Masuk"Telepon, Bu."Anya yang mendapatkan telepon beberapa kali dari nomor yang sangat dirinya kenal lantas menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Jangan terima telepon apa pun dari perusahaan yang sudah kukatakan kemarin! Aku juga tidak mau membuat pertemuan dan tolong peringatkan dirinya jika mendatangi paksa perusahaan milikku!"Selain Azael yang dibuat bingung atas kedatangan Erick, kini Anya mengalami hal yang sama sehingga wanita itu benar-benar muak meskipun hanya membahas sesuatu tentang Erick meskipun hanya sebentar saja. Asistennya langsung mengerti dan kemudian mengkonfirmasikan seluruh hal ini kepada karyawan yang ada di perusahaan mereka, tidak mau melihat bosnya yang memang sudah pusing namun harus dipusingkan lagi dengan hal-hal yang tidak seharusnya. Anya sendiri meminum kopinya dan hal itu sedikit membuatnya rileks, sekarang hanya memikirkan tentang beberapa pertemuan yang dilakukan di kantor. Beruntungnya ia tidak memiliki jadwal di luar sehingga Erick kemungkinan besar
"Maaf, Tuan. Bos kami tidak bisa menemui Anda karena beliau sudah lelah dan hanya mau bertemu dengan orang yang sudah membuat janji sebelumnya!"Penegasan dari keamanan gedung besar ini lantas membuat Erick menganggukan kepalanya, paham bahwa apa yang dari ia lakukan tidak akan pernah membuahkan hasil karena pria itu benar-benar berkuasa serta tidak pernah sebanding dengannya. "Baiklah kalau begitu, aku akan membuat janji dan mendatanginya sesuai jadwal!"Setelah mengatakan itu, pria tersebut meninggalkan area parkiran kantor dengan tatapan penuh rencana. Sementara pihak keamanan kembali tenang karena mereka tidak mencium sesuatu yang aneh, meski ada banyak sekali sesuatu yang Erick rencanakan sebelumnya. "Kita memang tidak bertemu, El. Tapi, aku akan menemui langsung dan memberikan pelajaran untuk orang sombong sepertimu!" gumamnya sembari memasuki mobil dan kini dirinya mengemudi sendiri tanpa orang yang berjaga bersamanya. ***Dalam perjalanan, Azael tersenyum lebar ketika pria
"Apa yang kau lakukan? Kau mau orang berpikir jika pernikahan kita ini hanyalah pernikahan bisnis?"Arnold memandang istrinya dengan wajah kesal ketika pria itu baru saja mendapatkan laporan dari Azael saat bertemu tadi, bahkan pria tersebut merasa bahwa dirinya harus memberikan batasan lagi untuk wanita itu agar tidak membuatnya malu. Patricia yang seakan tahu bahwa suaminya telah mendapatkan laporan di luar sana lantas membalasnya dengan tatapan yang jauh lebih tegas karena wanita itu benar-benar benci jika diatur seperti ini, "Kenapa memangnya? Aku benar-benar hanya ingin berkabar dengan ibu dari pria itu, kami juga sudah lama saling mengenal dan seharusnya kau tidak cemburu!"Pria tersebut sebenarnya sama sekali tidak cemburu, namun dirinya malu dengan apa yang diperbuat oleh istrinya yang sama sekali tidak seperti dugaannya, padahal sejauh ini dirinya telah memberikan yang terbaik agar istrinya tidak mencari-cari di luar sana. "Aku sama sekali tidak cemburu, aku hanya sedang be
"Apa yang kuinginkan? Tentu saja ada yang sangat ku inginkan sehingga aku datang menemuimu kemari," balas pria itu sembari menegakkan tubuhnya dan memandang Azael dengan tatapan serius. Jessi yang melihat hal itu lantas berkata kepada sang bos, "Tuan, saya akan menunggu di dalam mobil."Tidak ingin mengganggu urusan bosnya yang tentu saja bukan tentang pekerjaan sehingga wanita itu bisa menjaga diri dengan tidak terlalu penasaran tentang kehidupan bosnya. Tidak suka juga karena pria di depannya merupakan musuh bebuyutan Azael, teringat juga tentang beberapa hal yang terjadi kemarin sehingga membuatnya takut terhadap Erick.Melihat sang sekretaris yang memasuki mobil, Erick bertanya kepada mantan sahabatnya itu, "Sekretarismu sangat cantik dan nampaknya juga berbakat. Apa kau tidak berencana untuk memecatnya dan membiarkan dia masuk ke perusahaan milikku?"Azael yang menerima pertanyaan seperti itu benar-benar jijik karena ternyata Erick sama sekali tidak berubah dan hari ini jujur sa
Entah siapa yang jahat, namun pria itu benar-benar melakukannya dan pada akhirnya di bulan selanjutnya ia benar-benar memiliki pertemuan yang melibatkan Arnold juga di acara yang sama. "Kita bertemu lagi, Tuan Delvaric yang terhormat dan juga disegani banyak orang!"Sebuah suara membuat langkah pria itu terhenti dan dirinya membalikkan tubuh lalu memandang sesosok pria yang bahkan membuat dirinya tidak mengerti kenapa mereka selalu bertemu. Orang yang sedang bicara itu lantas memberikan senyuman miring dan kemudian bertanya dengan nada mengejek, "Bagaimana kabarnya? Tidak terasa ya, sekarang kita sama-sama seorang duda. Haha ... "Azael yang awalnya menunggu kedatangan Arnold lantas dibuat jengkel ketika dirinya justru bertemu dengan Erick yang saat ini memandangnya dengan tatapan mengejek, benar-benar tidak seperti seorang pria yang baru saja berduka karena kehilangan istrinya untuk selamanya. "Apa kau sedang menyamakan kedudukan kita?" tanyanya dengan nada miring. Jessi yang dat
"Beliau tidak bisa dihubungi lagi, Nyonya. Semua akses tentang Nyonya Monica sudah ditutup sepenuhnya dan tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahui atau ingin menghubungi beliau," ucap anak buah Patricia yang ada di telepon ketika wanita tersebut menyuruh mereka untuk melakukan tugas yang dirinya berikan. Patricia yang mendengar hal itu lantas mengerutkan kening karena dirinya pun tahu bahwa ibu dari Azael tersebut memiliki kendali penuh dan tidak mungkin bisa diatur semudah itu, bahkan oleh putranya sendiri. "Bagaimana bisa? Bukankah beliau juga masih memiliki wewenang untuk mengurus perusahaan?" tanyanya yang benar-benar ingin bertemu dengan Monica karena berpikir jika wanita tersebut adalah orang yang mengerti akan dirinya."Tidak bisa, Nyonya. Tidak ada akses dan hal itu mungkin akan membuat Anda kesulitan untuk mencari tahu tentang beliau lagi."Perkataan dari anak buah itu benar-benar membuat Patricia lantas berpikir jika sepertinya Azael benar-benar menutup akses dan tida
"Aku menunggumu sedari tadi!" Leisse terlihat jengkel karena Azael datang terlambat dan membuat kakinya pegal karena hanya menunggu di ruangan pria itu sedari pagi.Jessi, sang sekretaris yang bertugas untuk urusan di dalam perusahaan terlihat menundukkan kepalanya ketika Azael melewatinya, memberi
"Cium aku!" pinta Azael ketika kini pria itu hendak menurunkan istrinya di depan pintu utama perusahaan.Clara tersenyum geli mendengarnya. Ia lantas menarik napas dan menggeleng, "Bukannya sudah ada mantan kekasihmu yang menunggu? Harusnya kau segera menemuinya dan -""Hentikan itu!" potong Azael
Datang ke kediaman Harris, Edo masih tidak terima dengan fakta yang ada, apalagi dirinya sudah berharap dan memiliki rencana untuk menguasai perusahaan pria tua itu. "Saya juga pernah terlibat dengan perusahaan Anda, Pak Harris. Ingat tidak saat Anda mengalami penurunan kinerja dua tahun yang lalu
Belum sempat Clara bertanya lagi, tiba-tiba wanita yang berada di seberang telepon tersebut berkata, "Katakan pada El, aku akan datang lagi ke kantornya pagi ini!"Kalimat yang diucapkan oleh wanita tersebut terdengar begitu centil dan membuat Clara tidak rela, mungkin karena semalam dirinya telah







