공유

BAB 13

작가: Svara Laksmi
last update 게시일: 2026-03-20 11:28:31

Mata Mila mulai tidak dapat melihat dengan jelas. Cahaya lampu terasa terlalu terang, menusuk, membuatnya harus menyipitkan mata lebih lama dari biasanya. Kepalanya terasa ringan sekaligus berat, seperti ikut bergoyang mengikuti detak musik yang mengisi ruang apartment Pak Hendra.

Gelas di tangannya hampir jatuh. Dengan sigap, Pak Hendra mengambil gelas itu lalu meletakkannya di meja samping tempat tidur.

“Mila..” panggil pria itu.

Mila menoleh perlahan, sedikit terlalu lambat, seolah harus mem
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Luka Mila   BAB 22

    Tentu saja Mila akan ke sana.Apartemen Hans masih sama. Meskipun ada yang berubah, tapi rasanya masih sama. Aroma ruangan dari parfum pria itu, samar menggantung seolah menyambut kedatangannya. Lampu-lampu temaram yang membuat suasana semakin intim. Mila selalu suka cara tempat itu membuatnya seolah kembali.Hans membuka lemari koleksi minumannya serta mengambil dua gelas kosong. Menatap Mila sambil mengisi gelas-gelas berisi es batu di depannya.“Lo keliatan banyak pikiran, Mil” komentar Hans sambil mendorong gelas ke arah Mila.Mila tersenyum dan mengambil gelasnya. Tapi tidak langsung meminumnya.“Lo udah kayak peramal yang ada di pensi anak SMA,” jawab Mila sambil mengangkat gelas di tangannya.Hans tergelak lalu meneguk minuman miliknya. Berjalan ke arah balkon yang diikuti oleh Mila. Pemandangan lampu-lampu kota berkelip disertai semilir angin malam menerpa wajah mereka.“Toni aman kan?” tany

  • Luka Mila   BAB 21

    “Tapi jangan jauhin gue cuma karena lo pikir gue nggak akan ngerti kondisi lo, Mil.”Mila mendengus pelan setiap kalimat itu kembali terputar di kepalanya. Setelah berhari-hari mengendap, emosinya baru muncul. Apa iya pria itu akan ngerti? Akan menerima? Apa Riven tahu apa yang dihadapinya?Mila merasa emosinya kembali naik. Kenapa baru sekarang dia merasa bodoh karena terpojok dengan ucapan pria itu?Lo ngga tau apa yang udah gue lewati untuk sampai di titik ini, Riv.Rasanya Mila ingin mengatakan kalimat itu di depan mukanya. Tapi baru sekarang kalimat itu membuncah dalam benaknya.Mila menatap ponselnya. Dia ingat hari ini jadwal Riven pergi ke Lombok untuk pekerjaannya. Pasti ada Astri. Mila kembali mendengus. Wanita itu juga agak aneh, umpatnya, ngapain harus bilang segala macam ketika di café itu.Tapi jarinya sudah menari-nari di atas keyboard ponselnya.Have a

  • Luka Mila   BAB 20

    Riven masih terpaku. Namun dengan cepat pria itu menutupinya dengan mengembalikan kipas di tangannya pada Astri. Dia tidak mau membuat keributan.“Gue pesan kopi dulu yah,” kata Riven pada Mila, nadanya sedikit dingin. Tapi Mila tidak menyadarinya. “Lo mau?”Mila mengangguk.Astri melirik Mila ketika Riven beranjak dan pergi untuk memesan kopi. Mila pura-pura tidak menyadarinya namun Astri mencondongkan tubuhnya ke Mila.“Biasanya kalau dia bawa cewek ke sini… nggak yang kayak lo.”Sendok di tangan Mila berhenti tepat di udara. Pelan-pelan, Mila menoleh.“Kayak gue gimana?” tanyanya dengan nada sesantai yang dia bisa.Astri mengangkat bahu, tidak langsung menjawab. Kipas yang tadi dipakai Riven, dikibaskan pelan.“Vibes lo.. beda,” kata Astri. Tepat sebelum Riven datang. Astri kembali menegakkan tubuhnya.Riven tidak duduk langsung. Dia berdiri di samping

  • Luka Mila   BAB 19

    Mila tahu dia tidak bisa selalu berada di balik alasan “takut merepotkan” karena sudah jelas Riven berkata dia tidak masalah kalaupun direpotkan oleh Mila.Tapi semalam, Mila tidak mengabarkan pria itu jelas bukan karena takut merepotkan. Namun lebih ke memilih mengabaikannya dan tidak memberi kabar pada Riven.Menjelang sore, ketika tubuhnya sudah kembali normal, Mila kembali menatap layar ponselnya. Bimbang antara mengirim pesan atau membiarkannya. Jemarinya mengetik pelan, ragu.Gue off. Jam berapa lo nyanyi?Mila menekan tombol kirim sebelum pikirannya berubah. Tak lama, pesan itu berbalas.Jam 7. Gue jemput jam 5?Mila menghela napas dalam-dalam. Jam masih menuju angka 3. Sebenarnya masih ada waktu. Namun hatinya ragu. Haruskah ia mencari alasan. Berbohong di atas kebohongan. Mila mengetik balasannya.Ok. See you.***Warung Jeki di akhir minggu selalu ramai. Begitu juga sore i

  • Luka Mila   BAB 18

    Alex tersenyum. Tatapannya menilai setiap gerakan Mila. Pria itu menggeser gelas di depannya. “Minum?”Mila menatap gelas itu sebentar. Cairan bening yang memantulkan lampu-lampu redup di sekitarnya. Cairan yang dari pria itu Mila belajar meneguknya tanpa ampun sampai tubuhnya terbiasa.“Jangan yang ini, lah,” tolak Mila halus, “Gue tau yang lo minum bakal bikin gue gimana.”Alex terbahak sambil bergeser mendekat. Tangannya menelusuri lengan Mila dari atas ke bawah.“Cabut yuk,” ajaknya sambil meneguk habis minumannya. “Sesi lo udah beres kan?”Mila mengernyitkan hidungnya, pura-pura menolak. Alex suka kalau dia bersikap malu-malu mau.“Gue kan udah extend sama Toni.”Mila berdecak, “Akal-akalan lo aja itu, biar gue ngga bisa kabur.”Alex tertawa lalu beranjak berdiri sambil mengapit tangan Mila. Tidak kasar tapi cukup tegas yang membuat Mila ta

  • Luka Mila   BAB 17

    Hari itu Mila bangun dengan perasaan aneh di hatinya. Tubuhnya memang terasa lelah. Kurang tidur ditambah pikirannya yang sama sekali menolak untuk berhenti. Mila menatap jam di tembok kost-nya. Hampir siang. Dia harus bangun. Hari ini kerja.Sambil bersungut, Mila pun melangkah ke kamar mandi dan membasuh semua rasa malasnya.***Di ruang locker, Andin melonjak kegirangan karena mendapat tamu favoritnya. Mila menepuk pundaknya sambil menenangkan sahabatnya itu.“Kendalikan dirimu, Andin!” ujarnya dramatis.Andin hanya mencibirnya sebelum melangkah dengan penuh semangat di belakang Toni.“Abis ini, giliran lo,” pesan Toni, “Siap-siap sana.”Mila pun melanjutkan membereskan alat-alat make upnya. Membuang kertas-kertas tissue lalu meletakkan tas di dalam locker. Sebelum menutup resleting tasnya, Mila menarik ponsel dari dalamnya. Terpikir untuk mengirim pesan pada Riven, namun diurungkannya.&l

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status