Home / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 091 Kabar Berita

Share

091 Kabar Berita

Author: Wolfy
last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-30 17:28:51

**Bab 091 Kabar Berita**

Atthy menundukkan kepalanya, jemarinya saling menggenggam erat di atas selimut yang menutupi tubuhnya. Matanya tampak berkabut, seakan ada perasaan yang begitu dalam sedang ia tahan agar tidak pecah di hadapan Sania.

"Bibi, terima kasih sudah membantuku. Maaf membuatmu repot, aku tidak tahu kalau aku akan tidur sampai berhari-hari. Aku pasti sangat merepotkanmu... maaf, aku tidak punya apa pun untuk membalasmu," ujar Atthy lir

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MENJEMPUT ISTRIKU   126 Thally dan Julius

    **Bab 126: Thally dan Julius**Ruangan itu lembap dan nyaris gelap.Dinding kayu lapuk, dipenuhi noda hitam dan bekas air asin. Bau amis menyengat—bukan sekadar ikan, tapi campuran darah, garam, dan sesuatu yang sudah lama membusuk.Thally duduk di kursi kayu tua. Tangan dan kakinya terikat. Tali kasar menggesek kulitnya setiap kali ia bergerak.Namun punggungnya tetap tegak.“Jadi… ini caramu memperlakukan putrimu sendiri… Ayah.”Nada suaranya rendah, tapi tajam.Robert berdiri tidak jauh darinya. Wajahnya tegang, namun bukan ragu—lebih seperti seseorang yang menahan harga dirinya agar tidak runtuh.“Kau yang m

  • MENJEMPUT ISTRIKU   125 Thally Hilang

    **Bab 125: Thally Hilang**Keributan tidak pernah benar-benar muncul di aula utama.Musik tetap mengalun. Tawa tetap terdengar. Gaun-gaun masih berkilau di bawah cahaya lampu gantung.Namun di balik itu—satu hal kecil bergerak.Yseult tidak memanggil dengan suara keras. Tidak pula menarik perhatian. Ia hanya mendekat pada kepala pelayan, berbisik singkat. Kalimatnya halus. Nyaris seperti permintaan biasa.Cukup untuk dipahami. Tidak cukup untuk menimbulkan tanya.Beberapa menit kemudian, Lady Borgia sendiri yang mendekat. Senyumnya tetap sempurna, tak berubah sedikit pun di hadapan para tamu.“Viscountess,” sapanya ringan, seolah tidak ada yang berbeda.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   124 Mirva Galina

    **Bab 124: Mirva Galina**Pagi hari.Annex, Manor Cindra.Sinar matahari masuk dari jendela tinggi. Meja makan sudah kosong—sarapan selesai beberapa saat lalu.Tidak ada yang benar-benar santai.Kevin berdiri di ujung meja.Tangannya bertumpu ringan di permukaan kayu.“Lima hari,” katanya singkat.“Kita sudah punya apa?”Tidak ada pembukaan panjang.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   123 Manor Cindra

    **Bab 123: Manor Cindra**Setelah rapat.Ruang kerja Laurent.Pintu tertutup rapat.Tidak ada pelayan. Tidak ada penjaga di dalam.Hanya mereka.Laurent berdiri di belakang mejanya. Tidak duduk.Tatapannya menyapu satu per satu.Kevin dan Ashton bersebelahan di sisi kiri.Yseult dan Thally bersandar tenang di kursi di sisi kanan.Saihan dan Safin berdiri tegak—lebih diam dari yang lai

  • MENJEMPUT ISTRIKU   122 Rapat Besar Di Cindra

    **Bab 122: Rapat Besar Di Cindra**Pembicaraan dengan Tony masih berlanjut di ruang interogasi.“Julius tidak bodoh,” kata Tony pelan.“Belut… itu bukan sekadar metafora. Dia memang licin, Sai.”Ia menyandarkan tubuhnya. Santai—terlalu santai untuk seorang tahanan.“Kalau mau membekuknya… kau butuh cara khusus.”Saihan tidak langsung menjawab.Ia hanya menatap. Menunggu.Tony menyeringai tipis.“Kau sudah lihat sendiri, kan… penggerebekan di galeri pertaruhan itu.”

  • MENJEMPUT ISTRIKU   121 Firasat Seorang Suami

    **Bab 121: Firasat Seorang Suami**Malam itu, Hugh tersentak dari tidurnya.Tubuhnya langsung tegak, napasnya terpotong seolah ada sesuatu yang menekan dadanya dari dalam. Tangannya refleks mencengkeram dada sendiri—kosong, tapi terasa sesak.Syal merah itu.Tergeletak di atas bantal, kusut, seolah baru saja ditinggalkan. Hugh meraihnya tanpa ragu, menariknya ke dada, memeluknya erat seperti satu-satunya hal yang bisa menahan dirinya tetap utuh.Bukan mimpi buruk. Tidak ada bayangan mengerikan. Tidak ada suara. Tidak ada kejadian yang bisa dijelaskan. Hanya… kecemasan yang datang tanpa alasan.Tiba-tiba. Kasar. Menyusup hingga ke tulang. Dan satu nama yang langsung memenuhi pikirannya—

  • MENJEMPUT ISTRIKU   096 Pertemuan

    **Bab 096 Pertemuan**Saat menunggu keberangkatan kembali di Stasiun Grevin, Athaleyah duduk dengan anggun di salah satu kursi kayu yang berjejer di ruang tunggu kelas atas. Matanya menatap jendela besar yang memperlihatkan hamparan salju di luar, seakan menikmati ketenangan

  • MENJEMPUT ISTRIKU   095 Memancing di Air Keruh

    **Bab 095 Syal**Udara di ruang kerja Hugh berat oleh kelelahan yang tidak diucapkan. Matahari musim dingin menyusup pelan melalui celah jendela tinggi, memantulkan bayangan panjang di atas lantai batu. Di belakang meja kayu besar, Hugh duduk membungkuk sedikit, tangan kiriny

  • MENJEMPUT ISTRIKU   094 Pertemuan

    **Bab 094 Kekhawatiran**Senja di Kedai MegravUdara di luar kedai membeku hingga menusuk tulang. Tapi di dalam, hangatnya api dari tungku, aroma seduhan herbal, dan suara kayu yang berderak menciptakan suasana yang nyaris nyaman. Langit di luar berwarna

  • MENJEMPUT ISTRIKU   093 Rindu

    **Bab 093 Rindu**"Rusha, kau itu masih harus memulihkan diri. Biarkan saja..." ujar Sania pada Atthy yang mulai membantu di kedai."Tidak apa-apa, Bibi. Kalau hanya segini, tidak akan ada masalah untukku. Lagi pula, sudah hampir satu bulan sejak aku sium

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status