LOGINAfter having success in his own career, Ronald Madrigal's next goal is revenge. Revenge for whoever brutally killed his beloved father. And he knows that whoever killed his father is not an ordinary human being. It is something else, something mysterious and dangerous. And he has someone in his mind. A woman he once adore from the past. Cristine Lumiere is not an ordinary human being. She belongs to a pack. She spend almost her life in serving the alpha of her pack, she loved that alpha that she will do anything just to protect him. But after finding out that the alpha has another mate she felt useless. Because of some circumstances she needed to guard that alpha's mate and that's when she met a guy, a nerdy guy named Ronald Madrigal. As fate slowly pulls them to each other, can they find love in between? Or they'll find each other as enemy? What if fate controls them and gave them bond that everyone can't avoid? Would Ronald still hate her when he knows that he is mated to her?
View MoreIni sudah hari ketiga sejak ia terbangun di atas ranjang sebuah rumah sakit pinggiran kota yang berbau karbol menyengat.
Bagi Scarlett Voss, yang kini menempati raga asing ini, kesempatan kedua untuk kembali menghirup napas adalah keajaiban besar. Ia tidak peduli siapa pemilik tubuh ini sebelumnya, atau seberapa tragis penderitaan wanita bernama Evelyn Ashford, tubuh yang ia tempati ini, hingga jiwanya menyerah pada takdir.
Fokus utamanya saat ini sangat sederhana: ia akan bertahan hidup, merawat raga baru ini, dan tidak akan membiarkan siapa pun menginjak-injak harga dirinya lagi.
Perlahan, ia menegakkan punggungnya yang kaku. Tubuh ini masih terasa sangat ringkih dan rahimnya terkadang masih menyisakan rasa nyeri pasca melahirkan beberapa hari lalu. Ia melangkah dengan hati-hati menuju jendela, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel tipis murahan. Tatapannya sedingin es menembus kaca, mengamati pemandangan kota asing yang kini menjadi panggung baru bagi kelanjutan hidupnya. Kota metropolitan yang sibuk ini bukan lagi milik Evelyn si gadis naif yang hanya bisa meratap.
Yang tersisa di kamar ini sekarang hanyalah satu jiwa baru yang tangguh.
Tok. Tok. Tok.
Suara ketukan pintu yang teratur memecah keheningan. Mendengar itu, sudut bibirnya yang pucat membentuk seulas senyuman tipis penuh ejekan. Tiga kali ketukan dengan jeda yang sama persis. Sungguh sebuah simetris yang mekanis dan memuakkan.
"Ayah dan Ibu datang. Evelyn, kau di dalam?" Itu adalah suara Vanessa, saudari angkat dari pemilik tubuh ini.
Ia tidak lantas menoleh. Selama tiga hari mengunci diri, dia sudah mempelajari banyak hal dari sisa-sisa ingatan raga ini. Evelyn yang lama selalu menganggap kebiasaan mengetuk pintu tiga kali di depan umum itu sebagai tindakan yang manis dan sopan. Tapi baginya yang terbiasa membaca intensi busuk manusia, ketukan itu justru pertanda dari seorang sosiopat yang terlalu terobsesi dengan pencitraaan diri di depan publik.
Pintu terbuka. Ia membalikkan tubuhnya dengan sangat lambat ketika Edward dan Sophia Ashford melangkah masuk, diikuti oleh Vanessa yang berjalan anggun di belakang mereka. Wajah sepasang orang tua kandung Evelyn itu terlihat begitu rumit—ada campuran antara gengsi yang terluka, rasa malu, dan rasa jengah. Dari jarak sedekat ini, ia tidak melihat ada secuil pun rasa bersalah atau kekhawatiran tulus. Sepasang suami istri terpandang itu seolah-olah sedang mencari cara paling bersih untuk membuang sebuah 'sampah' tanpa mencoreng nama baik keluarga.
Edward Ashford berdehem pelan. "Evelyn."
Wanita di dekat jendela itu tidak menyahut, hanya menatap dengan pandangan datar yang tidak terbaca.
"Kami sudah menyiapkan sebuah rumah yang layak di kota Green Hollow untukmu," lanjut Edward dengan nada suara bariton yang memerintah.
'Langsung pada intinya, huh? Dia bahkan tidak basa-basi menanyakan apakah tubuh putrinya masih sakit?' Ia hampir saja tertawa lepas di dalam hatinya. Sungguh luar biasa dinginnya keluarga kandung ini.
Sophia Ashford maju selangkah, jemarinya menggenggam erat tali tas Hermes kulit buaya miliknya, seolah takut atmosfer kamar rumah sakit yang kumuh ini akan mengotori barang mewahnya. "Udara di sana bagus untuk proses pemulihan fisikmu, Evelyn. Kami janji akan mengirimkan sejumlah uang ke rekening pribadimu setiap bulan, jadi kau tidak perlu khawatir."
Ia masih bergeming, hanya ingin melihat sejauh mana sandiwara memuakkan ini akan terus bergulir.Melihat sasarannya hanya diam, Vanessa segera mengambil alih panggung. Wanita muda itu menundukkan wajahnya, meremas ujung blusnya dengan ekspresi penuh kesedihan palsu. "Kak… tolong jangan salah paham. Ayah dan Ibu melakukan ini karena takut kalau pihak media di ibu kota akan terus mengejarmu dan mencari tahu lebih dalam tentang kejadian malam kelam itu..."Ia menatap lurus ke arah Vanessa, memindai setiap guratan palsu di wajah sang adik angkat. Berdasarkan pecahan ingatan raga ini, Evelyn Ashford memang sedang menjadi pusat perhatian di kalangan elite. Tapi sayangnya, dia terkenal sebagai wanita murahan yang cacat moral—seorang jalang yang melahirkan anak haram tanpa pernah tahu siapa identitas pria yang menidurinya malam itu. Sebuah rencana penjebakan yang disusun dengan sangat rapi dan kejam oleh Vanessa.Ia mengalihkan pandangannya kembali ke arah Edward, mengabaikan total air mata buaya Vanessa. "Lalu, setelah itu apa?"Edward mengernyitkan dahi, merasa tidak nyaman dengan respons dingin putrinya. Biasanya, Evelyn akan langsung menangis bersimpuh memohon agar tidak dibuang. "Lalu apa maksudmu?""Bukankah kalian sudah merencanakan pengusiran berkedok pemulihan ini sejak dua hari yang lalu?" tanyanya dengan nada suara yang teramat santai.Sophia tampak terkesiap, merasa tersinggung mendengar kelancangan tersebut. "Evelyn… kau berani marah pada kami atas keputusan terbaik ini?"Ia mengangkat satu alisnya tinggi-tinggi. “Marah? Tidak sama sekali—aku hanya tidak peduli dengan apa pun yang ingin kalian lakukan padaku.”Vanessa membelalakkan matanya, sementara Edward dan Sophia menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Mereka seolah-olah sedang melihat sesosok orang asing kejam yang sedang memakai kulit anak mereka."Dengar baik-baik, Tuan dan Nyonya Ashford." Ia melangkah dengan keanggunan alami lalu menyandarkan tubuh ringkihnya ke punggung kursi kayu. Caranya duduk dan melipat kaki memancarkan aura otoritas yang sangat masif dan dominan. "Aku tidak menginginkan rumah yang kalian tawarkan, aku tidak butuh uang receh bulanan kalian, dan aku juga sama sekali tidak sudi menerima belas kasihan busuk dari tempat ini."Suaranya tidak meninggi, namun getaran dingin di setiap untaian katanya sanggup membuat ruangan rawat itu seketika sunyi senyap dan mencekam.Vanessa diam-diam menelan ludahnya dengan susah payah, merasakan intuisi liciknya membunyikan alarm bahaya. Sifat penakut dan tatapan mata Evelyn yang selalu memohon ampunan telah menguap tanpa bekas. Wanita di hadapannya saat ini benar-benar makhluk yang berbeda.Sementara itu, ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Di dalam labirin kepalanya yang rumit, sebuah memori lama berupa barisan nomor rahasia mencuat ke permukaan dengan jelas. Dua belas digit angka acak yang terenkripsi menuju rekening offshore pribadinya yang menampung kekayaan tanpa batas dari kehidupannya yang dulu. Aset raksasa yang tidak akan pernah bisa dilacak oleh siapa pun.Perlahan, sudut bibirnya terangkat membentuk seulas seringai kemenangan yang tipis namun mematikan. Dengan modal finansial luar biasa besar ini, ia akan membangun kerajaannya sendiri dari nol.Edward Ashford yang merasa otoritasnya diinjak-injak ingin sekali memaki, namun ego bisnisnya segera menahan kalimat itu di tenggorokan. Setelah dipikir menggunakan logika keuntungan, tidak ada ruginya mengabulkan permintaan ini. Sangat menguntungkan bagi reputasi perusahaannya jika mereka memutus semua hubungan darah dengan Evelyn saat ini juga agar aib keluarga terkubur selamanya.Edward tidak tahu, bahwa keputusan hari ini adalah awal dari penyesalan terbesar yang akan menghancurkan hidupnya di masa depan.EPILOGUERonald MadrigalEverything is normal. I have a good life. I grew up without a mother, but I am still contented with my father who devotes himself in his work and for being my father. That’s why I grew up admiring my father. I looked up to him so much that everything he does means so much to me.“Ronald…” my father called me one fine afternoon. I just went out of my room, just finished the new science book that my father bought me yesterday.“What?” I asked and come to him. He was sitting on our couch in the living room while holding a newspaper.“What are you doing in your room?” he asked. My brows furrowed.“I just finished reading the book that you bought me yesterday,” I said. He sighed heavily. Like it’s been his problem all along.“That’s why I don’t want to buy you books. You always lock y
CHAPTER 90We had a great time together. Chairman always understand everything. He always does but sometimes he makes a decision recklessly but, in the end, he always realized his fault and fix everything. That’s why I like him as a boss. He’ll be discharge by tomorrow and will go back to his office.I don’t know if he already talks with Hendrick, but I know Hendrick will also understand his father. I told Chairman that I’ll just do something outside. He just nodded before I left him there. I smirked and was about to enter the elevator to go to Ronald’s office when Rael and Gray appear in front of me. They are breathing heavily like there’s a big problem we are facing.“What the hell is happening?!” I asked a bit worried.“Let’s go outside first, Cristine,” Rael said whimpering. My brows furrowed as my heart beating fast. What is it this time? We went outside.“No
CHAPTER 89I watched Ronald as he sleeps peacefully. We had a rough night and I know he’s still tired. I can’t help but to hide my smile while watching him sleep like this. I feel like we’re free from everything. I feel like we’re the only people here in this world. I thought that I still could stop my feelings to fell so deeply but unknowingly I am drowning slowly.I stared at him the whole morning until he wakes up. He smiled at me and kissed the side of my lips. My heart softened at that move. Damn it!“How long did you stare at me?” he asked huskily. My cheeks flushed but remained staring at him. “I wasn’t staring at you. I just wake up too,” I lied. He looked at me suspiciously while I try so hard not to get caught.“I know when you’re lying, Cristine…” he chuckled and snaked his arms around my naked waist. He pulled me closer to him. The little distance we h
CHAPTER 88A moan escapes my lips as he started to kiss my jaw down to my neck. I can feel the electricity flowing in me. I feel so hot and burning. His tongue grazed my skin as his other hand slowly reached my bottom and lifted me up to make my legs snaked at his waist. I moaned louder when his hands successfully unhooked my bra. He let it fall on the ground as his mouth quickly encircled around my peak. My body arched as a new whirl of pleasure boiled in me.I feel like all parts of my body is on fire. And he’s the flame that controlling that fire and causes my body to burn. I moaned helplessly when he started to lick and sucked my nipple while his other hand is now starting to travel down on my wetness. Damn it! I am too far crazy to even stop him. Damn! I don’t even want to stop him.I want him to continuously touch me. I want him to kiss and touch me like there’re no tomorrow. He pushed me more to lean behind the wall the mom
CHAPTER 67I was looking at the bright moon while sitting here above the tree. My chest feels so heavy and even though I am trying so hard to forget everything I still can’t.Still, even though it hurts I know that this is the right thing to do. This is the right thing and right
CHAPTER 65Ronald decided to take a walk around the shore. Our hands are intertwined together while our feet are buried in the sand as we step. The waves on the shore are hitting our feet while the wind is blowing the strand of my hair. The sun is covered by clouds, and it&rsqu
CHAPTER 64I woke up feeling sore all over my body. A bright rays of the sun reached my eyes as I tried to open it and when I tried to get up I winced when I felt the pain between my thighs. My cheeks flushed as I remember what happened last night. Last night…was…
CHAPTER 63SPG!My moans are synchronizing with the waves on the shore. The crickets in the forest are like our melody as our lips moved against each other. The winds are cold, but I can’t feel it because of Ronald’s warmth which embracing my nudity. The moon is full and s
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews