Share

Bagian 23

“Kalau begitu kita makan bareng, ya. Aku sudah ijin sama Ibu tadi untuk menyiapkan makanan di meja,” balas Nurin semringah, “Sesekali kita perlu makan bareng, Mas. Supaya Nadin merasa tetap mempunyai orang tua yang utuh.”

“Boleh,” balas Mas Kusuma di luar dugaanku. Mulutku sampai terbuka saat mendengarnya, tidak percaya dia akan mengijinkan Nurin makan bersama kami, menyantap makanan yang dibawa dan disiapkan wanita itu. Padahal, tadi pagi aku sudah menyempatkan diri untuk masak makan siang sebelum berangkat.

Apa dia tidak menjaga perasaanku? Apalagi wanita yang dihadapanku ini kemarin malam terang-terangan meminta posisinya kembali. Dan sekarang, dia mengatakan agar Nadin merasa tetap mempunyai orang tua yang utuh. Apa maksudnya?

“Benar, Mas? Alhamdulillah. Akhirnya ....” seru wanita itu semringah, membuatku semakin panas.

“Mas,&rdq

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Cilon Kecil
wkwkwkkkkk padahal.udah ikut kesel sama Kusuma & pelakor, ternyata eh ternyata malah mau bikin Anin cemburu ......... hahahaaaaa
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Niat Nurin mencuri perhatian Kusuma lewat makanan yg dibawanya pupus sudah.....
goodnovel comment avatar
Dwi Kokom
like like like
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status