Share

170. Aneh

Author: OTHOR CENTIL
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-04 08:46:24
“Itu Tuan Rayden pulang!”

Aurin menatap lagi pada gerbang rumah yang terbuka secara otomatis itu. Di sana dia melihat mobil tuannya perlahan masuk.

Dia membungkuk bersama Jack, memberikan salam hormat pada pria itu.

Tak lama kemudian, Jack berujar pelan padanya, “Sebaiknya kamu serahkan sendiri surat panggilan ini padanya.”

Tanpa basa-basi, Jack mengembalikan amplop coklat persegi panjang itu ke tangan Aurin.

Gerakan Jack terlalu cepat, sehingga Aurin tidak bisa menolaknya.

“Ck! Ko
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   387. Delusi

    Ngomong-ngomong soal Dea, Rayden juga baru teringat kembali pada sosok mantan istrinya itu. Sudah sekian lama ia meminta anak buahnya untuk tidak mengabarkan apa pun tentang Dea, sebab selama beberapa bulan terakhir ini seluruh fokus dan dunianya hanya tercurah pada kehamilan risiko tinggi Aurin serta kelahiran darurat Triplets.Begitu ia kembali ke Indonesia untuk mengurus legalitas pernikahan mereka di kantor catatan sipil, Rayden langsung menepati janjinya pada Aurin. Sebelum melepaskan wanita itu sepenuhnya, ia memutuskan untuk segera mengunjungi Dea di tempat pengasingan rahasia tersebut bersama anak buahnya.Namun di sana, sebuah pemandangan menyedihkan justru menyambutnya.Lebih dari tiga bulan tidak mendengar kabar sama sekali tentang Dea, Rayden benar-benar dikejutkan dengan keadaan wanita itu yang jauh lebih memprihatinkan daripada sebelumnya. Tubuhnya agak kurus, sorot matanya kosong dan tidak lagi menyiratkan kewarasan.Begitu pintu berderit terbuka, Dea yang menyadari k

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   386. Bebaskan Dia

    “Membunuhnya?” Rayden terkekeh canggung. “Jangan bercanda, saya bukan pria kejam.” “Iya, bukan pria kejam, memang bukan,” sindir Aurin sarkastik. Ia memutar bola mata malas, ingatan masa lalu mendadak berputar otomatis di kepalanya. Aurin masih ingat betul bagaimana mengerikannya Rayden saat amarahnya tersulut dulu. Pria yang sekarang sedang menimang bayi dengan begitu telaten ini, dulunya adalah sosok berdarah dingin yang nyaris menembak kepalanya begitu tahu dirinya telah dijebak. Kilat mata yang mematikan dan moncong pistol yang terasa dingin di kulitnya waktu itu bukanlah sebuah lelucon. Jadi, predikat ‘bukan pria kejam’ rasanya sangat tidak cocok disematkan pada seorang Rayden. Rayden, yang mendengar sindiran itu hanya berdehem pelan, mengusap tengkuknya yang tiba-tiba terasa agak kaku. Ia tahu betul arah sindiran istrinya. “Untuk kekejaman saya di ma

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   385. Apa Kamu Membunuhnya?

    “Saya hari ini pulang untuk mengurus dokumen pernikahan.” Aurin, yang saat itu tengah menyusui Nora, menoleh pada suaminya. “Bukankah kita akan menikah dua bulan lagi, ya? Apa harus mengurusnya secepat ini?” “Harus. Kita hanya menikah sebatas agama saja, untuk mengesahkannya saya harus mengurus itu. Karena jika tidak diurus, bagaimana Triplets mendapatkan dokumen nanti?” Rayden ikut duduk di samping Aurin. Ia memperhatikan putrinya yang terlihat semakin gemuk dari hari ke hari. “Anak-anak harus mendapatkan dokumen sah agar status mereka di mata hukum jelas. Akta kelahiran, kartu keluarga, semuanya harus beres sebelum mereka keluar dari rumah sakit ini.” Rayden mengulurkan telunjuknya, membiarkan jemari mungil Nora yang bebas refleks menggenggamnya dengan erat. Sentuhan kecil itu selalu berhasil menggelitik sisi protektif di dalam dadanya. “Saya tidak mau admini

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   384. Saran ‘Enak’

    “Iya. Lidah mereka kasar sekali,” rintih Aurin sembari meringis menahan perih, tangannya refleks mencengkeram lengan sofa. “Perih rasanya.” “Kasar?” Rayden melangkah mendekat, keningnya berkerut heran. “Apa tidak selembut lidahku saat menghisap dadamu?” Spontan, Aurin lmendelik tajam mendengar celotehan Rayden yang sama sekali tidak penting itu. Wajahnya seketika memerah, antara menahan perih dan malu yang bercampur aduk. “Ini suasana rumah sakit! Jangan bicara sembarangan!” bisiknya setengah mendesis, melirik cemas ke arah pintu kalau-kalau ada suster yang tiba-tiba masuk dan mendengar percakapan konyol mereka. “Saya bertanya serius. Apa salahnya? Bukankah biasanya kamu keenakan saat saya menghisap dada kamu?” sahut Rayden dengan wajah datar tanpa dosa, seolah kalimat tabu itu hanyalah pertanyaan bisnis biasa. “Salah! Pertanyaanmu tidak berfaedah! Jangan membahas hisap-menghisap di

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   383. Hisapan Pertama

    Waktu berjalan begitu cepat di lingkungan rumah sakit yang serba steril. Selama empat belas hari itu pula, rutinitas Rayden dan Aurin sepenuhnya tersedot di ruang NICU. Perjuangan mengantar stok ASI setiap beberapa jam sekali, melakukan metode kanguru, dan doa-doa yang tak putus mereka panjatkan akhirnya membuahkan hasil yang manis.Pagi itu, dokter spesialis anak yang menangani Triplets datang menghampiri Rayden dan Aurin yang sedang berdiri di depan inkubator ruang NICU. Dokter tersebut membawa selembar papan rekam medis dengan senyum cerah yang terulas di wajahnya, lalu mulai menjelaskan perkembangan ketiga bayi kembar mereka.“Tuan, Nyonya, kondisi Triplets jauh lebih baik. Berat badan mereka sekarang sudah naik masing-masing 400 gram. Detak jantung dan tekanan darah juga sudah stabil. Kalau mereka bisa bernapas tanpa ventilator, besok siang kami sudah bisa melepas seluruh peralatan medis ini dari tubuh mereka.”“Benarkah, Dok?” Rayden bertanya demikian hanya untuk memastikan. I

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   382. Tiga Anak Cukup

    “Yakin hanya mau tiga anak?” tanya Aurin dengan nada setengah menggoda, meskipun guratan lelah masih tercetak jelas di wajah cantiknya.“Melihat perjuanganmu seberat ini, saya yakin hanya mereka saja.” Rayden menimpali tanpa keraguan sedikit pun.Matanya menatap lekat ke arah Aurin, menyampaikan seluruh rasa bersalah sekaligus kagum yang membuncah di dadanya sejak kemarin. “Bagi saya, melihat kamu bertaruh nyawa di ruang operasi sudah lebih dari cukup untuk membuat jantung saya berhenti berdetak. Tiga malaikat kecil yang kini hadir di antara kita sudah sangat melengkapi hidup saya. Saya tidak akan sanggup jika harus melihat kamu melewati proses kritis itu sekali lagi.”“Terima kasih, Rayden.” Aurin ikut tersenyum tipis. Benar, mengandung dan melahirkan taruhannya adalah nyawa. Tiga anak ini baginya juga sudah lebih dari cukup, mengingat bagaimana ia harus berjuang melewati masa-masa kehamilan yang berat hingga operasi caesar yang menegangkan demi menyelamatkan nyawa si kembar tiga.

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   8. Gerakkan Pinggulmu, Sayang

    “Mengapa tubuhku berkhianat?” Mulanya, Aurin menolak. Tapi lama kelamaan, mengalami tubuhnya semakin menginginkan? Pada saat yang sama, keduanya dilingkupi kabut gairah yang terasa makin tebal di ruangan itu. Rayden membalikkan posisi Aurin menjadi di atas. Dengan napas yang memburu di ceruk

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   24. Malam Panas Hingga Lemas

    Aurin menahan nafas dengan tangan gemetar saat memegang gagang pintu dengan gerakan yang sangat lambat. Ia hanya ingin segera keluar dari kamar yang masih kental dengan aroma gairah dan dosa itu sebelum Rayden terbangun. Namun, baru saja pintu kamar itu sedikit terbuka dan celah cahaya dari kori

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   9. Datanglah Ke Kamarku

    “Sssssh. Bagaimana ini?” Seketika, rasa panik menyerang Aurin. Ia terpaku menatap cairan hangat berwarna putih kemerahan kental yang mengalir di paha dalamnya dengan perasaan takut membuncah. Benaknya pun langsung dipenuhi dengan pikiran buruk. Bagaimana jika benih R

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   16. Aroma Familiar

    “Apa itu artinya ... kamu tidak mencintaiku lagi dan memilih merelakanku untuk wanita lain?”Rayden terpaku. Ketegangan di antara mereka benar-benar terasa menyesakkan dada. Satu pemikiran pahit menyelinap dalam benak, membuatnya melontarkan pertanyaan yang paling ia takuti itu.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status