Share

Bertemu Teman Lama

Penulis: Kurnia_cy
last update Tanggal publikasi: 2025-11-29 09:00:22

"Maaf, saya betul-betul lupa," ucap Yanto setelah beberapa detik berusaha untuk mengingat, tetapi tidak berhasil.

"Aku Hadi, Hadi Purwanto. Teman sekolahmu waktu SMA dulu," ujar pria itu memperkenalkan diri.

"Hadi...Hadi..., Hadi anaknya Pak Slamet?"

"Iya, betul."

"Lho, kabarnya kamu sudah pindah ke Kota M. Kok sekarang ada di sini?" tanya Yanto mengungkapkan keheranannya karena memang berita yang didengarnya adalah demikian.

"Iya, tapi setelah lulus kuliah,

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Madu Pemberian Ipar    Bertemu Teman Lama

    Setelah puas meluapkan segala emosinya, Viana pun lalu berkata kepada Bu Resti."Ayo Bu, kita pulang sekarang. Langit sudah semakin mendung. Sepertinya sebentar lagi bakal turun hujan."Bu Resti mengangguk lalu berdiri. Keduanya bergegas melangkah keluar dari area pemakaman dan berniat langsung pulang supaya bisa terhindar dari kehujanan."Nenek Resti!"Terdengar suara seseorang yang memanggil nama Bu Resti dari arah belakang. Sontak keduanya membalikkan badan hendak melihat siapakah orang tersebut.Melihat orang yang memanggilnya tadi, senyum Bu Resti langsung mengembang."Riani?" ucapnya.Viana melirik ke arah Bu Resti lalu melemparkan pandangan ke arah seorang anak perempuan yang rambutnya dikuncir dua yang sedang berjalan menghampiri mereka."Nenek Resti," sapanya lagi sembari mencium tangan Bu Resti dengan takzim."Riani, kenapa ada di sini? Oh...pasti mau ziarah ke makam mama mu ya?" tanya Bu Resti."Iya, Nek. Nenek sedang apa di sini?" Anak perempuan yang bernama Riani itu bali

  • Madu Pemberian Ipar    Ziarah Ke Makam

    Yanto tertegun. Ancaman Mika membuatnya sedikit takut. Akhirnya, tanpa banyak bicara lagi, dia segera pergi dari sana. Namun, sebelum itu dia sempat mengatakan sesuatu kepada Mika."Tidak masalah kau tidak mau memberitahuku. Aku akan cari cara lain untuk menemukan Viana.""Terserahmu, tapi yang jelas kau tidak akan dapat informasi apa pun dari aku," ucap Mika.Yanto pun segera berlalu dari sana dengan membawa kekesalan yang menggunung dalam hatinya."Itulah akibatnya Mik kalau kita terlalu ikut campur masalah orang. Kita juga yang bakalan repot. Dulu sudah kubilang, jangan terlalu mencampuri urusan rumah tangga Viana, tapi kamu berdalih atas dasar rasa kasihan. Sekarang beginilah jadinya, kita yang dikejar-kejar suaminya. Untung aku tadi cepat keluar, kalau tidak entah apa yang akan diperbuatnya padamu," omel Rizal yang sejak awal mula sudah mewanti-wanti Mika untuk tidak terlibat dalam kisruh rumah tangga Viana karena dia sudah menduga suatu saat nanti hal seperti ini akan terjadi da

  • Madu Pemberian Ipar    Tidak Mau Mengatakan 

    Mika menahan napas, dia tidak menduga Yanto akan menanyakan hal ini kepadanya. Namun, sejurus kemudian dirinya sudah bisa memahami alasannya.Akan tetapi, tentu saja Mika tidak akan membocorkan hal tersebut karena dia sudah berjanji kepada Viana untuk menutup mulutnya dari Yanto."Oh, jadi kamu sudah tahu kalau Viana pergi dari rumah?" ucap Mika dingin."Ya dan sekarang aku sedang mencarinya. Kamu tau kan dia ada dimana?"Mika menghela napas panjang."Untuk apalagi kamu mencarinya. Bukankah kamu sudah hidup bahagia dengan keluarga barumu itu. Lepaskanlah Viana, dia juga berhak untuk bahagia setelah apa yang menimpanya akhir-akhir ini." Mika mencoba memberi saran kepada Yanto.Namun, alih-alih menerima saran Mika, Yanto justru tersulut emosi."Jangan mengajariku tentang apa yang harus aku lakukan, Mika. Kau hanya orang luar yang kebetulan dipercayai oleh istriku. Jadi jaga batasanmu, jangan terlalu dalam ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Sekarang katakan padaku, dimana Viana

  • Madu Pemberian Ipar    Yanto Menemui Mika

    "Apa benar Yanto sudah menikah lagi dengan perempuan lain?" tanya Pak Darma seusai mereka makan malam.Viana mengangkat kepalanya, menatap wajah Pak Darma sejenak lalu kembali menundukkan wajahnya."Benar, Yah," jawabnya dengan suara lirih.Suara hembusan napas yang cukup keras meluncur dari mulut pria paruh baya itu. Demi apa pun, sungguh dia tak rela melihat putri angkatnya disakiti demikian. Emosi dan kemarahan perlahan-lahan mulai merayapi hatinya."Apa alasannya?" tanyanya dengan intonasi sedikit meninggi.Viana menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, tatapan matanya terlihat menerawang."Dia ingin punya anak sedangkan aku sampai detik ini belum bisa memberikannya. Istri keduanya itu adalah janda beranak satu. Dia merasa yakin jika menikah dengan perempuan itu, dia akan bisa punya anak karena istri keduanya itu sudah terbukti subur katanya. Selain itu, dia juga ingin meninggikan statusnya menjadi orang kaya serta terpandang karena perempuan itu adalah anak seorang pengusaha te

  • Madu Pemberian Ipar    Secercah Harapan 

    Derit pintu terdengar halus ketika Viana membuka dan mendorong daunnya ke samping. Sambil menenteng tas yang berisi barang-barangnya, Viana melangkah masuk dengan pelan."Hm...suasana kamar ini masih sama seperti waktu ku tinggalkan dulu. Ternyata ibu masih rajin merawat dan membersihkannya."Seketika itu juga timbul rasa bersalah dalam hati Viana karena selama ini terkesan mengabaikan ibu angkatnya itu."Ibu... maafkan aku karena selama ini tidak pernah menghubungimu," ucapnya lirih.Viana lalu membongkar isi tas nya dan meletakkan barang-barang bawaannya pada tempat yang semestinya. Kegiatan itu ternyata cukup menguras tenaganya sehingga Viana memutuskan untuk beristirahat sebentar.Viana membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dia menatap langit-langit kamar dengan tatapan menerawang. Kilas balik kenangan saat dia masih hidup berumah tangga dengan Yanto dan bayang-bayang pengkhianatan Yanto berputar dan bermain-main di benaknya, menciptakan perasaan rindu dan benci dalam waktu yang

  • Madu Pemberian Ipar    Pembicaraan

    "Ayahmu kan sedang di toko. Jam-jam segini biasanya orang rame belanja, jadi dia tidak bisa pulang," jawab Bu Resti."Di toko? Maksudnya, Bu?" tanya Viana dengan heran karena sepengetahuannya ayahnya itu berjualan secara online dari rumah.Bu Resti malah balik menatap Viana dengan heran. Namun, sejurus kemudian, dia menepuk keningnya sambil tertawa kecil."Owalah, pikunnya ibumu ini, Res. Kamu kan belum tahu kalau ayahmu udah punya toko. Jadi gini, dua tahun setelah kamu pergi ke Kota U ikut suamimu, ayahmu dapat warisan dari orang tuannya di kampung. Jumlahnya lumayan besar dan dari warisan itulah, ayahmu memutuskan untuk membeli sebuah ruko dan berjualan sembako di sana karena omset penjualan onlinenya makin lama makin berkurang seiring dengan masuknya pesaing baru. Awal mulanya ya...masih sepi gitu, belum banyak pembelinya. Tapi untungnya ayahmu itu orang yang gigih dan tidak mudah putus asa. Dia melakukan berbagai cara supaya toko itu dikenal banyak orang termasuk promosi baik mel

  • Madu Pemberian Ipar    Pacar Jimmy?

    'Oh, namanya Jimmy toh,' gumam Runi dalam hati.Setelah merasa agak baikan, Jimmy segera menegakkan tubuhnya dan menatap Runi yang ternyata sudah mengambil tempat duduk di dekatnya dengan tatapan nyalang."Mau apa kamu ke sini? Kami tidak pernah mengundangmu. Lebih baik kamu kembali ke tempatmu. Ga

  • Madu Pemberian Ipar    Orang Gila 

    "Hah? Oh...itu." Nesya tertawa kecil."Ya nggaklah. Tadi itu aku cuma becanda doang. Habisnya aku jengkel melihat tingkahnya yang sok ngebossy di kantor ini makanya aku kerjain saja dia biar dia kepanasan sendiri.""Oh...cuma becanda doang. Aku kirain beneran." Lani tersenyum-senyum sendiri."Eh, j

  • Madu Pemberian Ipar    Mendapat Malu

    "Hei, kamu siapa? Apa hubunganmu dengan mas Deon?" tanya Runi to the point.Nesya menatap Runi dengan bingung."Kamu...bicara sama saya?""Ya iyalah, emang kamu lihat ada orang lain lagi di sekitar sini?" tukas Runi sewot.Nesya tersenyum tipis. Dia tiba-tiba teringat bahwa Runi adalah pelakor yang

  • Madu Pemberian Ipar    Tidak Diterima

    Seketika timbul rasa cemburu dan tidak suka dalam hati Runi melihat kedekatan Deon dengan wanita itu.Dia melihat Deon begitu bersikap ramah dan friendly kepada wanita itu sedangkan kepada dirinya Deon malah selalu bersikap ketus dan dingin.Dengan langkah yang lebar dan sedikit tergesa, Runi berja

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status