Share

Takutnya Belok

Author: Lystania
last update Last Updated: 2026-01-12 10:28:24

"Tumben jam segini Pak Alex belum datang?" tanya Manda pada Rena saat melihat ruangan bos mereka masih kosong.

"Nggak tahu. Nggak ada info juga," jawab Rena masih serius dengan layar komputernya.

"Kamu kan dekat sama Pak Alex, masa gak dikabarin?"

"Deket?" Rena tak terima dengan ucapan Manda. "Nggak dekat, Nda. Emang kenapa sih?"

"Mau ajuin cuti."

"Padahal aku juga mau cuti. Keduluan kamu deh," kata Rena seraya melengos.

"Aku cuma ambil tiga hari doang. Setelah itu kamu coba ajuin," saran Manda. Percakapan mereka terhenti karena orang yang mereka bicarakan datang, lantas mereka pura-pura sibuk.

"Tiga hari dari tanggal berapa?" Sambung Rena saat Eric telah masuk ke ruangannya.

"Ini sih jadinya lebih dari tiga hari, Manda," ucap Rena saat tahu tanggal yang diambil Manda untuk cuti ada tanggal kejepitnya.

"Aku masuk dulu ya," ucap Manda nyengir sambil membawa formulir pengajuan cutinya.

Tak sampai lima menit berada di dalam, Manda telah keluar dengan wajah tersenyum. Memberi tahu bahwa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
carsun18106
normal lah, buktinya tuh ada putri hehehe
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Takutnya Belok

    "Tumben jam segini Pak Alex belum datang?" tanya Manda pada Rena saat melihat ruangan bos mereka masih kosong."Nggak tahu. Nggak ada info juga," jawab Rena masih serius dengan layar komputernya."Kamu kan dekat sama Pak Alex, masa gak dikabarin?""Deket?" Rena tak terima dengan ucapan Manda. "Nggak dekat, Nda. Emang kenapa sih?""Mau ajuin cuti.""Padahal aku juga mau cuti. Keduluan kamu deh," kata Rena seraya melengos."Aku cuma ambil tiga hari doang. Setelah itu kamu coba ajuin," saran Manda. Percakapan mereka terhenti karena orang yang mereka bicarakan datang, lantas mereka pura-pura sibuk."Tiga hari dari tanggal berapa?" Sambung Rena saat Eric telah masuk ke ruangannya."Ini sih jadinya lebih dari tiga hari, Manda," ucap Rena saat tahu tanggal yang diambil Manda untuk cuti ada tanggal kejepitnya."Aku masuk dulu ya," ucap Manda nyengir sambil membawa formulir pengajuan cutinya.Tak sampai lima menit berada di dalam, Manda telah keluar dengan wajah tersenyum. Memberi tahu bahwa

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Komentar Orang

    Setelah selesai berurusan di bank, Rena kembali ke kantor dengan diantar Adi, supir kantor. Setibanya di kantor, ia malah melihat Nico duduk di sofa tamu sambil membaca koran."Kamu ngapain, Nic?""Nungguin kamu, Sayangku," sahut Nico. Rena mengerutkan keningnya, bersamaan dengan datangnya Manda yang membawa map putih di tangannya."Mas Nico, kenal sama Rena?" tanya Manda seraya duduk di depan pria berkemeja hitam itu."Bukan cuma kenal, tapi dia itu cintanya aku," jawab Nico cengengesan."Mulai mengarang bebas deh dia," sahut Rena yang juga ikut duduk di samping Nico. Sambil menyerahkan map, Manda memberikan selembar kertas tanda terima yang harus ditandatangani oleh Nico."Makasih ya, Mas." Manda mengambil kertas yang telah Nico tandatangani."Sudah sana kamu pulang," usir Rena secara halus."Nanti kita jalan ya, Sayang." Nico mengacak-acak rambut Rena lantas pergi.Manda senyum-senyum sendiri melihat sikap Nico pada Rena."Nico Pacar kamu y

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Salah Ruangan

    Hari ketiga Alex tak masuk kantor. Ia tengah berada di rumah sakit, menemani Ira yang sedang dirawat karena sakit jantungnya kumat. Itu artinya, sudah dua malam Rena lembur menjadi pengasuh. Sepulang kerja, ia harus ke rumah Eric untuk menemani dan menidurkan Putri. Meski di rumah Alex ada Bi Siti yang menemani, Putri bersikeras ingin ditemani tidur oleh Rena.Dengan mata yang masih mengantuk, ia berjalan menuju meja kerjanya."Pulang jam berapa dari rumah Pak Alex, Ren?" tanya Manda."Gak tahu, Nda. Gak lihat jam lagi." Rena menyahut dengan mulut menguap lebar."Kamu tidur sana gih di ruangan Pak Alex. Soalnya nanti siang, pesan Pak Alex kamu harus ke rumah sakit, bawain buku cek yang harus ditandatangani dia," ucap Bu Ria."Kenapa gak Manda aja sih yang disuruh," sungut Rena hampir menangis."Pesan Pak Alex gitu, gimana dong," sahut Manda."Yang penting sekarang kamu istirahat aja sana," suruh Bu Ria lagi.Dengan langkah sempoyongan Rena menuju ruangan Alex. Merebahkan diri di atas

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Persetujuan Sepihak

    "Ada gila-gilanya kali Pak Alex ya, Nda?" Manda tertawa seraya mengaduk minumannya. Mereka tengah menikmati waktu senja di salah satu cafe dekat kantor, setelah pulang kerja. "Jadi pengasuh Putri itu ide bagus kali, Ren." "Aku memang senang bisa main sama Putri, tapi membayangkan akan terus berhadapan sama Pak Alex, aku gak sanggup, Nda." "Siapa tahu upah jadi pengasuh Putri besar, Ren. Lumayan kali buat tabungan. Anaknya Pak Alex kan baik, nurut lagi sama kamu. Pasti gak bakal repot ngurus dia. Lagian pekerjaan jadi pengasuh itu bagus. Bagus untuk mengasah kemampuan mendidik anak." Seraya memakan sosis yang ada di meja, otaknya berpikir. Semua perkataan Manda ada benarnya juga. Untuk anaknya, pasti Alex rela memberikan yang terbaik. Termasuk upah yang setimpal untuk menjadi pengasuh. *** "Tadi Putri main sama Tante Rena lo, Oma," lapor Putri pada Ira sesaat setelah selesai makan malam. "Kata Papa, Putri sekolah. Kok malah main sama Tante Rena?" "Baru sebentar ditingg

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Tugas Baru

    Sabtu ini, Rena harus terima kalau Mama dan Tisa pergi liburan ke rumah Tante Olin, Adik Mama, yang berada di Bandung. Yang artinya beberapa hari ke depan Rena akan sendirian di rumah. "Kamu hati-hati ya di rumah," pesan Mama sebelum masuk ke mobil yang dikirimkan Tante Olin untuk menjemput. "Iya, Ma." "Dadah, Kakak." Tisa melambaikan tangannya dari balik kaca jendela mobil. Begitu mereka pergi, Rena juga bersiap pergi ke kantor. Tak lupa ia membeli sarapan pagi sebelum tiba di kantor. Tampak Manda telah sibuk dengan tumpukan berkas yang menggunung di atas mejanya, hingga wajahnya tak terlihat lagi. "Ngapain sih pagi-pagi sudah makan kertas?" Rena meletakkan tasnya di meja. "Kerjaan kamu nih, Ren," ucap Manda. "berkas yang kemarin kecampur sama berkas yang sudah beres. Jadinya kan harus dipilih lagi." "Aduh maaf ya, Nda. Aku kirain kemarin berkas yang di meja kamu itu sama kayak berkas yang aku kerjain. Jadinya aku gabung. Ntar aku makan sebentar ya, nanti aku pisahin

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Lelaki Lain

    Rena telah tiba di kantor. On time. Tekadnya tak ingin lagi terlambat masuk kantor, agar Alex tidak memiliki alasan untuk mengomeli dan menunda pembayaran gajinya lagi."Tumben kamu sudah datang?" tanya Manda yang melihat Rena sudah duduk dibalik layar komputernya."Biar bos gak ada alasan buat nunda pembayaran gaji aku.""Hah!" seru Manda kaget.“Kesel banget tahu gak sih, sama kelakuan Pak Alex. Rasanya pengen nonjok muka dia.”“Tapi kalau aku lihat, kayaknya Pak Alex bermasalahnya cuma sama kamu aja deh, Ren.”“Aku juga gak ngerti. Apa sih, salah aku sama dia? Semua yang aku kerjakan pasti ada aja yang bikin dia ngomel.”Lisa menjentikkan jarinya. “Aku tahu salah kamu apa?”Rena memasang tampang serius, siap mendengarkan ucapan Manda.“Salah kamu itu, kamu kurang perhatian sama Pak Alex. Kamu kan sekretaris dia, harusnya kamu lebih perhatian sama dia. Bukannya malah ngejar bonus dari penjualan rumah.”“Perhatian dari hongkong! Ya kali perhatian sama dia bisa dapat uang. Lebih baik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status