Share

198. Teror

Author: OTHOR CENTIL
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-09 14:59:39

“Aaaaaa! Siapa yang melakukan ini?”

Sebuah pekikan nyaring memecah kesunyian malam. Rayden, yang memang pura-pura tidur, kali ini juga pura-pura tersentak.

“Ada apa?” tanyanya basa-basi pada Dea.

Padahal sejak tadi, Rayden sama sekali belum memejamkan mata. Dalam diam, ia selalu memperhatikan gerak-gerik istrinya itu.

Kegelisahan yang tak mampu disembunyikan oleh Dea, tatapan gelisahnya, hingga langkah pelannya saat keluar dari kam
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   209. Tergolek Lemas 21+

    “Dea! Buka pintunya!”Rayden menggedor pintu berulang-ulang. Nadanya memang terdengar mendesak, namun yang ia lakukan justru jauh dari kata khawatir sungguhan. Pria itu hanya bersandar pada samping kusen pintu kamar mandi. Satu tangannya mengetuk-ngetuk pintu dengan keras, seolah terburu-buru. Padahal, Rayden hanya sedang berakting. Dia berusaha menunjukkan kesan prihatin dan cemas pada wanita yang ada di dalam sana.Di balik topeng itu, batinnya justru terkikik kegirangan. Akhirnya, ia bisa membalaskan rasa kesalnya satu persatu pada Dea. Dan rasa mulas dari obat pencahar itu, hanyalah permulaan yang manis.Mendengar tidak ada sahutan dari dalam, Rayden memilih kembali menggedor untuk memastikan apakah Dea sudah parah atau belum.“Dea! Dea, kamu dengar aku? Kenapa pintunya dikunci?” Suara Rayden terdengar keras, sengaja dibuat bergetar seolah ia panik. Tak lupa ia juga menekan handle pintu ke bawah secara berulang-ul

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   208. Lebih Liar, Lebih Ganas 21+

    “Ah …” Rayden berdecak. “Mengapa kamu terburu-buru?” Ia hampir saja membentak saat Dea tiba-tiba menubruknya dari belakang. Kedua tangan wanita itu mulai menggerayangi selangkangannya. Ekspresi Dea bahkan sudah lebih baik dari pada ketakutannya kemarin. Bahkan, Dea juga menyelipkan telapak tangan ke dalam celana bahan panjang yang ia kenakan, lalu meraih dua biji rambutannya yang berharga. Yang ditanyai justru terkikik geli. Jemari Dea terus mengocok dan menguyel-uyel kejantanan suaminya dengan nakal, gemas. “Nafsu ibu hamil ‘kan memang tinggi. Jadi, wajar saja kalau aku begini,” ucapnya manja. Rayden mengetatkan rahang. Otot-otot di lehernya ikut menegang kaku. Ia kesal, mood-nya bahkan hancur lebur, dan tak ada sedikit pun hasrat yang ada di hatinya. Tapi anehnya, tubuhnya merespons lain. Saat ia terus menerus dipancing dan disentuh sepert

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   207. Sampai Puas dan Lemas

    “Aku mau makan di luar saja, Yang.”“Tapi, bukannya kamu sedang diteror? Apa tidak masalah?”“Aku bosan makan di sini,” dengkus Dea. “Lagi pula, ada banyak pengawal yang bisa menjamin keselamatan kita, ‘kan? Ayolah, kita ke taman kota.”Dea berucap santai, seolah apa yang dia inginkan akan dipenuhi oleh suaminya. “Aku lihat, tempatnya jauh lebih bagus daripada yang dulu. Jadi, ayo makan di sana sekalian nostalgia.”Rayden menahan gejolak amarah di dalam dadanya saat mendengar permintaan aneh itu. Tangannya mengepal kuat di samping tubuh, marah, emosi mulai memuncak tetapi ia tidak boleh melampiaskannya detik itu juga. Bagaimana bisa ia tidak marah dan geram? Mereka baru saja sampai di restoran seafood yang buka 24 jam. Akan tetapi, Dea justru bersikap seenaknya sendiri dan banyak mau. Terlebih lagi, taman kota mana yang buka di jam-jam seperti ini? Rayden mencoba membujuk. Ia berusaha membawa Dea masuk ke dalam restoran ini aga

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   206. Menemanimu Tidur

    “Tidurlah, kamu butuh istirahat yang cukup. Saya akan menemani kamu.”“Tidak usah!” pekik Aurin spontanitas. Ditemani tidur oleh majikannya … rasanya aneh sekali.Rayden sebenarnya hanya basa basi saja. “Jangan kemana-mana, tetaplah di ranjang. Kalau butuh sesuatu, hubungi Rega.”Mengangguk, Aurin menuruti permintaan Rayden. Ia mengamati setiap bentuk perhatian pria itu. Membawanya ke ranjang saat ia pingsan tadi, memanggilkan dokter, hingga menutupi tubuhnya dengan selimut sebatas dada.Saat Rayden berdiri di samping ranjang, ia menatap Aurin sekali lagi. “Kamu … sudah menyimpan nomor Rega?”“S-sudah, Tuan. Sudah,” jawab Aurin tergagu. Ia memegangi ujung selimut erat sekali saat tatapan matanya bertemu dengan pria itu. Ia benar-benar canggung.Rayden pun sama. Ia merasa suasana sangat kaku. Maka dari itu, ia ingin mengakhiri pertemuan ini. Apalagi, ia merasa Aurin masih tertekan. Hal itu tidak akan ia biarkan, mengingat efeknya

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   205. Tetaplah Di Sampingku

    “B-bagaimana kondisi bayiku saat aku terjatuh tadi, Tuan? Tolong jelaskan padaku, apa mereka baik-baik saja?”Baru juga sadar, Aurin langsung memekik panik. Bersamaan dengan air mata yang mengalir deras, telapak tangannya langsung menggenggam perut, ia berusaha mengecek gerakan bayinya; apakah anak itu selamat atau tidak?Rayden menjawab pelan, suaranya terdengar lembut. “Bayi kita sehat, kamu tenang saja.”Aurin terkesiap. “B-bayi kita?” ujarnya pelan.Pikirannya berputar. Mengapa pria ini menyebut ‘bayi kita’? Apakah pernyataan itu bentuk penerimaan atau justru kesalahan dalam berbicara? Menyadari wanita itu menatapnya heran, Rayden langsung meralatnya. “Maksud saya, bayi itu baik-baik saja. Dokter sudah memeriksanya, beruntung kamu tidak jadi jatuh ke lantai langsung.”“Ya Tuhan, syukurlah.” Aurin mengusap perutnya lembut, ia bergumam lirih dan menampilkan wajah bahagia. “Kalian selamat. Maafkan Mama yang ceroboh tadi. Lain

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   204. Mereka Bayi Kita

    “Oh hell …. Apa yang kamu lakukan di sini, Dokter Darrel McKenzie?” Sebelum menekan handle pintu ke bawah, Rayden mengintip melalui lubang intip yang ada di daun pintu. Namun saat Rayden memicingkan mata untuk melihat dengan jelas siapa yang datang kala itu, tubuhnya seketika membeku, kaku.Itu Dokter Ken!Tanpa banyak kata, Rayden langsung membuka pintu, melayangkan konfrontasi pada Ken. Agar Dea tak melihatnya, Rayden segera menyeret sosok yang ia kenal itu untuk masuk ke dalam kamar Aurin. Di belakangnya, Rega ikut masuk. Di dekat pintu, Rayden mencecar pria berkemeja coklat gelap itu dengan tatapan sinis. Tangannya bersendekap di depan dada, wajahnya mendongak angkuh.Kedatangan Ken di sini cukup mencurigakan, mengusik ketenangan. Apalagi yang Rayden tahu, Ken adalah sahabat baik Dea.Benak mulai menduga, saat beberapa kali periksa, Dea pasti telah membayar Ken untuk tutup mulut. Lalu, Ken juga

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   13. Tuntutan

    Langkah Aurin mendadak tertahan di ambang pintu. Di hadapannya, berdiri Rita Wisesa—ibunya Rayden. Meski belum pernah bertemu Rita sebelumnya, tapi Aurin pernah melihat sosok wanita ini ada di foto dekat ruang keluarga. Ia pun menebak demikian.“Mengapa wajahmu merah?” tanya wanita itu s

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   9. Datanglah Ke Kamarku

    “Sssssh. Bagaimana ini?” Seketika, rasa panik menyerang Aurin. Ia terpaku menatap cairan hangat berwarna putih kemerahan kental yang mengalir di paha dalamnya dengan perasaan takut membuncah. Benaknya pun langsung dipenuhi dengan pikiran buruk. Bagaimana jika benih R

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   8. Gerakkan Pinggulmu, Sayang

    “Mengapa tubuhku berkhianat?” Mulanya, Aurin menolak. Tapi lama kelamaan, mengalami tubuhnya semakin menginginkan? Pada saat yang sama, keduanya dilingkupi kabut gairah yang terasa makin tebal di ruangan itu. Rayden membalikkan posisi Aurin menjadi di atas. Dengan napas yang memburu di ceruk

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   24. Malam Panas Hingga Lemas

    Aurin menahan nafas dengan tangan gemetar saat memegang gagang pintu dengan gerakan yang sangat lambat. Ia hanya ingin segera keluar dari kamar yang masih kental dengan aroma gairah dan dosa itu sebelum Rayden terbangun. Namun, baru saja pintu kamar itu sedikit terbuka dan celah cahaya dari kori

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status