Share

Love Shadows
Love Shadows
Author: mys05

Episode 1

Author: mys05
last update Last Updated: 2021-09-02 07:41:31

Isabella memacu laju kendaraannya. Rasa takut kian berkecamuk lantaran beberapa waktu sebelumnya, gadis itu telah menemukan sebuah celana dalam wanita di dalam kamar apartemen kekasihnya.

 

"Tidak, itu tidak mungkin. Felix tidak mungkin berselingkuh," Bella mengerang, sambil sesekali memukul kemudi mobilnya dengan kasar.

Sejauh ini, gadis yang biasa di safa Bella itu masih mencoba untuk bersikap tenang. Bukti perselingkuhan sudah dirinya dapatkan. Namun, Bella mencoba menutup matanya, Ia berharap jika semua ini tidaklah nyata.

 

Rasa sesak di dada semakin menyiksanya. Meskipun sudah berusaha untung berpositif thingking, nyatanya semua itu tak cukup untuk membuat perasaan Bella lega. Entah dimana Felix sekarang, Bella sudah menghubungi pria tersebut secara berulang-ulang. Akan tetapi, Felix terus mengabaikan panggilan dan pesan yang Bella kirimkan.

 

"Apa yang harus aku lakukan?" Bella meminggirkan mobil, gadis itu langsung mematikan mesin kendaraannya kemudian memaksa otaknya untuk berpikir. "Ayo, Bella! Kau harus menangkap basah si brengsek itu sekarang," gumamnya sambil membenturkan kepala pada kemudi mobil.

 

Sesaat, ponsel Bella pun bergetar, gadis itu memang selalu terjaga setiap ponselnya menyala. Ia sedang menunggu notifikasi dari seseorang. Seseorang yang sudah Bella bayar untuk membuntuti Felix, kekasihnya.

 

"Hotel Grand Sanders, kamar 105."

 

Deg... Bella semakin hancur, untuk apa Felix dan selingkuhannya datang ke sebuah hotel bersama? pertanyaan itu langsung menampar Bella. Dadanya semakin sakit. Rasanya, Felix benar-benar berhasil mengoyak rongga dada Bella hanya dengan satu kesalahan saja.

Padahal sebentar lagi mereka akan segera menikah. hubungan yang sudah terjalin selama dua tahun lamanya harus Felix nodai dengan nafsu sesaatnya. Apa yang harus Bella katakan pada orang tuanya? Mengatakan kebusukan orang lain itu bukanlah dirinya. Bella cenderung menyimpan lukanya sendirian. Padahal segala sesuatu yang Felix inginkan, sudah Isabella berikan. kecuali keperawanan.

 

Singkat waktu, Bella langsung meninggalkan mobilnya begitu saja. saat ia sudah sampai di depan hotel. Bella juga membiarkan kunci mobilnya di sana, agar petugas keamanan yang berjaga bisa memarkirkannya.

 

"Selamat malam, Nona. Ada yang..."

Bella melangkah cepat, ia bahkan mengabaikan resepsionis yang menyapanya dengan hangat. tak ada hal lain yang Bella pikirkan selain, perbuatan kotor kekasihnya. bayangan menjijikan yang sedang Felix lakukan di dalam kamar bersama selingkuhannya sukses membuat Bella semakin tak berdaya, meskipun Bella sendiri belum melihatnya.

 

"Ahhh..." Bella merintih. di dalam lift ia bahkan menyusutkan tubuhnya, berjongkok sambil menutup wajah penuh kesedihan. Beberapa orang yang berdiri di dekatnya sampai terkejut. Mereka kebingungan, sebab adegan ini biasa mereka lihat di dalam dunia sinetron dan pernovelan, karena Bella seperti seorang gadis korban pemerkosaan.

 

Kurang dari lima menit, lift pun terbuka. tanpa menghentikan tangisannya, Bella langsung melangkah menelusuri lorong sambil mencari nomor kamar yang tertempel di setiap pintu hotel. Bella tak perduli seberapa banyak orang yang sedang memperhatikannya sekarang. Ia benar-benar sudah kehilangan akal.

 

"Kenapa dia jahat sekali kepadaku," Bella tersedu, setelah gadis itu menemukan nomor kamar tujuannya. Ia tak mampu membendung air mata.

 

Seluruh energi dalam tubuh Bella terkuras. tangannya bergetar hebat, saat gadis tersebut hendak mengetuk dan menciptakan keributan di sana.

 

"Felix, bajingan! keluar kau sekarang!" jerit Bella histeris. "Felix..mmmm,"

Mata Bella membulat, mulutnya terbekap dengan tubuh yang tertarik kebelakang oleh seseorang. sebuah tangan kekar melingkar di atas perut ratanya, Bella mencoba melawan. Namun, tenaganya yang seringan kapas tak mampu menghentikan tindakan seseorang yang telah menyeretnya masuk kedalam kamar.

 

"Felix, apa itu kekasihmu?" tanya Lisa, yang berada tepat di bawah tubuh Felix menikmati sentuhannya.

 

"Tidak mungkin, Aku sudah berhati-hati. Ia tidak akan tahu hal ini."

 

Lisa mengerutkan dahinya, gedoran pintu dari luar barusan cukup membuatnya curiga. lagi pula, jika pun tertangkap basah Lisa sama sekali tak keberatan. Karena hanya dengan cara itulah, Felix akan menjadi miliknya seutuhnya.

 

"Hentikan," Lisa mendorong dada Felix perlahan, melepaskan penyatuan yang sedang kduanya lakukan. "Kau lihat dulu, apa yang akan orang lain katakan jika dia membayar keamanan?"

Felix menghela nafas kasar, ia pun mengangguk pasrah lalu kemudian meraih pakaiannya. sedangkan Lisa, wanita itu nampak ingin menyembunyikan diri. mengatur rencana, lalu menunjukan wajahnya di akhir cerita.

 

Pintu pun terbuka, Felix melirik ke kiri dan ke kanan. Suasana nampak lengang. Tak ada kehadiran Bella di sana, seperti yang ia takutkan. hanya ada petugas kebersihan yang sedang mengangkut sampah keluar dari kamar yang berada tepat di hadapan Felix sekarang.

 

"Hey, apa kau melihat seorang wanita?"

Petugas itupun menggelengkan kepalanya tanpa bicara. sedangkan Felix langsung menghembuskan nafas lega.

"Mungkinkan aku hanya berhalusinasi karena takut Bella mengetahui kesalahanku?" gumamnya kemudian menutup pintu kamar hotel itu kembali, berlalu pergi.

 

Di kamar lain, tepatnya di sebelah kamar yang sedang Felix gunakan. Bella menatap heran kearah pria yang baru saja menyeret sambil membungkam mulutnya. Wajahnya memucat, bibirnya bergetar dengan gigi sedikit mengatup.

 

"Si... siapa kau?" tanya Bella terbata, ekspresi wajahnya menunjukan jika ia terlihat sangat ketakutan.

 

"Usstt..." pria itu menempelkan telunjuknya di depan bibirnya, ia memandang Bella dengan sorot lekat kemudian berkata, "jangan mengganggu mereka."

 

Bella terperangah, ia kembali melebarkan bola matanya karena menganggap jika pria tersebut adalah sekutu Felix dan selingkuhannya.

"Kau gila? apa aku harus diam saja membiarkan kekasihku bersama wanita lain di dalam sana?" protes Bella tak terima.

 

"Kau bisa memberinya pelajaran, setelah aku mendapatkan bukti perselingkuhan!"

 

"Pe... perselingkuhan?" Bella terbata, dengan sorot tak percaya. "Apa wanita itu..."

 

"Ya! Dia calon istriku!"

 

Bella semakin terkejut, gadis itu sampai membuka sedikit mulutnya dengan tangan yang ia gunakan sebagai penutup.

 

"Apa kau tidak bisa menjaga calon istrimu?" Bella mendengus, ia kembali memecah tangisannya sambil memukul halus tubuh pria tersebut. "Dia sudah menggoda kekasihku, tapi kau masih ingin melindunginya!"

 

Pria itu mencoba menghindari pukulan Bella. lagi-lagi reaksi Bella sangat berlebihan. setiap kali mengingat kelakuan Felix yang menyakitkan.

 

"Kami hanya di jodohkan, aku tak ingin menikah dengannya. itu sebabnya aku membuntuti mereka agar aku bisa menunjukan bukti perselingkuhan ini pada keluarga."

 

"Lalu bagaimana dengan diriku?" Bella memekik, tanpa menghentikan tangisannya. "Dia bersama calon suamiku! aku saja belum tidur dengannya, dan jalang itu justru telah mendahuluiku sebagai kekasihnya!" imbuhnya penuh luka.

 

Pria itu melangkahkan kakinya mendekati Bella.  Kesedihan Bella mampu dirinya rasakan, meskipun Lisa dan dirinya hanya menjalin hubungan atas dasar perjodohan. "Tenangkan dirimu, semua akan baik-baik saja." ucapnya menenangkan Bella, sambil memberanikan diri untuk merangkul bahunya.

 

Tak di sangka, Bella justru menyambut hal itu dengan baik. wajah Bella yang di penuhi air mata gadis itu tempelkan di atas dada bidang sang pria. Bella mencengkram kedua sisi pinggang si pria seraya berkata. "Apa yang harus aku lakukan? Kenapa dia tega mengkhianati ku?" lirihnya meluapkan kesedihan.

 

BERSAMBUNG...

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Felicia Aileen
menarik nih ceritanya.. pengen follow akun sosmed nya tp ga ketemu :( boleh kasih tau gaa?
goodnovel comment avatar
Edison Panjaitan STh
Cinta itu Anugerah Walau di sakiti Tetap di junjung hubungan Cinta yang penuh tantangan Walau air mata terus deras mengalir dengan ratap pilu.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Love Shadows   Episode 69

    Lucas berlari menerobos pintu utama kediaman keluarga Bella. Pria itu terlihat sangat pucat, wajahnya mengatakan jika ia sedang tidak baik-baik saja. Lucas juga mengabaikan Nick yang sedang bersantai di ruang keluarga. Parahnya, sepertinya Lucas sama sekali tidak menyadari jika di sana terdapat sang Ayah Mertua."Lucas, kau..." Belum sempat Nick menyelesaikan ucapannya. Akan tetapi, langkah pria itu sudah sangat jauh dari pandangan matanya.Sampai detik ini, Nick sama sekali tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tiga puluh menit berlalu, Rina sebelumnya sempat mengatakan padanya jika sang istri hendak membawakan rupa-rupa minuman hangat beserta cemilan untuk di suguhkan pada putri tercintanya."Bella..." Pintu terdorong kasar dari luar. Suara hentakannya sanggup membuat kedua orang yang berada di dalam ruangan cukup terkejut.Rina melirik ke ambang pintu, bersamaan dengan Bella yang saat itu la

  • Love Shadows   Episode 67

    Aneh, itulah yang sedang Luna rasakan. begitu banyak kiriman yang ia dapatkan, mulai dari bunga, kue, sampai manisan hingga perhiasan. dengan nama Maria sebagai pengirimnya.Berulang kali Luna memastikan, ia bertanya, benarkah paket tersebut Maria kirimkan untuknya. Lalu jika iya, apa maksud dan tujuan wanita paruh baya tersebut.Kali ini Luna kesulitan untuk membaca apa yang lawannya rencanakan. Maria sendiri juga tidak pernah datang, kenapa kiriman tersebut harus diberikan oleh campur tangan kurir? Kenapa tidak dia sendiri saja yang mendatangi Luna dan memberikan paket tersebut secara langsung padanya?Sungguh, Luna benar-benar khawatir. tidak biasanya, Maria berbuat baik dan perhatian sampai harus repot-repot mengirimkan sesuatu kepadanya. Apalagi benda tersebut terbilang cukup berharga dan ada nilainya."Kiriman lagi, Nyonya?" tanya Bibi Chan penasaran menghampiri."Iya, aku

  • Love Shadows   Episode 66

    Seminggu berlalu, Devan masih belum mendapatkan keinginan atas apa yang sudah Riana janjikan. gadis itu justru bertingkah seolah bak ratu, pekerjaannya hanya memainkan ponsel dan mendorong-dorong kursi roda milik Devan. Dengan ancaman yang ia jadikan senjata, Riana mampu hidup layak tanpa harus bersusah payah bekerja."Hey, kapan kau akan menepati janji mu?" tanya Devan dingin dengan mata memincing.Riana melirik ke sumber suara, dimana saat itu Devan sedang berada tepat di hadapannya. "Eummm, sekarang!" sahut Riana santai, setelah sebelumnya Riana memastikan waktu dan kondisi yang ia rasa sudah cukup memungkinkan.Riana bukannya tak ingin menepati janji, hanya saja. jika hal itu ia lakukan saat Maria dan Marco sedang berada di rumah. tentu yang akan Devan dan Riana hadapi hanyalah penolakan.Mungkin sekarang waktunya sudah tepat. saat keadaan rumah benar-benar sepi, dan hanya menyisakan Riana dan De

  • Love Shadows   Episode 65

    Alvin tentu tidak bisa menunggu lagi. tanpa berpikir panjang, ia langsung meninggalkan Luna begitu saja dan memilih untuk meminta pertanggung jawaban dari Marco dan Maria. Sumpah demi apapun, Alvin kini sudah benar-benar berubah. hidup dan matinya sudah Alvin serahkan pada Luna. jikapun harus memilih, Alvin lebih baik kehilangan segalanya dari pada harus berpisah dengan istrinya. Tidak perduli apa tanggapan orang lain yang akan Alvin dapatkan. pria itu sudah membulatkan tekadnya untuk menjebloskan ibunya ke dalam penjara. atas tuntutan percobaan pembunuhan. Padahal, Alvin sama sekali tak memiliki bukti apapun. Namun, kemarahannya sukses membuat pria itu kehilangan akal. untuk bertindak tanpa memikirkan dampak dan akibat. Bruak... Alvin mendorong kasar pintu utama kediaman keluarganya. langkah Alvin tak terkontrol, apapun yang Alvin lihat langsung Alvin lemparkan hingga sukses membuat kekacaua

  • Love Shadows   Episode 64

    Bencana, Alvin justru merasa jika nasihat ibunya sukses membuat pria itu merasa beban hidupnya bertambah. Bagaimana tidak? Mengontrol pikirannya agar segera melupakan Laura saja Alvin tak bisa. sekarang, Maria justru semakin menekan Alvin agar pria tersebut memanjakan Luna dan menghujaninya dengan penuh cinta. Ditambah permintaan untuk memiliki keturunan. Sudah cukup Alvin menuruti keinginan mereka yang semakin membuat pria itu merasa gila.Ayolah, Alvin tidak mungkin bisa melakukannya saat bayang-bayang Laura justru terus saja menghantuinya. Ini memang bukanlah pertama kali bagi Alvin. yang berarti, Luna bukanlah gadis satu-satunya yang akan pria itu tiduri. Namun, setiap kali melakukannya. Alvin justru melandasi hal tersebut dengan rasa ketertarikan. Ia hanya bisa memenuhi hal itu dengan adanya perasaan. Dalam kata lain, perasaan yang bisa di artikan atau di sebut cinta."Bibi Chan..." Luna memanggil wanita paruh baya tersebut, saat Bibi C

  • Love Shadows   Episode 63

    Bencana, Alvin justru merasa jika nasihat ibunya sukses membuat pria itu merasa beban hidupnya bertambah. Bagaimana tidak? Mengontrol pikirannya agar segera melupakan Laura saja Alvin tak bisa. sekarang, Maria justru semakin menekan Alvin agar pria tersebut memanjakan Luna dan menghujaninya dengan penuh cinta. Ditambah permintaan untuk memiliki keturunan. Sudah cukup Alvin menuruti keinginan mereka yang semakin membuat pria itu merasa gila.Ayolah, Alvin tidak mungkin bisa melakukannya saat bayang-bayang Laura justru terus saja menghantuinya. Ini memang bukanlah pertama kali bagi Alvin. yang berarti, Luna bukanlah gadis satu-satunya yang akan pria itu tiduri. Namun, setiap kali melakukannya. Alvin justru melandasi hal tersebut dengan rasa ketertarikan. Ia hanya bisa memenuhi hal itu dengan adanya perasaan. Dalam kata lain, perasaan yang bisa di artikan atau di sebut cinta."Bibi Chan..." Luna memanggil wanita paruh baya tersebut, saat Bibi C

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status