Masuk“Kalau panggilanku papa Yaka, mereka statusnya sama dengan Rean dan Asya. Sedang buat Naffa aku bukan pamannya. Jadi wajar dong dia panggil DADDY, pada daddynya sendiri,” jawab Nayaka tenang.
“Awas ya sampai menyakiti hati putriku. Aku gantung kamu!” ancam Nisha geram. Naura yang mendengar itu tersenyum simpul. Dia tahu Nayaka tidak akan mungkin meninggalkan Naffa karena dia memang mencintai Nisha sebelum mereka bertemu.
“Kan aku bilang, aku dan ana
Nisha dan anak-anak sudah mulai bersiap untuk berenang sore ini. Tentu anak-anak tidak ada yang rewel. Mereka sangat excited. Untuk antisipasi Nisha minta anak-anak makan dulu agar mereka tidak kosong perut mereka. Juga sudah diberikan obat anti flu dan demam. Memang Nisha selalu antisipasi seperti itu, agar kalau mereka kedinginan mereka sudah punya basic penjagaan lebih dulu.Anak-anak turun hanya menggunakan bathrobe yang Nisha bawa darirumah. Jadi ukurannya juga ukuran mereka, dan warna serta gambarnya juga sesuai dengan pilihan mereka. Tentu saja tetap Nisha membawa handuk untuk mereka sesudah mandi nanti, juga peralatan mandi sudah siap di tas melengkapi baju kering mereka.≈≈≈≈≈Nayaka membiarkan keluarga Shasi tidak dia ganggu. Dia bisa saja ikut ke kolam renang. Tapi kali ini dia membiarkan Shasi punya me timedengan anak-anaknya.Dari kamarnya
“Shasi, aku tahu buat kamu ini mungkin tiba-tiba. Aku tahu kamu baru cerai dan aku sudah bicara dengan Profesor Sihombing tadi malam. Aku tahu semua kasus perceraianmu dan sakitnya Naffa.”“Aku tahu kamu masih sakit hati, tapi aku ingin menjadi tempat kamu bersandar!”“Maksud kamu apa?” tanya Nisha to the point.“Aku ingin menjadi laki-laki pilihanmu berikutnya,” balas Yaka sambil tetap memandang mata tajam wanita di depannya. Mata elang milik perempuan yang sangat kuat melawan tantangan hidup yang dihadapinya.“Kamu salah besar.Aku belum pernah memilih laki-laki. Lelaki yang kebetulan jadi mantan suamiku bukan pilihanku tapi pilihan orang tuaku,” jelas Nisha. Dulu dia hanya ingin berbakti tanpa membantah. Nisha berpikir pilihan orang tua adalah yang terbaik karena tak ada orang tua yang menginginkan anaknya sengsara.“Ya benar, kamu memang bukan memilihnya. Tapi
Yang ajaib adalah Zahran belum selesai mengunyah, dia sudah tertidur di sofa di depan TV.“Adek … Adek, telan dulu makanannya, baru bobo,” kata Ujang menepuk pipi keponakannya pelan, agar makanan di dalam mulutnya ditelan dulu. nanti bisa tersedak malah lebih bahaya.Dengan malas Zahran mengunyah sedikit, lalu menelan makanan yang ada dalam mulutnya. Kemudian anak itu melanjutkan tidurnya.Tak lama Naffa pun juga ikut tertidur di sofa. Mereka benar-benar lelah.“Wah bagus tadi Bang Yaka bilang kita nggak usah keluar karena dia akan makan di sini bersama kita. Kalau kita keluar kayak apa coba anak-anak terlalu capek kayak begini,” kata Nisha. Dia bahagia anak-anaknya sehat.“Nanti pas makanan datang saja mereka baru dibangunkan, tapi nggak dibangunin juga nggak apa-apa lah Teh, mereka sudah kenyang kok,” kata Ujang sambil tersenyum melihat video yang dia buat sejak Zahran makan dimsum, Naffa menegur Zahran
Sebagai akuarium raksasa yang pernah memegang rekor dunia sebagai akuarium terbesar dan akuarium dengan acrylic panel terbesar di dunia. Kemegahan S.E.A. Aquarium Sentosa tak perlu dipertanyakan lagi.Nisha memperhatikan keterangan yang diberitahu Ilham bahwa ada sepuluh zona di S.E.A. Aquarium Sentosa, yang berisi lebih dari 100 ribu hewan laut yang terdiri dari 800 spesies berbeda.Naura dan Ilham sudah mengatur agar anak-anak bisa melihat salah satu atraksi yang layak dicoba anak-anak yaitu Meet the Dolphins Experience, di mana setiap peserta akan berkesempatan untuk bermain dengan lumba-lumba selama sepuluh menit.S.E.A. Aquarium Sentosa dan Adventure Cove Waterpark sama-sama berada di Marine Life Park di Sentosa, jadi mereka bisa mengunjungi kedua tempat wisata di Singapura ini sekaligus dalam satu hari.Kalau di S.E.A. Aquarium Sentosa anak-anak bisa belajar tentang kehidupan bawah laut dan berkenalan dengan beragam fauna air, di Adventure Cove Waterpark, Nisha mengajak anak-an
“Dapat apa buat makan anak-anak?”“Ini apa namanya? Bubur campur-campur. Ini manis pokoknya dan anak-anak malam-malam asal isi saja. Tadi sih nyari seperti bubur ayam tapi belum ketemu,” ucap Ujang. Dia dapat bubur champion kalau di Padang atau di Indonesia. Entah kalau di Singapore. Mungkin karena masih tetangga satu rumpun Melayu sehingga jenis makanannya banyak yang sama walau ini berada di kampung India.“Sama ada zuppa soup. Nanti tinggal dipanaskan di microwave dalam kamar. Jadi anak-anak ada pilihan bubur manis atau soup.”Ujang membelikan lasagna untuk Nisha, juga mie goreng singapore tentu dengan campuran sea food. Entah apa namanya di bahasa Indianya yang penting seperti itulah yang Ujang tahu.Ujang dan Nayaka sendiri makan nasi khas India dengan rasa pedas dan penuh rempah juga ayam bakar super pedas.“Apa sekarang mantan suami Shasi sering datang?” tanya Yaka.“Dianggak
“Apa kamu menyebutkan itu dan dia merasa kecewa?” cecar Nayaka. Sehabis bicara dengan profesor Sihombing, Yaka sengaja mencari info apa yang terjadi siang tadi sehingga Shasi menjauhinya.“Sepertinya begitu Bang. Dia merasa kecewa karena tidak tahu jati diri Abang siapa,” ucap Naura. Dia menyesal mengatakan apa yang selama ini ditutupi oleh Yaka.“Kamu kan tahu dia itu tidak silau sama harta. Aku yakin setelah dia tahu bahwa aku pemilik hotel ini dan hotel yang lain, aku pemilik tiga tambang batu bara dan dua perusahaan dia akan mundur!”“Aku yakin itu!”“Dia tidak seperti perempuan lain yang malah maju begitu mengetahui siapa diriku. Aku yakin dia akan mundur dan kamu yang bikin gara-gara!” ucap Nayaka marah bercampur sedih.***“Kamu kenapa sedih begitu?” tanya Ilham pada Naura sehabis Naura bicara dengan abang kembarnya.“Aku telah salah ucap saat tadi bicara pada Shasi,” sesal Naura.“Maksu
Renia dan Dhani benar-benar terpuruk sudah tak ada lagi harta mereka di Jakarta sekarang mereka kontrak itu pun awalnya bulanan.Kemarin Renia tidak mau beresiko terlalu tinggi. Dia membayar kontrak untuk satu tahun dengan uang yang ada di sakunya daripada nanti mereka kalang kabut harus car
“Neng, tunggu, kita harus bicara,” ucap Fajar.“Akang bingung mau panggil apa, nggak mungkin kan panggil Bun atau Bunda lagi seperti dulu. Akang panggil Neng saja, kembali ke saat kita awal kenalan ya Neng. Karena, Akang tahu kamu tentu tak mau kalau Akang panggil Bunda.
Entah apa yang Dhani bicarakan dengan ibunya tapi dia memang benar-benar sudah putus asa. Keduanya tak bisa lagi berpikir jernih bila Dhani harus dipenjara lima tahun.“Bagaimana? waktu kami sudah sangat terbatas,” Kata Profesor Sihombing sebagai pembela dari pelapor.“Apa tidak bisa dikurangi? Ase
“Saya akan pindahkan kantor ke lokasi baru. Alamat dan data ruangannya sudah saya tulis di pengumuman depan. Jadi siapkan semua barang kantor yang kalian tangani selama ini. Maksimal sampai siang besok. Ada satu setengah hari hitungan dari pagi ini,” kata Fajar pada seluruh pegawainya







