Beranda / Romansa / MERAYU CEO JAGOAN / BAB 7 : Wanita Malam (Part 7)

Share

BAB 7 : Wanita Malam (Part 7)

Penulis: Hamfa Merman
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-18 20:55:34

“Senjata makan tuan, dia sendiri yang menawarkan pekerjaan ini kepadaku, malah membenciku karena ulah bejat suaminya sendiri. Benar-benar wanita berhati busuk yang gembira dengan keuntungan ketika suami orang lain berselingkuh, tapi langsung sakit hati ketika suaminya sendiri yang selingkuh di tempat laknat ini!”

Sariska Lianor terdiam membatin dalam hatinya yang kini juga sudah lama memendam perasaan tidak senang dengan sikap Bu Aniran yang menurutnya terlalu semena-mena dengan statusnya sebagai atasannya itu.

Tidak pernah satu kali pun Bu Aniran memohon maaf kepadanya, apalagi menyesal atas perbuatannya melakukan bisnis gelap berupa layanan wanita penghibur di malam hari. Sosok keji dan tidak tahu malu seperti itulah diri sebenarnya Bu Aniran yang tertutupi dari kalangan umum.

“Serakah, iri dengki, bernafsu, dan tidak pernah merasa bersalah. Kelakuannya tidak jauh berbeda dengan suaminya. Memang pantas takdir mempertemukan pasangan biadab seperti keduanya itu. Mungkinkah, suatu hari aku akan mendapatkan takdir yang sama?”

Sariska Lianor kembali merenung dalam diam. Perasaan bersalah jelas masih memenuhi isi hatinya. Walaupun tidak cukup untuk mencegah perbuatan tercelanya sebagai wanita penghibur para pria hidung belang, rasa bersalah dalam hatinya sudah cukup membuatnya masih tersadar akan hal salah dan benar di dunia ini.

“Suatu saat, aku pasti bisa terbebas dari dunia malam ini. Tidak peduli seberapa keras takdir mempermainkan hidupku, tidak peduli seberapa kasar cacian orang lain kepadaku, aku pasti akan terus berjuang dan tidak akan pernah putus asa!” pikir Sariska Lianor dalam lamunannya mencoba memberi semangat dirinya sendiri.

“Oi…! Jangan melamun terus! Nih pesanan yang kamu inginkan, cepat ambil dan layani pelanggan yang menantimu itu!” tegur Bu Aniran yang sudah membawa apa yang diminta oleh Sariska Lianor sebelumnya.

Sariska Lianor segera tersadar dari lamunannya, “Oh iya, Bu. Terima kasih…!”

Tak ingin berlama-lama, Sariska Lianor segera mengambil pesanannya itu dan langsung pergi begitu saja dengan begitu santainya. Bu Aniran menatap tajam ke arah kepergiannya Sariska Lianor seperti binatang buas yang sedang mengincar mangsanya.

“Hmph…! Wanita rendahan yang berlagak seperti bangsawan, benar-benar merusak pemandangan mataku! Tunggu saja kau, Sariska! Penghinaan yang kau berikan kepadaku, pasti akan aku balas ratusan kali lebih menyakitkan di masa depan!” pikir Bu Aniran dalam diam mengutuk Sariska Lianor.

Sariska Lianor tidak peduli sama sekali akan hal itu. Dia berjalan dengan santai dan elegan tampak tidak ada beban sedikit pun. Sorot mata semua orang masih tertuju kepadanya, tapi Sariska Lianor tetap santai berjalan. Dia tidak langsung menuju ke kamar pelanggannya, tapi lebih dahulu masuk ke toilet.

“Hmm…, lumayan sepi juga! Baguslah kalau begitu!” pikir Sariska Lianor melihat kondisi kamar toilet masih banyak yang terbuka lebar pintunya, tanpa ada orang di dalamnya.

Sariska Lianor segera berjalan, tapi langkah kakinya terhenti ketika sosok wanita yang jauh lebih tua darinya, tiba-tiba menghalangi jalannya. Sariska Lianor terdiam dengan tenang menatap wanita itu yang juga menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat.

“Minggir, aku mau lewat!” ucap Sariska Lianor dengan lembut dan santai sekali.

Wanita itu langsung suram ekspresi wajahnya. “Hmph! Kau pikir siapa dirimu, hah?! Berlagak seperti putri bangsawan setiap kali muncul di hadapan banyak orang. Apa kamu sudah lupa jati dirimu yang sebenarnya?”

Perkataan ketus yang menyindir martabat Sariska Lianor. Wanita itu tampak tak menahan diri dari gelagatnya yang memang pada dasarnya sudah memusuhi Sariska Lianor. Melihat hal itu, Sariska Lianor sempat berkedip sebelum menyipitkan matanya.

“Oh, jadi begitu rupanya menurut Bu Risma diri saya ini? Tapi…, saya sendiri tidak pernah merasa seperti bangsawan apalagi melupakan jati diri saya. Mungkinkah Bu Risma cuman salah paham saja? Atau boleh jadi, Bu Risma salah minum obat PMS yang sudah kadaluarsa? Hmm…, Sariska turut prihatin, Bu!” sahut Sariska Lianor dengan santainya.

Tatapan matanya Bu Risma semakin tajam, benar-benar marah sekali dari ekspresi wajahnya. “Sariska, jangan kurang ajar kau! Aku jauh lebih tua darimu, lebih baik jaga sopan santun mulutmu itu, dasar wanita kecoa, lintah darat!”

Bu Risma sangat tersinggung dengan perkataannya Sariska Lianor. Wanita itu berusia 28 tahun, lebih tua dari Sariska Lianor. Namun, usia tuanya hanya berpengaruh pada tubuhnya serta dokumen resmi saja. Pasalnya, wanita laknat tidak memiliki karakter dewasa sesuai usianya.

Bu Risma sangat kekanakan dan mudah iri hati. Di tempat semacam ini, sudah jelas Sariska Lianor ada target utama rasa iri hatinya. Sariska Lianor tetap tenang dengan ejekan seperti itu, seolah bukan hal penting sama sekali baginya.

“Jadi Bu Risma memang lagi PMS rupanya. Sayangnya, Bu Risma salah minum obat sehingga efeknya kurang efektif. Untungnya saya punya obatnya, tunggu sebentar ya. Hmm? Oh saya lupa, ternyata obatnya masih ada di kamar pelanggan saya. Maaf ya Bu Risma, Sariska tidak bisa bantu banyak!” ucap Sariska Lianor dengan nada sinis.

Bu Risma mengepalkan tangannya erat-erat sebelum menunjuk jari telunjuknya ke arah Sariska Lianor. “Kau memang biadab, susah diajak ngomong pakai akal sehat! Hmph, memang wajar sih! Seingatku, kau baru lulus SMA sudah melamar kerja di sini. Entah kau yang memang pada dasarnya biadab atau orang tuamu yang biadab sehingga tidak becus mendidik wanita rubah sepertimu!”

Situasi menjadi memanas ketika kata-kata itu dilontarkan sebelum akhirnya berkeliaran secara bebas, masuk ke dalam telinga.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 93 : Hadir (Part 3)

    “Bagaimana mungkin kami bisa menerima kenyataan ini kalau nantinya sama-sama harus menerima sangsi dari Tuan Muda?!”“Diamlah! Lihat itu, wanita muda yang melarikan diri sudah berada dekat dengan pintu keluar! Cepat informasikan hal ini kepada yang lainnya!”“Oh tidak, sialnya hidupku!”Para pengawas saling berdebat sebelum akhirnya jatuh dalam kepanikannya sendiri. Dengan terburu-buru, mereka kembali menginformasikan kalau Sariska Lianor telah berada beberapa langkah lagi dari pintu keluar. Para penjaga yang ada di sana segera berbalik dan menunggu kedatangannya Sariska Lianor.“Hei, apakah orang yang kabur ini akan ke sini?”“Ya jelaslah! Hanya ini saja pintu keluar yang ada di seluruh sisi kediaman pribadi ini. Lagi pula, orang yang melarikan diri ini pasti salah satu wanita penghibur yang baru saja datang tadi pagi. Kau seharusnya masih ingat dengan mereka, kan?”“Oh itu! Aku ingat sekarang. Meski begitu, hanya ada satu pintu keluar yang tersedia di tempat ini benar-benar terasa s

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 92 : Hadir (Part 2)

    Para pengawas yang melihat itu melalui layar besar dibuat melongo. Mereka tidak menyangka kalau Sariska Lianor benar-benar menjatuhkan seorang penjaga dengan sekali tendangan saja. Sesuatu yang sangat tak terduga terjadi begitu saja tanpa ada pihak mana pun yang dapat menghentikannya.“Apa-apaan sebenarnya wanita ini?! Bisa-bisanya dia menjatuhkan dalam sekali tendangan. Apakah dia wanita yang sama dengan yang sebelumnya ditiduri oleh Tuan Muda? Benar-benar absurd dan sangat mustahil terjadi!”“Tidak perlu banyak alasan. Yang terjadi biarlah terjadi. Segera berikan himbauan terbaru!”“Baiklah!”Para pengawas saling berkomentar, tapi hanya sesaat saja sebelum akhirnya fokus kembali dengan tugas mereka masing-masing.“Pemberitahuan terbaru. Target dicegat oleh dua penjaga, tapi berhasil lolos setelah membuat salah penjaga jatuh pingsan dalam sekali tendangan. Harap berhati-hati dan tetap waspada! Saat ini, target dikejar menuju ke sisi …. Semuanya harus bekerja sama untuk menangkapnya!”

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 91 : Hadir (Part 1)

    “Baik, Pak!” sahut para pengawas lainnya segera berpencar.Bu Risma yang terbaring lemas di dalam kamarnya dibuat menyipitkan matanya ketika mendengar pemberitahuan itu. “Apa-apaan itu? Ada-ada saja hal absurdnya semacam ini di tempat mewah ini? Mungkinkah ini langkah pencegahan agar orang sepertiku tidak bisa keluar seenaknya tanpa izin?” gumam Bu Risma merasa tak nyaman.Dilihat dari sudut mana pun, perlakuan seperti ini sudah seperti penjara saja di mana para penghuninya diawasi dengan sangat ketatnya sehingga melarikan diri saja seolah tidak mungkin sama sekali. Segalanya tampak semakin membuat Bu Risma kehilangan pikiran liarnya.“Karena begini, aku tidak akan bisa melarikan diri. Dengan demikian, aku tidak punya pilihan selain fokus dengan keamananku sendiri. Kalau saja aku terlena, bisa musnahlah aku sia-sia di tempat ini! Urgh, sialan!” ujarnya mencaci maki nasib malangnya sendiri sambil menahan rasa sakit di goa tersembunyi miliknya.Di tempat lain, para penjaga kediaman prib

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 90 : Misi Utama (Part 10)

    Para pengawas lainnya juga tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. “Pak Diwar benar-benar sialan! Cepat hubungi dia sekali lagi! Entahlah, siapa pun bisa mencobanya! Kalau masih gagal, terpaksa mengaktifkan alarm tanda bahaya tingkat tinggi!” tegas pengawas lainnya.“Baik, Pak!” jawab para pengawas segera mengantri untuk menghubungi Pak Diwar.Di sisi lain, para pengawas pemberontak yang kini tengah menuju ke arah kamarnya Sariska Lianor terlihat semakin mempercepat langkah kakinya. Jelas sangat terburu-buru seolah ada sesuatu yang harus mereka kejar dan tidak boleh sampai kehilangan jejaknya.“Cepatlah! Jangan lambat sedetikpun kalau tidak ingin atasan kita yang bejat dan tidak tahu diri itu! Kita tidak bisa diam saja ketika melihat dewi yang indah dinodai susunan tulang tua rapuh yang kulitnya sudah bau bangkai itu, hmph!” tegas pengawas yang memimpin rombongan pemberontak tersebut.“Siap, Pak!” sahut para bawahan yang mengikutinya.“Cepat, lari! Kita tidak ingin menunda

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 89 : Misi Utama (Part 9)

    “Hei, mau ke mana kalian? Jangan gegabah seperti ini! Mau bagaimana pun juga, Pak Diwar tetaplah atasan kita. Apakah kalian ingin dipecat gara-gara ini, huh?!” tegas salah satu pengawas yang merasa sudah terlalu absurd kalau ikut campur segala terkait urusannya Pak Diwar.“Halah, kamu hanyalah pengecut. Kalian bisa duduk diam di sini saja. Kami tidak ingin sepertimu. Tidak perlu lagi, ayo pergi sekarang!” tegas salah satu dari mereka yang memimpin rombongan itu keluar dari sana dan pergi begitu saja.“Urgh, sialan! Kalian pikir bisa seenaknya sendiri. Lihat dan tunggu saja apa akibatnya, hmph!” tegas salah satu pengawas setia yang menentang aksi semena-mena tersebut.Para bawahan terbelah menjadi dua kubu. Satu sisi tetap memilih untuk diam di ruang pengawas sedangkan yang lainnya telah turun ke medan perang. Tentu saja bukan medan perang secara harfiah. Medan perang yang dimaksud adalah merebutkan wanita penghibur yang cantik untuk ditiduri oleh siapa.Jelas jauh sekali dari kata ter

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 88 : Misi Utama (Part 8)

    Jarjon Daryankor tiba-tiba berhenti di tempatnya. Dia langsung menoleh ke arah Pak Diwar dengan tatapan yang serius. “Hmm…, bukankah kamu terlalu penasaran, Pak Diwar? Seharusnya, kamu cukup berkata sanggup atau tidak saja. Tentunya, kalau terlalu sering berkata tidak, ada konsekuensi yang cukup berat!” ucapnya dengan dingin.Pak Diwar dibuat terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. Memang pada kenyataannya seperti itulah karakternya Jarjon Daryankor. Tanpa kompromi dan tidak suka terlalu bertele-tele. Ketika ia memberikan perintah atau menginginkan sesuatu, Jarjon Daryankor sangat jelas maksudnya.Maksud yang tidak lain merupakan kepatuhan secara penuh tanpa basa-basi pertanyaan segala. Pak Diwar yang melihat tatapan serius, datar, dan sangat dingin itu sedikit bergetar di dalam hatinya.“Ten, tentu saja, Tuan Muda! Maaf atas kelancangan saya! Setibanya Tuan Muda di kediaman pribadi, saya akan langsung mengirimkan video rekaman dan siap membahas diskusi apa pun itu dengan Anda!” uja

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status