Mag-log inHawa dingin yang pekat itu terasa semakin menusuk batin Long Chen. Di tengah keheningan malam, batin naganya bisa merasakan bahwa energi dingin (Yin) di lantai atas bukan sekadar penurunan suhu biasa. Ini adalah gejolak energi yang mematikan, yang sedang menggerogoti daya hidup Lin Xinyan dari dalam.
Tanpa membuang waktu, Long Chen bergerak secepat kilat. Gerakannya kini begitu ringan dan tak bersuara berkat Tubuh Fisik Naga yang baru saja dia murnikan. Hanya dalam beberapa detik, dia sudah berdiri di depan pintu kamar Lin Xinyan di lantai dua. Pintu kamar itu tidak dikunci rapat. Long Chen mendorongnya perlahan dan melangkah masuk. Suasana di dalam kamar terasa seperti berada di dalam lemari es raksasa. Uap dingin tipis bahkan terlihat melayang di udara. Di atas ranjang, Lin Xinyan tampak berbaring dengan tubuh yang meringkuk kencang. Selimut tebal yang membungkusnya sama sekali tidak membantu. Wajah cantiknya yang biasanya putih bersih kini pucat pasi bagai mayat, dengan bibir yang membiru dan gemetar hebat. "D-Dingin..." gumam Lin Xinyan lirih di tengah ketidaksadarannya. Keringat dingin yang keluar dari dahinya perlahan membeku menjadi butiran es kecil. Long Chen segera mendekat dan duduk di tepi ranjang. Dia meraih tangan kanan Lin Xinyan, menempelkan dua jarinya pada denyut nadi di pergelangan tangan sang istri. Saat bersentuhan, Long Chen merasa seolah sedang memegang sebatang es balok yang baru diambil dari puncak gunung tertinggi. Hawa dingin yang menusuk mencoba merambat masuk ke dalam jarinya, namun langsung dilumat habis oleh energi Yang (api/jantan) murni dari darah Naga di tubuh Long Chen. Mata Long Chen berkilat tajam saat ingatan warisan kuno di otaknya berputar cepat menganalisis kondisi tersebut. 'Ini bukan penyakit medis biasa! Ini adalah penyakit bawaan akibat meridian yang unik... Meridian Yin Es Teratai!' batin Long Chen tersentak. Dalam dunia kultivasi jagat raya, Meridian Yin Es Teratai adalah salah satu dari sembilan bakat spiritual tertinggi untuk kultivator wanita. Namun, di dunia fana yang miskin energi spiritual seperti bumi saat ini, bakat ini justru menjadi kutukan maut. Tanpa adanya metode kultivasi yang tepat untuk mengendalikannya, energi Yin murni di dalam tubuh wanita tersebut akan menumpuk setiap tahun. Dan setiap kali mencapai puncaknya—terutama di malam-malam tertentu—energi itu akan bergejolak liar dan membekukan organ dalam hingga bisa merenggut nyawanya sebelum usia tiga puluh tahun. "Selama tiga tahun ini... ternyata kamu menahan penderitaan sebesar ini sendirian, Xinyan," gumam Long Chen dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa bersalah sekaligus rasa sayang yang mendalam. Sekarang dia paham, sifat dingin Lin Xinyan di luar bukan hanya karena tekanan keluarga besar Lin, melainkan juga cara tubuhnya secara alami untuk meredam gejolak emosi agar energi es di tubuhnya tidak meledak. "Ah... d-dingin..." Lin Xinyan meracau lagi, kesadarannya semakin menipis karena jantungnya mulai melambat akibat suhu dingin. Long Chen tahu dia tidak bisa tinggal diam. Jika dibiarkan sampai pagi, meridian Lin Xinyan akan membeku total dan jiwanya akan lenyap. Satu-satunya cara untuk menjinakkan energi Yin ganas ini adalah dengan mengalirkan energi Yang murni milik Kaisar Naga untuk menyeimbangkannya. Long Chen menarik napas dalam-dalam. Dia menyusupkan tangannya ke belakang punggung Lin Xinyan, mengangkat tubuh rapuh istrinya ke dalam pelukannya. Dia membungkus tubuh Xinyan erat-erat. "Xinyan, tahan sebentar," bisik Long Chen lembut di telinganya. Long Chen kemudian memejamkan mata, memfokuskan pikirannya pada kitab emas di otaknya: Teknik Kultivasi Ganda Kaisar Naga. Sesuai petunjuk kitab tersebut, langkah awal untuk menolong pemilik tubuh Yin tanpa merusak kesuciannya adalah melalui penyaluran energi batin tingkat pertama: Penyelarasan Napas dan Kulit. Long Chen menempelkan telapak tangan kanannya tepat di punggung Lin Xinyan, tepat di titik meridian Tianzong. Dia mulai mengalirkan energi spiritual Naganya yang hangat dan membara secara perlahan, menyusup masuk ke dalam tubuh istrinya. Ssssshh! Begitu energi hangat Long Chen masuk, tubuh Lin Xinyan bergetar hebat. Dua energi yang bertolak belakang—api naga dan es teratai—bertemu di dalam tubuhnya, memicu pertempuran energi yang sengit. Long Chen harus sangat berhati-hati, mengendalikan aliran energinya dengan kelembutan luar biasa agar tidak melukai organ dalam Lin Xinyan yang rapuh. Perlahan tapi pasti, hawa hangat yang disalurkan Long Chen mulai mencairkan es yang menyumbat di meridian Lin Xinyan. Energi Yin yang semula bergejolak liar seperti binatang buas, perlahan-lahan mulai menjinak, terserap dan menyatu dengan energi Yang milik Long Chen, membentuk pusaran energi yang harmonis di dalam tubuh mereka berdua. "Mmm..." Sebuah lenguhan lembut keluar dari bibir Lin Xinyan. Rasa sakit dan dingin yang menyiksanya selama bertahun-tahun perlahan sirna, digantikan oleh rasa hangat yang sangat nyaman, pelukan yang begitu kokoh, dan rasa aman yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Tanpa sadar, di tengah kondisi setengah sadarnya, Lin Xinyan justru memeluk leher Long Chen dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, mencoba menyerap lebih banyak kehangatan. Merasakan pelukan erat istrinya dan aroma tubuh Lin Xinyan yang wangi seperti bunga teratai, darah muda Long Chen sempat berdesir hebat. Energi Yang Naga di tubuhnya sempat bergejolak agresif karena insting alami teknik kultivasi ganda. Namun, Long Chen dengan kuat menekan gejolak tersebut. 'Belum saatnya... Tubuh Xinyan masih terlalu lemah untuk menerima Kultivasi Ganda yang sesungguhnya. Aku harus memperkuat meridiannya secara bertahap lebih dulu,' batin Long Chen menenangkan diri. Proses penyaluran energi itu berlangsung selama hampir dua jam hingga dini hari. Seluruh lapisan es tipis di kamar itu menguap lenyap. Ketika hawa dingin di tubuh Lin Xinyan benar-benar sudah tenang dan wajahnya kembali merona kemerahan yang sehat, Long Chen perlahan menghentikan aliran energinya. Dia membaringkan kembali tubuh istrinya di atas ranjang dengan sangat lembut, lalu menarik selimut untuk membungkusnya. Lin Xinyan kini tertidur dengan sangat nyenyak, dengan senyuman tipis yang sangat manis terukir di bibirnya—sebuah pemandangan langka yang tidak pernah diperlihatkannya di depan orang lain. Long Chen berdiri, menyeka keringat di dahinya, lalu tersenyum puas. Meskipun proses ini menguras cukup banyak energi spiritualnya yang baru bangkit, hasil yang didapatnya justru luar biasa. Setelah menyerap sebagian kecil energi Yin murni dari tubuh Lin Xinyan tadi, energi Naga di dalam tubuh Long Chen justru menjadi jauh lebih solid dan padat. Long Chen melangkah keluar dari kamar istrinya dan kembali ke kamarnya sendiri dengan langkah mantap. 'Xinyan, ternyata kamu adalah Tubuh Suci Perawan Es yang tersembunyi. Pernikahan kita selama tiga tahun ini... ternyata bukanlah sebuah kebetulan semata. Tampaknya Kakek Lin sebelum meninggal sudah mengetahui rahasia ini,' batin Long Chen menatap langit-langit kamarnya dengan mata berkilat. Dia mengepalkan tangannya. "Besok adalah rapat besar Lin Group bersama Ibu Suri dan Lin Feng. Dengan tubuh fisik naga dan energi yang sudah stabil ini, mari kita lihat bagaimana mereka mencoba memainkan trik murahan mereka lagi!"Wuuussshhh—Suara desiran angin laut selatan yang hangat bertiup lembut, menggoyangkan dedaunan pohon kelapa dan melambaikan tirai sutra putih di balkon kamar utama Villa Naga Langit. Villa megah yang berdiri megah di atas tebing karang tertinggi di Teluk Jianghai itu kini menjadi tempat peraduan paling privat di seluruh jagat raya—sebuah kediaman fana yang dipasangi Formasi Penyegelan Delapan Alam, menjaga ketenangan penghuninya dari usikan dewa mana pun di Dunia Atas maupun fana.Sepuluh tahun telah berlalu sejak kehancuran Sekte Langit Jiwa dan penundukan Benua Awan Surgawi di bawah dekret absolut sang Kaisar Naga. Bagi dunia fana, sepuluh tahun adalah waktu yang cukup untuk mengubah lanskap bisnis global. Di bawah kendali mutlak Konsorsium Naga dan Grup Lin yang dipimpin oleh jalur manajemen Gao Yuan, Kota Jianghai telah berubah menjadi metropolitan paling maju dan paling aman di dunia. Tidak ada lagi Aliansi Yanjing, tidak ada lagi persaingan keluarga cabang Lin, d
SHUUUUUT— Lautan Api Naga Primordial warna emas murni perlahan meredup, meninggalkan keheningan mutlak di puncak Gunung Langit Jiwa yang kini telah berubah menjadi dataran pualam cair yang membeku menjadi kristal emas transparan. Tidak ada lagi sisa-sisa arwah kelam, tidak ada lagi deret pilar giok iblis, dan tidak ada lagi sosok Master Sekte Ji Wuya beserta aliansinya. Sekte Langit Jiwa—yang telah berdiri tegak memancarkan tirani selama puluhan ribu tahun di Benua Awan Surgawi—kini terhapus total dari peta kekuatan Dunia Atas hanya dalam satu malam. Di tengah-tengah dataran kristal emas yang memancarkan pendaran cahaya suci tersebut, Long Chen berdiri tegak. Mantel parit hitamnya berkibar anggun tertiup angin puncak gunung yang kini terasa teramat segar dan kaya akan energi spiritual murni yang baru saja dimurnikan dari sisa-sisa aura kejahatan. Lin Xinyan menyandarkan tubuh indahnya di dalam pelukan Long Chen. Sepasang mata perak
BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Ribu-ribuan anak tangga batu giok yang menanjak menuju Puncak Utama Gunung Langit Jiwa berguncang hebat di bawah pijakan kaki Long Chen dan Lin Xinyan. Awan merah pekat yang menyelimuti puncak gunung mendadak berputar membentuk pusaran darah raksasa. Bau amis darah kuno dan aroma kebusukan berabad-abad terpancar hebat, menekan atmosfer Benua Awan Surgawi hingga langit malam berubah menjadi merah kehitaman yang membakar.Di pelataran luar Aula Agung Penghakiman, Master Sekte Ji Wuya berdiri di tengah-tengah formasi bintang bersudut delapan. Delapan Master Sekte aliansi dari Ranah Jiwa Nascent (Nascent Soul) berdiri di sekelilingnya, menancapkan pedang dan pusaka spiritual mereka ke lantai batu untuk mengalirkan darah serta basis kultivasi mereka secara masif."Dengan darah sembilan sekte dan silsilah jiwa para pembantai..." Ji Wuya menyayat telapak tangan kirinya, membiarkan darah kentalnya memancur ke atas altars giok hitam di depannya. "Arwa
KRAAAK... CRACK!Patung-patung kristal es murni yang menampung raga dan jiwa tiga ratus kultivator Sekte Langit Jiwa seketika retak, lalu hancur menjadi debu es halus yang melayang kaku ditelan angin Puncak Langit. Suasana di atas Panggung Langit kini berubah menjadi sunyi senyap yang mengerikan, hanya diselingi oleh deru napas panik dari para penatua yang tersisa.Tetua Agung Duan gemetar hebat. Tongkat kepala naga hitam di genggamannya bergetar tajam, menghantam lantai pualam hingga memercikkan bunga api. Tatapannya berganti-ganti antara Lin Xinyan—wanita berbaju putih yang memancarkan dominasi es abadi—dan Long Chen, pria bergaya santai dengan mantel parit hitam yang berdiri seolah-olah seluruh benua ini hanyalah halaman belakang rumahnya."Iblis... Mereka berdua adalah iblis dari neraka purba!" jerit Penatua Zhao, wajahnya yang semula angkuh kini sepucat mayat. Dia tidak lagi memedulikan martabat sebagai penatua Ranah Inti Emas Tahap Sembilan; tubuhnya berbalik,
BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Langit di atas Benua Awan Surgawi—wilayah terdepan Dunia Kultivasi Atas—mendadak terbelah oleh ledakan pilar cahaya keemasan yang teramat dahsyat. Pilar cahaya itu tidak sekadar menembus awan, melainkan merobek Formasi Pembantai Dewa Sembilan Bintang yang dipasang oleh gabungan aliansi sekte hingga menjadi serpihan energi tak berguna.Gelombang kejut spasial tercipta dalam radius ratusan mil. Ribuan pilar batu giok yang mengapung di sekeliling Pintu Langit hancur berkeping-keping. Udara yang semula tenang kini dipenuhi oleh bau hangus energi spiritual dan ratapan kesakitan dari ratusan murid penegak hukum Sekte Langit Jiwa yang terlempar secara tragis akibat hempasan Qi Naga Primordial.Wussshhh—Saat debu spiritual dan cahaya perak perlahan memudar, dua sosok manusia melayang turun secara anggun dari balik pusaran ruang yang robek.Long Chen melayang di udara dengan mantel parit hitamnya yang berkibar perlahan. Tangan kirinya masih m
BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Dentuman guntur spasial kembali membelah malam di atas Samudra Selatan. Udara di sekeliling Kota Jianghai mendadak terasa sarat akan fluktuasi Qi yang teramat padat. Konsentrasi energi spiritual yang membuncah keluar dari retakan Pintu Langit membuat pepohonan di sepanjang pesisir pantai tumbuh meninggi dalam hitungan detik, sementara air laut memancarkan pendaran cahaya biru mikroskopis akibat terkontaminasi oleh energi Dunia Atas.Di atas landasan helipad pribadi di puncak gedung Konsorsium Naga, angin malam bertiup sangat kencang, mengibarkan mantel parit hitam milik Long Chen dan gaun sutra es putih perak yang dikenakan Lin Xinyan.Di hadapan mereka, Gao Yuan berlutut dengan satu kaki bersama seratus prajurit elit Konsorsium Naga. Wajah para pengawal setia itu dipenuhi oleh campuran rasa hormat yang mendalam dan kesedihan yang sulit disembunyikan. Mereka tahu bahwa begitu Long Chen dan Lin Xinyan melangkah menembus retakan langit malam in







