Masuk“Tapi kan kamu tahu. Status aku. Punya anak istri. Nggak mungkin aku tidur malam di sini. Pasti nanti istriku curiga,” ucap Fajar mulai tancap gas. Fajar mempercepat memacu senapannya.
“Iya, tapi kan, tapi kan,” kata Dhani tak tahu harus bicara apa. Konsentrasinya bukan ke pokok pembicaraan mereka. Dhani juga ikut memacu dari bawah. Mereka tak pernah kenal bosan. Sehari dua kali bahkan kalau hari Jumat mereka melakukannya tiga kali karena habis itu hari Sabtu dan hari Minggu akan libur. Jadi Fajar selalu minta double bila hari Jumat. Fajar baru akan ke kantor sekalian saat berangkat salat Jumat.
Itu sebabnya Nisha tak pernah tahu suaminya selingkuh bahkan telah menikah. Sebab suaminya pulang dan pergi kerja jamnya tak berubah, tak rajin pegang ponsel berkirim pesan atau saling telepon tengah malam. Pokoknya tak ada yang berubah sama sekali.
“Aku nggak apa-apa kok jadi istri ke duamu. Kamu nggak pernah menginap sini juga aku nggak sedih. Karena aku tahu kamu ada istri, tapi daripada kita seperti ini nanti malah bahaya. Pasti setiap orang tahu tiap hari kamu ke sini,” ucap Dhani setelah ronde kedua usai.
“Kita atur waktu saja,” kata Fajar. Dia pun akhirnya setuju karena Dhani tidak akan menuntut untuk dia menginap di rumah itu. Mereka akan tetap menjalankan saat siang saja.
Soal uang tak jadi masalah. Sejak hari pertama bertemu saja Fajar sudah kasih uang jajan untuk anak Dhani, itu sebabnya Dhani langsung memancing mengajak makan siang.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Dhani sedang memacu tubuhnya, dia dalam posisi woman in top saat ponsel Fajar berdering ada notifikasi pesan masuk.
“Pa ada pesan masuk,” kata disela aktivitas panasnya.
“Lanjut dulu Ma, Papa nggak kuat nahan,” kata Fajar. Setelah menikah mereka memanggil mama-papa. Fajar fasih saja menggunakan kata itu, padahal dengan Nisha dia menggunakan panggilan ayah-bunda.
Fajar sedang merem melek merasakan kokangan Dhani yang bergerak di atas tubuhnya. Dia sangat suka hal ini karena kalau dari Nisha tak pernah bisa dia dapatkan. Nisha itu tak mengerti apa-apa. Jadi dia hanya benar-benar menerima pasrah saja. Gaya bermain dengan Nisha hanya gaya konvensional.
Tidak seperti Dhani entah bagaimana, dulu Fajar mengira Dhani belajar otodidak karena Dhani harus memuaskan suaminya. Dia istri kedua sehingga harus membuat sang suami tidak berpaling ke istri pertama. Dhani selalu punya jurus untuk memuaskan Fajar.
Dengan Dhani, Fajar bisa merasakan gaya woman in top, doggy style, 69 dan segala macam yang awalnya hanya pernah dia lihat tapi tak pernah dia lakukan.
Bahkan dengan Dhani, Fajar tidak hanya melakukan di ranjang kamar saja, tapi juga di kamar mandi dan di ruang makan bahkan mereka pernah main di dapur dan di ruang cuci baju. Itu yang membuat Fajar tambah tak bisa lepas dari Dhani.
“Terus Ma. Terus aku sedikit lagi. Kamu jangan selesai duluan,” teriak Fajar. Dia tahu Dhani sudah orgas-me sedangkan dia belum.
“Balik posisi lah Pa. Aku di bawah, biar Papa selesaikan semau Papa,” kata Dhani memeluk Fajar dan membalik tubuh mereka.
Fajar pun langsung menuntaskan segalanya. Dia yang sekarang memacu tubuh sampai benar-benar mencapai puncak.
“I love you Ma. I love you,” kata Fajar. Sungguh suatu kesempatan karena Nisha pergi sejak hari Jumat sehingga sejak pulang kerja kemarin dia tidur di rumah Dhani.
Tentu saja Dhani senang Fajar tidur di rumahnya malam-malam karena biasanya tak pernah Fajar tidur di rumahnya. Kesempatan ini karena Nisha pergi ke rumah orang tua di Lebak.
Sejak semalam mereka tak pernah selesai sampai sore ini karena mereka belum pernah main malam.
Tadi Dhani keluar kamar hanya untuk memberi uang anak-anaknya beli sarapan lalu masuk kamar lagi. Keluar lagi memberi makan siang dan makan malam. Sejak Jumat sore hingga Sabtu malam mereka tak pernah berhenti. Mereka tidur lewat tengah malam dan baru bangun sekarang hari minggu pagi.
Mereka memforsir kegiatan yang membuat mereka terlena. Hanya berteman roti dan air putih yang dibawa Dhani ke kamar.
Kemarin malam Fajar tak peduli ada pesan masuk dia terlalu lelah dan segera tidur.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Pagi ini Fajar lemas mendapat kiriman foto dari mamanya. Dia melihat foto-foto pernikahannya dikirim oleh mamanya. Juga lembaran copy-an tentang selamatan pernikahan dia dan Dhani dua minggu lalu dan foto terakhir adalah foto Menik bersama Naffa memegang foto pernikahan dirinya. Fajar tak bisa mengelak itu foto rekayasa.
‘Jatuhkan talak pada Nisha. Dia sudah tak mau kembali padamu. Mamah nggak punya muka di sini. Aibmu itu sudah terbongkar dan sedihnya yang mengetahui adalah Naffa cucuku. Terima kasih atas luka yang kamu berikan pada Mamah!’ begitu tulisan Widya pada Fajar.
“Ada apa Pa?” tanya Dhani yang baru selesai mandi. Dia keluar kamar mandi dengan rambut basah dan masih naked!
Dhani melihat wajah Fajar pucat pasi.
“Ada pesan dari mamahku,” kata Fajar pelan.
“Ada apa? Apa dia sakit?” tanya Dhani. Fajar terperangah, Nisha tak pernah mengatakan mertuanya dengan kata ganti DIA. Nisha akan menyebut mamah atau enin. Bahkan sebelum mereka akan menikah Nisha menyebut mamanya dengan sebutan tante, bukan dia. Seakan tak kenal saja padahal biar bagaimana pun Widya adalah mertua Dhani.
“Nggak. Nggak sakit. Kamu lihat saja deh,” Fajar malas bercerita dia serahkan ponselnya untuk Dhani lihat.
“Ya ampun berarti Menik pamer-pamer foto pernikahan kita di sekolah?” tanya Dhani tak percaya.
“Sepertinya begitu. Mana mungkin Naffa tahu kalau Menik nggak pamer punya papa baru,” kata Fajar. Bodohnya Fajar tak berpikir dari mana Menik dapat foto-foto itu. Siapa yang mencetak?
“Maaf aku mau langsung ke Banten. Aku mau urus masalah ini,” kata Fajar. Dia sudah tak nafsu lagi melihat tubuh naked istri keduanya pagi ini. Dia terlalu kalut.
“Terus bagaimana Pa?” tanya Dhani saat Fajar keluar dari kamar mandi.
“Seperti mamah bilang, Nisha langsung minta cerai jadi aku tak bisa berkata-kata. Kalau dia bisa kubujuk aku akan membujuknya. Tapi kalau tidak ya sudah. Mungkin memang nasib perjodohanku dengannya seperti ini. Langsung clear tanpa ada kesempatan lagi,” sesal Fajar.
Sebenarnya Fajar sangat sedih harus bercerai dengan Nisha dan dia pun baru sekarang sadar ngapain dia menikahi mantan kekasih saat SMA itu.
Fajar tak habis pikir bila sudah berhadapan dengan Dhani dan mendapat serangan darinya, Fajar tak bisa berkelit. Tapi kalau untuk cinta Fajar ternyata telah tak ada. Cintanya sudah hilang ditelan makian orang tua Dhani dulu.
“Alhamdulillah,” ucap semua yang hadir saat itu. Pengajian empat bulan kehamilan Nisha yang berlangsung dengan sangat mewah dan megah sudah selesai semua tamu juga sudah diberi tanda kenang-kenangan.“Bapak, Ibu dan Saudara para hadirin yang terhormat,” kata seorang artis lokal yang menjadi MC di acara pengajian tersebut.“Alhamdulillah acara pengajian yang dilakukan oleh bapak Yaka dan ibu Nisha telah berhasil kita selesaikan dengan sangat lancar. Kali ini kita akan sampai pada acara berikut yaitu acara yang kita sebut GENDER REVEAL, yaitu suatu acara yang diadopsi dari kebudayaan Barat tentang memberitahu atau mengumumkan jenis kelamin dari bayi yang dikandung oleh ibu Nisha,” para tamu tak mengira ada acara tambahan ini. Mereka kira tinggal menonton hiburan dari artis lokal saja.
Nisha hanya mendengarkan apa yang suaminya katakan pada Naffa melalui telepon saat Ujang berada di sekolah putrinya. Tak bisa dia bayangkan apa Fajar akan sebijaksana itu mendidik Naffa? Gadis kecil berusia sembilan tahun itu menuruti semua nasihat Yaka sang pujaan hati.Dengan mengangkat daada dia datang ke rumah duka. Tak ada takut, tak ada gentar.“Assalamu’alaykum Kek, Aku adalah wakil dari mommy dan daddy yang saat ini tidak bisa hadir, karena adik Zahran sakit panas sehingga mommy terlalu lelah untuk perjalanan jauh.”“Terima kasih ya Sayang. Kamu mau datang ke rumah enin,” kata Umar.Selesai salim pada beberapa tetua di sana, Naffa duduk di sebelah jenazah neneknya. Di seberangnya duduk Fajar. Naffa sendirian tidak bersama Ujang. Ujang hanya memantau saja karena sejak tadi Fajar sudah di ultimatum oleh Lastyanto jangan pernah dekati Naffa bila tak ingin dihajar oleh Yaka dan Ujang.Naffa membaca ay
“Ikuti saran imammu! kamu tidak boleh membantah,” kata Lastyanto pada Nisha saat putrinya ingin ikut ke Banten. Barusan Raihana diberitahu oleh pembantu rumah tangga Widya yang mengatakan mereka menemukan Widya pingsan di kamarnya dan ada beberapa amplop di meja kamarnya. Tapi mereka bilang mereka tidak akan pegang amplop-amplop itu. Sekarang Widya sedang dibawa ke rumah sakit. Itu yang Raihana terima.“Kamu di rumah saja Mom. Tidak baik buat kondisi emosi. Biar Daddy saja yang berangkat. Daddy akan mewakili kamu sebagai mantan menantunya. Kalau ada yang mengatakan bahwa kamu tidak peduli sama dia, Daddy yang akan pasang badan untuk kamu. Bukan kamu tidak mau berangkat, tapi kamu tidak boleh berangkat. Daddy nggak mau emosi merusak kamu sedang hamil. Bukan karena dia anak aku tapi memangibu hamil siapa pun jangan sampai terlalu stres. tidak baik buat kehamilanmu.”≈≈≈≈≈
Malam Nisha sudah memberitahu pada Naffa dan Zahran bahwa besok pagi jam 09.00 akan pengajian di Sarawak untuk calon adik mereka, jadi Nisha dan Yaka tidak mau anak-anak tidak siap. Kalau mereka mau duduk manis, duduk. Tapi kalau tidak, mereka tidak boleh ribut karena pengajian akan cukup lama minimal dua jam dan yang tak disangka oleh Yaka adalah mertuanya datang untuk menghormati pengajian yang dilakukan oleh ibunya.Sejak kemarin Lastyanto dan Raihana memang datang. Mereka tentu saja senang dan menghargai ucap syukur Ibu Dzakiyah atas kehamilan Nisha dan mengadakan pengajian di sana.Semalam Nisha sudah mengatakan pada Raihana acara pengajian empat bulan akan diadakan di Banten dan dia minta undangannya dibuat lebih banyak dari pengajian biasa karena Yaka mau pengajiannya itu pengajian akbar.Sehabis itu tidak ada acara lagi sampai kelahiran. Itu yang keluarga Yaka lakukan sejak kehamilan pertama Naura. Jadi tidak ada pengajian seperti kalau di Jawa ada acara mitoni atau nujuh bul
“Nggak bisa Bu, kali ini aku akan menentang Ibu, Ibu bikin saja lalu nanti aku dan Shasi juga anak-anak akan hadir melalui live streaming.Kami akan menerima ucapan doa dari semua yang hadir melalui live streaming.”“Kali ini aku nggak akan membiarkan Shasi terbang. Mungkin kalau dia akan tidak enak sama Ibu, jadi dia akan mengiyakan saat Ibu bilang akan mengadakan pengajian syukuran kehamilan. Tapi aku tidak. Jadi sekarang kita permudah saja semuanya.”“Aku hadir secara live streamingdengan anak-anak. Aku dan Shasi akan duduk manis sejak pengajian dibuka sampai pengajian selesai. Kami akan datang dalam bentuk visual,” kata Yaka tegas. Dia tak ingin Shasi merasa tak enak diri pada ibu mertuanya dan mengiyakan akan terbang ke Sarawak.Dzakiyah memang langsung bilang akan mengadakan pengajian syukur bahwa diberitahu kalau Nisha mulai hamil.“Dan ingat, nanti acara pengajian empat
“Daddy kenapa?” tanya Naffa yang sekarang sudah duduk di kelas dua SD. Dia sekolah di sekolah internasional school di Jakarta. Begitu pun Zahran sekolah di internasional school sama dengan kakaknya.Naffamelihat daddy-nya sangat pucat dan keluar keringat dingin.“Entah Teh. Kok Daddy pusing banget ya,” keluh Yaka.Naffa langsung mengambil ponsel di tasnya, dia sudah mempunyai ponsel dan memang diwajibkan punya ponsel buat anak di sekolah internasional. Tapi ponsel nanti dikumpulkan di ruang penyimpanan saat jam pelajaran. Ponsel sangat dibutuhkan oleh seorang anak untuk menghubungi keluarganya atau orang yang menjaga bila butuh sesuatu atau minta antar jemput diluar jadwal yang biasa.“Kenapa Sayang?” kata Nisha yang baru akan bersiap berangkat ke kantor. Sesuai kebiasaan Nisha berangkat bila semua anak sudah berangkat sekolah. Sarapan dan makan malam masih hasil masakan Nisha. Tak boleh ada yang berubah kalau hal
Fajar kaget mendengar dugaan sang mamah. Ya, dia dan Dhani belum mencetak foto pernikahan untuk dipasang di dinding. Dari mana Menik mendapatkan semua itu? Dan mengapa Menik sengaja memperlihatkan semua langsung pada Naffa, bukan pamer pada teman lain atau gurunya?Dan Fajar membenarkan, f
“Fajar?” sapa seorang ibu muda, Fajar ingat dua hari lalu dia baru bertemu dengan dua orang sahabatnya ketika SMA. Pertemuan dua hari lalu itu membuatnya sangat menyesal menikah dengan Dhani. Tapi begitu mengingat Dhani, semua info tentang apa pun langsung sirna dan dia langsung tak bisa berkutik d
Karena kegencaran Widya dan Raihana menjodohkan, Fajar dan Nisha akhirnya menikah satu tahun sejak mereka berkenalan.Sekarang pernikahan mereka sudah berjalan 7 tahun lebih sedikit. putri pertama Naffa lahir dua tahun setelah menikah yaitu saat usia Nisha 21 tahun karena saat menikah umur Nisha
“Kamu jangan asal ngomong!” bentak Ambu. Dia tak ingin anaknya lancang terhadap imamnya.“Dengarkan saya bicara dulu. Nanti Ambu sama Mamah boleh marah atau mau usir saya saya nggak apa-apa,” kata Nisha berupaya mengatur emosinya.Widya pun berupaya menekan emosinya. Dia juga ingin marah pada menan







