Compartir

bab 10

Autor: Uun aya
last update Fecha de publicación: 2026-04-08 22:18:56

"ck, apakah dia sudah mempersiapkan ini semua?"

Arum melihat dirinya dari pantulan cermin yang ada didepannya. Saat ini Arum sudah mandi dan berpakaian rapi dan cantik. DRES birum muda yang dia kenakan membuat dia terlihat lebih fres.

"Hahh, sekarang aku harus apa? Aku aku harus pulang?" Gumamnya yang merasa bingung untuk melakukan apa.

Dia menoleh kearah Ponselnya. "Tidak ada yang mencariku.. Bahkan paman juga." Gumam Arum yang melihat ponselnya.

Cekleek

Arum terkejut dan segera menoleh ke a
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 13

    besok paginya sinar matahari memasuki celah jendela kamar itu yang membuat Arum membuka matanya secara perlahan-lahan. sebenarnya wanita itu masih enggan untuk bangun namun sinar matahari itu sungguh mengganggu tidur nyenyaknya. walau jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi, namun matanya masih ingin terpejam mengingat dia baru bisa tidur sekitar pukul 6 karena permainan panas mereka yang membuat Alfan tidak ingin menyudahi permainan itu. dia merasakan tubuhnya sangat remuk dan dia kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya karena ada tangan kekar yang memeluknya dengan sangat erat. perlahan Arum merubah posisinya dan dia melihat dengan jarak yang sangat dekat wajah tampan Alfan yang masih tertidur. dia kembali mengingat permainan itu yang membuat pipinya seketika merona. dia tidak menyangka jika dia akan melakukan hubungan itu dengan Alfan mengingat sebelum menikah dia sudah meminta Alfan untuk tidak menyentuhnya. tapi bagaimana pun juga, Alfan adalah suaminya, berdosa jika dia meno

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 12

    Arum memundurkan langkahnya ketika Alfan terus mengikis jarak di antara mereka. Tanpa ia sadari kini punggungnya sudah terbentuk dengan tembok kamar itu. Alfan dengan cepat meletakkan kedua tangannya di kedua sisi kepala Arum agar wanita itu tidak bisa bergerak. Detak jantung Arum sudah tidak bisa di kendalikan lagi saat pria itu menatapnya dengan tatapan seperti itu."Haruskan kita melakukan ritual pasangan suami istri seperti biasanya?" Arum terbelalak ketika mendengar perkataan nakal dari Alfan. Lidahnya seakan kelu untuk menjawab dan tubuhnya seakan tidak bisa di gerakan saat dalam kondisi genting seperti itu. Dia hanya bisa meremas ujung lingering itu dan memejamkan matanya saat Alfan menghirup aroma tubuhnya dengan jarak yang sangat.Aroma tubuh Arum yang sangat wangi membuat pria itu tidak bisa menjauhkan indra penciumannya dari tubuh Arum. "Kau harum sekali...." Ucapnya sembari mengusap lembut tangan Arum.Arum menggigit-gigit bibir bawahnya karena sensasi yang menggelikan i

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 11

    Arum terlihat terduduk di sisi ranjang sambil meremas gaun pengantinnya. dia terlihat gugup sembari melirik ke arah pintu kamar mandi yang tertutup dengan rapat. helaan napas gugupnya terdengar memenuhi kamar utama di mansion itu. yah, saat ini Arum sudah berada di mansion milik Alfan karena Alfan segera membawanya pulang setelah pernikahan mereka selasi. Arum dan Alfan saat ini sudah menjadi pasangan suami istri. jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, namun itu tidak membuat Arum takut jika Alfan akan meminta haknya. walaupun Arum menolaknya, tapi itu sudah menjadi kewajiban Arum untuk melakukan hubungan itu dengan Alfan yang sekarang suaminya. ceklek pintu kamar mandi terbuka, Arum menelan kasar air liurnya saat melihat Alfan yang keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. wajahnya seketika memanas karena Alfan yang berjalan menghampirinya. "kamu tidak membersihkan diri?" tanya Alfan namun arum tidak berani menatap ke arah pria itu yang sedang menatapnya d

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 10

    "ck, apakah dia sudah mempersiapkan ini semua?" Arum melihat dirinya dari pantulan cermin yang ada didepannya. Saat ini Arum sudah mandi dan berpakaian rapi dan cantik. DRES birum muda yang dia kenakan membuat dia terlihat lebih fres."Hahh, sekarang aku harus apa? Aku aku harus pulang?" Gumamnya yang merasa bingung untuk melakukan apa.Dia menoleh kearah Ponselnya. "Tidak ada yang mencariku.. Bahkan paman juga." Gumam Arum yang melihat ponselnya.Cekleek Arum terkejut dan segera menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka. Arum melihat Alfan yang masuk dan sudah terlihat rapi dan tampan. Entah sejak kapan pria itu membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya. "Ini..." Alfan memberikan kotak ponsel keluar terbaru kepada Arum "Apa ini?" Arum hanya melihat dan belum mengambil ponsel itu."Ponsel..""Untuk?""Tentu saja untuk kamu.. lihat ponsel kamu sudah retak karena kejadian tadi malam." Jelas Alfan yang ternyata mengetahui jika ponsel Arum retak karena sempat terhempas."Ah ini...

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 9

    Alfan menatap Aris dengan senyuman yang terbentuk di sudut bibirnya karena melihat wajah Aris yang penuh dengan amarah. Aris segera menghampiri Arum dan Alfan. "Apa yang kau lakukan dengannya?" Mata Aris melotot bahkan matanya seperti ingin keluar ketika melihat kebersamaan Arum dan saudara tirinya. "Kenapa kau menatap calon istri ku seperti itu?" Alfan segera menarik Arum untuk mendekat kepadanya. "Aku tanya sekali lagi, apa yang kalian lakukan semalaman?" Tanya Aris sekali lagi dengan tatapan mengintimidasi Arum dan Alfan. "Kami tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu itu. Lagi pula, seharusnya kamu tahu apa yang kami lakukan semalaman di kamar dan hanya berdua." Sepertinya Alfan mencoba membuat Aris semakin terbakar api kekesalan. "Arum! Katakan pada ku jika kalian tidak melakukan apapun." Aris mencoba mencari jawaban dari Arum yang berdiri di belakang Alfan dengan pergelangan tangan yang masih di genggam erat oleh Alfan. "Apa urusan mu bertanya seperti

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 8

    Ciuman Alfan semakin liar yang membuat Arum kewalahan, namun sialnya, permainan kecil itu terhenti saat Alfan mendengan suara dering ponselnya. Dengan terpaksa Alfan segera melepaskan Arum dan mengambil ponselnya di saku celananya.Alfan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal lalu dia menjawab telpon itu dan sedikit menjauh dari Arum. Arum segera mendudukan tubuhnya di sisi ranjang dan segera mengaitkan kacing bajunya yang sempat di lepas oleh Alfan."Sial, kenapa aku jadi terbawa suasana." Gumamnya yang mengerutu."Aku harus pergi." Ucap Alfan saat menyudahi telponnya dan menghampiri Arum."Pergi? Kemana? Ini sudah larut malam?" Alfan mengerutkan dahinya. "Kamu tidak ingin aku pergi?" Tanya Alfan dengan tatapan yang membuat Arum gugup"A-aku hanya bertanya saja." Jawabnya sembari memanglingkan wajahnya karena dia tidak ingin Alfan mengetahui kegugupannya."Ah, aku tau.. kamu ingin kita melanjutkan aktivitas kita yang tertunda tadi?"Seketika Arum mantap Alfan yang sedang menatapnya

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status