/ Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 033 Vadim Griffith

공유

033 Vadim Griffith

작가: Wolfy
last update 게시일: 2025-03-21 09:50:42

**Bab 033 Vadim Griffith**

TOK TOK TOK

Helena membuka pintu dan membiarkan pelayan masuk dengan membawa hidangan sebagai jamuan untuk menyambut tamu kehormatan.

''Silahkan Grand Duke...'' ujar Helena menyuguhkan segelas minuman.

''Kum's,'' ujar Vadim ketika menerima segelas susu kuda fermentasi yang mengandung alkohol, ''Kau tahu apa yang aku butuhkan Helena.''

''Anda baru saja datang,'' jawab Helena dengan sopan, ''Di luar angin sedang bertiup kencang tentu Anda menginginkan sesuatu yang untuk
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • MENJEMPUT ISTRIKU   100 Penginapan

    **Bab 100 Di Penginapan**Di Pintu Stasiun NauruanAngin hangat Nauruan berembus pelan, membawa aroma besi rel kereta, dan di sekitar stasiun terlihat hiruk pikuk lalu lalang pedagang dan para penumpang. Di antara kerumunan itu, Ash berdiri tegak, matanya segera menangkap sosok Saihan, Kevin, dan seorang wanita yang berjalan di samping mereka. Sejenak, matanya sedikit menyipit, sebelum akhirnya melangkah maju."Saihan," panggil Ash begitu mereka keluar dari pintu stasiun. Suaranya terdengar tenang, tapi ada ketegangan samar yang sulit disembunyikan.Saihan, yang awalnya sibuk memperhatikan sekitar, segera menoleh. Alisnya terangkat sedikit, jelas terkejut melihat pria itu ada di sana. "Tuan Ash, Anda di sini?" tanyanya.Ash mengangguk, lalu menjawab singkat, "Helena mengabariku."Baru saat itulah tatapan Ash beralih ke Kevin. Dia menilai pria itu dari ujung kepala hingga k

  • MENJEMPUT ISTRIKU   099 Julius Amshel

    **Bab 099 Julius Amshel**Kerumunan di stasiun Nauruan tetap ramai, namun kehadiran seorang pria berseragam militer di antara mereka perlahan menciptakan ruang kosong di sekitarnya.Tatapan Julius Amshel begitu dominan.Sosoknya tegak dan berwibawa, mantel militernya menjuntai sempurna tanpa ada satu pun lipatan yang tidak pada tempatnya. Dia tidak tergesa-gesa, tetapi tatapannya menuntut perhatian.Saat matanya menangkap sosok yang dicarinya, bibirnya menyunggingkan senyum tipis, bukan kehangatan, melainkan otoritas."Lady Athaleyah."Athaleyah, yang tengah berjalan bersama Saihan dan Kevin, segera berhenti.Sesaat, matanya membesar karena terkejut, tetapi hampir seketika juga ia kembali tenang, menyembunyikan reaksinya di balik ekspresi lembut yang tak terbaca.Dari sudut matanya, Saihan dan Kevin bertukar pandang s

  • MENJEMPUT ISTRIKU   098 Kedengkian Seorang Wanita

    **Bab 098 Kedengkian Seorang Wanita**Hanya tiga stasiun lagi sebelum kereta mencapai Nauruan. Perjalanan panjang mereka hampir berakhir. Besok pagi, mereka akan tiba di stasiun utama Nauruan, mengakhiri perjalanan yang penuh ketegangan terselubung dan pertemuan tak terduga.Saat kereta berhenti di Stasiun Velgrad, salah satu persinggahan terakhir sebelum perbatasan Nauruan, para penumpang turun untuk meregangkan tubuh atau mencari makanan. Seperti biasa, Athaleyah memilih duduk di salah satu kedai kecil, menikmati secangkir kopi sambil membaca koran.Ketenangan sesaat itu kembali terusik."Hei."Suara yang akrab itu terdengar di sampingnya. Tanpa perlu menoleh, Athaleyah sudah tahu siapa yang datang. Adrian Velmore.Dia tidak bergerak, hanya melirik sekilas dari sudut matanya sebelum kembali menatap lembaran koran. Sejak pertemuan pertama mereka beberapa har

  • MENJEMPUT ISTRIKU   097 Memancing di Air Keruh

    **Bab 097 Memancing di Air Keruh**Setelah percakapan dengan Adrian dan Casandra berakhir, Athaleyah dengan tenang melangkah kembali ke kompartemen mereka. Saihan dan Kevin sudah lebih dulu berjalan di depannya, tidak memberikan komentar apa pun tentang interaksi yang baru saja terjadi di ruang tunggu Stasiun Grevin.Saat mereka memasuki kompartemen, Kevin duduk lebih dulu dengan santai, menyandarkan kepalanya pada dinding gerbong sambil menghela napas panjang. "Akhirnya, kita bisa kembali duduk dengan tenang. Aku tidak mengira kita harus berhenti selama ini hanya karena longsoran salju."Saihan tetap diam, memilih untuk duduk di dekat jendela, menatap pemandangan bersalju yang mulai bergerak perlahan saat kereta kembali berjalan. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun, seakan tidak tertarik dengan percakapan sebelumnya maupun kondisi perjalanan mereka.Athaleyah mengambil tempat duduk di sebera

  • MENJEMPUT ISTRIKU   096 Pertemuan

    **Bab 096 Pertemuan**Saat menunggu keberangkatan kembali di Stasiun Grevin, Athaleyah duduk dengan anggun di salah satu kursi kayu yang berjejer di ruang tunggu kelas atas. Matanya menatap jendela besar yang memperlihatkan hamparan salju di luar, seakan menikmati ketenangan sebelum perjalanan kembali berlanjut. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama."Athaleyah?"Sebuah suara yang akrab namun membawa kenangan masa lalu menyapanya. Athaleyah menoleh dan mendapati seorang pria berpenampilan rapi berdiri di hadapannya. Rambut hitamnya tertata dengan sempurna, mantel panjang berwarna gelap membungkus tubuhnya dengan kesan aristokrat yang khas."Adrian Velmore," jawab Athaleyah dengan senyum tipis, menampilkan kesopanan yang terlatih.Adrian menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Ada keterkejutan, ada rasa penasaran, dan ada sesuatu yang lebih dalam di balik sorot matany

  • MENJEMPUT ISTRIKU   095 Memancing di Air Keruh

    **Bab 095 Syal**Udara di ruang kerja Hugh berat oleh kelelahan yang tidak diucapkan. Matahari musim dingin menyusup pelan melalui celah jendela tinggi, memantulkan bayangan panjang di atas lantai batu. Di belakang meja kayu besar, Hugh duduk membungkuk sedikit, tangan kirinya menopang pelipis, sementara tangan kanan menelusuri dokumen dengan gerakan lambat, nyaris malas. Bukan karena ia lengah, tapi karena pikirannya sudah jauh melampaui tinta dan lembaran-lembaran kertas itu.Di hadapannya, Alwyn berdiri seperti biasa, ramping, rapi, tak tergoyahkan. Sementara di samping Alwyn, Helena berdiri dengan sikap tenang, namun matanya mengamati Duke muda itu dengan kecemasan yang tak ia tunjukkan secara terang-terangan."Helena, ini saja yang kita dapatkan?" tanya Hugh. Suaranya tidak keras, tapi cukup untuk menghentikan detak jarum jam di ruangan itu."Ya, Tuanku," jawab Helena pelan, tapi mantap. "Tuan A

  • MENJEMPUT ISTRIKU   029 Helena dan Hugh

    Bab 029 Helena dan HughTOK TOK TOK''Eum, masuklah!'' jawab Atthy setelah mendengar ketukan di pintu kamarnya.''Owh, Helena,'' sapa Atthy sambil tersenyum ketika melihat ternyata Helena yang datang.''Ya, Duchess...'' dengan sopan Helena membalas sapaan Atthy.''Duduklah, apakah ada yang ingin ka

  • MENJEMPUT ISTRIKU   027 Surat Helena

    **Bab 027: Surat Helena**"Alwyn mengirim surat," ujar Kevin, membuka gulungan perkamen dengan ekspresi penasaran.Hugh yang berdiri di dekatnya menyipitkan mata saat membaca isi surat tersebut. Namun, yang lebih menarik perhatiannya adalah catatan kaki yang disisipkan Alwyn di akhir surat.''Duche

  • MENJEMPUT ISTRIKU   026 Pembuktian Diri

    **Bab 026 Pembuktian Diri**Di sebuah sore yang tenang di Manor, cahaya redup dari jendela menyinari ruang tamu yang rapi. Atthy duduk di kursi bergaya klasik, sejenak tenggelam dalam lembaran surat kabar yang tampak usang. Meski tampak santai, pikirannya melayang jauh, seakan setiap baris kata men

  • MENJEMPUT ISTRIKU   025 Mengamati

    **Bab 025 Mengamamati**Di ruang kerja yang sederhana namun tertata, Cavero duduk di mejanya sambil membaca surat resmi yang baru saja diterima. Surat itu—yang telah melalui saluran komunikasi resmi dan mendapat persetujuan dari Hugh—memberikan kabar singkat mengenai situasi Aldor di Skythia yang b

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status