Share

Sepuluh

Author: Rosemala
last update publish date: 2026-10-17 21:28:41

“Pulang dan beristirahatlah.” Lucian menatap Bella yang baru saja selesai mengisi perutnya. Suara pria itu datar tanpa ekspresi.

“Theo sudah lebih tenang. Ada pengasuh yang akan menjaganya di sini,” lanjutnya.

Bukan karena kepeduliannya terhadap sang istri telah kembali seperti dahulu, melainkan karena ia tak ingin berutang budi kepada perempuan itu. Lucian tak mau Bianca kelak mengungkit kebaikannya setiap kali mereka bertengkar.

Bella menggeleng sambil kembali mendekati ranjang Theo. “Aku tid
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   45

    Bella meminta Clara masuk lebih dulu, meskipun Vivian sempat berusaha menahannya. Ia tahu perdebatan kali ini mungkin akan berlangsung lebih emosional. Bella tidak ingin gadis kecil itu kembali merasa tertekan karena pertengkaran orang dewasa.Setelah Clara masuk bersama pengasuhnya, Bella baru memusatkan perhatian sepenuhnya kepada Vivian yang wajahnya sudah memerah padam.“Dari mana saja kalian, hah? Kau membawa Clara ke mana sore ini?” tanya Vivian dengan suara melengking. Telunjuknya menunjuk ponsel yang berada di tangan satunya. “Apa kau tahu berapa kali gurunya menghubungiku?”Bella berusaha mempertahankan ketenangannya. Menghadapi wanita yang sedang dikuasai emosi seperti Vivian dengan kemarahan serupa hanya akan menguras tenaganya. Ia tidak ingin terpancing oleh provokasi yang mungkin sengaja dilontarkan adik Lucian itu.Bella melipat kedua tangan di depan dada. Tatapannya lurus mengarah kepada Vivian, bahkan terkesan meremehkan.“Apa aku harus melaporkan setiap tempat yang ku

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   44

    Wajah Vivian menegang. Rahangnya mengeras, sementara jemarinya mencengkeram ponsel dengan kuat.“Laki-laki itu terus merangkul pundak kakak iparmu. Sepertinya mereka cukup akrab,” lanjut Laura tanpa mengetahui reaksi lawan bicaranya.“Apa ... apa kau mengenal laki-laki itu, Laura?” sela Vivian tidak sabar.“Aku tidak tahu siapa pria itu. Mungkin karena kami hanya bertemu sebentar. Namun, dari cara mereka bersama, aku merasa hubungan keduanya bukan sekadar kenalan biasa.”Vivian terdiam. Sebelah tangannya mengepal kuat di atas meja.Jadi, Bianca memang tidak pernah berubah? Wanita itu masih saja mencari pria lain dan mengkhianati kakaknya? Padahal, di hadapan Lucian dan anak-anaknya, dia seolah-olah telah berubah menjadi seorang malaikat.Vivian memang tidak pernah percaya Bianca benar-benar berubah. Wanita itu pasti masih memiliki kebiasaan lama yang belum ditinggalkannya. Perubahan sikapnya belakangan ini mungkin hanya kedok agar Lucian mengurungkan niat untuk menceraikannya.Dasar p

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   43

    Bella berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Cahaya temaram hanya menampilkan bayangan lampu kristal yang tampak samar di atas sana. Namun, bukan benda itu yang menjadi perhatiannya saat ini, melainkan perilaku dan ucapan Lucian di lorong tadi.Ucapan yang sarat kekecewaan, sorot mata yang menyiratkan luka, juga penyesalan yang terlihat setelahnya. Semua itu tanpa disadari terus mengusik pikirannya.Kenapa saat itu Lucian terlihat begitu jujur? Kenapa pria itu tampak seperti korban yang sesungguhnya? Bukankah Lucian yang berselingkuh dan ingin menceraikan Bianca? Lalu, apa arti tatapan penuh luka yang seolah mengoyak harga dirinya tadi?Bella menggeleng pelan sebelum memejamkan mata, berusaha mengusir pikiran-pikiran yang tidak seharusnya muncul. Ia menolak untuk semakin jauh terseret dalam permasalahan rumah tangga saudara kembarnya. Bukankah tugasnya hanya menggantikan Bianca untuk sementara waktu? Setelah sang kembaran sembuh, ia akan pergi dan kembali ke kehidupannya sendir

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   42

    “Lucian!”Bella memanggil setelah dua langkah mereka berpapasan seperti orang asing.Lucian menghentikan langkahnya, lalu berbalik dengan malas. Senyum miring langsung terukir di bibirnya.“Kenapa?” tanyanya dengan tatapan meremehkan. “Kamu kesepian malam ini?”Kening Bella berkerut. Ia sama sekali tidak mengerti maksud perkataan pria itu.“Kalau kamu kesepian, aku menerima jasa pelayanan ...”“Lucian!” Bella memotong tajam. Dadanya naik turun menahan amarah. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pria itu. Bagaimana bisa Lucian bersikap seolah dirinya pria murahan? Bella yakin pria itu sedang menyindirnya.“Hentikan omong kosongmu! Apa kamu sudah gila?” geram Bella. Kedua matanya melotot tajam.Namun, alih-alih berhenti, Lucian justru melangkah maju.Beberapa kancing kemejanya sengaja dibiarkan terbuka sehingga sebagian dadanya terekspos. Bella spontan mundur ketika menyadari pria itu tidak berniat menghentikan langkahnya.Lucian terus mendekat hingga jarak di antara mereka semakin

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   41

    “Shit!”Bella mengumpat setelah untuk kesekian kalinya panggilannya ke nomor Justin tidak tersambung. Padahal, beberapa saat lalu notifikasi dari aplikasi m-banking di ponselnya baru saja melaporkan adanya dana masuk dalam jumlah cukup besar ke rekeningnya.Bella mengembuskan napas kesal.Ia hanya ingin mengucapkan terima kasih sekaligus menanyakan kabar Bianca. Namun, nomor Justin masih saja tidak bisa dihubungi.Begitu pula dengan nomor Bianca. Pesan terakhir yang dikirimkannya bahkan belum menunjukkan tanda terkirim. Seolah-olah saudara kembarnya itu benar-benar menghilang dari jangkauan.Bella meletakkan ponsel pemberian Bianca dengan sedikit kasar sebelum beralih ke ponsel pribadinya. Ia segera membuka aplikasi perbankan dan mentransfer sebagian besar uang pemberian Justin ke rekening Bibi Martha untuk memenuhi kebutuhan operasional panti asuhan. Sementara biaya perawatan Ethan, ia putuskan untuk mengirimkannya langsung ke rekening rumah sakit.Setelah memastikan transaksi berhas

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Empat puluh

    “Tentu saja itu masalah, Lucian Sinclair!”Bella menggeram sembari melayangkan pukulan ke bantal di atas ranjang. Berkali-kali, hingga rambutnya berantakan dan napasnya sedikit terengah. Seolah-olah dengan begitu, kekesalannya terhadap suami saudara kembarnya itu bisa tersalurkan.Lucian terus-menerus membawa Laura ke rumah itu, atau setidaknya membiarkan wanita tersebut datang sesuka hati. Namun, pria itu masih berani bertanya apa itu masalah?“Tentu itu masalah!”Ingin rasanya Bella mengatakan semua itu langsung di depan hidung Lucian. Setelahnya, ia ingin melampiaskan amarah seperti yang sedang dilakukannya pada bantal. Namun, tentu saja ia tidak bisa melakukannya. Lucian mungkin akan menganggapnya gila. Atau, lebih buruk lagi, pria itu justru akan semakin besar kepala karena merasa dirinya dicemburui.Bella menjatuhkan diri ke tepi ranjang. Ia mengusap wajah dengan kedua telapak tangan, mencoba meredakan panas di kepalanya.Namun, sebuah pertanyaan tiba-tiba menyusup ke benaknya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status