LOGIN“Fajar?” sapa seorang ibu muda, Fajar ingat dua hari lalu dia baru bertemu dengan dua orang sahabatnya ketika SMA. Pertemuan dua hari lalu itu membuatnya sangat menyesal menikah dengan Dhani. Tapi begitu mengingat Dhani, semua info tentang apa pun langsung sirna dan dia langsung tak bisa berkutik dengan pesona kenikmatan yang Dhani berikan.
“Aku ingat wajahmu, tapi lupa namamu. Kamu siapa?” tanya Fajar jujur.
“Aku Nining dulu sahabatnya Dhani dan ini Pungky masa kamu lupa sama kami?” kata ibu muda tersebut.
“Aku kan tadi sudah bilang, aku ingat wajah kalian tapi lupa nama. Maklumlah aku sudah tua.” guyon Fajar.
“Kita makan yuk, sudah lama loh kita nggak ketemu,” ajak Pungky.
“Mungkin aku menemani kalian minum saja, biar aku yang bayar. Aku sedang menunggu klienku,” kata Fajar.
“Nanti kalau mereka datang, aku langsung berpisah dari kalian,” jawab Fajar yang kebetulan hari itu tidak makan siang bersama Dhani karena ada janji dengan rekanannya.
“Kalian sahabat Dhani? Aku lupa loh,” ucap Fajar saat mereka sudah duduk. Karena Dhani tak pernah bersama siapa pun kalau ingin bertemu dengannya ketika SMA dulu.
“Kami juga nggak pernah ketemu Dhani dan rasanya nggak ingin ketemu Dhani lagi!” kata Pungky dengan wajah seakan-akan ji-jik pada mantan sahabatnya itu.
“Katanya kalian sahabat akrab. Kenapa nggak kepengen ketemu?” tanya Fajar. Dia tentu tak berani mengungkapkan kalau Dhani sekarang adalah istri keduanya, karena takutnya Nining dan Pungky tahu siapa istri sahnya. Atau Nining atau Pungky membocorkan pernikahan keduanya dengan Dhani sehingga bisa sampai ke mamahnya di desa. Karena rata-rata teman SMA berasal dari daerah sekitar Banten bahkan banyak yang satu desa dengan mamahnya.
“Kami baru tahu sekitar empat tahun inilah. Kan begitu selesai SMA dulu Dhani dinikahi oleh orang tuanya dengan seorang juragan kaya. Dhani sejak awal sudah tahu dia itu jadi istri ke-dua. Aku dan Pungky juga datang. Kami menginap di rumah Dhani, menemani Dhani malam sebelum akad. Waktu itu kami belum masuk kuliah karena memang baru lulus SMA, Dhani langsung menikah.” jelas Nining sambil makan bihun goreng sea food pesanannya.
“Suaminya muda dan ganteng. Bukan bandot tua. Istri pertamanya juga hadir saat pernikahaan, jadi dia memang dinikahi resmi. Khabar yang beredar istri pertama tidak bisa punya anak sehingga istrinya tersebut membiarkan suaminya menikahi Dhani demi punya anak.”
“Enam bulan kosong lalu kemudian akhirnya Dhani mulai bisa hamil tidak ada yang tahu apa yang terjadi di rumah tangga mereka sampai akhirnya empat tahun lalu terbukalah bahwa sebenarnya yang mandul itu suaminya! Padahal saat itu Dhani sedang hamil anak kelima sudah mau melahirkan. Fakta itu diterima suami dan orang tuanya saat suami test kesehatan di Singapore.”
“Istri pertamanya pintar, dia tidak mau membuat namanya tercoret. Jadi ketika suaminya frustasi disebabkan oleh semua anak yang dilahirkan Dhani itu bukan miliknya, nama istri pertamanya bersih karena dia setia dan tak mengeruk harta suaminya.”
“Begitu suaminya meninggal semua harta jatuh ke tangan istri pertama karena Dhani sudah ketahuan sejak awal kotor dan hanya suka berfoya-foya. Dhani tak diberi harta apa-pun. Bahkan tidak rumah mau pun mobil. Semua jatuh ke tangan istri pertama.”
“Jadi sejak awal menikah, bulan-bulan pertama menikah itu Dhani jualan. Kelima anaknya itu mungkin beda semua DNA-nya. Tidak tahu yang mana ayahnya karena Dhani penjaja kelas kakap!”
“Itu sebabnya kami tak mau lagi bertemu dengan Dhani atau orang mengatakan kami sahabatnya karena kami tidak mau nama kami tercoreng dengan perilakunya yang seperti itu!”
Fajar merasa dunia runtuh.
‘Itulah mengapa ketika pertama kali saat hujan lebat, Dhani langsung mahir memainkan es krim milikku tanpa ragu,’ batin Fajar mengingat awal dia terjebak dengan permainan Dhani. Pengalaman pertama setelah dia menikah selama 7 tahun dengan Nisha tanpa ada variasi lain.
Dhani bahkan mengajarkan semua trik itu, yang membuat Fajar tak bisa berpaling. Terlebih kemarin tiba-tiba Nisha pergi ke kampung. Fajar belum sempat marah pada Dhani, dia masih ingin mereguk sensasi kebahagiaan bersama Dhani walau dia sudah tahu latar belakang istri keduanya tersebut.
Tapi sekarang apa mau dikata?
Setelah dia tahu menikahi sampah busuk dan mendua dari batu pualam, sekarang kenyataan sang pualam minta diceraikan!
Saat bertemu Pungky dan Nining, Fajar baru sadar selama ini tak menyelidiki dulu siapa Dhani setelah berpisah dengannya dan bagaimana kehidupan Dhani sebenarnya. Dia hanya percaya cerita versi Dhani tanpa mau menyelidiki dari pihak lain.
Kaget dan kecewa tapi apa mau dikata, dia sudah menikahi mantan pacarnya tersebut. Sekarang selain mengurus masalah dengan Nisha, dia juga akan mengumpulkan bukti kalau lima anak Dhani lain bapak. Dia akan gunakan itu untuk menggugat cerai Dhani!
Fajar tak membayangkan istrinya adalah penjaja, dia membuang permata demi batu kerikil!
Dia tahu setelah Dhani jadi istrinya dan sekarang Nisha minta cerai tentu saja dia galau. Ini yang disebut sudah jatuh tertimpa tangga.
“Wa’alaykum salam,” jawab Widya. Dia tak kaget Fajar baru tiba pagi ini di rumahnya. Karena sesuai dengan info dari Nisha, pasti Fajar menginap di rumah istri mudanya dan mungkin susah keluar kamar atau tidak dengar saking asyiknya olahraga ranjang.
“Kamu baru lihat pesan Mamah tadi pagi karena sejak kemarin pagi kamu sibuk dengan istri mudamu itu kan? Kamu sudah melukai hati cucu Mamah,” kata Widya ketus.
Fajar langsung menjatuhkan dirinya di lutut Widya dia sungkem minta maaf.
“Tak ada gunanya maaf yang Mamah berikan karena kesalahanmu fatal pada Naffa. Nisha bisa mengerti sakit yang dia rasakan tapi tidak dengan Naffa. Dia sangat trauma karena anak sambungmu itu pamer ke siapa pun dia punya papa baru, sedangkan semua orang tahu papa baru yang disebut anak sambungmu itu adalah ayahnya Naffa. Kamu bisa bayangkan anak kandungmu itu diinjak-injak orang karena kelakuan anak sambungmu? Dan aku yakin semua itu adalah skenario pela-curmu itu. Dia ingin segera Nisha tahu kalau kalian sudah menikah dan bisa langsung minta cerai agar dia bisa mengeruk hartamu! Sadar itu. Pela-cur itu teramat licik. Dan kamu terjerumus dalam jurang yang dia siapkan untukmu!”
“Kamu tidak usah membantah. Mamah sudah tahu kelicikan pela-curmu itu. Mamah tidak mau menyebut dia istri muda. Tidak! Karena buat Mamah dia pela-cur. Sama seperti yang orang-orang katakan, 5 anaknya itu bukan anak suaminya. Kamu mengangkatnya dari kubangan lumpur. Kalau orang-orang tahu bahwa kamu adalah suaminya, Mamah akan bersorak melihat kehancuranmu. Karena semua orang tahu siapa dia kecuali kamu!”
“Apa kamu tak pernah berpikir bagaimana anak TK itu dapat foto pernikahanmu? Dan dia bisa memilih foto yang pas sedang memasang cincin, mencium kening serta memegang buku nikah? Darimana itu semua bila bukan skenario pela-curmu?”
“Apa anak TK pernah berpikir akan membawa copy-an kertas selametan atas namamu untuk diperlihatkan pada Naffa bila bukan skenario pela-curmu itu?” pekik Widya geram.
“Fajar?” sapa seorang ibu muda, Fajar ingat dua hari lalu dia baru bertemu dengan dua orang sahabatnya ketika SMA. Pertemuan dua hari lalu itu membuatnya sangat menyesal menikah dengan Dhani. Tapi begitu mengingat Dhani, semua info tentang apa pun langsung sirna dan dia langsung tak bisa berkutik dengan pesona kenikmatan yang Dhani berikan.“Aku ingat wajahmu, tapi lupa namamu. Kamu siapa?” tanya Fajar jujur.“Aku Nining dulu sahabatnya Dhani dan ini Pungky masa kamu lupa sama kami?” kata ibu muda tersebut.“Aku kan tadi sudah bilang, aku ingat wajah kalian tapi lupa nama. Maklumlah aku sudah tua.” guyon Fajar.“Kita makan yuk, sudah lama loh kita nggak ketemu,” ajak Pungky.“Mungkin aku menemani kalian minum saja, biar aku yang bayar. Aku sedang menunggu klienku,” kata Fajar.“Nanti kalau mereka datang, aku langsung berpisah dari kalian,” jawab Fajar yang kebetulan hari itu tidak makan siang bersama Dhani karena ada janji dengan rekanannya.“Kalian sahabat Dhani? Aku lupa loh,” ucap
“Tapi kan kamu tahu. Status aku. Punya anak istri. Nggak mungkin aku tidur malam di sini. Pasti nanti istriku curiga,” ucap Fajar mulai tancap gas. Fajar mempercepat memacu senapannya.“Iya, tapi kan, tapi kan,” kata Dhani tak tahu harus bicara apa. Konsentrasinya bukan ke pokok pembicaraan mereka. Dhani juga ikut memacu dari bawah. Mereka tak pernah kenal bosan. Sehari dua kali bahkan kalau hari Jumat mereka melakukannya tiga kali karena habis itu hari Sabtu dan hari Minggu akan libur. Jadi Fajar selalu minta double bila hari Jumat. Fajar baru akan ke kantor sekalian saat berangkat salat Jumat.Itu sebabnya Nisha tak pernah tahu suaminya selingkuh bahkan telah menikah. Sebab suaminya pulang dan pergi kerja jamnya tak berubah, tak rajin pegang ponsel berkirim pesan atau saling telepon tengah malam. Pokoknya tak ada yang berubah sama sekali.“Aku nggak apa-apa kok jadi istri ke duamu. Kamu nggak pernah menginap sini juga aku nggak sedih. Karena aku tahu kamu ada istri, tapi daripada k
Karena kegencaran Widya dan Raihana menjodohkan, Fajar dan Nisha akhirnya menikah satu tahun sejak mereka berkenalan.Sekarang pernikahan mereka sudah berjalan 7 tahun lebih sedikit. putri pertama Naffa lahir dua tahun setelah menikah yaitu saat usia Nisha 21 tahun karena saat menikah umur Nisha 19 tahun. Fajar dan Nisha berjarak tahun. Pernikahan mereka aman, tak pernah ada riak sampai hari ini.Hari inilah dimulai semua kekisruhan. Saat Fajar bangun kesiangan karena kelelahan.“Ayo cepat. Maaf ya Ayah terlambat,” kata Fajar pada Naffa. Mereka pun berangkat ke sekolah.Fajar baru akan menyalakan mesin mobilnya ketika melihat sosok yang dia rindu selama satu dekade lebih.“Apa benar dia Dhaniku?” tanya Fajar saat melihat seorang ibu muda mengantarkan gadis kecil yang berseragam sama dengan Naffa. Naffa sudah masuk kelas dari tadi saat Fajar mengantarnya sampai pintu kelas seperti biasa.Fajar tak jadi menyalakan mesin mobil, dia menunggu sampai perempuan tersebut keluar setelah m
“Kamu jangan asal ngomong!” bentak Ambu. Dia tak ingin anaknya lancang terhadap imamnya.“Dengarkan saya bicara dulu. Nanti Ambu sama Mamah boleh marah atau mau usir saya saya nggak apa-apa,” kata Nisha berupaya mengatur emosinya.Widya pun berupaya menekan emosinya. Dia juga ingin marah pada menantunya karena anaknya dituduh melakukan hal tak baik. Mendengar Nisha telah bicara seperti itu saat dibentak besan sekaligus sahabatnya maka Widya berupa tenang.“Neng sudah bilang sama Naffa, mungkin hanya wajahnya yang sama. Naffa bilang foto-fotonya itu banyak karena saat itu anak yang punya papa baru namanya Menik itu bawa tiga foto dan memang di situ Kang Fajar yang jadi pengantin.”“Naffa juga memberikan ini, yang didapat dari copy-an kertas berkat!” Nisha mengeluarkan kertas copy-an dan di sana ditulis tanggal pernikahan serta nama pengantinnya Fajar Abyakta Danoeswan.“Bukan mau bela diri, tapi kalau aku punya madu yang lebih muda lebih cantik lebih fresh aku bisa terima. Madu aku leb
Sejak diusir papanya Dhani, Fajar berupaya kuliah, dia ingin merubah nasib. Dia banting tulang dan dengan susah payah bisa kuliah.Kemarin Fajar baru saja di wisuda, kali ini dia pulang ke desa sekalian mengantarkan mamah-nya ke desa. Dalam dialeg khas daerahnya memang bukan mama panggilan untuk Ibu, melainkan MAMAH.Saat di desa oleh ibunya, Fajar dikenalkan pada Mayza Zianisa Lastyanto atau yang biasa hari-hari dipanggil Nisha. Tapi beberapa teman gaul yang akrab dengannya kadang suka memanggil Shasi dari singkatan dua patah namanya mayZA ZIanisa. Dari kata ZAZI itulah tercetus panggilan Shasi.Tapi hanya teman yang sangat dekat tahu panggilan itu, bahkan Fajar juga tak tahu. Perkenalan Fajar dan Nisha dilanjut sampai mereka menikah walau Nisha tahu tak ada cinta dari Fajar. Tak salah kalau Nisha mengatakan MAHAR TANPA CINTA untuk ikatan pernikahannya dengan Fajar.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈Demi menghormati ibunya yang sudah melamar maka Nisha menerima lamaran tersebut, jadilah delapan tahu
Nisha tak percaya apa yang hari Jumat, Naffa laporkan ternyata benar.“Aku harus bertindak cermat. Aku tak boleh kalah. Aku perempuan kuat!” demikian Nisha berkata sejak tadi. Dia tak ingin matanya bengkak. Dia tak mau menangisi kegagalan rumah tangganya. Dia akan pikul semuanya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈Kemarin hari Jumat Naffa putri sulungnya, pulang dengan wajah tertunduk sedih. Sebagai bunda tentu Nisha mengerti bahwa ada yang mengganggu pikiran putri sulungnya itu.“Teteh, ada apa kok mukanya begitu? Kayak baju belum disetrika,” demikian tanya Nisha saat putri sulungnya pulang sekolah. Putrinya bernama Nafasya Putri Abyakta berusia 5 tahun. Sekarang duduk di TK C atau TK besar. Memang 1 tahun lebih cepat dari yang seharusnya. Mungkin menurun dirinya, walau untuk Naffa, Nisha sedikit mengerem agar Naffa tak terlalu cepat lulus kuliah nantinya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈Saat Naffa datang, Nisha masih sibuk dengan putra keduanya yaitu Zahran Putra Abyakta yang artinya laki-laki yang rupawan. Saat in







