Share

Sebelas

Author: Rosemala
last update publish date: 2026-10-18 07:01:38

“Tadi itu sangat kekanak-kanakan, Bianca!” desis Lucian sekembalinya dari mengantar Laura. Nada suaranya terdengar dingin, tetapi ada kejengkelan yang sulit disembunyikan di balik rahangnya yang mengeras.

Kini hanya ada mereka berdua di dalam kamar. Theo masih tergolek lemah di ranjang rumah sakit dengan mata terpejam. Sesekali, dada mungilnya naik turun mengikuti irama napas yang terdengar pelan.

Bella melirik pria itu sekilas, lalu tersenyum sinis sambil melipat kedua tangan di depan dada.

“K
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   43

    Bella berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Cahaya temaram hanya menampilkan bayangan lampu kristal yang tampak samar di atas sana. Namun, bukan benda itu yang menjadi perhatiannya saat ini, melainkan perilaku dan ucapan Lucian di lorong tadi.Ucapan yang sarat kekecewaan, sorot mata yang menyiratkan luka, juga penyesalan yang terlihat setelahnya. Semua itu tanpa disadari terus mengusik pikirannya.Kenapa saat itu Lucian terlihat begitu jujur? Kenapa pria itu tampak seperti korban yang sesungguhnya? Bukankah Lucian yang berselingkuh dan ingin menceraikan Bianca? Lalu, apa arti tatapan penuh luka yang seolah mengoyak harga dirinya tadi?Bella menggeleng pelan sebelum memejamkan mata, berusaha mengusir pikiran-pikiran yang tidak seharusnya muncul. Ia menolak untuk semakin jauh terseret dalam permasalahan rumah tangga saudara kembarnya. Bukankah tugasnya hanya menggantikan Bianca untuk sementara waktu? Setelah sang kembaran sembuh, ia akan pergi dan kembali ke kehidupannya sendir

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   42

    “Lucian!”Bella memanggil setelah dua langkah mereka berpapasan seperti orang asing.Lucian menghentikan langkahnya, lalu berbalik dengan malas. Senyum miring langsung terukir di bibirnya.“Kenapa?” tanyanya dengan tatapan meremehkan. “Kamu kesepian malam ini?”Kening Bella berkerut. Ia sama sekali tidak mengerti maksud perkataan pria itu.“Kalau kamu kesepian, aku menerima jasa pelayanan ...”“Lucian!” Bella memotong tajam. Dadanya naik turun menahan amarah. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pria itu. Bagaimana bisa Lucian bersikap seolah dirinya pria murahan? Bella yakin pria itu sedang menyindirnya.“Hentikan omong kosongmu! Apa kamu sudah gila?” geram Bella. Kedua matanya melotot tajam.Namun, alih-alih berhenti, Lucian justru melangkah maju.Beberapa kancing kemejanya sengaja dibiarkan terbuka sehingga sebagian dadanya terekspos. Bella spontan mundur ketika menyadari pria itu tidak berniat menghentikan langkahnya.Lucian terus mendekat hingga jarak di antara mereka semakin

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   41

    “Shit!”Bella mengumpat setelah untuk kesekian kalinya panggilannya ke nomor Justin tidak tersambung. Padahal, beberapa saat lalu notifikasi dari aplikasi m-banking di ponselnya baru saja melaporkan adanya dana masuk dalam jumlah cukup besar ke rekeningnya.Bella mengembuskan napas kesal.Ia hanya ingin mengucapkan terima kasih sekaligus menanyakan kabar Bianca. Namun, nomor Justin masih saja tidak bisa dihubungi.Begitu pula dengan nomor Bianca. Pesan terakhir yang dikirimkannya bahkan belum menunjukkan tanda terkirim. Seolah-olah saudara kembarnya itu benar-benar menghilang dari jangkauan.Bella meletakkan ponsel pemberian Bianca dengan sedikit kasar sebelum beralih ke ponsel pribadinya. Ia segera membuka aplikasi perbankan dan mentransfer sebagian besar uang pemberian Justin ke rekening Bibi Martha untuk memenuhi kebutuhan operasional panti asuhan. Sementara biaya perawatan Ethan, ia putuskan untuk mengirimkannya langsung ke rekening rumah sakit.Setelah memastikan transaksi berhas

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Empat puluh

    “Tentu saja itu masalah, Lucian Sinclair!”Bella menggeram sembari melayangkan pukulan ke bantal di atas ranjang. Berkali-kali, hingga rambutnya berantakan dan napasnya sedikit terengah. Seolah-olah dengan begitu, kekesalannya terhadap suami saudara kembarnya itu bisa tersalurkan.Lucian terus-menerus membawa Laura ke rumah itu, atau setidaknya membiarkan wanita tersebut datang sesuka hati. Namun, pria itu masih berani bertanya apa itu masalah?“Tentu itu masalah!”Ingin rasanya Bella mengatakan semua itu langsung di depan hidung Lucian. Setelahnya, ia ingin melampiaskan amarah seperti yang sedang dilakukannya pada bantal. Namun, tentu saja ia tidak bisa melakukannya. Lucian mungkin akan menganggapnya gila. Atau, lebih buruk lagi, pria itu justru akan semakin besar kepala karena merasa dirinya dicemburui.Bella menjatuhkan diri ke tepi ranjang. Ia mengusap wajah dengan kedua telapak tangan, mencoba meredakan panas di kepalanya.Namun, sebuah pertanyaan tiba-tiba menyusup ke benaknya.

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Tiga puluh sembilan

    Mobil yang membawa Bella dan Clara akhirnya memasuki halaman kediaman keluarga Sinclair menjelang petang.Sepanjang perjalanan pulang, Clara lebih banyak diam. Namun, berbeda dari biasanya, gadis kecil itu beberapa kali melirik Bella. Sesekali, ia bahkan tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi kembali mengurungkan niatnya.Bella tidak memaksanya bicara. Ia cukup senang karena hari ini Clara bersedia menghabiskan waktu bersamanya. Apalagi, gadis kecil itu terlihat begitu tertarik saat menyaksikan latihan bela diri di pusat pelatihan tadi.Setidaknya, Bella mulai menemukan sesuatu yang disukai putrinya.Begitu memasuki ruang tamu, langkah Bella sedikit melambat.Di sana sudah ada Lucian yang duduk di sofa panjang. Wajahnya terlihat serius, sementara Vivian duduk tidak jauh darinya dengan ekspresi masam.Namun, yang paling mengejutkan Bella adalah sosok wanita yang duduk di samping Vivian.Laura.Sekretaris Lucian itu tampak nyaman berada di tengah keluarga Sinclair. Bahkan, di hadapan B

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Tiga puluh delapan

    Kecanggungan sempat menyelimuti mereka. Ternyata, meskipun masih kecil, Clara cukup peka untuk menangkap hal-hal yang mungkin luput dari perhatian orang dewasa. Bella sampai harus memutar otak mencari alasan agar gadis kecil itu tidak semakin curiga.“Oh, itu, Sayang.” Bella berjongkok sedikit agar sejajar dengan Clara. Ia berusaha tersenyum senatural mungkin. “Bella itu nama kecil Mama. Dulu, waktu Mama masih kecil, orang-orang sering memanggil Mama dengan nama kesayangan. Bella adalah salah satu panggilan kesayangan Mama.”Bella berharap penjelasan itu cukup untuk mengalihkan perhatian Clara. Bagaimanapun, ia tidak punya pilihan lain selain berbohong untuk sementara waktu.Pria yang berdiri di samping mereka tampaknya menangkap kecanggungan tersebut. Ia segera berinisiatif mencairkan suasana dengan menundukkan tubuh sedikit untuk menyapa Clara.“Halo, Clara. Senang bertemu denganmu.” Senyumnya ramah. “Bagaimana kalau kita langsung berkeliling? Kita akan melihat anak-anak seusiamu be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status