Beranda / Romansa / Luapan Gairah Panas Ayahmu / Bab 345. Permainan Ular. 

Share

Bab 345. Permainan Ular. 

Penulis: Ucing Ucay
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-02 09:06:31

​Ia menelepon Zira dan meminta putrinya itu menemuinya di penthouse mewahnya. Tempat itu, yang dulu penuh dengan kenangan keluarga Zira sebelum perceraian, kini terasa dingin dan asing, diselimuti oleh aura manipulasi yang pekat.

​“Mama tidak tahu harus bagaimana lagi, Sayang,” kata Livia, saat Zira tiba. Livia berpura-pura menangis, sebuah sandiwara yang ia mainkan dengan sangat baik. Ia memeluk Zira erat-erat, membiarkan aroma parfum mahalnya memenuhi indra Zira. “Ayahmu sudah gila. Dia menggugat Mamamu sendiri! Setelah Mama menemaninya dari nol! Dia lebih memilih wanita muda itu dan janinnya daripada kebahagiaan kita! Mama dihancurkan, Sayang.”

​Zira merasakan amarah dan iba bercampur aduk. Ia tahu Livia adalah penyebar gosip itu, tetapi ia juga melihat Ibunya yang terluka dan terancam kehilangan segalanya.

​“Mama, Ayahku melakukan ini karena reputasinya. Gosip ini sudah terlalu liar, dan dia ditangguhkan dari jabatannya di rumah sakit,” jawab Zira, menjaga jarak emosional. Ia ti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 383. Komplikasi di Momen Krusial. 

    Setelah pemeriksaan, dokter itu memberikan vonis yang menghancurkan semua rencana mereka: ancaman keguguran sangat rendah, tetapi Alesha mengalami kelelahan ekstrem dan kontraksi Braxton Hicks yang sangat kuat akibat stres fisik dan emosional yang ekstrem.​"Anda harus benar-benar istirahat total, Nyonya. Minimal empat puluh delapan jam ke depan. Tidak ada aktivitas berat, tidak ada stres, tidak ada perjalanan. Anda harus minum obat penenang ringan ini dan tidur. Jika Anda kembali ke kondisi yang tegang, Anda akan memicu komplikasi yang lebih serius, dan kali ini, kami mungkin tidak bisa menghentikannya," jelas dokter itu dengan nada tegas, menatap Rayhan yang berdiri di samping ranjang Alesha.​Rayhan merasakan pukulan telak. Mereka hanya punya waktu seminggu sebelum Sidang IDI, dan kini mereka kehilangan dua hari penuh karena komplikasi ini. Dua hari yang menentukan nasib kariernya.​Rayhan duduk di sisi ranjang Alesha, memegang kepalanya di antara kedua tangannya. Komplikasi kecil

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 382. Kegagalan di Ambang Janji. 

    ​Rayhan dan Alesha tiba di Manila, Filipina, setelah penerbangan dini hari yang melelahkan. Langit di atas kota asing itu terasa lebih cerah, seolah menjanjikan awal yang baru dan bebas dari bayang-bayang Papa Arif. Rayhan segera membawa Alesha ke sebuah boutique hotel kecil yang tersembunyi, jauh dari pusat keramaian dan sorotan media, sebuah tempat perlindungan sementara yang ia sewa melalui koneksi rahasia tim pengacaranya. Mereka hanya memiliki waktu beberapa jam untuk beristirahat sebelum janji suci itu harus ditepati.​Pagi itu, mereka tidak membuang waktu. Rayhan memastikan Alesha mandi air hangat dan sarapan, meskipun hanya sedikit makanan yang bisa masuk ke perut Alesha yang mual karena kelelahan. Dengan koordinasi yang cermat dari tim pengacara Rayhan di Jakarta dan konsulat di Manila, semua berkas pernikahan telah disiapkan. Mereka berdua menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, yang menjadi tempat Rayhan dan Alesha berharap janji mereka akan disahkan dan

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 381. (++) Strategi Pertahanan dan Pernikahan Cepat.

    Rayhan melakukan penetrasi. Gerakannya cepat, kuat, dan didorong oleh emosi yang tertahan.​Rayhan memilih posisi klasik, menindih lembut Alesha, memastikan ia bisa menopang berat badannya agar Alesha merasa aman dan nyaman. Rayhan menggunakan ritme yang cepat dan mendesak, seolah dikejar waktu, seperti pelarian mereka besok pagi.​"Kamu milikku, Alesha. Aku sudah kehilangan semuanya, tapi aku punya ini. Ahhh ...," desah Rayhan, mencium Alesha dengan rakus.​"Ohhh ... Ya ... Lebih cepat, Ray! Eughhh ... Aku mau kamu penuhi aku ... Aku mau kamu!" balas Alesha, mencengkeram punggung Rayhan.​"Aku di sini, Sayang. Kita akan melawan mereka. Kita akan menikah. Mmmmh ...."​Setiap dorongan adalah janji bahwa mereka adalah satu, tidak bisa dipisahkan oleh ancaman hukum atau etik. Mereka mencapai klimaks dengan jeritan tertahan, sebuah ledakan emosi yang melepaskan semua tekanan dari ancaman Arif. Rayhan menjatuhkan dirinya di leher Alesha, tubuhnya gemetar. Ia telah mengosongkan dirinya, men

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 380. (++) Pelarian Menuju Janji. 

    ​Alesha berbaring di tempat tidur, memejamkan mata. Ia bukan tidur, tetapi menunggu. Ia merasakan Rayhan duduk kaku di sampingnya, ketegangan yang sama, rasa takut yang dingin, memenuhi udara kamar yang seharusnya terasa hangat. Rayhan meraih tangan Alesha, dan sentuhan itu dingin, penuh ketakutan akan masa depan. Alesha menarik tangan Rayhan, memaksanya untuk berbaring di sampingnya, memaksanya untuk berbagi beban yang ia pikul sendiri.​"Aku takut, Om," bisik Alesha, menyandarkan wajahnya ke dada telanjang Rayhan. "Aku takut Papa akan menangkap kita. Dia akan membatalkan semuanya."​"Dia tidak akan bisa, Sayang. Kita sudah punya rencana matang," jawab Rayhan, tetapi suaranya parau, jauh dari keyakinan yang ia tunjukkan pada Alesha siang tadi. Kekhawatiran itu, ketakutan akan pencabutan gelar Rayhan, ancaman kehilangan janin yang berharga, semua bercampur aduk dengan cinta tak terbatas yang mereka rasakan. Malam ini, mereka tidak mencari kesenangan, mereka mencari validasi, mencari b

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 379. Persiapan Pelarian dan Pernikahan. 

    Mendengar Rayhan mengubah ancaman menjadi strategi, Alesha tersentuh. Ia melihat bahwa Rayhan bukan hanya romantis yang bersedia berkorban, tetapi juga seorang pejuang yang cerdas dan visioner.​"Bagaimana dengan Papa?" tanya Alesha, kini suaranya lebih stabil, tekadnya mulai terbentuk.​"Dia akan marah besar. Dia akan mencoba memblokir kita. Tapi kita akan bergerak diam-diam," jawab Rayhan. "Laura sudah mengurus paspormu. Zira, meskipun masih marah, telah mengirimkan berkas dan dana darurat. Semua orang, kecuali Papamu dan Livia, ada di pihak kita. Kita punya sekutu yang kuat."​Rayhan memeluk Alesha lagi. Kali ini, pelukan itu adalah persetujuan untuk berjuang bersama. Alesha telah menerima pengorbanan Rayhan. Kini, ia harus membayar pengorbanan itu dengan satu hal: keberanian untuk menjadi istrinya, pendamping yang kuat, bukan lagi gadis yang rapuh.​"Aku siap, Om. Kita menikah secepatnya. Aku akan berdiri di sisimu," kata Alesha dengan suara yang penuh determinasi.​Tiba-tiba, pin

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 378. Aku Ikhlas Kehilangan Karierku. 

    ​​Rayhan tidak memeluknya. Ia membiarkan Alesha merasakan kesakitannya, tetapi ia mendekat, memegang bahunya dengan kelembutan absolut, memaksa Alesha untuk menatap matanya. Ia harus membangunkan semangat Alesha.​"Kamu tidak akan lari dariku, Sayang. Tidak kali ini," kata Rayhan, suaranya tenang, tetapi dipenuhi otoritas cinta. "Dengarkan aku baik-baik. Aku akan mengatakan ini sekali, dan aku ingin kamu mengingatnya seumur hidupmu. Ini adalah kebenaran kita."​Rayhan memegang kedua bahu Alesha, mencondongkan badannya. "Lihatlah surat ini." Ia menunjuk amplop IDI yang kotor oleh air mata Alesha. "Ini adalah rencana Arif untuk menghancurkanku. Dia menggunakan kekuasaannya untuk mencabut gelar, bukan hanya pekerjaanku. Dan dia berhasil, untuk sementara. Dia berhasil menyakitiku secara profesional."​"Lihatlah diriku," lanjut Rayhan, pandangannya tidak goyah. "Aku adalah Rayhan. Aku adalah ahli bedah ortopedi terkemuka. Aku memiliki kekayaan dan kehormatan. Tapi semua itu datang dengan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status