LOGINAll of us know that half of the truth is often a whole lie. That's what Saff life does.. Oreus promise that after he finishes his personal business to Manila, he will come back and Saff kept that promised to herself. Until then, the time flies fast and finally met each other. But after that, it seems their lives turns up and down, the promises that she kept on holding on was gone.. There is no way to escape. Will she keep relying unto that promise and continue loving him despite his disparment that made her life falls into pieces? Or just forget about it and living a life without him?
View More"Maling!" teriak seorang wanita.
Begitulah suara teriakan dari seorang wanita paruh baya. Teriakan itu membuat seseorang yang memakai jaket hitam, topi, dan mengenakan masker penutup wajah langsung mengambil langkah seribu.Mendengar teriakan wanita itu, orang-orang yang ada di sekitar pasar berlari mengejar pencuri.Sosok yang mengenakan jaket hitam berlari begitu cepat dan dia langsung bersembunyi di balik semak-semak."Wah, benar-benar gila. Semua orang mengejarku," keluhnya.Dia bergegas melepas jaketnya dan membalikkan jaket yang dia kenakan. Jaket yang dikenakan Yola memang keren, jaket itu 2 in 1 bisa di bolak-balik dan Yola melepas topinya. Tergerailah rambut panjang milik Yola. Lantas dia melepas masker wajah yang dia pakai.Gadis cantik berperawakan tomboi berjalan pelan sambil melirik sebuah tas yang sedang ditenteng seorang ibu-ibu di pasar. Dia mengenakan sebuah topi berwarna hitam dan mulutnya tampak sedang menghisap sesuatu.Pasar siang itu memang tampak ramai. Semua orang yang sedang berbelanja di pasar fokus pada aktivitas mereka masing-masing.Dia terus merapatkan dirinya pada ibu-ibu yang tengah sibuk memilih-milih sayuran segar. Tangannya dengan sangat lihai dan terampil mengambil dompet dan ponsel milik ibu-ibu itu.Setelah aksinya berhasil, gadis itu segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia berjalan menjauh dari keramaian pasar."Yola!" teriak seorang pria. Yola menoleh dan mendapatkan Tegar berlari mendekatinya."Bagaimana mangsa mu hari ini?" tanya Tegar. Yola mengulurkan tangannya dan memperlihatkan dua buah dompet dan sebuah benda pipih."Wah, hebat. Belum ada setengah hari kau sudah mendapatkan dua mangsa. Bos pasti sangat senang."Yola memutarkan bola matanya. Dia benar-benar sudah muak dengan semua ini. Gadis itu memilih pergi meninggalkan Tegar, sahabatnya."Ah, sudahlah. Aku tidak ingin membahas hal itu lagi. Kalau kau ingin mencari mangsa, pergilah. Aku ingin beristirahat sebentar," kata Yola beralasan.Yola menggunakan alasan itu untuk bisa pergi dan menghindar dari Tegar. Sebab Yola tak ingin mendengarkan cerita yang sama dari Tegar."Baiklah. Aku akan kembali mencari mangsa. Kau pergilah beristirahat di tempat biasa dan aku akan menyusul mu di sana," balas Tegar.Semua itu dibalas dengan anggukan kepala dari Yola, akan tetapi Yola punya tujuan lain. Dia selalu beralasan mencari cara untuk menjaga jarak dari Tegar.Tegar pun melambaikan tangannya saat Yola pergi dari sana. "Hati-hati."Yola menghilang dibalik tembok yang kokoh. Tegar, sosok pemuda tampan dengan penuh banyak tato di tubuhnya masih berdiri mematung di sana."Seharusnya dia yang mengucapkan kata hati-hati padaku, tapi kenapa aku yang mengucapkannya." Tegar mengumpat pada dirinya sendiri, sambil beberapa kali tangannya menampar pipinya. "Bodohnya aku. Ah, sudahlah. Lebih baik aku mencari mangsa lain, agar hari ini aku bisa menyetor banyak pada si bos." Tegar akhirnya berlalu dari sana. Dia kembali beroperasi ke sekitar kompleks pasar. Padahal hari itu Tegar sudah banyak mencuri dari orang-orang, tapi kenapa dia terlihat serakah, masih saja berpikir kurang.Mata tajam Tegar mencari korban yang kaya dan juga cantik agar bisa dirayu olehnya. Ah, memang dasar brengsek dan buaya."Hm, wanita itu sepertinya kaya raya, tapi sayang dia tidak membawa apa-apa. Eh, tunggu, apa itu?" Mata tajam itu menangkap sesuatu yang dibawa oleh si wanita. "Plastik kresek. Ya, pasti ada di sana." Tegar menjentikkan jempol dan jari tengahnya.***Sinar matahari begitu sempurna berdiri tepat di tengah-tengah dan begitu sangat menyengat di kepala. Seorang gadis berjalan sambil berkali-kali mengusap peluh yang mengalir dari kepalanya."Wah, panas sekali hari ini dan aku benar-benar sangat kehausan," rengek Yola. "Dia berjalan tertatih-tatih menuju ke sebuah pohon dan Yola pun duduk di bawah pohon nan rindang itu.Sejenak Yola duduk di sana dan merasakan nyaman dan sejuk. Tangan kanan Yola merogoh saku celananya dan dia menemukan selembar uang 10 ribuan."Kenapa ada uang di sakuku?" Yola berpikir sebentar. "Lebih baik uang ini aku belikan air mineral dan roti untuk dimakan. Kebetulan di depan sana ada warung kecil." Yola beranjak dari sana dan pergi menuju warung di depan.Lima menit kemudian, Yola kembali duduk di bawah pohon dan membuka plastik kresek berwarna putih yang berisi air mineral, dua buah roti, dan beberapa permen. Gadis cantik berambut panjang dengan hidung mancung, bibir tipis serta mata yang begitu indah sedang menikmati sebungkus roti di bawah pohon.Setelah lapar dan dahaga terobati, rasa ngantuk menyerang Yola. "Ah, dasar penyakitnya manusia. Setiap kenyang pasti langsung ngantuk datang," dengkus Yola dengan tangannya menutupi mulutnya karena menguap. "Lebih baik aku tidur sebentar. Lagi pula aku sudah dapat beberapa korban untuk disetorkan ke bos. Ah, bodoh amat dibilang malas kerja, selalu dapat sedikit, dan lain-lain." Yola membaringkan tubuhnya pada sebuah kursi kayu yang ada di sana. Tidak butuh waktu lama Yola pun tertidur.Satu jam sampai dua jam terlewati. Yola begitu sangat nyenyak tidur di tempat terbuka. Saat matanya terbuka pelan-pelan, dia langsung terkejut."Ya ampun," teriaknya terbangun dari baringnya."Apa kau terkejut?" tanyanya."Bagaimana tidak? Kenapa kau jongkok di depan mukaku?" seru Yola yang masih merasakan jantungnya hampir copot."Aku suka sekali melihat wajahmu yang cantik saat tidur. Mau kapan lagi bisa melihat wajahmu dengan jelas. Sekarang saja melihat wajahmu seperti ini kau sudah langsung keluar taringnya," jelas Tegar sambil mempraktekkan seekor macam yang hendak menerkam."Jangan bercanda deh, Gar." Yola terlihat mulai merajuk.Tegar berdiri dari jongkok nya dan duduk di samping Yola. "Aku mencari mu di tempat biasa, tapi kau tidak ada di sana dan ternyata kau tertidur di sini. Ini aku beli seblak. Bagaimana kalau kita makan berdua di sini?" Tegar mengulurkan bungkusan sesuatu pada Yola.Yola hanya terpaku menatap bungkusan itu. Yola ingin menolaknya, tapi perutnya pun tidak bisa dibohongi. Yola terdiam cukup lama hingga ....Kruk kruyuk ....Suara perut Yola membuat pipi Yola memerah dan Tegar pun tertawa terkekeh-kekeh."Halah, tidak perlu menolaknya. Perutmu tidak bisa berbohong, Yol. Ayo, kita makan seblak ini di sini. Tenang saja ada es tehnya juga kok." Tegar mengeluarkan dua buah styrofoam box dan memberikan satunya pada Yola.Yola menarik napas panjang, sebenarnya dia ingin menolak karena bukan apa-apa, tapi sama saja dia makan uang haram."Ah, bodoh amat," dumel Yola."Hah? Baru saja kau bilang apa, Yol?" tanya Tegar yang kurang begitu mendengarnya dengan jelas."Ah, tidak ada. Aku tidak bilang apa-apa. Ayo, kita makan mumpung masih hangat. Seblak ini pasti sangat nikmat dan enak," elak Yola."Pasti enak dong. Aku membelinya di tempat langganan," balas Tegar."Oh ya?" Yola melahapnya begitu juga dengan Tegar dan di samping mereka masing-masing tergeletak sebungkus es teh yang melambai-lambaikan tangannya minta diseruput.Di tengah-tengah menikmati seblak yang hangat dan pedas. 'Aku harus berhenti dari pekerjaan ini.'PHASE 14Nang makauwi si Morpheus ay dumiretso naman ako ng aking kuwarto. Ginawa ko na ang lahat para hindi na niya ako iwan dahil mahal na mahal ko siya at h'wag niya sana 'yong sirain pa.Habang naghahanda para sa pagtulog ay may kumatok sa pinto ng aking kuwarto. Lumapit ako roon at bumungad sa akin si mama kaya binuksan ko 'yon ng malaki para papasukin siya.Umupo si mama sa kama ko at mapanuri ako'ng tinitigan. "Bakit daw nagpunta rito si Morpheus?' pagtatanong niya sa akin at mukhang sinabi 'yon ni Azamy sa kaniya.Umubo muna ako bago nagsalita. "Ah, may sinabi lang po siya sa akin." sagot ko dahil 'yon naman ang totoo.Bago umalis si Morpheus ay niyaya niya ako na pumunta sa pasyalan sa kabilang bayan. Fiesta 'ata roon at sinabi raw ni Tita Minerva na isama ako.Tumikhim si mama na ikina-kaba ko. "Sobrang importante na kailangan ka pa talagang puntahan dito? Hindi ba puwedeng i-chat o i--text n
PHASE 13I remained silent, again..Well, all I can do is to trust him. Malaki ang tiwala ko sa kaniya dahil alam kong hindi ko siya mamahalin kung hindi ako nagtitiwala sa kaniya.“Saff, are you okay?” pagtatanong sa akin ni Morpheus sa kabilang linya. Kausap ko siya ngayon at kung minsan ay lutang ako dahil iniisip ko ‘yong narinig ko sa usapan nila.“Morpheus, sino ang tumawag sa’yo?” out of the blue ko’ng tanong. I can’t help it, okay? Pakiramdam ko, hindi ako makakatulog ngayong gabi kung hindi ko itatanong sa kaniya kahit ‘yon lang.“Sabi na nga ba, iniisip niya ‘yon. It’s not that necessary, don’t think of it that much.” Sagot nya sa akin.Hindi niya sinagot ang tanong ko. Sino ang itinatanong ko Morpheus pero bakit ganiyan ang sagot mo?“So, sino nga?” pangungulit ko pa sa kaniya
PHASE 12Nagsimula na ang klase namin at si Morpheus ay hindi man lang nagpaliwanag kng bakit sabay sila ni Raize na pumasok ng classroom. Ayaw ko naman magtanong kahit 'di na ako mapakali rito. Baka naman kasi coincidence lang kaya hindi sya nag-abala pa na sabihin pa sa akin..Kung sabagay, si Raize at Remus na. Wala na ako'ng dapat ipag-alalala. Kung may iniisip ako ngayon, 'yon ay ayaw ko na mag mukha akong kawawa sa harap ng ibang tao. Na ang alam ng lahat ay nililigawan niya ako, tapos makikita naman sila ng iba na magkasama. Maybe, I should trust him.Natapos ang klase namin at vacant na ulit kami. Chi-neck ko ang cellphone ko at nakita na may reply na si Rowie sa text ko.From: Rowie,Ako na lang pupunta d'yan ngayon. Wala kaming second subject, eh.Dahil doon ay lumabas na ako sa corridor at nakita ko naman si Rowie na pabab
PHASE 11 Ilang araw na ang nakalipas magmula ng hayaan ko na manligaw sa akin si Morpheus. Ang bawat araw na 'yon ay napakasaya at alam ko na wala na akong hihilingin pa dahil sa ipinaparamdam niya sa akin.Na ako lang ang mundo niya at hindi niya kaya kapag nawala ako.Mga pakiramdam na hindi nagawa sa akin ni Oreus noon. Alam ko na masama na pag kumaparahin silang dalawa, pero hindi ko mapigilan.Magmula rin noon ay wala ng ibang makalapit sa akin para bully-hin ako, kahit sina Monica at Jade pa. I felt bad kapag naaalala ko na kahit sa panaginip ko ay sinaktan ako ni Raize.Kahit simpleng pagtatama lang ng tingin namin ay hindi ako makatagal dala na rin ng naranasan ko sa panaginip ko. Panaginip na akala ko totoo, na bumalik na siya at iniligtas niya ako.Maybe that is the only sign saying that I must forget him. Na hin
Phase 7 Hindi inalis ni Morpheus ang pagkakayakap niya sa akin. Tuluyan nang bumagsak ang mga luha na kanina ko pa'ng pinipigilan. Si Morpheus naman ay hinahagod na rin ang likod ko, kumalas ako sa pagkakayakap niya at pinahiran ang mga luha na tumul
Phase 6 Days had passed ang Morpheus keep bugging me. Wala kaming pasok ngayon'g Friday since may seminar raw ang mga teacher namin. Marami sa mga kaklase ko ang natuwa at gano'n din naman ako ang masaklap, pati si mama kasama ro'n kaya hindi siya ma
Phase 4 Sa bawat oras na lumilipas, masasabi mo talaga na napaka bilis ng araw dahil na rin sa iba't-ibang nangyayari sa ating buhay. Parang kahapon lang ay bata ka pa na nasasaktan at iiyak lamang sa tuwing papagalitan ka ng magulang mo sa mg
Phase 3 Ilang araw na rin ang nakalipas magmula ng ipakilala si Morpheus bilang kaklase namin at ilang araw na rin kaming hindi nag-uusap o nag papansinan man lang. As if may balak akong kausapin siya. Naging






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.