Share

5

Lelia terus bersenandung lagu Sakura anata ni daette yokatta sampai selesai dan lampu hijau teiba menjadi merah. Leila memberhentikan mobilnya sambil menunggu menjadi warna lampu menjadi hijau, tetiba nada dering lagu Sakura anata ni daette yokatta berbunyi. Kedua orang di dalam mobil mencari ponsel masing-masing.

Jack melihat ponselnya berlayar hitam dan matanya melirik ke arah Leila yang sedang menjawab panggilan seseorang dengan sebutan Mommy.

“Apakah orang itu ibunya?” batin Jack yang tetiba ingin tahu. Karena dari cara pembicaraan Leila dengan orang di balik ponsel sangat dekat dan selain itu, ia melihat Leila menghela nafas panjang berapa kali. Entah apa yang di bicarakan orang di balik ponsel tersebut.

“Baik Mom, ini sudah otw. Aku lagi terjebak di lampu merah dan satu putaran lagi sudah sampai di lokasi Mom berada,” jelas Leila yang langsung menjalankan mobilnya sambil mengemudi dengan menjepitkan ponselnya di bahu sambil berbicara.

“Ya.. aku sudah memakai baju sesuai selera Mom, agak malu sih. Karena ini first time pakai baju seperti ini,” lanjut Leila dengan perkataannya dan wanita di balik ponsel hanya tertawa garing. Kemudian mematikan ponselnya.

Leila mengambil ponselnya dan meletakkan di atas paha, lalu memutar mobilnya ke arah kiri dan memasuki ruangan pakiran mobil di bagian paling atas karena merupakan tempat yang akan ia tuju.

“Sudah sampai,” ucap Leila melihat ke arah Jack yang sedari menatapnya tanpa tidak berkedip mata.

“Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Leila menyentuh wajahnya.

“Tidak, aku hanya kaget melihat keahlian mu mengemudi mobil sampai pakiran atas. Biasanya kebanyakkan wanita tidak mau melakukannya,” dusta Jack.

“Ya, kau benar. Kebanyakkan para wanita tidak mau melakukannya dan aku harap anda tidak terlambat meeting,” balas Leila yang membuka pintu mobil. Kemudian Jack langsung keluar bersamaan dengan Leila.

“Terima kasih,” balas Jack dengan senyuman tipis. Karena ia salah menilai wanita itu untuk pertama kali dalam selera berpakaian.

“Ya,” balas Leila singkat.

Leila melangkah ke arah lift dan menekan tombol lift, lalu berjalan masuk ke dalam dan di ikuti oleh Jack dari belakang. Kedua orang sama-sama menekan angka tujuh dan Leila hanya tertawa pelan.

Ujung mata Jack masih mengawasi Leila. Ia menilai wanita di sampingnya dari atas hingga bawah. Memang tidak ada yang salah dengan penampilannya dan entah kenapa ia merasa familiar dengan wanita di sampingnya.

“Pernah ketemu di mana?” batin Jack sambil mengingat-ingat dan ia tidak menemukan jawabannya.

Ting

Pintu lift terbuka, kedua orang berjalan keluar bersama-sama. Mata Leila mencari keberadaan Boss yang ia panggil dengan sebutan Mommy dari segala penjuru ruangan dan Jack juga demikian. Ia mencari nomor meja ibunya yang bernomor 50 sambil berjalan ke arah kiri dan Leila ke arah kanan.

Entah kebetulan atau apa, keduanya sama-sama bertemu lagi di meja yang sama. Jack maupun Leila saling menatap satu sama lain dengan tatapan terkejut. Terutama Jack yang kaget, melihat ibunya memanggil nama Leila dan di balas oleh Leila dengan mengerutu kecil.

“Mom tidak menyangka, kalian sudah saling kenal?” ucap Maria melihat ke arah Jack dan Leila bersamaan. Karena sejak awal, ia memperhatikan pintu lift yang sedari buka tutup.

“Tidak saling kenal, hanya kebetulan kenal hari ini. Jadi kebetulan juga ketemu di sini,” balas Jack dengan sikap dinginnya. Ia menarik kursi dan langsung duduk di hadapan ayahnya yang sedari tersenyum lembut memandangi kedua wanita yang masih belum duduk.

Jack mendengus kesal dalam hati, jadi ini wanita materliastik yang akan di jodohkan dengan dirinya dan kemudian jadi istri. Karena perjodohan yang tidak di inginkan oleh Jack.

“Jack. ini Leila Valentina yang Mom ceritain kemarin-kemarin,” ucap Maria yang memperkenalkan Leila kepada Jack.

“Sudah saling kenal barusan Mom,” balas Jack dengan nada dingin dan menghabiskan minuman milik sang Ayah yang di atas meja.

“Lo kok Mom baru tahu, kalian sudah saling kenal?” tanya Maria yang melihat ke arah Leila dan Jack secara bergantian.

“Kita ketemu tidak sengaja kok, dompet kami tertukar aja dan hari inni janjian ketemu untuk kembalikan dompet masing-masing. Lalu langsung ke sini,” jelas Leila dengan senyuman ramah kepada Maria yang ia anggap sebagai ibu kandung sendiri.

“Nah, karena kalian sudah saling kenal. Jadi Mom langsung ke inti pembicaraan aja,” jelas Maria yang melihat Leila dan Jack bersamaan. yang duduk berdampingan di depan matanya.

Leila dan Jack tidak bersuara, mereka sudah sibuk dengan pemikiran masing-masing. Jack memikirkan bagaimana cara menolak perjodohan ini, karena hatinya masih ada Cindy. Sedangkan Leila begitu senang, karena pria yang akan di jodohkan dengan dirinya merupakan pria yang ia cintai selama ini secara diam-diam. Seakan nasib berpihak padanya untuk bisa memiliki Jack dan menjalani kehidupan rumah tangga seperti suami istri lainnya.

Dalam hati, Leila berharap jack juga bisa mencintainya. Seperti cintanya kepada Jack selama ini yang begitu besar. Sedangkan Jack mengumpat dengan sikap Leila yang seakan mendukung perjodohan ini.

“Sepertinya kalian tidak keberatan sama sekali, jadi Mom sudah putuskan kalian akan menikah seminggu lagi. jadi mulai saling mengenal dulu,” ucap Maria dengan wajah bahagianya.

Jack yang awalnya ingin protes, menjadi tidak jadi melakukannya. Karena ini pertama kalinya ia melihat wajah ibunya begitu bahagia setelah apa yang menimpah Tomoe dulu. Yang membuat senyuman bahagia itu menghilang dari wajah ibunya selama bertahun-tahun.

Jack menutup matanya sesat, perkataan Tomoe masih tergiang-giang di benak Jack. Adik perempuannya merengang nyawa saat menikah dengan pria yang salah dan saat itu juga ibunya berusaha bunuh diri dan mencari pria bajingan itu sampai sekarang. Jack yang ikut marah, juga mencari keberadaan pria tersebut. bahkan ia membayar banyak detective untuk mencari keberadaan pria tersebut.

“Haruskah aku mengorbankan perasaan ini,” batin Jack lirih.

Sedangkan Leila langsung pindah tempat duduk, ia memeluk Maria dengan penuh kasih sambil mengusap air mata Maria yang tetiba jatuh.

“Mom, aku tidak apa-apa kok. Aku menuruti semua keinginanmu?” ucap Leila yang tidak mengerti kenapa Maria tetiba menagis terisak dalam pelukannya. padahal ia tidak menolak permintaan wanita yang masih menampakkan kecantikan tersebut.

“Mom telalu bahagia,” dusta Maria. Karena ia tetiba teringat dengan mendiang putrinya yang pergi begitu cepat.

“Sayang, jangan menaggis di saat moment bahagia. nanti Leila semakin sedih?” timpal serorang pria yang masih menampakan ketampannya di umurnya yang ke 40an. Pria itu adalah ayah Jack bernama Kyo Mikaela. Nama aslinya Kyo Himura, pria keturunan asal Jepang yang mengikuti nama keluarga sang istri.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status