แชร์

9 Tamparan Logam di Rapat Besar

ผู้เขียน: MasYB
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-09 20:06:20

Ruang rapat utama di lantai teratas gedung Lin Group terasa begitu tegang. Di ujung meja oval besar, Ibu Suri Lin duduk di kursi kekebesarannya sambil bertopang pada tongkat gioknya. Di sebelah kanannya, Lin Feng duduk dengan raut wajah yang masam dan gelisah.

Meskipun kemarin sore dia sudah tahu bahwa kontrak lima puluh juta yuan itu entah bagaimana bisa ditandatangani oleh Keluarga Wang, Lin Feng masih belum rela. Ditambah lagi, bayangan Long Chen yang pagi tadi ditemuinya di koridor dalam kondisi segar bugar tanpa luka—padahal sudah dikeroyok preman sewaannya sampai sekarat dua malam lalu—masih membuat bulu kuduknya merinding.

Su Mei dan Lin Shuhai duduk di sisi kiri meja. Pagi ini, Su Mei menaikkan dagunya tinggi-tinggi dengan penuh kemenangan.

"Nenek," Lin Feng tiba-tiba angkat bicara, mencoba memecah keheningan sambil melirik ketus ke arah paman dan bibinya. "Meskipun kemarin sore sistem mencatat kontrak dengan Keluarga Wang sudah ditandatangani, kita semua tahu bagaimana reputasi Tuan Muda Wang Qiang. Jangan-jangan, keluarga Paman Shuhai dan Bibi Su Mei ini menggunakan cara-cara licik atau konsesi bawah meja yang bisa merugikan nama baik Lin Group di kemudian hari?"

"Lin Feng! Jaga mulutmu, ya!" bentak Su Mei, langsung berdiri dari kursinya. Rasa benci yang mendalam pada keluarga utama membuat emosinya gampang meledak. "Anakku Xinyan mendapatkan kontrak itu murni karena kemampuannya! Kamu saja yang iri karena proyek mati yang kamu umpan ke kami justru jadi ladang emas!"

"Sudah, diam!" Ibu Suri Lin menggebrak meja dengan tongkatnya, menghentikan perdebatan. "Kita tunggu Xinyan membawa dokumen fisiknya ke sini."

Tepat pada saat itu, pintu ruang rapat terbuka. Lin Xinyan melangkah masuk dengan anggun, diikuti oleh Long Chen yang berjalan santai di belakangnya.

Hari ini, penampilan Lin Xinyan benar-benar memukau seisi ruangan. Kulitnya tampak begitu cerah, segar, dan memancarkan rona kemerahan yang sehat—efek nyata dari pembersihan meridian oleh energi Yang Long Chen semalam. Dia tidak lagi terlihat seperti wanita sakit-sakitan yang menahan beban berat.

Lin Xinyan langsung menyerahkan map dokumen resmi kepada sekretaris untuk ditampilkan di layar proyektor.

KONTRAK KERJASAMA STRATEGIS: LIN GROUP & WANG CORPORATION

Nilai Proyek: 50.000.000 Yuan

Alokasi Keuntungan: 100% untuk Divisi Pengelolaan Lin Xinyan (Keluarga Cabang Ketiga).

Klausul Khusus: Hak pengelolaan mutlak dan tidak dapat dipindahtangankan tanpa persetujuan tertulis dari kedua belah pihak.

Melihat klausul khusus tersebut, wajah Ibu Suri Lin langsung berkedut. Dia memang berniat merebut proyek raksasa ini dari tangan keluarga cabang ketiga untuk diberikan kepada cucu kesayangannya, Lin Feng.

"Xinyan, kontrak ini memang sah," ucap Ibu Suri Lin dengan suara berat dan berwibawa. "Namun, demi keamanan investasi perusahaan, Nenek memutuskan untuk mengalihkan kendali lapangan proyek ini kepada Lin Feng. Dia lebih berpengalaman dalam menangani dana skala besar. Kamu cukup mengawasinya saja."

"Nenek, ini tidak adil!" Lin Xinyan mengepalkan tangannya, kekecewaan mendalam langsung terpancar dari matanya.

Lin Feng yang mendengar keputusan Neneknya langsung tersenyum lebar dengan penuh kemenangan. Dia menatap Paman Shuhai dan Bibi Su Mei dengan pandangan mengejek. 'Pada akhirnya, kerja keras kalian tetap akan jatuh ke tanganku!' batinnya bersorak.

Su Mei sudah bersiap untuk mengamuk dan memaki Ibu Suri, namun sebuah langkah kaki maju ke depan, memotong atmosfer ketegangan tersebut.

Long Chen berdiri di samping istrinya, menatap Ibu Suri Lin dengan pandangan datar namun penuh tekanan. "Ibu Suri, jika Anda membaca lembar terakhir dengan teliti, di sana tertulis jelas: Keluarga Wang hanya mau mencairkan dana proyek jika dan hanya jika Lin Xinyan yang memegang kendali penuh. Jika posisi itu diganti oleh orang lain... terutama oleh seseorang seperti Lin Feng, maka kontrak ini batal demi hukum."

"Sampah! Berani-beraninya kamu bicara di rapat direksi?!" Lin Feng berdiri, menunjuk Long Chen dengan amarah yang meluap, mencoba menutupi ketakutan batinnya sejak melihat Long Chen sembuh total pagi tadi.

"Aku tidak sedang bernegosiasi denganmu, Lin Feng," jawab Long Chen dingin.

Bzzz... Bzzz...

Tepat pada saat itu, ponsel Ibu Suri Lin yang diletakkan di atas meja bergetar hebat. Nama yang muncul di layar membuat jantung wanita tua itu berdegup kencang: Wang Jian, kepala Keluarga Wang dari Kota Tianhai.

Ibu Suri Lin buru-buru menekan tombol hijau dan mengaktifkan pengeras suara dengan sikap hormat. "Halo, Pimpinan Wang? Ini saya, Ibu Suri Lin—"

"Ibu Suri Lin!!" Suara Wang Jian dari seberang telepon terdengar sangat panik, murka, dan bergetar hebat, menggema di setiap sudut ruang rapat. "Saya mendengar kabar dari perwakilan saya bahwa Anda berniat memindahkan posisi pengelola proyek kepada bajingan bernama Lin Feng?! Saya tegaskan sekarang juga! Kerja sama lima puluh juta yuan ini terjalin HANYA karena rasa hormat kami pada Nona Lin Xinyan! Jika nama Lin Xinyan diganti, Keluarga Wang tidak hanya akan membatalkan kontrak, tetapi juga akan menuntut Lin Group atas penipuan bisnis dan memastikan seluruh saham perusahaan Anda hancur di bursa efek besok pagi! Dengar itu, tua bangka?!"

Pip.

Sambungan telepon langsung diputus secara sepihak oleh Wang Jian, meninggalkan keheningan yang mencekam seperti kuburan di dalam ruang rapat.

Ibu Suri Lin mematung, wajah tuanya yang berkeriput pucat pasi tanpa darah sedikit pun. Telepon dari penguasa bisnis Kota Tianhai itu bagai tamparan logam raksasa yang menghantam harga dirinya di depan seluruh keluarga cabang dan direksi.

Dengan napas terengah-engah karena malu dan marah, Ibu Suri Lin menoleh perlahan ke arah Lin Feng. Dia mengangkat tongkat gioknya dan menghantamkannya ke meja dengan keras. BRAK!

"Lin Feng! Mulai hari ini, lepaskan semua jabatanmu di divisi properti! Masuk ke kamar renungan dan jangan berani menampakkan mukamu di rapat apa pun selama satu bulan ke depan!!" bentak Ibu Suri Lin dengan suara melengking menahan amarah.

Lin Feng ambruk kembali ke kursinya, seluruh tubuhnya lemas tak bertulang. Tatapannya kosong, sama sekali tidak mengerti mengapa Keluarga Wang yang begitu perkasa bisa berubah menjadi anjing penjaga yang begitu patuh untuk melidungi jatah proyek Lin Xinyan.

Di tengah kekacauan batinnya, Lin Feng mendongak dan tidak sengaja bertatapan dengan Long Chen. Di sudut ruangan, menantu sampah yang dua malam lalu dia suruh hajar sampai mati itu sedang menatapnya dengan sebuah senyuman tipis—sebuah senyuman dingin yang membuat bulu kuduk Lin Feng berdiri.

Seketika, sebuah pemikiran gila dan mengerikan terlintas di otak Lin Feng. 'Semua ini... jangan-jangan diatur oleh si sampah ini?!'

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL    EPILOG: BENIH SILSILAH AGUNG DAN KEDAMAIAN ABADI

    Wuuussshhh—Suara desiran angin laut selatan yang hangat bertiup lembut, menggoyangkan dedaunan pohon kelapa dan melambaikan tirai sutra putih di balkon kamar utama Villa Naga Langit. Villa megah yang berdiri megah di atas tebing karang tertinggi di Teluk Jianghai itu kini menjadi tempat peraduan paling privat di seluruh jagat raya—sebuah kediaman fana yang dipasangi Formasi Penyegelan Delapan Alam, menjaga ketenangan penghuninya dari usikan dewa mana pun di Dunia Atas maupun fana.Sepuluh tahun telah berlalu sejak kehancuran Sekte Langit Jiwa dan penundukan Benua Awan Surgawi di bawah dekret absolut sang Kaisar Naga. Bagi dunia fana, sepuluh tahun adalah waktu yang cukup untuk mengubah lanskap bisnis global. Di bawah kendali mutlak Konsorsium Naga dan Grup Lin yang dipimpin oleh jalur manajemen Gao Yuan, Kota Jianghai telah berubah menjadi metropolitan paling maju dan paling aman di dunia. Tidak ada lagi Aliansi Yanjing, tidak ada lagi persaingan keluarga cabang Lin, d

  • MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL    BAB 108: Penguasa Baru Benua Awan Surgawi

    SHUUUUUT— Lautan Api Naga Primordial warna emas murni perlahan meredup, meninggalkan keheningan mutlak di puncak Gunung Langit Jiwa yang kini telah berubah menjadi dataran pualam cair yang membeku menjadi kristal emas transparan. Tidak ada lagi sisa-sisa arwah kelam, tidak ada lagi deret pilar giok iblis, dan tidak ada lagi sosok Master Sekte Ji Wuya beserta aliansinya. Sekte Langit Jiwa—yang telah berdiri tegak memancarkan tirani selama puluhan ribu tahun di Benua Awan Surgawi—kini terhapus total dari peta kekuatan Dunia Atas hanya dalam satu malam. Di tengah-tengah dataran kristal emas yang memancarkan pendaran cahaya suci tersebut, Long Chen berdiri tegak. Mantel parit hitamnya berkibar anggun tertiup angin puncak gunung yang kini terasa teramat segar dan kaya akan energi spiritual murni yang baru saja dimurnikan dari sisa-sisa aura kejahatan. Lin Xinyan menyandarkan tubuh indahnya di dalam pelukan Long Chen. Sepasang mata perak

  • MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL    BAB 107: Kebangkitan Arwah Leluhur

    BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Ribu-ribuan anak tangga batu giok yang menanjak menuju Puncak Utama Gunung Langit Jiwa berguncang hebat di bawah pijakan kaki Long Chen dan Lin Xinyan. Awan merah pekat yang menyelimuti puncak gunung mendadak berputar membentuk pusaran darah raksasa. Bau amis darah kuno dan aroma kebusukan berabad-abad terpancar hebat, menekan atmosfer Benua Awan Surgawi hingga langit malam berubah menjadi merah kehitaman yang membakar.Di pelataran luar Aula Agung Penghakiman, Master Sekte Ji Wuya berdiri di tengah-tengah formasi bintang bersudut delapan. Delapan Master Sekte aliansi dari Ranah Jiwa Nascent (Nascent Soul) berdiri di sekelilingnya, menancapkan pedang dan pusaka spiritual mereka ke lantai batu untuk mengalirkan darah serta basis kultivasi mereka secara masif."Dengan darah sembilan sekte dan silsilah jiwa para pembantai..." Ji Wuya menyayat telapak tangan kirinya, membiarkan darah kentalnya memancur ke atas altars giok hitam di depannya. "Arwa

  • MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL    BAB 106: Pembantaian di Gerbang Utama

    KRAAAK... CRACK!Patung-patung kristal es murni yang menampung raga dan jiwa tiga ratus kultivator Sekte Langit Jiwa seketika retak, lalu hancur menjadi debu es halus yang melayang kaku ditelan angin Puncak Langit. Suasana di atas Panggung Langit kini berubah menjadi sunyi senyap yang mengerikan, hanya diselingi oleh deru napas panik dari para penatua yang tersisa.Tetua Agung Duan gemetar hebat. Tongkat kepala naga hitam di genggamannya bergetar tajam, menghantam lantai pualam hingga memercikkan bunga api. Tatapannya berganti-ganti antara Lin Xinyan—wanita berbaju putih yang memancarkan dominasi es abadi—dan Long Chen, pria bergaya santai dengan mantel parit hitam yang berdiri seolah-olah seluruh benua ini hanyalah halaman belakang rumahnya."Iblis... Mereka berdua adalah iblis dari neraka purba!" jerit Penatua Zhao, wajahnya yang semula angkuh kini sepucat mayat. Dia tidak lagi memedulikan martabat sebagai penatua Ranah Inti Emas Tahap Sembilan; tubuhnya berbalik,

  • MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL    BAB 105: Pijakan Pertama di Puncak Langit

    BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Langit di atas Benua Awan Surgawi—wilayah terdepan Dunia Kultivasi Atas—mendadak terbelah oleh ledakan pilar cahaya keemasan yang teramat dahsyat. Pilar cahaya itu tidak sekadar menembus awan, melainkan merobek Formasi Pembantai Dewa Sembilan Bintang yang dipasang oleh gabungan aliansi sekte hingga menjadi serpihan energi tak berguna.Gelombang kejut spasial tercipta dalam radius ratusan mil. Ribuan pilar batu giok yang mengapung di sekeliling Pintu Langit hancur berkeping-keping. Udara yang semula tenang kini dipenuhi oleh bau hangus energi spiritual dan ratapan kesakitan dari ratusan murid penegak hukum Sekte Langit Jiwa yang terlempar secara tragis akibat hempasan Qi Naga Primordial.Wussshhh—Saat debu spiritual dan cahaya perak perlahan memudar, dua sosok manusia melayang turun secara anggun dari balik pusaran ruang yang robek.Long Chen melayang di udara dengan mantel parit hitamnya yang berkibar perlahan. Tangan kirinya masih m

  • MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL    BAB 104: Menembus Tirai Langit

    BOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Dentuman guntur spasial kembali membelah malam di atas Samudra Selatan. Udara di sekeliling Kota Jianghai mendadak terasa sarat akan fluktuasi Qi yang teramat padat. Konsentrasi energi spiritual yang membuncah keluar dari retakan Pintu Langit membuat pepohonan di sepanjang pesisir pantai tumbuh meninggi dalam hitungan detik, sementara air laut memancarkan pendaran cahaya biru mikroskopis akibat terkontaminasi oleh energi Dunia Atas.Di atas landasan helipad pribadi di puncak gedung Konsorsium Naga, angin malam bertiup sangat kencang, mengibarkan mantel parit hitam milik Long Chen dan gaun sutra es putih perak yang dikenakan Lin Xinyan.Di hadapan mereka, Gao Yuan berlutut dengan satu kaki bersama seratus prajurit elit Konsorsium Naga. Wajah para pengawal setia itu dipenuhi oleh campuran rasa hormat yang mendalam dan kesedihan yang sulit disembunyikan. Mereka tahu bahwa begitu Long Chen dan Lin Xinyan melangkah menembus retakan langit malam in

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status