Share

Bagian 20

Entah berapa lama aku terlelap. Ketika kubangun, bajuku telah terpasang kembali. Posisi tidurku terlentang, kepala di atas bantal, dengan selimut menutupi tubuh. Perasaan sudah lebih nyaman. Minyak urut yang hangat membuat perutku tak lagi terlalu mual. Begitu pula sakit di kepala, terasa lebih enteng, mungkin karena obat yang dia berikan, juga pijatan-pijatan lembutnya.

Aku tersenyum.

Jika kamu terus manis begini, Mas. Pasti akan sangat membahagiakan. Kamu benar-benar pandai memanjakanku.

Aku menyibak selimut dan bermaksud beranjak turun ketika dia menyembul dari balik pintu. Di tangannya terdapat satu nampan berisi mangkuk dan segelas susu.

“Kamu sudah bangun?” tanyanya sambil mendekat. Ia meletakkan nampan di atas tempat tidur tepat di sampingku.

Seulas senyum terkembang di bibirnya. Senyum yang selalu membuat

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status