat Ivander selalu gemas padanya. Aiko menikmati harinya dengan memulai rutinitas baru, walaupun hanya di rumah saja,

  • Love Me, Like I Do   Bab 52 - Perpisahan Manis

    Ivander menjemput Aiko untuk datang ke kantor sore ini bersamanya. Aiko sudah sepekan tidak pernah ke kantor karena Ivander melarangnya, dan semua pekerjaannya sebelumnya sudah diserahkan kepada Peter. "Apa yang akan kita lakukan di kantor di jam saat ini sayang? Kau juga memintaku mengenakan gaun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status