Loving A Billionaire

Loving A Billionaire

last updateTerakhir Diperbarui : 2023-09-04
Oleh:  EsthellaOngoing
Bahasa: English
goodnovel12goodnovel
Belum ada penilaian
18Bab
2.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sinopsis

"I-I have to go.."| stuttured. "No you don't, you know how much you mean to me Bri how can I let you go?" He looked at me pleadingly with those beautiful orbs which always got me mesmerized "I don't trust anyone after what Jax did, I-I can't trust you Heinrich, I am scared" I replied not totally believing what I just said. I start to turn around to exit the room but he grabs my wrist suddenly as he pulls me flush against him. You are the only girl I have and will ever love, you make me feel things I have never felt before, i am incomplete without you Bri and I love you more than you could ever imagine,I am not and will never be like Jax. He states in a rush which leaves him breathless. I gaze at him unable to utter a single word. There was so much sincerity in his tone and I can't deny it. My eyes wander to his lips and in a swift motion I crash my lips against his. Enjoy the journey of love, drama and let's not forget the cringe with Brianna as she goes through a heartbreak, she finds a hot billionaire and the magic begins.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Cheater

"Ah!"

Sakit .... Solana menyiramku dengan air mendidih. Aku membelalak dan berteriak kesakitan.

"Solana, tolong lepaskan aku .... Kumohon ...."

Aku ingin melawan, tetapi ditahan oleh orang di belakangku. Aku hanya bisa menatap gaunku yang merah dan memohon dengan pasrah.

Solana tertawa jahat. "Kamu cuma wanita murahan yang dibenci semua orang. Kamu nggak pantas dibandingkan denganku."

Solana memberi perintah. Air panas itu disiram ke wajahku lagi.

"Kak Solana, lihat wajahnya. Macam udang rebus."

Terdengar ejekan antek Solana, lalu diikuti suara Solana yang penuh kebencian.

"Bianca, kamu seharusnya berterima kasih padaku. Wanita murahan sepertimu nggak seharusnya punya wajah seperti ini."

Usai berbicara, Solana mengeluarkan pisau dan menggores wajahku. Entah bagaimana, mungkin karena keinginan untuk hidup atau mungkin karena rasa sakit, aku tiba-tiba terlepas dari kekangan.

Aku melarikan diri dengan panik. Solana membawa anteknya mengejar dari belakang. Pada akhirnya, aku menghentikan langkah kakiku di pinggir lubang air besar yang baru digali pihak kampusku.

Ketika melihat ini, Solana terkekeh-kekeh. "Bianca, kamu nggak mungkin mau bunuh diri, 'kan?"

Solana mendekat dengan perlahan. Sepatu hak tingginya seolah-olah menginjak hatiku, membuatku makin tegang.

"Kalau berani, lompat saja. Ayahmu petani, ibumu petugas kebersihan. Kalau orang sepertimu mati, nggak bakal ada yang peduli! Sekarang wajahmu saja sudah hancur. Gimana kamu bisa merayu pria lagi?" hina Solana.

Antek-anteknya pun turut bersuara.

"Bianca, kamu nggak bisa merayu pria lagi. Cepat lompat sana!"

"Ayo, cepat sedikit! Tempat ini punya fengsui yang bagus lho!"

Nyawaku menjadi bahan bercandaan mereka. Keluargaku memang miskin. Ayahku hanya petani, sedangkan ibuku hanya petugas kebersihan.

Aku tidak punya apa-apa. Selain prestasi yang cukup bagus, aku cuma punya wajah yang bisa dibilang cantik. Makanya, aku sering mendapat surat cinta.

Inilah alasan Solana menyerangku. Aku jelas-jelas tidak melakukan apa-apa, tetapi malah dibilang murahan. Semua perundungan ini hanya permainan kecil bagi Solana.

Setiap hari, aku hidup dalam ketakutan. Aku terus berpikir bagaimana Solana akan menyiksaku. Dengan tamparan, serangga, atau cambukan?

Berbagai adegan menyakitkan muncul di benakku. Aku seolah-olah adalah mainan Solana. Jadi, apa gunanya aku hidup?

Aku melihat refleksiku di air. Darah mengalir di wajahku. Sepertinya hari-hariku hanya akan terasa makin berat.

Aku memaksakan senyuman, lalu melirik Solana yang sedang memotret dan mengejekku. "Solana, kutunggu kamu di neraka!"

Di bawah tatapan mencela mereka, aku melompat ke lubang air sedalam 10 meter. Seketika, darah menghiasi air.

Pada saat yang sama, ejekan mereka berubah menjadi keterkejutan, ketakutan, dan kepanikan. Akan tetapi, aku tidak bisa melihatnya lagi.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Tidak ada komentar
18 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status