Share

RAMA JUNIOR ?

Penulis: Ayuwine
last update Tanggal publikasi: 2026-05-25 21:32:08

Suasana sore di Eropa membuat dunia serasa begitu cantik dengan matahari yang mulai bergerak terbenam.

Di sudut sebuah toko, seorang perempuan dengan tangan lembutnya tengah memegang teko penyiram tanaman berwarna merah muda. Alya tersenyum simpul, memandangi setiap kelopak bunga yang nampak cantik dan berwarna-warni di hadapannya.

​Ia sesekali mengusap pelan perutnya yang saat ini sudah berusia sembilan bulan—ukuran yang cukup besar dan sedikit membuatnya sedikit sulit untuk bergerak beba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   END

    Kehidupan Rama terasa semakin sempurna. Ia tidak pernah menyangka di balik ujian yang datang bertubi-tubi sejak kecil hingga dewasa—terutama saat dirinya masih bersama Nadia—balasan yang diterimanya dari takdir akan seindah ini. Bahkan, Rama pun tak pernah menduga bahwa ia akan bertemu dengan sosok ayah kandungnya, seseorang yang sejak kecil selalu ia impikan namun ia kira sudah lama meninggal dunia. “Mas, lagi apa?” tanya Alya lembut sambil berjalan menghampiri, dengan menggendong bayi mungil mereka yang kini sudah berusia empat belas hari. ​Rama spontan menoleh. "Sayang, kenapa kamu yang menggendongnya? Mana baby sitter?" Rama seketika panik saat melihat sang istri berjalan ke arahnya. ​Melihat kekhawatiran yang tersurat jelas di wajah suaminya, Alya hanya bisa terkekeh geli. Demi memastikan istri dan bayinya terjaga dengan baik, Rama memang bersikap sangat protektif sampai menyewa tiga orang baby sitter profesional sekaligus. ​Tangan Rama terulur ke depan, dengan hati-hati

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ANTARA HIDUP DAN MATI UNTUK ALYA

    Rama panik bukan main. Ia langsung membopong tubuh Alya dengan tergesa-gesa menelepon sopir dan siapa saja yang nomornya yang ia ingat. Tangannya bergetar hebat, dan wajahnya mendadak pucat pasi. ​"Mas, tolong, Mas... sakit banget, Mas," rintih Alya sambil meremas kerah leher baju suaminya dengan kuat. ​"Iya, iya, sabar, Sayang," jawab Rama panik, keringat dingin mulai bercucuran membasahi pelipisnya. ​Tak berselang lama, sopir pribadi mereka datang dan langsung membantu Rama dengan membukakan pintu mobil. Begitu mereka masuk ke dalam kabin, Rama langsung menghubungi dokter kandungan pribadi yang sudah ia pesan jauh-jauh hari. ​Perjalanan menuju rumah sakit tiba-tiba terasa begitu lama dan menegangkan. Atmosfer di dalam mobil terasa mencekam, apalagi saat Rama menatap wajah sang istri yang tengah menahan siksaan rasa sakit yang luar biasa. ​Hingga beberapa puluh menit kemudian, mereka akhirnya tiba di depan sebuah rumah sakit ternama. Rupanya, Tan Sri sudah memesan satu area

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   RAMA JUNIOR ?

    Suasana sore di Eropa membuat dunia serasa begitu cantik dengan matahari yang mulai bergerak terbenam. Di sudut sebuah toko, seorang perempuan dengan tangan lembutnya tengah memegang teko penyiram tanaman berwarna merah muda. Alya tersenyum simpul, memandangi setiap kelopak bunga yang nampak cantik dan berwarna-warni di hadapannya. ​Ia sesekali mengusap pelan perutnya yang saat ini sudah berusia sembilan bulan—ukuran yang cukup besar dan sedikit membuatnya sedikit sulit untuk bergerak bebas. ​"Kalau kamu lelah, sudah lah, Sayang. Kita pulang yuk," ucap Rama yang sejak tadi duduk di pojokan toko. Ia menatap cemas ke arah sang istri yang sedari tadi berdiri menyiram tanaman tanpa henti. ​Alya menggeleng kepala sambil mengerucutkan bibirnya manja. "Sebentar dulu, Sayang. Ini tanggung loh. Yang lain sudah aku siram, masa yang satu ini enggak!" balasnya sedikit ketus. ​Toko bunga mereka sekarang sudah menjadi sangat megah setelah hasil renovasi bulan lalu. Perubahan itu membuat

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PENYESALAN YANG TAK ADA UJUNGNYA

    Dada Nadia sesak bukan main. Ia meraup seluruh pasokan udara di sekitarnya, namun oksigen seolah-olah lenyap begitu saja dari bumi. ​Ia masih diam mematung di sana untuk beberapa menit. Padahal, siaran berita di televisi sudah berakhir dan kini beralih menampilkan film kesukaannya yang baru saja mulai tayang. Namun, fokusnya telah mati. ​Ingatannya masih tertancap kuat pada tayangan tadi. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Pikirannya mulai berputar kembali pada kejadian sebulan lalu saat ia melihat bahkan memarahi Alya dan Rama di toko bunga. “Apa mereka sudah menikah?” lirihnya . Nada suaranya bergetar hebat, ia benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri. ​"Astaga..." rintihnya. ​Tubuhnya langsung luruh, terjatuh di atas lantai apartemen yang masih penuh dengan debu. Ia bahkan menarik rambutnya sendiri dengan sangat kuat, menjambaknya demi mencoba menyadarkan diri bahwa semua kenyataan pahit ini hanyalah mimpi buruk. ​Namun, usahanya sia-sia. In

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PUNCAK KEJAYAAN DAN PENYESALAN DI AKHIR

    Nadia tak menjawab. Ia tahu Indra pasti selalu punya cara untuk membungkam setiap protes atau perkataannya. ​Nadia sangat ingin mengakhiri hubungan beracun ini, namun di sisi lain, ia terlanjur gengsi jika harus menyandang status sebagai janda lagi. Terlebih, ia tidak siap jika harus hidup miskin. Jika ia nekat berpisah dari Indra sekarang, ia tak akan memiliki apa-apa lagi. ​"Dengar aku. Jangan pernah mengganggu kehidupan mereka lagi. Jangan pernah menginjakkan kakimu di toko bunga itu lagi! Jika aku melihatmu melakukan hal gila itu sekali lagi, aku bisa dengan mudah membuangmu. Dan kamu tahu sendiri, kan? Kamu akan berakhir jadi gembel di negeri orang!" desis Indra penuh ancaman. ​Nadia tetap tak bergeming. Tatapannya kosong menatap lurus ke depan, seolah sudah pasrah dengan takdir pahit yang harus dijalaninya. ​Seketika, bayangan indah saat dirinya masih bersama Rama kembali terngiang di kepalanya. Dulu hidupnya begitu senang, tenang, dan bahagia; memiliki suami yang san

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DENDAM INDRA PADA NADIA

    Setelah acara pernikahan yang cukup mewah itu selesai, keduanya masuk ke dalam apartemen yang disewa oleh Nadia. Bahkan, seluruh biaya pernikahan ditanggung sepenuhnya oleh Nadia dengan mengambil uang dari perusahaan milik mendiang ibunya yang baru saja ia pegang. ​Indra awalnya menolak, tetapi Nadia yang gengsian tidak mau merayakan pernikahan dengan sederhana. ​Indra langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang super empuk. Nadia tersenyum geli. Ingatannya kembali berputar pada masa dimana saat ia diam-diam bermain gila dengan Indra ketika masih berstatus sebagai istri sah Rama. ​Dengan senyum malu-malu, Nadia ikut naik ke atas ranjang setelah menanggalkan pakaiannya hingga hanya menyisakan tank top dan celana pendek. Namun, alih-alih sambutan hangat, yang Nadia dapatkan justru tepisan tangan yang sangat kasar dari Indra. ​"Mas?" panggil Nadia. Ia begitu kaget pasalnya tatapan hangat Indra seketika berubah drastis 360 derajat. “Jangan lancang, Nadia. Aku menikahimu bu

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   CEMBURU

    Pria di hadapannya ini tidak tahu bahwa mansion yang ia injak, udara yang ia hirup di taman ini, semuanya adalah milik Rama."Kenapa diam? Merasa benar?" riko terkekeh, semakin berani karena merasa Rama tak berdaya. "Dengar ya, pria itu harus punya harga diri. Tapi melihat kamu... kayaknya kamu mem

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   INTAN MEMBANTU

    Pergulatan keringat dan gairah itu berlangsung sangat intens di tengah kesunyian mansion mewah tersebut. Rama seolah tak ingin berhenti; baginya, memiliki Alya sepenuhnya seperti ini adalah kemenangan mutlak atas harga dirinya yang selalu diinjak-injak Nadia. ​Setelah mencapai puncaknya dengan le

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TEMAN LAMA

    Rama mendongak lalu tersenyum getir. Ternyata itu Riko, sahabat lamanya. Riko langsung mengambil tempat di kursi kosong depan Rama tanpa perlu dipersilakan, persis seperti kebiasaannya dulu yang sok asyik. ​"Ngapain pagi-pagi sudah nongkrong?" tanyanya sambil meletakkan kunci mobilnya di meja.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PAPA?

    ​"Kenapa kamu lari?" suara Tan Sri memecah kesunyian, tidak lagi menggelegar seperti tadi, melainkan terdengar seperti bisikan seorang ayah yang sedang terluka. ​Rama memberanikan diri mendongak. "Saya tidak lari, Tuan. Saya hanya kembali ke kehidupan saya yang seharusnya. Kehidupan orang biasa."

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status