ログインKabar mengenai ditandatanganinya kontrak emas dengan Keluarga Wang menyebar seperti api di kantor pusat Lin Group. Keuntungan seratus persen yang diserahkan mutlak untuk keluarga cabang ketiga membuat seisi divisi manajemen gempar.
Di dalam ruang direksi, Lin Feng sedang duduk santai sambil menyesap kopi, menunggu laporan kegagalan Lin Xinyan. Dia sudah menyiapkan draf surat pemecatan dan pengurangan anggaran untuk keluarga cabang ketiga. Brak! Pintu ruangannya didorong kasar oleh sekretaris pribadinya. "Tuan Muda Lin! G-Gawat! Kontrak dengan Keluarga Wang... baru saja disetujui secara digital!" "Apa?!" Lin Feng langsung tersedak, kopinya tumpah membasahi kemeja mahalnya. Dia berdiri dengan mata melotot. "Bagaimana mungkin?! Wang Qiang itu harimau lapar, mana mungkin dia melepaskan Lin Xinyan begitu saja, apalagi memberikan keuntungan seratus persen?! Kamu pasti salah lihat!" "Benar, Tuan Muda! Bahkan pihak Keluarga Wang baru saja mentransfer dana kompensasi tambahan sebesar sepuluh juta yuan langsung ke rekening pribadi Nona Lin Xinyan sebagai 'hadiah kemitraan'. Ini... ini tidak masuk akal!" Wajah Lin Feng seketika berubah drastis dari merah padam menjadi pucat pasi. Sialan! Rencana yang dia susun rapi bersama Ibu Suri untuk menendang keluarga cabang ketiga justru menjadi panggung emas bagi Lin Xinyan. Sore harinya, begitu sampai di rumah, suasana di kediaman keluarga cabang ketiga berbalik 180 derajat. Su Mei, sang ibu mertua, menatap layar ponselnya yang menampilkan mutasi rekening tambahan sepuluh juta yuan milik anaknya dengan mata yang berbinar-binar. Ego dan kesombongannya langsung melesat ke langit. "Hahaha! Luar biasa! Anakku memang jenius!" seru Su Mei kegirangan, tawanya memenuhi ruang tamu. Dia melirik suaminya, Lin Shuhai, yang hanya bisa tersenyum lega. "Lihat itu, Shuhai! Anggota keluarga utama yang lain selalu menganggap kita kasta rendah. Sekarang, dengan kontrak ini, kita lihat bagaimana muka tua bangka Ibu Suri itu besok di rapat besar! Aku sudah tidak sabar melihat wajah membusuk Lin Feng!" Kebencian mendalam Su Mei pada Ibu Suri dan keluarga utama Lin seolah mendapat pasokan bahan bakar segar. Dia merasa di atas angin. Namun, di tengah kegembiraannya, mata Su Mei beralih ke arah Long Chen yang sedang berdiri tenang di dekat dapur, memegang tas kain sederhananya. Mengingat laporan Lin Xinyan bahwa Long Chen ikut masuk ke ruang pertemuan tadi, kecurigaan Su Mei mulai terusik. "Long Chen," panggil Su Mei dengan nada yang masih ketus, tapi tidak seberani biasanya. "Xinyan bilang kamu ikut masuk ke ruangan. Apa yang sebenarnya terjadi di sana? Bagaimana bisa Wang Qiang yang arogan itu tiba-tiba menjadi begitu penurut?" Lin Xinyan yang baru saja turun dari kamar setelah berganti pakaian langsung menatap Long Chen, ikut menunggu jawaban. Kejadian di hotel tadi masih terasa seperti mimpi baginya. Long Chen menatap ibu mertuanya dengan ekspresi datar yang tak terbaca. "Aku tidak melakukan apa-apa, Ibu. Begitu aku masuk, Tuan Muda Wang tiba-tiba menerima telepon dari ayahnya. Sepertinya perusahaan mereka di Kota Tianhai sedang mengalami masalah keuangan besar dan butuh suntikan dana instan dari mitra baru, jadi mereka terpaksa memberikan penawaran terbaik agar kita tidak membatalkan kerja sama." "Oh... jadi karena mereka sedang sial dan butuh uang?" Su Mei manggut-manggut, langsung memercayai kebohongan rasional itu. Rasa curiganya hilang, digantikan oleh senyum meremehkan. "Cih, kupikir karena apa. Berarti anakku Xinyan memang sedang beruntung membawa hoki besar! Dan kamu, Long Chen, kamu cuma kebetulan berdiri di sana seperti patung pembawa keberuntungan. Dasar tidak berguna, untung saja kamu tidak merusak suasana tadi!" Meskipun Su Mei memaki, Long Chen bisa merasakan bahwa ketakutan bawah sadar wanita itu terhadap auranya semalam membuatnya tidak berani bertindak terlalu jauh atau melayangkan pukulan fisik seperti biasanya. Long Chen hanya tersenyum tipis tanpa berniat membalas. Baginya, ocehan Su Mei hanyalah dengungan lalat. Lin Xinyan di sisi lain, tidak sepenuhnya percaya. Dia ingat betul bagaimana dua pengawal kekar Wang Qiang lumpuh bersimbah darah di lantai, dan bagaimana Wang Qiang berlutut gemetar di depan kaki Long Chen sebelum telepon itu terjadi. Tapi melihat suaminya ingin merahasiakannya, Lin Xinyan memilih untuk diam dan menyimpan pertanyaan itu di dalam lubuk hatinya. Tatapan matanya pada Long Chen kini tidak lagi dipenuhi es, melainkan pancaran rasa ingin tahu yang sangat dalam dan... rasa aman yang hangat. Malam harinya, jam menunjukkan pukul sebelas malam. Seluruh rumah sudah sunyi senyap. Long Chen mengunci rapat pintu kamarnya. Dia mengeluarkan isi tas kainnya: kotak kayu mewah pemberian Tabib Sakti Gu. Di dalamnya, Ginseng Salju 50 tahun, Rumput Jiwa Ungu, dan Bunga Teratai Darah memancarkan aroma herbal yang sangat pekat dan murni. Long Chen pergi ke kamar mandi kecil di dalam kamarnya, menyalakan air panas hingga bak mandi dipenuhi air yang mengepulkan uap hangat. Dengan presisi yang luar biasa dari memori warisan Sang Naga, dia mulai menghancurkan bahan-bahan obat tersebut menggunakan energi spiritual dari telapak tangannya, lalu menaburkannya ke dalam air. Seketika, air di dalam bak berubah warna menjadi merah keunguan pekat dengan uap yang beraroma magis. Ini adalah ramuan Mandi Obat Pemurnian Sumsum. Long Chen melepas pakaiannya, menampakkan tubuhnya yang semula agak kurus. Dia melangkah masuk dan merendam seluruh tubuhnya hingga sebatas dada ke dalam air obat. Ssssshhh! Begitu kulitnya menyentuh air, rasa sakit yang luar biasa dahsyat langsung menyerang seluruh indranya! Ramuan itu seperti lava cair yang mencoba menembus pori-pori kulitnya, masuk ke dalam daging, dan membakar setiap jengkal tulang serta sumsumnya. "Ugh..." Long Chen mengerang rendah, urat-urat di leher dan dahinya menonjol keluar, memerah pekat. Rasa sakit dari perombakan fisik ini ribuan kali lebih menyiksa daripada pengeroyokan yang dialaminya semalam. Ramuan obat kuno ini sedang menghancurkan sisa-sisa kotoran fana di dalam tubuhnya, membuang racun yang mengendap selama dua puluh tahun, dan membangun kembali struktur selnya agar selaras dengan darah Naga Langit Primordial. Cincin giok naga hitam di jarinya tiba-tiba berkilat terang. Auman Naga kembali bergema lirih di batinnya, membantu Long Chen menjaga kesadarannya agar tidak pingsan di tengah siksaan batin tersebut. Long Chen mengepalkan tangannya di dalam air, menahan rasa sakit dengan kekuatan tekad yang luar biasa. 'Jika rasa sakit sekecil ini saja aku tidak bisa menahannya, bagaimana aku bisa membalaskan dendam kehancuran klan negaraku dan melindungi Xinyan?!' Dua jam berlalu dalam siksaan yang pekat. Perlahan-lahan, warna air yang semula merah keunguan berubah menjadi hitam pekat dan berbau busuk—itu adalah seluruh racun, sisa luka dalam, dan kotoran sumsum fana Long Chen yang berhasil dikeluarkan dari tubuhnya. Boom! Sebuah hentakan energi tak kasat mata meledak dari dalam bak mandi, membuat air hitam itu beriak hebat. Long Chen membuka matanya. Ketika dia berdiri dan melangkah keluar dari bak mandi, penampilannya telah berubah total secara gaib. Kulitnya kini tampak seputih giok namun memiliki kepadatan yang luar biasa, sekeras baja hitam jika dialiri energi. Otot-otot di tubuhnya kini terbentuk dengan proporsi sempurna—tidak terlalu kekar, namun padat, estetis, dan menyimpan ledakan kekuatan yang mampu menghancurkan beton dalam sekali pukul. Fisiknya kini resmi menjadi Tubuh Fisik Naga. Long Chen membersihkan tubuhnya dengan air bersih, lalu memakai pakaian tidurnya. Saat dia berjalan kembali ke kamar, batinnya terasa sangat jernih. Jalur meridiannya kini terbuka lebar, siap untuk dialiri energi spiritual tanpa batas. Dia duduk bersila di atas ranjang, bersiap untuk membuka lembaran pertama dari kitab emas tertinggi di otaknya: Teknik Kultivasi Ganda Kaisar Naga. Namun, saat dia mulai memeriksa aliran energi di sekitarnya, batin naganya tiba-tiba menangkap sesuatu yang aneh dari arah kamar Lin Xinyan di lantai atas. Ada aliran energi dingin (Yin) yang sangat pekat, tidak stabil, dan bergejolak liar, memancar dari tubuh istrinya. Energi itu seolah-olah sedang membekukan aliran darah Lin Xinyan dari dalam secara perlahan. Long Chen membuka matanya, ekspresinya langsung berubah serius. "Energi Yin yang membekukan... Apakah ini penyakit bawaan yang menyiksanya selama ini?"Wuuussshhh—Suara desiran angin laut selatan yang hangat bertiup lembut, menggoyangkan dedaunan pohon kelapa dan melambaikan tirai sutra putih di balkon kamar utama Villa Naga Langit. Villa megah yang berdiri megah di atas tebing karang tertinggi di Teluk Jianghai itu kini menjadi tempat peraduan paling privat di seluruh jagat raya—sebuah kediaman fana yang dipasangi Formasi Penyegelan Delapan Alam, menjaga ketenangan penghuninya dari usikan dewa mana pun di Dunia Atas maupun fana.Sepuluh tahun telah berlalu sejak kehancuran Sekte Langit Jiwa dan penundukan Benua Awan Surgawi di bawah dekret absolut sang Kaisar Naga. Bagi dunia fana, sepuluh tahun adalah waktu yang cukup untuk mengubah lanskap bisnis global. Di bawah kendali mutlak Konsorsium Naga dan Grup Lin yang dipimpin oleh jalur manajemen Gao Yuan, Kota Jianghai telah berubah menjadi metropolitan paling maju dan paling aman di dunia. Tidak ada lagi Aliansi Yanjing, tidak ada lagi persaingan keluarga cabang Lin, d
SHUUUUUT— Lautan Api Naga Primordial warna emas murni perlahan meredup, meninggalkan keheningan mutlak di puncak Gunung Langit Jiwa yang kini telah berubah menjadi dataran pualam cair yang membeku menjadi kristal emas transparan. Tidak ada lagi sisa-sisa arwah kelam, tidak ada lagi deret pilar giok iblis, dan tidak ada lagi sosok Master Sekte Ji Wuya beserta aliansinya. Sekte Langit Jiwa—yang telah berdiri tegak memancarkan tirani selama puluhan ribu tahun di Benua Awan Surgawi—kini terhapus total dari peta kekuatan Dunia Atas hanya dalam satu malam. Di tengah-tengah dataran kristal emas yang memancarkan pendaran cahaya suci tersebut, Long Chen berdiri tegak. Mantel parit hitamnya berkibar anggun tertiup angin puncak gunung yang kini terasa teramat segar dan kaya akan energi spiritual murni yang baru saja dimurnikan dari sisa-sisa aura kejahatan. Lin Xinyan menyandarkan tubuh indahnya di dalam pelukan Long Chen. Sepasang mata perak
BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Ribu-ribuan anak tangga batu giok yang menanjak menuju Puncak Utama Gunung Langit Jiwa berguncang hebat di bawah pijakan kaki Long Chen dan Lin Xinyan. Awan merah pekat yang menyelimuti puncak gunung mendadak berputar membentuk pusaran darah raksasa. Bau amis darah kuno dan aroma kebusukan berabad-abad terpancar hebat, menekan atmosfer Benua Awan Surgawi hingga langit malam berubah menjadi merah kehitaman yang membakar.Di pelataran luar Aula Agung Penghakiman, Master Sekte Ji Wuya berdiri di tengah-tengah formasi bintang bersudut delapan. Delapan Master Sekte aliansi dari Ranah Jiwa Nascent (Nascent Soul) berdiri di sekelilingnya, menancapkan pedang dan pusaka spiritual mereka ke lantai batu untuk mengalirkan darah serta basis kultivasi mereka secara masif."Dengan darah sembilan sekte dan silsilah jiwa para pembantai..." Ji Wuya menyayat telapak tangan kirinya, membiarkan darah kentalnya memancur ke atas altars giok hitam di depannya. "Arwa
KRAAAK... CRACK!Patung-patung kristal es murni yang menampung raga dan jiwa tiga ratus kultivator Sekte Langit Jiwa seketika retak, lalu hancur menjadi debu es halus yang melayang kaku ditelan angin Puncak Langit. Suasana di atas Panggung Langit kini berubah menjadi sunyi senyap yang mengerikan, hanya diselingi oleh deru napas panik dari para penatua yang tersisa.Tetua Agung Duan gemetar hebat. Tongkat kepala naga hitam di genggamannya bergetar tajam, menghantam lantai pualam hingga memercikkan bunga api. Tatapannya berganti-ganti antara Lin Xinyan—wanita berbaju putih yang memancarkan dominasi es abadi—dan Long Chen, pria bergaya santai dengan mantel parit hitam yang berdiri seolah-olah seluruh benua ini hanyalah halaman belakang rumahnya."Iblis... Mereka berdua adalah iblis dari neraka purba!" jerit Penatua Zhao, wajahnya yang semula angkuh kini sepucat mayat. Dia tidak lagi memedulikan martabat sebagai penatua Ranah Inti Emas Tahap Sembilan; tubuhnya berbalik,
BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Langit di atas Benua Awan Surgawi—wilayah terdepan Dunia Kultivasi Atas—mendadak terbelah oleh ledakan pilar cahaya keemasan yang teramat dahsyat. Pilar cahaya itu tidak sekadar menembus awan, melainkan merobek Formasi Pembantai Dewa Sembilan Bintang yang dipasang oleh gabungan aliansi sekte hingga menjadi serpihan energi tak berguna.Gelombang kejut spasial tercipta dalam radius ratusan mil. Ribuan pilar batu giok yang mengapung di sekeliling Pintu Langit hancur berkeping-keping. Udara yang semula tenang kini dipenuhi oleh bau hangus energi spiritual dan ratapan kesakitan dari ratusan murid penegak hukum Sekte Langit Jiwa yang terlempar secara tragis akibat hempasan Qi Naga Primordial.Wussshhh—Saat debu spiritual dan cahaya perak perlahan memudar, dua sosok manusia melayang turun secara anggun dari balik pusaran ruang yang robek.Long Chen melayang di udara dengan mantel parit hitamnya yang berkibar perlahan. Tangan kirinya masih m
BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Dentuman guntur spasial kembali membelah malam di atas Samudra Selatan. Udara di sekeliling Kota Jianghai mendadak terasa sarat akan fluktuasi Qi yang teramat padat. Konsentrasi energi spiritual yang membuncah keluar dari retakan Pintu Langit membuat pepohonan di sepanjang pesisir pantai tumbuh meninggi dalam hitungan detik, sementara air laut memancarkan pendaran cahaya biru mikroskopis akibat terkontaminasi oleh energi Dunia Atas.Di atas landasan helipad pribadi di puncak gedung Konsorsium Naga, angin malam bertiup sangat kencang, mengibarkan mantel parit hitam milik Long Chen dan gaun sutra es putih perak yang dikenakan Lin Xinyan.Di hadapan mereka, Gao Yuan berlutut dengan satu kaki bersama seratus prajurit elit Konsorsium Naga. Wajah para pengawal setia itu dipenuhi oleh campuran rasa hormat yang mendalam dan kesedihan yang sulit disembunyikan. Mereka tahu bahwa begitu Long Chen dan Lin Xinyan melangkah menembus retakan langit malam in







