Share

Chapter 8 - Tidak Datang?

Author: Nyx
last update publish date: 2026-01-16 23:29:28

Waktu baik telah tiba … maka sudah saatnya bagi Xu Qingyu untuk berjalan menuju ke Kediaman Adipati Yunwan.

Dari sekian banyak anggota keluarga Xu, hanya ada Bibi Li dan Yueyue yang akan menemaninya pergi ke Kediaman Adipati Yunwan.

Xu Qingyu tahu bahwa ini adalah tradisi turun temurun, bukan berarti keluarganya tidak menyayanginya.

Hanya saja tidak bisa untuk tidak merasakan kesepian dan kehampaan. Iring iringan pengantin di depan begitu ramai.

Membawa gong dan teriakan teriakan keberuntungan terdengar memekakkan telinga, tetapi hal ini justru menjadi pembeda yang kontras dengan kondisi hati Xu Qingyu.

Hatinya hampa, sunyi dan berbanding terbalik dengan keramaian di depan. Semakin ramai suara di depan maka semakin kosong hati Xu Qingyu.

Xu Qingyu tidak tahu apakah dia yang terlalu emosional atau memang kondisi saat ini terlalu menekannya.

Setelah berjalan sekitar 30 menit, akhirnya mereka tiba di Kediaman Adipati Yunwan. Iring iringan berhenti dan Kediaman Adipati Yunwan juga telah menunggu dengan puluhan pelayan yang menyambut.

Pintu tandu terbuka dan sebuah tangan kokoh terulur ke dalam, Xu Qingyu menyambutnya tanpa keraguan dan berjalan keluar dari tandu.

Xu Qingyu mengangkat kipasnya dengan tinggi , tetapi di sela sela kipasnya itu dia mendongak dan melihat sosok wajah yang tampak terukir sempurna.

Sepasang alis sehitam tinta, sepasang mata yang tajam seperti elang, serta batang hidung yang tinggi serta bibir pucat yang tipis, semuanya tampak mempesona.

Bahkan garis wajahnya pun tampak begitu sempurna tanpa cacat, mungkin Dewa sedang tersenyum bahagia ketika menciptakan pemuda ini.

Inilah pria yang diimpikannya selama tiga tahun, kekaguman di hatinya membuncah dan ketakutan di hatinya menyusut.

Pria ini adalah Tuan Adipati Muda dari Kediaman Adipati Yunwan, Ling Shang. Di usianya yang muda, dia telah menunggangi kuda dan berperang untuk melindungi tanah kelahirannya.

Xu Qingyu kagum padanya dari lubuk hatinya yang paling dalam, hanya saja di wajah Ling Shang tidak ada senyum sedikitpun.

Hanya ada ketegasan dan kekuatan, wibawa yang dipancarkan olehnya benar benar membuat semua orang terpesona.

Keduanya disambungkan oleh bola pita merah di mana setiap sudutnya masing masing orang memegangnya.

Keduanya berjalan beriringan, berjalan melewati tungku dan ada beberapa jenis biji bijian yang dilempari ke arah mereka untuk membawa keberuntungan.

Sesampainya di depan altar, mereka mengikuti ritual memberikan hormat kepada langit, lalu memberi hormat kepada orang tua dan memberikan hormat kepada suami istri.

Setelah itu adalah acara perayaan pernikahan, pengantin wanita akan menunggu di kamar pengantin.

Menunggu pengantin pria selesai menjamu semua tamu yang datang sebelum akhirnya datang ke kamar pengantin.

Xu Qingyu mempertahankan sikap sempurnanya , duduk di tepi ranjang dengan punggung yang tegak.

Kipas di tangannya juga belum terlepas, karena menurut ritual maka suaminya yang harus menyingkirkan kipas ini dari wajahnya.

Sebelum itu maka dia dilarang untuk menurunkan kipas yang ada di tangannya, Xu Qingyu melirik buku yang diletakkan di meja nakas.

Karena tertarik, dia memegang kipas dengan satu tangan lalu membuka buku buku itu sebelum akhirnya wajahnya berubah merah.

Di dalam buku itu, terlihat beberapa gambar gambar yang tidak pantas untuk dilihat. Nyonya Wen memang sudah pernah menjelaskan masalah ini kepadanya.

Ini adalah panduan yang harus dia baca untuk melewati malam pertama dengan suaminya , Ling Shang.

Jadi, walaupun agak malu tetapi Xu Qingyu tetap membuka dan membacanya sampai habis. Setelah itu dia menunggu dengan penuh harap.

Dari sore sampai ke malam, sampai akhirnya waktu makan malam pun telah lewat. Xu Qingyu memanggil Yueyue untuk segera memeriksa apakah masih ada tamu di depan.

Tidak lama kemudian Yueyue terlihat kembali dengan wajah murung, ekspresinya tidak terlalu baik dan Xu Qingyu telah bisa menduga apa yang terjadi.

“Apakah Tuan Adipati muda tidak akan datang kemari malam ini ? “Tanya Xu Qingyu dengan tenang.

“Keterlaluan sekali! Bagaimana mungkin Tuan Adipati muda memperlakukan Nona seperti ini ? “Tanya Yueyue hampir menangis.

Apa yang akan dikatakan orang tentang Nonanya jika orang orang tahu bahwa pengantin laki laki tidak memasuki kamar pengantin di malam pertama?

Tetapi Xu Qingyu bahkan tidak menunjukkan ekspresi apapun, bahkan sedikit tersenyum ketika mendengarkan hal ini.

“Ada baiknya juga seperti ini, dengan begitu maka aku tidak akan canggung. “ Gumam Xu Qingyu lalu menurunkan kipasnya dengan acuh tak acuh.

Xu Qingyu melemparkan kipasnya ke dalam tungku secara tidak berperasaan lalu melemparkan buku itu juga bersamaan.

“Nona!”Seru Yueyue dengan terkejut.

“Itu sudah tidak dibutuhkan lagi sekarang. Jangan terpengaruh, mari urus kehidupan masing masing.” Balas Xu Qingyu berusaha untuk tetap tenang.

Yueyue menganggukkan kepalanya dan kagum pada Nonanya yang sangat tegar dan berkepribadian teguh.

Tiba tiba di tengah kesunyian antara Tuan dan Pelayan itu, terdengar suara ketukan pintu yang agak nyaring.

Tok tok!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI   Chapter 227 - Banjir

    Namun demi membuat suaminya tidak merasa khawatir, Xu Qingyu memaksakan senyumnya dan berusaha untuk memasang wajah tenang seperti biasanya.“Apa yang terjadi?” tanya Xu Qingyu.“Terjadi bencana besar di utara, banjir bandang selama sepuluh hari lamanya namun tidak dikabarkan kepada Istana. Baru mengetahuinya setelah ada seorang pengungsi yang berhasil lolos setelah berjalan tujuh hari tujuh malam tanpa henti,” jawab Ling Shang tampak sangat sedih.Xu Qingyu tidak bisa tidak membelalakkan matanya ketika mendengarkan hal ini, dia mengepakkan tangannya dan ikut merasakan kesedihan.“Apakah orang itu sudah mendapatkan perawatan yang layak?” tanya Xu Qingyu dengan khawatir.“Setelah tiba di Mahkamah Agung, dia menyatakan seluruh kata-katanya dengan penuh semangat sebelum akhirnya meninggal di tempat, bisa dikatakan bahwa dia telah melakukan tugasnya,” jawab Ling Shang menghela napas berat.Xu Qingyu menganggukkan kepalanya dan tidak dapat menahan kesedihannya, tidak menyangka bahwa akan a

  • MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI   Chapter 226 - Pamit

    Xu Qingyu menuangkan arak untuk Ling Shang lalu mulai menceritakan semua yang dia alami dan dia pikirkan belakangan ini termasuk urusan penerus tahkta, pernikahan Xu Qianyi dan urusan toko barunya.Pokoknya semua keresahannya bisa dia ceritakan seluruhnya kepada Ling Shang tanpa ketakutan sedikitpun.Jika kata katanya tersebar keluar maka dia mungkin akan dihukum mati karena berkomentar keterlaluan terkait dengan penerus Istana.Namun Xu Qingyu hanya berniat baik dan jujur, dia merasa bahwa Putra Mahkota tidak pantas untuk posisi yang dia duduki saat ini dan Pangeran Kedua juga tidak dapat diharapkan sama sekali untuk memimpin Kekaisaran ini.Sementara Kekaisaran ini memerlukan seseorang yang cakap, dengan begitu baru bisa menjamin bahwa Kekaisaran ini dapat bertahan selama seratus tahun ke depan.“Sebenarnya… meskipun kata kata ini terlalu buruk namun tidak salah. Putra Mahkota benar benar sudah banyak berubah,”gumam Ling Shang dengan helaan napas.Xu Qingyu memegang tangan Ling Shan

  • MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI   Chapter 225 - Kembali

    “Kalau begitu maka apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Nyonya muda?” tanya Pengurus Gu memastikan padanya. Xu Qingyu melihat-lihat lagi sebelum akhirnya mengatakan,”ratakan dengan tanah, bangun ulang seluruhnya.”Semua orang yang ada di sana terkejut, namun Ning Xueqin sudah memiliki rencana di dalam hatinya.“Buat bangunan yang menyatu dengan bangunan kita, dengan begitu maka pelanggan akan lebih mudah untuk melihat-lihat,” ucap Xu Qingyu.Xu Qingyu akan menggambar sketsanya dan sebenarnya uang yang dia siapkan sejak awal adalah enam puluh tael emas, namun uang sisanya biarkan saja.Gunakan untuk membangun ulang bangunan ini, setelah menggambar sketsanya maka Xu Qingyu menyerahkannya kepada Pengurus Gu.“Pengurus Gu, aku percaya padamu. Kamu carilah seseorang yang berpengalaman untuk membuat ini semua, aku berharap bisa selesai dalam waktu tiga bulan. Itu berarti sebelum musim dingin tiba,” ucap Xu Qingyu.Pengurus Gu menganggukkan kepalanya dan menerima perintah tersebut dari

  • MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI   Chapter 224 - Persetujuan

    Mendengar ini membuat Liu Jun tertawa, sementara Xu Qingyu merasa kebingungan ketika mendengarkan ini. Rasanya dia tidak mengatakan sesuatu yang lucu, lalu kenapa Liu Jun ini tertawa? Mungkinkah ada yang salah dengan otak Liu Jun ini?“Apakah ada yang lucu?” tanya Xu Qingyu merasa agak tersinggung.“Tidak, tidak. Jangan tersinggung, Nona. Aku hanya menertawakan diriku sendiri karena mengingat alasanku menjual toko ini,” jawab Liu Jun menenangkan dirinya sendiri.“Toko ini aku jual karena aku terlalu sibuk, belum lagi posisi toko ini agak aku tidak sukai. Terlalu jauh dari toko ku yang lainnya, selain itu aku juga pernah terpeleset di toko ini jadi aku memilih untuk menjualnya,” lanjut Liu Jun dengan geli.Xu Qingyu bahkan terkejut ketika mendengarkan alasan di balik penjualan toko ini. Liu Jun ini terlalu konyol bukan?“Jika boleh tahu, Tuan muda Liu sebelumnya berbisnis apa?” tanya Xu Qingyu.“Oh aku? Aku hanya meneruskan usaha orang tuaku saja, semuanya ku jual. Ada bahan pokok, ka

  • MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI   Chapter 223 - Pemilik Toko

    Mereka semua masih sangat muda, paling baru saja berusia lima belas atau enam belas tahun, mungkin seumuran dengannya.“Kami memberi hormat kepada Nyonya muda!” seru ketiga orang itu dengan kompak.“Siapa nama kalian?” tanya Xu Qingyu.“Nama hamba adalah Jin Meng,” ucap pemuda yang lebih berisi.“Nama hamba adalah Jin Zhen,”ucap gadis yang ditengah.“Nama hamba adalah Jin Yuan,” ucap pemuda yang tampak lebih pendiam.“Kalian satu keluarga?” tanya Xu Qingyu merasa aneh mendengarkan nama mereka.“Kami mengikuti nama yang diberikan oleh guru kami, nama keluarga kami juga mengikuti guru,” jawab Jin Yuan.Xu Qingyu menganggukkan kepalanya dan mengerti. Meskipun tidak terlalu paham alasannya dan merasa agak aneh namun juga bukannya hal yang salah atau bagaimana.Ada beberapa orang yang menyebutkan bahwa jasa Guru sama dengan jasa orang tua, jadi mungkin wajar saja menggunakan marga guru mereka.“Jadi, perhiasan apa saja yang bisa kalian buat?” tanya Xu Qingyu kembali fokus pada urusannya.“

  • MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI   Chapter 222 - Pengrajin

    “Sudahlah, aku sudah tua. Biarlah kalian berlima saling menjaga satu sama lain, aku tidak akan menentang lagi. Asalkan kalian bahagia maka aku akan ikut bahagia,” ucap Xu Yong menyeka air matanya.“Terima kasih, Ayah!” seru Xu Qianyi lalu langsung memeluk Ayahnya dengan kuat.Xu Qingyu tersenyum lebar dari samping, senang rasanya melihat Xu Qianyi bisa memutuskan pernikahannya sendiri.Memutuskan pernikahan adalah keuntungan yang sangat besar. Beruntung bagi Xu Qingyu untuk menikah dengan Ling Shang yang sangat baik padanya.Jika seperti kakaknya, Xu Yin maka itu adalah bentuk ketidak beruntungan yang paling besar karena menikah dengan Putra Mahkota.Pernikahan yang dijodohkan ibarat sebuah meja perjudian, tidak tahu apakah akan berbuah manis atau pahit.Sementara jika memutuskan sendiri maka setidaknya akan berpeluang lebih besar untuk berbuah manis.“Kalau begitu maka aku akan menyuruh Nyonya Wen untuk mencarikannya untukmu,” ucap Xu Yong.Xu Qianyi menganggukkan kepalanya dengan se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status