مشاركة

Menghibur Diri

مؤلف: Kurnia_cy
last update تاريخ النشر: 2026-02-01 08:19:03

"Baguslah kalau begitu. Aku ikut senang mendengarnya, Vi. Oh ya, aku ada rencana mau jalan-jalan ke mall sekaligus belanja kebutuhan bulananku. Kalau kamu bersedia, kamu boleh ikut kok sama aku. Hitung-hitung refreshing dan supaya kamu bisa sedikit terhibur dari masalah yang kamu hadapi saat ini. Bagaimana, apa kamu mau?" tanya Mika seraya menatap Viana

Viana terlihat berpikir sejenak.

'Kelihatannya tawaran Mbak Mika cukup menarik juga, daripada aku bengong di rumah dan terbayang-bayang terus a
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Madu Pemberian Ipar    Ke Kantor Polisi

    Tendangan itu cukup membuat Yanto kesakitan sehingga gunting yang tadi dipegangnya terlepas dan jatuh ke lantai sedangkan cekalannya pada Viana mulai melonggar. Menyadari ada kesempatan untuk membebaskan diri, Viana segera mendorong tubuh Yanto ke samping dan dengan cepat dia berlari menjauhi Yanto, bersembunyi di belakang bu Nining dengan tubuh yang masih gemetaran karena syok dengan perilaku Yanto tadi.“KURANG AJAR! SIAPA YANG MENENDANGKU?!” teriak Yanto dengan suara keras. Matanya berputar cepat menyapu wajah orang-orang di sekitarnya. Kilatan amarah terpancar jelas dari bola matanya yang memerah.“AKU!”Sesosok tubuh ramping berbalut baju kaos dan celana jeans dengan potongan rambut pendek maju dan berdiri tegap di hadapan Yanto.‘Vera?’ gumam Viana terkejut dalam hatinya. Vera adalah anak pemilik toko bangunan yang ada di sebelah minimarket bu Nining. Gadis itu berusia dua puluh lima tahun dan Viana sudah berkenalan dengan Vera beberapa hari setelah dia bekerja di minimarket ter

  • Madu Pemberian Ipar    Pertemuan Yang Tidak Diinginkan 

    Beberapa hari kemudian...Viana sedang menata kemasan makanan ringan dan bumbu dapur di rak pajangan ketika sebuah suara menyapa indra pendengarannya dari arah belakang."Viana."Seketika tubuh Viana menegang mendengar suara yang familiar itu, suara yang sosok pemiliknya sudah mulai Viana lupakan. Kemasan bumbu dapur yang semula berada dalam genggamannya, tanpa sadar terlepas dan menimbulkan bunyi 'pluk' ketika benda itu bertemu dengan lantai.Dengan dada berdebar kencang, Viana memutar tubuhnya perlahan dan ketika tubuhnya sudah berdiri sempurna berhadapan dengan orang yang menyerukan namanya itu, sepasang bola matanya sontak terbelalak lebar."M-mas Yanto," desisnya lirih.Ya, ternyata orang yang memanggil Viana itu adalah Yanto. Berbanding terbalik dengan Viana yang tampak terkejut melihat kehadiran Yanto, Yanto malah terlihat sangat gembira dan tersenyum lebar melihat sosok yang selama ini begitu dirindukannya sedang berdiri di hadapannya."Benar, Dek. Ini aku, suamimu," sahut Yan

  • Madu Pemberian Ipar    Usaha Yang Gagal

    Galuh menatap Yanto dengan tatapan datar. Wanita yang kini memegang mandat dari Viana untuk mengurus perceraiannya itu tetap bersikap tenang, tak tergoyahkan meski lawan bicaranya terkesan mengintimidasi lewat perkataannya barusan. Sudut bibirnya sedikit melengkung, dia bisa merasakan nada keputusasaan dalam gertakan Yanto itu."Saya memang mengetahui alamat Viana, tetapi Viana sudah berpesan kepada saya untuk tidak memberitahukannya kepada Anda dan saya akan memegang amanat dari Viana itu. Jadi mohon maaf, saya tidak bisa membantu Anda, Pak Yanto," ucap Galuh jujur."Tolonglah saya, Bu. Beritahukan alamatnya. Saya tidak akan menganggunya, saya hanya ingin mengetahui keadaannya, apakah dia baik-baik saja atau tidak," pinta Yanto dengan memelas, berharap Galuh akan luluh.Tidak pernah terlintas dalam pikiran Yanto bahwa Viana akan kembali ke rumah orang tua angkatnya karena Yanto beranggapan bahwa Viana pasti tidak akan berani pulang ke sana. Viana pasti akan malu kalau ketahuan kabur

  • Madu Pemberian Ipar    Persidangan Pertama 

    Di siang hari yang terik itu, sebuah mobil mewah berwarna merah metalik memasuki halaman luas sebuah gedung. Mobil tersebut terus meluncur menuju area parkiran. Setelah menemukan tempat parkir yang pas, mobil pun berhenti dan dari dalam turunlah dua orang pria dan wanita. Keduanya berjalan menuju gedung dengan langkah lebar.Ketika hendak memasuki area dalam gedung, tiba-tiba langkah si pria terhenti dan itu membuat wanita yang berjalan di sampingnya menjadi heran dan bertanya-tanya."Bang, ada apa? Kenapa berhenti?" tanya si wanita.Si pria tidak menjawab. Dia malah menatap nanar bangunan bercat putih yang berdiri kokoh di hadapannya, mulai dari bagian atas gedung hingga ke bawahnya."Bang!" tegur si wanita sekali lagi.Si pria memandang si wanita lalu menghembuskan napas berat."Abang kenapa sih? Kok jadi galau kayak gini?" protes si wanita."Apakah ini akhirnya, Run? Apa memang harus begini nasib pernikahanku dengan Viana?""Ish, Abang ini gimana sih, tadi sebelum datang ke sini, A

  • Madu Pemberian Ipar    Kegalauan Riani.

    Tok tok tok.Suara ketukan di pintu kamarnya mengalihkan atensi Bayu yang semula fokus pada layar televisi di depannya."Siapa?" tanyanya seraya beringsut turun dari ranjang."Ini Riani, Pa," sahut orang di balik pintu.Refleks Bayu menolehkan kepalanya menatap jam pada dinding kamarnya."Sudah jam sepuluh malam. Tidak biasanya Riani belum tidur jam segini. Ada apa, ya?"Dengan rasa penasaran yang cukup besar, Bayu berjalan ke pintu kamar lalu membukanya."Riani? Ada apa, Nak?""Papa...aku boleh masuk ke dalam? Ada yang ingin Yani tanyakan sama Papa.""Tentu saja boleh, ayo masuk Sayang."Keduanya lalu berjalan beriringan masuk ke dalam kamar Bayu dan duduk di pinggir ranjang. Bayu mengambil remote TV lalu dengan sekali pencet, layar TV langsung berubah gelap."Nah Riani, sekarang apa yang mau kamu tanyakan?"Riani terlihat ragu sejenak, tetapi sejurus kemudian gadis cilik itu memberanikan dirinya."Pa...apa benar tante Viana tidak mau jadi mamanya Yani?" tanyanya dengan suara lirih.

  • Madu Pemberian Ipar    Permintaan Maaf Berujung Hinaan.

    Bu Ajeng memasuki rumah dengan langkah gontai. Setibanya di dalam rumah, dia melemparkan tas nya begitu saja di atas meja lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa. Peristiwa tadi masih membayang di pelupuk matanya membuat rasa geram di hatinya kembali membuncah."Kurang ajar perempuan itu! Aku ditipunya mentah-mentah. Di depanku berlagak seperti perempuan baik dan anggun, tetapi di belakangku dia tak ubahnya seperti perempuan murahan yang tidak ada harga dirinya bahkan kini dia sedang mengandung anak haram dalam perutnya. Benar-benar menjijikkan. Untung Bayu bersikeras menolak, kalau sempat Bayu juga tertarik padanya, mau dikemanakan mukaku ini, punya menantu yang kelakuannya kayak pelacur!" umpat Bu Ajeng dengan suara lirih."Apa Nek? Nenek ngomong apa?" tanya Riani yang mendengar suara gumaman neneknya."Hah? Oh...eh...nenek tidak ngomong apa-apa, kok," bohong Bu Ajeng."Masak sih, Nek? Tadi Riani dengar Nenek kayak bicara-bicara sendiri, kayak ngomel-ngomel gitu," cecar Riani dengan dah

  • Madu Pemberian Ipar    Sambutan Untuk Runi

    "Begini saja, Pak, Bu...saya tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada Bapak dan Ibu sekalian karena jujur saja, hubungan saya dan Runi bisa dibilang tidak akur. Apa pun yang saya katakan, tidak pernah mau dia indahkan. Jikalau saya menerimanya tinggal bersama kami, itu semata-mata hanya karena permi

  • Madu Pemberian Ipar    Permintaan Warga

    Pak RT terdiam sesaat. Pria berkemeja batik itu menoleh sekilas ke arah rombongan ibu yang berbaris di belakangnya kemudian berbalik menatap Viana. Tampak jelas di wajah pria paruh baya itu perasaan tidak enak hati.Akan tetapi, pria itu juga menyadari bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya

  • Madu Pemberian Ipar    Tamu Di Rumah Yanto

    "Lho, kenapa Run? Kok berhenti?" tanya Mita."Mmm...gimana ya." Runi terlihat ragu-ragu.Dia sibuk melirik ke kanan dan kiri. Perseteruannya tadi dengan Silvia dan Dinta telah menyita perhatian cukup banyak pengunjung. Dia khawatir kalau nanti ada lagi orang yang akan membullynya ji

  • Madu Pemberian Ipar    Cerita Ala Runi

    Sejenak Runi terdiam, memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan. Tak mungkin dia berkata jujur karena itu sama saja dengan dia membuka aibnya sendiri."Udah nggak ada lagi kecocokan diantara kami, Kak. Daripada mempertahankan rumah tangga yang sudah tidak sehat lagi, bukankah lebih baik

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status