เข้าสู่ระบบ**Bab 091 Kabar Berita**
Atthy menundukkan kepalanya, jemarinya saling menggenggam erat di atas selimut yang menutupi tubuhnya. Matanya tampak berkabut, seakan ada perasaan yang begitu dalam sedang ia tahan agar tidak pecah di hadapan Sania.
"Bibi, terima kasih sudah membantuku. Maaf membuatmu repot, aku tidak tahu kalau aku akan tidur sampai berhari-hari. Aku pasti sangat merepotkanmu... maaf, aku tidak punya apa pun untuk membalasmu," ujar Atthy lir
**Bab 170: Duke dan Duchess Skythia Telah Kembali**Perjalanan dari Megrav ke Eldoria memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan awal.Badai salju beberapa kali memaksa rombongan berhenti di pos peristirahatan tambang tua, benteng perbatasan, bahkan desa-desa kecil yang nyaris tidak tercatat di peta Skythia.Kereta Elaria tidak pernah dibiarkan tanpa pengawasan.Api modul panas dijaga bergantian sepanjang malam.Sarah memeriksa suhu tubuh Elaria berkali-kali dalam sehari.Dan setiap kali suara batuk kecil terdengar dari dalam kereta, seluruh rombongan ikut menahan napas.Dua kali sistem
**Bab 169: Perpisahan**Kabut pagi Megrav belum sepenuhnya terangkat ketika kereta itu akhirnya berdiri di halaman benteng.Dua kuda perang berdiri tenang di depannya, napas mereka mengepul putih di udara dingin. Roda besar dari kayu keras berlapis besi tampak lebih tebal dari kereta biasa, dibuat bukan untuk kecepatan, tetapi untuk menahan jalan Utara yang keras.Namun yang paling mencolok bukanlah ukurannya. Melainkan bentuknya yang… tidak biasa.Kereta itu tidak sepenuhnya tertutup, juga tidak sepenuhnya terbuka.Bagian penumpang berbentuk kotak memanjang sekitar dua setengah meter, dengan tinggi hampir dua meter. Dinding luarnya terdiri dari tiga lapisan: kayu ek tebal di luar, lapisan wol padat di tengah, dan kulit yang telah diproses
**Bab 168: Kereta Untuk Elaria**Pagi di Megrav terasa lebih hidup dari biasanya.Kabut tipis masih menggantung rendah di antara bangunan batu ketika suara dentang logam mulai terdengar dari halaman samping kedai.Clang!Clang!Bukan suara pertempuran. Bukan latihan militer.Pandai besi.Halaman kecil yang biasanya dipakai menyimpan kayu bakar kini berubah menjadi bengkel dadakan. Tungku portabel menyala terang. Bara merah memantulkan cahaya ke dinding batu dan tumpukan peralatan kerja.Atthy berdiri di depan landasan besi.Celemek
**Bab 167: Elaria**Di ruang tengah rumah Garran malam itu, suasana terasa jauh lebih tenang dibanding siang sebelumnya.Api perapian menyala pelan di tengah ruangan, mengusir dingin Megrav yang mulai menggigit semakin dalam.Di atas meja kayu, beberapa catatan dan laporan medis terbuka rapi.Sarah duduk di dekatnya sambil memegang lembar terakhir hasil pengamatannya.“Selama seminggu terakhir saya memantau kondisi mereka…” ucap Sarah tenang.Semua perhatian langsung tertuju padanya.Hugh berdiri diam di dekat perapian.
**Bab 166: Dua Athaleyah**Pintu kamar tertutup pelan di belakang mereka.Ceklek.Suasana langsung berubah jauh lebih sunyi dibanding ruangan utama.Hangat. Sederhana. Dan terlalu kecil untuk disebut kamar seorang Duchess.Satu perapian kecil menyala di tengah dua ranjang sederhana. Panasnya menjaga udara tetap nyaman di tengah dinginnya Megrav.Salah satu ranjang dipenuhi selimut tebal dan boneka kain kecil yang bentuknya sudah sedikit rusak karena terlalu sering dipeluk anak-anak.Di dekat dinding, beberapa pakaian kecil digantung rapi. Sepasang sepatu mungil tergeletak tidak sejajar di lantai.Dan di meja kay
**Bab 165: Bertemu Kembali**“Helena mau menemui Ibu?” tanya Cedric.Helena mengangguk. Rasa haru di dadanya masih belum reda, membuat senyumnya bercampur dengan air mata yang belum sepenuhnya kering.“Helena, jangan menangis lagi,” kata Lucien sambil mengusap pipinya.“Pilih satu saja. Mau menangis atau tertawa. Jangan dua-duanya, aneh jadinya,” komentar Alaric datar.Helena tersenyum kecil, sedikit canggung. “Maafkan saya, Tuan muda. Masih sulit bagi saya untuk memilih salah satunya…”Alaric menyilangkan tangan di dada.Cedric memiringkan kepala, masih terlihat bingung.Lucien tetap sibuk mengusap kepala Helen
**Bab 038 Naira 2**Lorong-lorong Manor Eldoria terasa lebih sepi dari biasanya. Udara dingin yang meresap melalui jendela-jendela besar menciptakan kesan suram yang semakin mempertegas kekhawatiran Karl. Langkahnya mantap dan tergesa, diikuti oleh Atthy yang tetap mempertahankan ketenangannya. Nam
**Bab 034 Penyambutan dan Perpisahan**Langit di luar Manor Eldoria telah sepenuhnya gelap ketika makan malam disajikan di ruang utama. Meja panjang yang dihiasi lilin-lilin elegan dan peralatan makan perak mencerminkan keagungan keluarga Griffith. Pelayan bergerak dengan tenang dan terlatih, memas
**Bab 032 Perkenalan**Grand Duke Vadim Griffith duduk di kursi yang disediakan dengan ketenangan khasnya, memandang Atthy yang berdiri di depan pintu. Sebuah senyum tipis terlukis di wajahnya yang tampak seperti mengukur situasi. Ketika Atthy masuk, ia langsung memberi hormat."Yang mulia Grand Du
Bab 029 Helena dan HughTOK TOK TOK''Eum, masuklah!'' jawab Atthy setelah mendengar ketukan di pintu kamarnya.''Owh, Helena,'' sapa Atthy sambil tersenyum ketika melihat ternyata Helena yang datang.''Ya, Duchess...'' dengan sopan Helena membalas sapaan Atthy.''Duduklah, apakah ada yang ingin ka







