Share

161. Timbul Rasa

Penulis: OTHOR CENTIL
last update Tanggal publikasi: 2026-05-01 20:23:01

“Demi Anda saya mempertaruhkan harga diri, tapi apa balasan Anda? Anda sangat mengecewakan saya! Entah nama Anda siapa sebenarnya, saya tidak tahu. Yang pasti, saya kecewa dengan Anda.”

Aurin menumpahkan semua kekesalannya pada wanita tua itu. Dia menangis, terisak, sesenggukan juga setelahnya.

Semua makian, umpatan, dan juga kecaman telah berada di ujung lidah. Tetapi, tak mampu ia utarakan pada Sari lantaran dirinya sedang hamil.

Sari tampak menyesal, “Rinnnn ….”

“Saya akan menyerahkan kasu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   165. Kenapa Saya?

    “Menurut kamu, bagus yang mana temanya?”Aurin tercenung mendengar pertanyaan Rayden. Pria itu menanyakan tema acara tujuh bulanan sekaligus baby gender reveal sesuai keinginannya. Apa tidak salah?Dea yang mendengarkan pertanyaan tersebut sontak mencebik. “Kok kamu tanya Aurin sih, Yang? Kan harusnya kamu tanya aku! Kalau kamu tanya Aurin maunya apa, namanya kamu mau ngadain acara buat dia.”Rayden sudah menduga istrinya akan berkata begitu, dan dia sudah menyiapkan jawabannya. “Begini, Yang. Jangan marah-marah dulu. Aku bilang begitu bukan tanpa alasan,” bujuknya. “Kita harus melibatkan Aurin dalam pemilihan tema ini karena Aurin yang ditanyai sama Mama. Kalau kita ambil keputusan sendiri dan Aurin hanya menyampaikannya sama pihak WO, Mama akan curiga.”Dea menahan rasa kesalnya sejenak. Lalu, Rayden melanjutkan ucapannya agar terdengar logis. “Mama itu orangnya cukup kritis. Bayangin kalau Mama tanya ‘kenapa Aurin memilih tema ini’, lalu Aurin jawab asal saja tanpa alasan yang ku

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   164. Berbagai Kejutan

    “Dari mana saja kamu, hah? Mengapa kamu pergi dengan Mama dari pagi-pagi buta sampai sore begini tanpa kabar?” bentak Dea ketus. “Apa kamu berniat memberontak padaku, hah?”“Kalau iya, memangnya kenapa, Nyonya?”Aurin ingin menjawab seperti itu. Namun, ucapan itu hanya berhenti di kerongkongan saja dan dia tidak berani macam-macam. Akhirnya, dia hanya menjawab, “Maaf, Nyonya. Saya tidak melakukan apapun seperti yang Anda tuduhkan. Saya memang pergi dengan Nyonya besar, tapi sedikitpun saya tidak ingin memberontak.”Aurin, meski kesal, dia tidak marah. Dia justru mendekatkan bibirnya ke telinga sama majikan dan berbisik pelan, “Tadi, saya pergi ke senam ibu hamil satu jam setelah pergi bersama Nyonya Besar. Dan Nyonya tahu? Saya membawa kabar gembira untuk Anda.”Dea menjauhkan telinganya dari wajah Aurin, tampak tak percaya dengan kabar gembira yang dimaksud. Tapi karena penasaran, dia bertanya, “Kabar gembira semacam apa?”Ters

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   163. Menantangnya

    “Ini … bukankah ini tempat senam ibu hamil?” tanya Rayden tak habis pikir. “Mau apa dia di sana? Ikut senam?”“Bukankah itu semacam keharusan untuk ibu hamil, Tuan?” tanggap Jack dengan santai. Rayden yang memang tidak tahu apa-apa tentang kehamilan, segera mengernyitkan dahi. Nadanya terdengar menekan, “Harus?”“Benar,” kata Jack sembari menyalakan mesin kendaraan dan melaju meninggalkan kantor tersebut. “Dulu, istri saya juga melakukan itu.”Rayden mendesak, “Apa ada manfaatnya?”Jack hampir mengumpati bosnya yang hanya tahu bercocok tanam ini tanpa tahu cara memperlakukan tanaman itu seperti apa. “Tentu saja ada, Tuan. Kalau tidak ada, tidak mungkin ada fasilitasnya, ‘kan?”Jack buru-buru menutup mulutnya saat mendapat lirikan Rayden dari kaca spion. Dia langsung menambahkan, “Senam itu dilakukan bertujuan agar proses persalinan lancar. Seperti istri saya, dulu sangat mudah melahirkannya. Hanya dua jam di klinik, langsung lah

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   162. Malam-malam Panas Yang Terlewati

    “Sampai sore ini, Aurin belum pulang, Tuan.” “Belum pulang?” Rayden yang baru saja bersiap meninggalkan kantor sontak berhenti. Dia menatap tajam ke arah Jack, sopir pribadinya yang memang ia tugaskan untuk mengawasi Aurin sekaligus. Dia resah, lalu bertanya lagi, “Memangnya, pergi ke mana dia sampai sore seperti ini belum pulang?”“Tadi pagi, dia pergi bersama nyonya besar ke suatu tempat, setelah itu dia pergi sendiri hingga sore ini belum kembali,” jawab Jack hati-hati.Rayden mulai resah. Dia tidak tahu apa yang wanita hamil itu lakukan di luar sana, apakah kegiatan yang dilakukan itu menguras energinya lalu membahayakan tiga bayinya atau tidak.Pun dia juga tidak bisa mengekang wanita itu untuk terus berada di rumah dan dalam pengawasan anak buahnya. Serba salah juga.Tapi yang membuat Rayden heran, Aurin pergi bersama mamanya. Itu aneh. Setahunya, mamanya sudah tak mengawasi Aurin lagi. “Sebentar, apa kamu tidak salah lihat? Aurin pergi dengan Mama, itu mustahil,” katanya den

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   161. Timbul Rasa

    “Demi Anda saya mempertaruhkan harga diri, tapi apa balasan Anda? Anda sangat mengecewakan saya! Entah nama Anda siapa sebenarnya, saya tidak tahu. Yang pasti, saya kecewa dengan Anda.”Aurin menumpahkan semua kekesalannya pada wanita tua itu. Dia menangis, terisak, sesenggukan juga setelahnya. Semua makian, umpatan, dan juga kecaman telah berada di ujung lidah. Tetapi, tak mampu ia utarakan pada Sari lantaran dirinya sedang hamil. Sari tampak menyesal, “Rinnnn ….”“Saya akan menyerahkan kasus ini pada Cici, Kakak saya. Terserah Anda dan suami Anda itu mah dijerat pasal apa, saya tidak mau tahu.” Aurin mengusap ingus dengan punggung tangannya. “Mulai detik ini, … saya lepas tangan pada Anda. Uang yang saya berikan pada Anda beberapa puluh juta itu … saya anggap bentuk balas budi saya pada Anda.”“Tapi—”“Selamat tinggal,” potong Aurin cepat pada ucapan Sari. Lanta, dia membalikkan badan, tak mau berlama-lama di tempat ini lagi. Melihag wajah Sari yang penuh penyesalan padanya, ia y

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   160. Bugh! Bugh!

    “Kamu tidak tahu apa-apa, Rin! Jangan bicara sembarangan! Kamu Aurin, anakku!”Aurin berdiri. Dia menggeser tempat duduknya mundur ke belakang. Lalu dia mengangkat telapak tangannya dengan cepat dan ….Plak!Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri dari. Suaranya terdengar begitu menyakitkan, seolah-olah mewakili seluruh kekecewaan, amarah, dan juga rasa sakit hati yang selama ini terpendam puluhan tahun di hati Aurin.Aurin masih speechless. Bagaimana bisa wanita yang ia panggil dengan sebutan ‘ibu’ itu tega merenggut masa kecilnya, menjual kebahagiaannya dan membohonginya selama ini? “Saya tidak menyangka Anda setega itu!” Suara Aurin keluar lirih, bergetar, terdengar seperti sedang menahan tangis dan emosi. “Anda bukanlah ibu saya!”Sari tidak terima. Pipinya yang panas ia abaikan, dia menjerit terkejut saat rahasianya terbongkar. “Kamu anakku, Rin! Apa yang kamu katakan ini?!”“Saya bukan Aurin Anda. Saya K

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   9. Datanglah Ke Kamarku

    “Sssssh. Bagaimana ini?” Seketika, rasa panik menyerang Aurin. Ia terpaku menatap cairan hangat berwarna putih kemerahan kental yang mengalir di paha dalamnya dengan perasaan takut membuncah. Benaknya pun langsung dipenuhi dengan pikiran buruk. Bagaimana jika benih R

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   8. Gerakkan Pinggulmu, Sayang

    “Mengapa tubuhku berkhianat?” Mulanya, Aurin menolak. Tapi lama kelamaan, mengalami tubuhnya semakin menginginkan? Pada saat yang sama, keduanya dilingkupi kabut gairah yang terasa makin tebal di ruangan itu. Rayden membalikkan posisi Aurin menjadi di atas. Dengan napas yang memburu di ceruk

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   24. Malam Panas Hingga Lemas

    Aurin menahan nafas dengan tangan gemetar saat memegang gagang pintu dengan gerakan yang sangat lambat. Ia hanya ingin segera keluar dari kamar yang masih kental dengan aroma gairah dan dosa itu sebelum Rayden terbangun. Namun, baru saja pintu kamar itu sedikit terbuka dan celah cahaya dari kori

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   23. Memelukmu Sampai Pagi

    “Ahhh …. Jangan hanya diam dan menatapku seolah aku ini monster,” bisik Rayden. Jari jemarinya yang kasar membelai paha Aurin dan memberikan tekanan yang menuntut. “Tunjukkan padaku betapa kamu menginginkanku. Kendalikan aku sesuka hatimu atau kamu akan menyesali hukuman yang kuberikan nanti ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status