Beranda / Rumah Tangga / Madu Pemberian Ipar / Syarat Yang Memberatkan.

Share

Syarat Yang Memberatkan.

Penulis: Kurnia_cy
last update Tanggal publikasi: 2026-02-26 09:14:04

Runi menatap bergantian kedua orang yang ada di depannya itu, tetapi tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaannya. Akhirnya, Runi yang sudah tidak sabaran lagi segera menarik kertas yang ada di hadapan Yanto dan Feyla.

Dengan cepat, matanya menelusuri deretan huruf – huruf yang tertulis di sana.

"Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Yanto Wijaya, dengan ini menyatakan persetujuan atas beberapa hal di bawah ini, yaitu:

1. Bahwa saya akan mengajak istri pertama saya yang bernama Viana Pertiw
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Madu Pemberian Ipar    Perdebatan Suami Dan Istri

    Langit pada siang hari itu tampak mendung. Awan-awan hitam menggantung di angkasa, menyembunyikan sang surya dalam dekapannya. Angin bertiup cukup kencang, menerbangkan pasir dan debu yang ada di jalanan membuat pedih mata orang yang dimasukinya. Orang-orang yang sedang berlalu lalang tampak bergegas dan mempercepat langkah karena mereka sudah bisa memprediksi bahwa sebentar lagi sekumpulan air dalam jumlah besar akan mengguyur bumi.Dan benar saja, tidak berapa lama kemudian hujan turun dengan deras disertai angin yang makin kencang. Udara terasa dingin seketika membuat tubuh menggigil.Akan tetapi, suasana tersebut berbanding terbalik dengan suasana di dalam sebuah ruangan di suatu gedung perkantoran yang saat ini sedang diliputi aura ketegangan karena adanya suatu masalah.“Jelaskan padaku, Mas! Kenapa bisa ada surat panggilan dari kepolisian untukmu? Apa yang sudah kau lakukan sampai kau harus berurusan dengan pihak kepolisian?!” cecar Feyla dengan nada keras sambil mengacung-acun

  • Madu Pemberian Ipar    Ke Kantor Polisi

    Tendangan itu cukup membuat Yanto kesakitan sehingga gunting yang tadi dipegangnya terlepas dan jatuh ke lantai sedangkan cekalannya pada Viana mulai melonggar. Menyadari ada kesempatan untuk membebaskan diri, Viana segera mendorong tubuh Yanto ke samping dan dengan cepat dia berlari menjauhi Yanto, bersembunyi di belakang bu Nining dengan tubuh yang masih gemetaran karena syok dengan perilaku Yanto tadi.“KURANG AJAR! SIAPA YANG MENENDANGKU?!” teriak Yanto dengan suara keras. Matanya berputar cepat menyapu wajah orang-orang di sekitarnya. Kilatan amarah terpancar jelas dari bola matanya yang memerah.“AKU!”Sesosok tubuh ramping berbalut baju kaos dan celana jeans dengan potongan rambut pendek maju dan berdiri tegap di hadapan Yanto.‘Vera?’ gumam Viana terkejut dalam hatinya. Vera adalah anak pemilik toko bangunan yang ada di sebelah minimarket bu Nining. Gadis itu berusia dua puluh lima tahun dan Viana sudah berkenalan dengan Vera beberapa hari setelah dia bekerja di minimarket ter

  • Madu Pemberian Ipar    Pertemuan Yang Tidak Diinginkan 

    Beberapa hari kemudian...Viana sedang menata kemasan makanan ringan dan bumbu dapur di rak pajangan ketika sebuah suara menyapa indra pendengarannya dari arah belakang."Viana."Seketika tubuh Viana menegang mendengar suara yang familiar itu, suara yang sosok pemiliknya sudah mulai Viana lupakan. Kemasan bumbu dapur yang semula berada dalam genggamannya, tanpa sadar terlepas dan menimbulkan bunyi 'pluk' ketika benda itu bertemu dengan lantai.Dengan dada berdebar kencang, Viana memutar tubuhnya perlahan dan ketika tubuhnya sudah berdiri sempurna berhadapan dengan orang yang menyerukan namanya itu, sepasang bola matanya sontak terbelalak lebar."M-mas Yanto," desisnya lirih.Ya, ternyata orang yang memanggil Viana itu adalah Yanto. Berbanding terbalik dengan Viana yang tampak terkejut melihat kehadiran Yanto, Yanto malah terlihat sangat gembira dan tersenyum lebar melihat sosok yang selama ini begitu dirindukannya sedang berdiri di hadapannya."Benar, Dek. Ini aku, suamimu," sahut Yan

  • Madu Pemberian Ipar    Usaha Yang Gagal

    Galuh menatap Yanto dengan tatapan datar. Wanita yang kini memegang mandat dari Viana untuk mengurus perceraiannya itu tetap bersikap tenang, tak tergoyahkan meski lawan bicaranya terkesan mengintimidasi lewat perkataannya barusan. Sudut bibirnya sedikit melengkung, dia bisa merasakan nada keputusasaan dalam gertakan Yanto itu."Saya memang mengetahui alamat Viana, tetapi Viana sudah berpesan kepada saya untuk tidak memberitahukannya kepada Anda dan saya akan memegang amanat dari Viana itu. Jadi mohon maaf, saya tidak bisa membantu Anda, Pak Yanto," ucap Galuh jujur."Tolonglah saya, Bu. Beritahukan alamatnya. Saya tidak akan menganggunya, saya hanya ingin mengetahui keadaannya, apakah dia baik-baik saja atau tidak," pinta Yanto dengan memelas, berharap Galuh akan luluh.Tidak pernah terlintas dalam pikiran Yanto bahwa Viana akan kembali ke rumah orang tua angkatnya karena Yanto beranggapan bahwa Viana pasti tidak akan berani pulang ke sana. Viana pasti akan malu kalau ketahuan kabur

  • Madu Pemberian Ipar    Persidangan Pertama 

    Di siang hari yang terik itu, sebuah mobil mewah berwarna merah metalik memasuki halaman luas sebuah gedung. Mobil tersebut terus meluncur menuju area parkiran. Setelah menemukan tempat parkir yang pas, mobil pun berhenti dan dari dalam turunlah dua orang pria dan wanita. Keduanya berjalan menuju gedung dengan langkah lebar.Ketika hendak memasuki area dalam gedung, tiba-tiba langkah si pria terhenti dan itu membuat wanita yang berjalan di sampingnya menjadi heran dan bertanya-tanya."Bang, ada apa? Kenapa berhenti?" tanya si wanita.Si pria tidak menjawab. Dia malah menatap nanar bangunan bercat putih yang berdiri kokoh di hadapannya, mulai dari bagian atas gedung hingga ke bawahnya."Bang!" tegur si wanita sekali lagi.Si pria memandang si wanita lalu menghembuskan napas berat."Abang kenapa sih? Kok jadi galau kayak gini?" protes si wanita."Apakah ini akhirnya, Run? Apa memang harus begini nasib pernikahanku dengan Viana?""Ish, Abang ini gimana sih, tadi sebelum datang ke sini, A

  • Madu Pemberian Ipar    Kegalauan Riani.

    Tok tok tok.Suara ketukan di pintu kamarnya mengalihkan atensi Bayu yang semula fokus pada layar televisi di depannya."Siapa?" tanyanya seraya beringsut turun dari ranjang."Ini Riani, Pa," sahut orang di balik pintu.Refleks Bayu menolehkan kepalanya menatap jam pada dinding kamarnya."Sudah jam sepuluh malam. Tidak biasanya Riani belum tidur jam segini. Ada apa, ya?"Dengan rasa penasaran yang cukup besar, Bayu berjalan ke pintu kamar lalu membukanya."Riani? Ada apa, Nak?""Papa...aku boleh masuk ke dalam? Ada yang ingin Yani tanyakan sama Papa.""Tentu saja boleh, ayo masuk Sayang."Keduanya lalu berjalan beriringan masuk ke dalam kamar Bayu dan duduk di pinggir ranjang. Bayu mengambil remote TV lalu dengan sekali pencet, layar TV langsung berubah gelap."Nah Riani, sekarang apa yang mau kamu tanyakan?"Riani terlihat ragu sejenak, tetapi sejurus kemudian gadis cilik itu memberanikan dirinya."Pa...apa benar tante Viana tidak mau jadi mamanya Yani?" tanyanya dengan suara lirih.

  • Madu Pemberian Ipar    Sikap Dingin Viana.

    Malam ini Yanto sedikit terlambat tidur karena ada beberapa hal yang harus dikerjakannya terlebih dulu.Namun, setibanya di kamar, dia tidak melihat keberadaan Viana di dalam kamar itu. Padahal dia yakin Viana sudah masuk ke dalam kamar beberapa jam sebelumnya.Matanya mengitari seluruh ruangan itu

  • Madu Pemberian Ipar    Teguran Yanto

    "Hei Runi! Kamu lagi ngelamunin apa? Kok senyum-senyum sendiri kayak gitu?" seru Feyla menatap keheranan kepada calon adik iparnya itu.Mendengar seruan Feyla, Runi menjadi gelagapan."Ah..eh...ini Kak, aku lagi membayangkan betapa meriahnya nanti pesta pernikahan Kakak. Pasti nanti Kakak akan menj

  • Madu Pemberian Ipar    Gosip Tentang Pernikahan.

    Serentak semua mata mengarah kepada Joni."Kenapa Lo bisa berkata begitu? Apa Yanto sudah pernah cerita ke Lo sebelumnya kalau dia akan nikah dengan bu Feyla?" tanya Risky kepo."Yaelah Ris, pertanyaan macam apa itu. Ya gak mungkinlah dia sebar cerita yang akan memalukan dirinya sendiri. Kalian ini

  • Madu Pemberian Ipar    Undangan Pernikahan 

    Viana terdiam, dia mencoba mempertimbangkan saran dari Mika itu.'Bagaimana ya, apa aku harus menerima saran dari mbak Mika itu? Apakah aku sanggup bertahan jika melihat mereka bermesraan di depan mataku? Tapi jika tidak dengan cara ini, aku tidak bisa mendapatkan bukti yang kuinginkan. Mbak Mika b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status