/ Male Adult / MALAM GILA DI RANJANG MERTUA / KECUPAN YANG MENENANGKAN

공유

KECUPAN YANG MENENANGKAN

작가: Ayuwine
last update 게시일: 2026-02-08 13:25:38

Alya membuka pintu kamarnya dengan sisa tenaga yang ada. Tangannya masih bergetar hebat, dan meski ia berusaha menahan isak tangisnya, suara sesenggukan itu tetap lolos, menyayat kesunyian lorong.

Air mata yang terus mengalir membasahi pipinya membuat sosok wanita berdarah Belanda itu tampak begitu rapuh, seperti kaca yang siap pecah kapan saja.

​Tanpa sepatah kata pun, Rama langsung merengkuh tubuh Alya. Ia mendekap mertuanya dengan sangat kuat, seolah ingin menyerap semua rasa sakit yang s
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MENGERJAI ANGGITA

    Sementara itu, Rama menatap datar ke arah balkon. Tangannya meremas kuat pagar besi hingga buku-buku jarinya memutih. Ia menggertakkan rahang, merasa kecewa dengan perkataan papanya yang seolah-olah buta; membela kedua perempuan ular itu dan menyalahkannya terus-menerus. ​Ia tak bisa diam saja. Ia tak akan membiarkan papanya terjerumus lebih dalam. Apalagi ia tahu, di dalam aset kekayaan papanya, terdapat harta peninggalan mendiang ibunya—bahkan hampir seluruhnya adalah milik ibunya. ​"Bagaimana bisa Papa tak menyadari kelakuan mereka?" pikirnya heran. ​Namun, setelah merenung cukup lama, Rama mulai memahami. Tansri adalah pria yang hancur setelah kehilangan dua orang tersayangnya: Lili dan dirinya. Rama mengangguk paham; dulu Sofia datang tepat saat Tansri berada di titik terendah, saat ia kehilangan putra tunggalnya dan didera duka mendalam akibat kematian istrinya yang tragis. ​Di masa sulit itulah, Sofia dan Anggita memainkan peran dengan sangat sempurna sebagai istri dan

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   AYAH DAN ANAK

    ​"Apa yang kamu katakan pada istri Papa?!" ucap Tansri sambil melangkah mendekat ke arah Sofia dan Rama. Tatapannya menghunus tajam ke arah putra tunggalnya itu. ​"Dia itu ibumu, Ram! Jaga ucapanmu padanya. Kenapa kamu jadi seperti ini?" ​"Tidak apa-apa, Mas. Jangan terlalu kasar... aku paham kenapa dia belum bisa menerimaku," sela Sofia dengan nada yang dibuat-buat lemah, padahal jelas sekali dialah yang memicu pertikaian tadi. ​"Pa..." ​Ucapan Rama menggantung di udara saat tangan sang ayah terangkat ke atas, mengisyaratkan perintah untuk diam. ​"Sofia, masuk!" titah Tansri. Pandangannya masih terkunci rapat pada Rama. ​Sofia mengangguk dengan senyum puas yang tersembunyi, lalu melenggang pergi. Sepeninggal Sofia, suasana menjadi makin tegang saat ayah dan anak itu saling berhadapan. ​"Papa tak pernah ingin kita bertengkar, Ram. Apalagi kita baru bertemu setelah puluhan tahun kamu hilang. Tapi kenapa kamu berubah? Perasaan saat pertama bertemu ibu tirimu, bicaramu ti

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MELAWAN IBU TIRI

    ​"Jangan harap bisa mengambil apa pun dari sini! Ingat, jika kamu berani macam-macam, aku akan sakiti papamu!" Anggita berkata dengan tajam. sangat berbanding terbalik dengan tatapan penuh gairahnya beberapa saat lalu. ​Rama menghela napas panjang. Ia merasa muak dengan tingkah perempuan itu. ​"Itu hakku dan aku bebas melakukan apa pun. Soal menyakiti papaku? Kamu yakin bisa?" ledek Rama sembari melangkah mendekat, bahkan sengaja merapatkan tubuhnya ke arah Anggita. ​Anggita sedikit gemetar, namun ada rasa takjub yang menyelinap saat melihat wajah tampan itu berada begitu dekat di hadapannya. “Kamu hanya anak yang baru muncul setelah dewasa. Kami yang berhak menentukan soal harta itu! Pergilah, atau kami akan terus membuatmu tidak nyaman di sini!” desaknya, berusaha menekan Rama agar mundur. ​Rama berdecak. Sikapnya benar-benar sudah berubah; ia bukan lagi pria lemah yang dulu. "Kamu lupa siapa aku? Aku putra dari Tuan Tansri, kolega terbesar di Malaysia ini!" Rama memperjela

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ANTARA IBU DAN SAUDARA TIRI

    Ia mengambil foto itu, menyingkirkan pecahan kaca yang menghalangi gambarnya. Ia menatapnya kembali, menelisik dengan saksama. ​"Tapi ini sangat mirip dengan Ibu? Apa ini keluarganya juga? Tapi kenapa aku enggak pernah tahu?" ucapnya lagi. Keningnya menyengrit, merasakan kebingungan yang luar biasa. ​"Ah, sudahlah!" ​Akhirnya ia bangkit, meninggalkan foto itu tergeletak begitu saja di lantai. Setelah selesai mengeruk semua uang yang ada di lemari, Nadia melangkah keluar dengan senyum yang merekah. ​"Bi, tolong bersihkan pecahan kaca itu ya. Buang ke tong sampah, semuanya!" titah Nadia tanpa menatap sang bibi yang sedang mengepel lantai di lantai bawah. ​"Iya, Non!" ​Setelah selesai mengepel lantai yang luasnya minta ampun, Nunu langsung bergegas ke atas membawa sapu beserta pengki. Ia masuk ke dalam kamar Alya sambil menggeleng kecil. ​"Non Nadia ini sifatnya sangat jauh berbeda dengan Nyonya Alya," bisiknya sambil berjongkok memunguti beling ke dalam pengki. ​Ia sempa

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   FOTO SIAPA?

    Waktu seolah mengecil. Masa-masa mengunjungi toko bunga mendiang ibu Rama telah usai. Alya adalah orang yang paling berat melepaskan kenangan di sana. Ia menatap bangunan tua itu berkali-kali dengan pandangan berat, sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil jemputan yang dikirim oleh Tansri. ​Di dalam mobil, keheningan menyelimuti. Alya menatap lurus ke arah jalanan Eropa yang mulai menjauh, hingga ia merasakan tangan hangat dan kekar Rama menyelusup masuk, menggenggam jemarinya erat. ​Alya menoleh, mendapati wajah Rama yang tampak gelisah. "Kenapa, Bu? Apa Ibu keberatan jika kita lanjut ke Malaysia?" tanya Rama pelan. ​Alya menggeleng pelan, namun kemudian mengangguk tipis. Rama mengernyit bingung. "Maksud Ibu?" ​"Sepertinya Ibu harus pulang duluan, Ram. Terlalu lama Ibu meninggalkan Nadia sendirian di rumah," ucap Alya lirih. "Ibu juga takut... bagaimana perasaan ibu tiri dan saudara tirimu nanti jika melihatmu datang bersama mertuamu, bukan istrimu?" ​Rama terdiam. Ia ingin m

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PAPA RAMA?

    ​"Ram, ah! Kamu ini kebiasaan!" desah Alya mencoba protes. Namun, alih-alih mendengarkan, Rama justru dengan sigap membopong tubuh sintal mertuanya itu. Alya kembali memekik kaget, jantungnya berdegup kencang antara takut dan gairah yang meluap. ​Rama melangkah mantap, seolah sudah hafal setiap sudut dan celah di dalam toko bunga peninggalan ibunya itu. Ia hendak membawa Alya masuk ke sebuah ruangan pribadi di bagian belakang, namun langkahnya terhenti seketika. ​Ting! ​Suara lonceng pintu depan berbunyi nyaring, menandakan ada pelanggan yang masuk. Alya mendesah kesal, segera merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Rama menurunkan tubuh Alya dengan berat hati, lalu menggandeng tangannya menuju bagian depan toko. ​Ternyata, sosok yang datang adalah Lucia. "Ram, halo..." sapanya dengan suara bergetar. Wajahnya pucat pasi, tak ada lagi sisa-sian keangkuhan yang ia tunjukkan beberapa hari lalu. ​Alya, yang pada dasarnya tidak pernah benar-benar bisa membenci seseorang, langsun

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BEGITU NIKMAT

    "Mas? Apa kamu di dalam?" Suara Nadia terdengar sangat dekat, hanya terhalang selembar pintu kayu yang tipis. ​Jantungku berdegup kencang, namun gairahku jauh lebih dominan. Tepat saat gagang pintu bergerak, aku memasukkan pusakaku ke dalam liang surganya dalam satu hentakan kuat. Alya membelalak

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KESURABAYA BERDUA?

    "Kenapa ikut masuk?" tanya Alya dengan suara bergetar, ia mundur selangkah sambil menghapus air mata di pipinya yang memerah. ​"Bu, tolong... dengarkan aku dulu!" potong Rama cepat. ​Tanpa menunggu persetujuan atau jawaban dari Alya, Rama menumpahkan segalanya. Ia menceritakan kejadian di Malay

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MALAM PANAS DI KAMAR MANDI

    Setelah mendapat petunjuk dari Alya mengenai letak kamarnya, Rama segera melangkah ke lantai atas. Tanpa membuang waktu, ia masuk dan langsung menuju kamar mandi. membiarkan seluruh tubuhnya tenggelam di dalam bathtub yang penuh dengan air hangat. ​"Ah..." Rama mendesah panjang. Ia memejamkan ma

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MENGUJI ADRENALIN

    Aku benar-benar kehilangan akal sehat. Hasrat yang tertahan sejak di Malaysia meledak begitu saja. Aku menyambar pinggangnya, menariknya masuk ke dalam kamarku yang sempit, dan langsung memutar palang pintu kayu dengan kasar. ​Alya tak menunggu sedetik pun. Dengan gerakan agresif, ia menyentak ka

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status