LOGINSi David Sandoval, ang sikat at kilala sa larangan ng business industry kilala rin siya sa kanyang angking ka guwapuhan ,pagiging multi billionaire at higit sa lahat kilala siya bilang ruthless Mafia Lord hawak niya halos lahat ng legal at ilegal na negusyo,kahit pa siguro and demonyo mahihiya sa ka walang puso ng Isang DAVID SANDOVAL. Sa kabilang banda my Isang palaban piro sweet na probinsyanang si Ashley Cruz,simpling babae at my mapag mahal na pamilya,at ng iisang anak ng mabubuti at kilalang pamilya Cruz si Ashley sa kanilang lugar sa Palawan,piro kinailangang lumuwas ng maynila para maipag pa tuloy ang pag aaral ng kolehiyo sa edad na 21 years old nasa 4year college na si Ashley sa kursong nursing na pag pasyahan niyang mag aral sa maynila para narin sa mas maganda at kilalang paaralan,piro lingid sa kalaman ni Ashley ang inaasahan niyang maganda at payapang Buhay niya sa maynila ay magugulo ng isa David Sandoval..kakayanin kaya niya Isang ruthless evil na si David ,kaya ba niya itong ma bago oh kaya siya ang mahulog sa ka demonyuhan nito at mawalan ng pag asa.
View More“Pasien kamar VIP 402 baik-baik saja. Bahkan bisa dibilang beliau dalam kondisi sehat saat datang.”
Rachel mengernyit mendengar keterangan itu di meja administrasi rumah sakit.
“Maaf? Apakah ada kesalahan?” tanya Rachel sopan. “Bukannya pasien dirawat karena kecelakaan mobil?”
Petugas itu menatap Rachel dengan pandangan aneh sebelum kembali melihat layar komputer.
“Tidak ada catatan kecelakaan. Pasien hanya mengeluhkan pusing ringan, tapi walinya ngotot ingin observasi lanjutan.”
Informasi tersebut membuat Rachel makin bingung.
Pasalnya, sepengetahuan Rachel, calon adik iparnya itu kecelakaan dan perlu mendapatkan perawatan penuh di rumah sakit selama beberapa hari ke depan. Karena itulah Garry uring-uringan di telepon dan menyuruh Rachel membatalkan pengajuan surat mereka di catatan sipil karena ia tidak bisa datang.
Perempuan itu menghela napas pelan. Mungkin ada kesalahan data atau petugasnya keliru, tapi ia tidak berani bertanya lagi karena wajah si resepsionis mulai tampak tidak enak dilihat.
Pada akhirnya, Rachel memutuskan untuk mengecek langsung ke kamar VIP 402.
Ia baru saja akan mendorong pintu kamar yang sudah sedikit terbuka ketika tiba-tiba ia mendengar suara tawa dari dalam ruangan VIP itu, terdengar renyah dan familier.
Itu suara Garry dan teman-temannya.
Rachel mengernyit. Kenapa mereka tertawa di–
“Gar, kalau pacarmu tahu kamu ada di sini, dia pasti menggila!”
“Benar! Sudah bertahun-tahun kamu harus menghadapi sikap posesifnya itu. Nggak lelah?”
“Hei, hei. Meski begitu, dia itu cantik. Itu sebabnya dia dijadikan bahan taruhan oleh kita saat kuliah.”
Tubuh Rachel membeku. Apa maksudnya … bahan taruhan?
Obrolan di dalam ruangan itu berlanjut, tanpa mengetahui bahwa perempuan yang menjadi topik utama mereka sedang mendengarkan di luar dengan dada yang kian lama makin terasa sesak. Ia mengenali para pemilik suara tersebut sebagai teman-teman satu geng Garry.
Rupanya, saat kuliah dulu, Garry sengaja mendekati Rachel dan meminta gadis itu menjadi pacarnya karena taruhan dengan teman-temannya. Sebagai hasilnya, kekasihnya tersebut mendapatkan uang makan selama tiga bulan penuh.
Rachel menggigit bagian bawah bibirnya sampai rasa logam dari darah terasa.
Untuk pria yang dicintainya itu, ternyata ini semua hanya permainan.
Pantas saja pandangan teman-teman Garry selalu tampak meremehkan saat melihatnya. Rachel pikir itu karena penampilannya tidak modis dan latar belakang keluarganya yang kurang terpandang.
Ternyata–
“Jangankan saat kuliah.” Mereka mulai bicara lagi, membuat Rachel kembali fokus. “Dia bahkan nggak pernah sadar kalau dia masih menjadi bahan taruhan kita sekarang!”
Semuanya tertawa.
“Selamat atas kemenanganmu sekali lagi, Gar!”
“Bagaimana rasanya punya kekasih yang rela menunda pernikahan sebanyak tiga belas kali demi dirimu? Pasti bangga, kan?”
“Kalian mau taruhan lagi?” ucap Garry. “Aku yakin aku bisa membuatnya menunda pernikahan kami sekali lagi.”
Suara Garry terdengar jernih sekali di telinga Rachel, membuatnya pusing dan harus berpegang di bingkai pintu untuk tetap berdiri. Sementara itu, tangannya yang lain menutup mulutnya lantaran ia tiba-tiba merasa mual.
Memuakkan.
Jadi … bukan hanya satu dua kali saja. Selama ini, kegagalan pernikahannya pun ternyata merupakan bahan taruhan antara kekasihnya sendiri dan teman-teman satu gengnya?
Jangan-jangan … segala hal antara dirinya dan Garry selama ini juga hanyalah taruhan? Tiba-tiba Rachel tidak tahu mana yang tulus dan hanya sekadar skenario buatan dari sang kekasih.
"Kalian jangan begitu. Bagaimana kalau Kak Rachel tahu?" Rachel kemudian mendengar suara lembut milik Gisel, adik angkat Garry. "Aku merasa tidak enak harus berpura-pura sakit dan kecelakaan seperti ini terus."
"Gisel, kamu terlalu baik. Padahal Rachel yang posesif sering menuduhmu yang tidak-tidak," sahut Bobby, salah satu teman Garry sejak kuliah, membela.
"Wajar jika Kak Rachel cemburu. Dia kan kekasih Kak Garry," ucap Gisel lagi dengan nada polos yang dibuat-buat.
"Jangan khawatir, dia tidak akan tahu," potong Garry dengan suara yang sangat lembut yang menenangkan untuk adik angkatnya. "Lagi pula, aku memang belum siap menikahinya. Terlepas dari taruhan yang kita buat sejak kuliah dulu.”
Rachel melepaskan genggamannya pada tepi pintu, merasakan dinginnya kayu itu menjalar ke seluruh telapak tangannya.
"Tapi Kak Garry, nanti kalau Kak Rachel datang dan marah bagaimana?" tanya Gisel memastikan.
"Tinggal dibujuk sedikit juga dia pasti memaafkanku seperti biasa. Dia tidak akan bisa pergi dariku," jawab Garry yakin.
"Sebagai ganti karena kamu sudah membantuku hari ini, nanti uang taruhannya kita pakai untuk belanja," ujar Garry lagi.
"Benarkah? Belanja apa, Kak?”
“Apa pun yang kamu mau.”
“Semisal aku mau tas baru yang kemarin kita lihat di mal, apa boleh Kak?" sahut Gisel dengan suara yang terdengar riang.
"Tentu saja, Sel. Aku akan membelikan apa saja yang kamu mau sebagai rasa terima kasihku," janji Garry. Tangan laki-laki itu terulur mengusap rambut Gisel.
Rachel melangkah mundur dengan perlahan agar suara sepatunya tidak terdengar oleh orang-orang di dalam kamar.
Kebenaran yang baru saja ia dengar membuat seluruh rasa hormat dan bangganya kepada Garry hilang tanpa sisa.
Ternyata hubungan yang ia jaga selama bertahun-tahun ini hanya menjadi bahan taruhan di antara Garry dan teman-temannya.
Rachel tidak mendorong pintu itu, tidak juga berniat masuk untuk memaki mereka semua di dalam sana.
Dengan sisa kekuatan yang ada, Rachel berbalik dan melangkah pergi menjauh dari kamar itu.
Air mata sempat mendesak keluar di sudut matanya, namun Rachel segera mengusapnya dengan kasar menggunakan tisu di dalam tas tangannya.
Ia mempercepat langkah kakinya di koridor yang sunyi, mengabaikan rasa perih yang semakin tajam di tumitnya.
Di tikungan menuju lift VIP, langkah Rachel yang terburu-buru membuatnya tidak sempat mengerem tubuhnya.
BRUK!
Rachel menghantam dada bidang seorang pria yang berjalan dari arah berlawanan dengannya, membuat tubuhnya yang kecil terhuyung ke belakang.
"Aduh," ringis Rachel sambil memegangi kepalanya yang mendadak terasa pening akibat benturan.
Ia segera berjongkok dan mengambil ponselnya yang sempat terjatuh.
Namun, sebelum ia sempat meraihnya, sebuah tangan dengan jari-jari lentik tapi maskulin, mendahuluinya mengambil ponsel tersebut.
"Kamu masih sama seperti dulu, Rachel. Selalu ceroboh saat berjalan."
Suara dingin itu membuat Rachel mendongak.
Di balik kacamata berbingkai perak, sepasang mata tajam menatapnya dengan ekspresi yang datar tanpa emosi.
Al Barra Pramudya.
Pria yang dulu selalu menjadi saingan terbesarnya di sekolah kini berdiri tepat di hadapannya.
Nabalut nang kanu ilang mga ungol ang kuwarto,dahil sa walang sawang pag angkin ni David sa babae na abutan sila nang umaga bago sila napagud dalawa hangang sa makatulog si Ashley,kahit pagud ay dinala ni David ang dalaga sa banyo upang linisan nang katawan at habang nililinisan ito ay na pansin niyang subrang himbing ng tulog ng dalaga at natutukso naman siyo piro dahil sa mahimbing ang tulog ng dalaga ay pinipigilan niya ang sarili, binalik niya nag dalaga sa kama at kinumutan,tumawag rin si David sa kanyang tauhan na mag dala nang isang paris nang damit niya at damit nang dalaga,pag karating nang kanya tauhan ay binihisan niya agad ang dalaga at na ligo si david nag bihis,agad rin na tulog sa tabi ni Ashley. Ashley Pov. nagising ako at subrang sakit nang aking ulo at katawan na pa ngiwi rin ako sa subrang sakit nag pag ka babae ko,gusto kung ma iyak sa sakit,piro laking gulat ko nang makita ko ang lalaking sa tabi ko ay ang demonyo, katabi ko ang demonyo,bago pa man ako mag sisig
masiyadong malaki ang function Hall kung saan naka handa ang dinner hindi naman gaano ka dami ang tao,na pansin kung na papatingin sa amin ni Doc. Jacob ang mga iba pang dumalo at habang nag hahanap kami nang ma uupuang table ay may lumapit sa aming lalaki na nasa 40's ang edad para batiin si doc. Hey!? Doctor Jacob how are you?you look great ."I'm good Doctor Alfonzo,long time no see?how's US?"will its same as usual,by the way who is the beautiful girl beside you? your new girlfriend?" she's Ashley Cruz my assistant"sabay abot naman nang kamay ko "Good evening I'm Ashley Cruz Doctor Jacob assistant" at inabot naman ni doctor Alfonzo ang aking kamay,naka ngiti ako habang nag uusap silang dalawa at nagulat pa ako sa tinanong ni doctor Alfonzo kung girlfriend ba ako ni Doc,di ko tuloy ma iwasang ma hiya.hindi rin nang tagal ay umalis din ang kausap ni doc at umopu na kami ni doc Jacob,you want something to eat or drinks?so I can call the waiter and have something or us?" anything
Maaga ang gising ko ngayong araw, 4am palang gising na ako dahil sa may medical mission kami ni Dr.Jacob sa tagaytay at subrang excited ako dahil sa mag kasama kami sa loob nang tatlung araw doon,at dahil sa assistant niya ako kaya sasama ako para ma assist siya sa gagawing medical mission,miron naman kaming mga kasamang ibang doctor at mga assistant din nila,piro dahil sa hindi kasi ako masyadong pala kaibigan kaya si Doc.lang talaga ang lagi kung ka usap,nag dala lang ako nag sapat na damit at ngayon ay nakasuot ako nang white t-shirt at black jeans, simple lang ako kung mag damit piro kahit t-shirt lang at jeans suot ko ka pansin pansin parin ang ganda nag hubog nang katawan ko midjo may kalakihan ang dibdib ko at puwit piro may maliit na man akong baywang,at masyado rin akong ma puti. 6am na at nasa bus na kami ngayon pa puntang tagaytay mag ka sabay sana kami ni Dr.Jacob sa sasakyan niya kaso may dadanan pa daw siya kaya ito kasama ko ang iba pang Doctor at mga assistant nila sa
David Pov.Akala ko hindi ko na siya ma kikita but it's really a small world dahil sa kaibigan ko pang Doctor siya nag part time, will nagulat din ako at alam kung ganun rin siya,kahit hindi niya pina pahalata sa mukha niya piro nakikita ko sa mga mata niya ang takot,and I hate that,may roon sa loob nang puso ko na ayaw kung natatakot siya,will hindi ko siya masisi dahil na sakyan ko siya.habang nasa loob ako nang opisina ni Jacob ay hindi tungkol sa mata ang pinunta ko dito kundi ang illegal na negusyo namin,at agad naman kaming nag ka intindihan,pag dating sa ganitong negusyo si Jacob lang ang madaling kausap, may mga gamot kasi kaming pinapasok dito sa pilipinas na bawal,dahil doon malaki ang kita from US pa ang mga gamot na yon,mabait lang tignan si Jacob piro halimaw pa yan sa akin pag dating sa negusyo,at nang matapos kaming mag usap lumabas na kami nang opisina niya piro may na pansin ako kay Jacob iba siya kung tumingin kay Ashley and I know that man sa haba ba naman nang pa
natutulog ako nang ma alimpungatan ako at para bang may nanunuod sa akin akala ko panaginip lang piro na gising ako at may pigura nag isang lalaking naka taligud,ganun na lang ang kaba nang dibdib ko at na isip na baka siya ang taong tumolong sa akin,piro laking gulat ko nang pag lingun niya ay ang
David Pov. "What is the meaning of this??!!"ma ilang ulit kong tinignan ang video para ma kumperma ang na basa ko sa report ni Henry and it comes out that He is right,hindi ko ma intindihan ang nararamdaman ko,gusto ko mag mura..."Henry I want you to find that woman in the video!!"_"yes my lord
Nagising ako na subrang sakit nang aking katawan talagang subrang sakit,tanging pag iyak lang ang gamot ko sa mga sakit na aking na raramdaman sakit sa sikmura, pisngi at bibig actually buong pag ka tao ko ang masakit,ang huli kong na alala ay sinuntok ako nang demonyong yon sa sikmura,oo demonyo d
"Sino KA??" bago pa man siya naka sagot ay bigla akong tumayo sabay tulak sa kanya at kahit pa naitulak ko siya naramdaman ko ang matipuno niyang dibdib at alam kung hindi siya na tumba piro tumakbu pa rin ako puntang pintuan ng kuwarto at hinanap ko ang pinto ng mismong bahay o apartment iwan ko






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews