Beranda / Rumah Tangga / Madu Pemberian Ipar / Surat Persetujuan Menikah Lagi.

Share

Surat Persetujuan Menikah Lagi.

Penulis: Kurnia_cy
last update Tanggal publikasi: 2026-02-03 08:20:15

"Kurang ajar! Tutup mulutmu itu, Viana. Aku jelaskan lagi ya, aku bukan wanita simpanan, aku adalah calon istri mas Yanto. Jangan lupakan juga, aku adalah pemilik sebuah perusahaan yang cukup terkenal di kota ini. Dengan menikahiku, aku bisa mengangkat derajat mas Yanto menjadi orang yang punya jabatan penting di perusahaanku. Sedangkan kau, apa yang bisa kau berikan? Kau hanya perempuan miskin, mandul pula. Masa depan mas Yanto akan suram jika bersamamu terus."

Mendengar rentetan kalimat Feyla
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Madu Pemberian Ipar    Runi Hamil?

    Sebulan kemudian.“Huekk.... huekkk....” Keheningan pagi itu dipecahkan oleh suara muntah seseorang di dalam kamar mandi. “Runi? Kamu kenapa?” tanya Yuda dengan nada panik. Ternyata yang sedang muntah-muntah itu adalah Runi dan Yuda yang mendengar hal tersebut langsung menghambur ke dalam kamar mandi.Runi berbalik badan dan Yuda bisa melihat betapa pucat wajah istrinya itu.“Kamu kenapa, Run? Kamu sakit?” tanya Yuda lagi sambil memijit pelan kedua bahu Runi.“Nggak tahu nih, Mas. Tiba-tiba saja badanku terasa lemas, kepalaku pusing dan perutku mual seperti diaduk-aduk,” ucap Runi sambil memijit dahinya.“Kamu sakit maag? Atau jangan-jangan...” Bola mata Yuda berputar liar, dadanya berdegup kencang, sebuah prasangka muncul di benaknya.“Jangan – jangan apa, Mas?”“Jangan – jangan kamu hamil, Run,” bisiknya dengan suara lirih.“Ha-hamil?” Runi tampak kaget.“Ya, siapa tahu. Soalnya beberapa minggu lalu, Richard, temanku bercerita bahwa istrinya tengah hamil muda dan pada awal kehamil

  • Madu Pemberian Ipar    Undangan Khusus

    Yanto menghembuskan napas kasar dan menatap istrinya dengan rasa iba. Meski sedikit kecewa mendengar berita barusan, tetapi Yanto masih bisa menerimanya karena dia sudah memprediksi hal ini akan terjadi sehingga dia sudah mempersiapkan mentalnya. “Mas Yanto, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kamu bicara dong, Mas. Jangan diam saja seperti patung!” seru Feyla dengan kesal. “Sudah, Feyla. Berhenti berharap pada orang lain. Kita jalani saja dulu apa yang ada di depan kita. Seperti kataku tadi, besok aku akan mencari pekerjaan untuk menghidupi kita bertiga dan aku juga akan mencari sekolah di sekitar sini untuk Randy. Aku akan mengurus surat pindah Randy dari sekolah yang lama dan kamu sekarang bertanggung jawab mengurus rumah dan menyediakan makanan untuk kita semua.” Yanto mulai menegaskan pembagian tugas di antara mereka.“Apa? Aku disuruh ngurus rumah? Kamu pikir aku ini pembantu, Mas?! Aku istrimu dan aku tidak suka disuruh-suruh seperti itu! Satu lagi, aku juga tidak mengizink

  • Madu Pemberian Ipar    Penolakan Yuda

    Sontak Yanto tercengang melihat reaksi Feyla. “Loh, kenapa kamu kaget begitu? Memangnya ada yang salah dengan ucapanku?”Feyla menggeleng dengan kuat-kuat. “Aku tidak mau! Masakan aku seorang pemilik perusahaan besar melakukan pekerjaan receh seperti itu. Bisa jatuh harga diriku, Mas!”“Tapi sekarang kamu bukan lagi seorang pemilik perusahaan, Fey. Sadar kamu, jangan kebanyakan berhalusinasi!” ketus Yanto.Feyla terdiam, dalam hatinya membenarkan perkataan Yanto tersebut. Akan tetapi, perempuan itu tetap tidak ingin melakukan saran Yanto. Dia yang selama ini bekerja di balik meja, berteman dengan komputer dan kertas-kertas dokumen menyebabkan Feyla enggan untuk menyentuh bidang pekerjaan yang memang bukan ranahnya.“Mas, bagaimana kalau kita minta tolong sama Yuda, suaminya Runi?” cetus Feyla tiba-tiba.“Yuda?” “Iya, Mas. Yuda itu kan pengusaha terkenal juga, jadi kita minta saja bantuannya untuk mengambil alih kembali perusahaan dan aset-aset milikku. Aku yakin dia punya kenalan p

  • Madu Pemberian Ipar    Pindah Ke Kontrakan

    “Mas, serius kita tinggal di sini?” tanya Feyla sedikit bergidik melihat penampakan bangunan di depan matanya. Yanto, Feyla, dan Randy kini tengah berdiri di depan sebuah rumah tipe minimalis. Setelah terusir dari rumah Feyla sebelumnya, Yanto memutuskan mencari sebuah penginapan untuk mereka tinggali buat sementara waktu karena mereka belum tahu akan pergi kemana. Feyla sempat protes, kenapa Yanto memilih penginapan bukan hotel karena selama ini dia terbiasa menginap di hotel jika ada keadaan yang memaksanya tidak bisa pulang ke rumah seperti urusan kerja di luar kota sehingga perempuan itu merasa tidak nyaman harus menginap di tempat yang memang tidak semewah hotel yang biasa ditempatinya.Yanto menjelaskan alasannya yaitu penghematan biaya. Saat ini keuangan mereka sepenuhnya bergantung pada uang cash dan tabungan yang dimiliki Yanto. Meskipun jumlahnya masih cukup banyak, tetapi mengingat dirinya yang masih belum mempunyai pekerjaan untuk saat ini menyebabkan Yanto mulai melakuka

  • Madu Pemberian Ipar    Kekalahan Feyla 

    Kini semua pandangan mata terarah pada Feyla. Jika Yanto dan Randy menunjukkan ekspresi sangat terkejut dan khawatir, lain hal nya dengan Deon dan kedua anak buahnya yang menunjukkan ekspresi biasa saja bahkan Deon sempat-sempatnya menyunggingkan senyum sinis di sudut bibirnya. “Mama!” seru Randy dengan mata terbelalak.“Feyla, jangan konyol! Buang pisau itu, cepat!!” perintah Yanto dengan nada panik. Ya, rupanya Feyla menekankan sebilah pisau pemotong buah ke lehernya yang entah darimana diperolehnya. Ujung pisau yang runcing tampak berkilat tertimpa cahaya lampu yang menyala, menggetarkan hati orang-orang yang melihatnya. “Tidak mau! Selama bedebah itu beserta anjing peliharaannya masih terlihat di depan mataku, aku tidak akan melepaskan pisau ini!” balas Feyla dengan suara nyaring. “Jangan bodoh, Feyla! Kau pikir Deon akan takut pada ancamanmu itu! Aku yakin tidak, Feyla! Sekarang dengarkan kata-kataku, jangan bertindak konyol, buang pisau itu! Lihat Randy, dia ketakutan meliha

  • Madu Pemberian Ipar    Tetap Ingin Bertahan 

    “Mas!” sentak Feyla dengan bola mata membeliak.“Apa hak mu untuk memecat semua ART ku?! Mereka tidak ada yang boleh pergi, harus tetap di sini dan bekerja seperti biasa karena aku akan tetap berada di sini! Persetan dengan semua perintah si Deon keparat itu!” geram Feyla.Feyla lalu menatap wajah asisten rumah tangganya satu persatu dengan tatapan nyalang.“Kalian dengar itu? Kalian harus tetap berada di sini karena aku, majikan kalian masih ada di sini!” tegas Feyla.Para ART itu terlihat sibuk berembuk satu sama lain dan sejurus kemudian, Pak Sapto, satpam di rumah itu maju dan berdiri di depan Feyla.“Maaf, Bu Feyla. Setelah kami berembuk, kami putuskan bahwa kami akan mengikuti perintah Pak Yanto. Kami akan pergi dari sini karena melihat situasi saat ini, rasanya tidak mungkin kami terus bertahan di sini. Pak Deon adalah pemilik rumah ini sekarang dan tadi instruksinya sudah jelas, kita semua harus pergi dari sini. Di samping itu, barusan saya dapat kabar dari saudara saya yang a

  • Madu Pemberian Ipar    Tagihan Yang Sudah Dibayarkan 

    "A-apa? Mas dipecat?"Viana mengulangi kembali ucapan Yanto sebelumnya guna lebih meyakinkan dirinya akan hal yang didengarnya barusan."Benar, Dek," jawab Yanto dengan lesu.Viana terdiam sejenak. Kini dia yakin bahwa dia tidak salah dengar. Perlahan, dia mulai bisa meraba b

  • Madu Pemberian Ipar    Pengakuan

    "Bukan, Dok. Saya tetangganya. Ini istrinya," tukas Mika cepat seraya menunjuk ke arah Viana yang berdiri di sampingnya."Oh, maaf Bu. Saya salah orang rupanya," ujar Dokter Arif setengah bercanda."Jadi gimana keadaan suami saya sekarang, Dok?" tanya Viana dengan perasaan cemas.

  • Madu Pemberian Ipar    Ke Rumah Sakit.

    Namun, sebelum dia sempat keluar rumah, dia dicegat oleh Runi yang baru keluar dari kamarnya dan menatap heran ke arah Viana yang nampak tergesa-gesa dengan raut wajah cemas."Mbak, ada apa? Kok kayak gelisah begitu?" tanyanya.Viana menoleh sekilas ke arah Runi dengan wajah datar.

  • Madu Pemberian Ipar    Kecelakaan

    Yanto melajukan motornya dengan perlahan. Di sepanjang jalan, pikirannya terus dihantui dengan masalah pemecatannya.Dia bingung bagaimana cara menyampaikan berita ini kepada Viana dan untuk selanjutnya dimana dia akan mencari pekerjaan. Semuanya ini terjadi begitu mendadak sehingga dia ti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status