Share

Viana Pulang

Penulis: Kurnia_cy
last update Tanggal publikasi: 2026-02-24 08:49:42

Yanto terperanjat mendengar suara Viana yang menggelegar di sore hari itu, begitu juga dengan Feyla dan Runi. Wajah Yanto lagi-lagi merah padam menahan malu dan marah di saat bersamaan.

"Tidak sopan kamu, Dek, bicara dengan suara keras kepada suami sendiri!" ucap Yanto untuk menutupi rasa malunya.

"Lebih tidak sopan mana dengan sikapmu yang langsung main tuduh orang seenaknya tanpa bukti yang jelas," sambar Viana cepat.

"Tapi...Runi yang bilang kalau kamu mungkin ada hubungan dengan-"

"Oh...jad
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Madu Pemberian Ipar    Menyogok Dokter Ranum

    “Apa? Dokter bilang apa tadi?” “Tadi saya mengatakan bahwa Bu Runi mengalami kondisi pasca-histerektomi atau post-hysterectomy status yang artinya Bu Runi sudah mengalami prosedur pengangkatan rahim. Jadi, dengan kata lain saat ini Bu Runi sudah tidak mempunyai rahim lagi,” jelas Dokter Ranum. “Dan itu artinya saya tidak akan pernah bisa hamil?” tanya Runi dengan dada berdebar kencang.Dokter Ranum mengangguk dengan pelan dan raut wajahnya menunjukkan rasa simpatinya atas apa yang dialami oleh pasiennya itu.Ya, Runi yang sudah tiba di rumah sakit dan telah mendapat penanganan dari Dokter Ranum awalnya masih optimis bahwa kondisinya masih bisa diperbaiki jika memang ada sedikit gangguan pada tubuhnya, tetapi setelah mendengar semua penjelasan dari sang dokter, Runi merasakan dunia seolah runtuh menimpanya.Runi ternganga dengan mulut lebar. Otaknya seakan sulit mencerna semua ucapan Dokter Ranum. Dia merasa tidak yakin pada pendengarannya sehingga dia menolak untuk percaya.“Tidak,

  • Madu Pemberian Ipar    Tuduhan Bu Elvina

    Bu Elvina terbaring lemas di atas ranjang. Wajahnya tampak pucat, ekspresinya lesu dan tidak ada gairah. Delapan kali bolak balik ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya cukup menguras energi dalam tubuhnya. Beruntung tetangga di sebelah rumah Yuda adalah seorang dokter dan Yuda meminta bantuan dokter tersebut untuk mengobati Bu Elvina. “Sebenarnya kamu makan apa sih, Vin? Kok bisa sampai diare begitu?” tanya Pak Bagas ketika dokter itu sudah kembali ke rumahnya dan Yuda sedang pergi menebus resep obat. “Nggak tahu, Mas. Perasaan aku tidak ada makan yang aneh-aneh, deh.” “Apa... jangan-jangan makanan yang dibikin Bi Surti yang buat mama jadi kayak gini” Runi langsung melemparkan tuduhan kepada Bi Surti supaya fokus orang-orang teralih kepada wanita paruh baya yang bekerja di rumahnya itu dan dia terbebas dari kecurigaan orang-orang.“Bi Surti! Bi Surti!” teriaknya dengan suara keras. Bi Surti langsung datang tergopoh-gopoh dengan wajah ketakutan. Musibah yang dialami oleh ibu m

  • Madu Pemberian Ipar    Rencana Licik

    Runi terperanjat kaget, wajahnya tiba-tiba memucat mendengar perkataan ibu mertuanya itu. “A-apa? Mama mau menginap di sini?” “Iya, kenapa memangnya? Kamu keberatan?” selidik Bu Elvina. “Ti-tidak, Ma. Tentu saja aku tidak keberatan. A-aku malah senang mama sama papa mau menginap di sini karena kita kan jarang jumpa, hanya sesekali saja kita bisa langsung bertatap muka seperti sekarang ini,” bohong Runi sembari memasang senyum palsu di wajahnya. ‘Sialan, pake acara nginap pula mereka, mana nenek lampir ini mau ngajak aku ke dokter kandungan besok. Saat ini aku belum tahu gimana sebenarnya kondisi tubuhku, kenapa aku tidak mendapatkan tamu bulananku dalam waktu yang cukup lama. Jika aku pergi berdua bersamanya dan ternyata ada yang salah pada tubuhku, ini bisa berbahaya untuk kelangsungan posisiku dalam keluarga ini. Tidak boleh, nenek lampir ini tidak boleh tahu lebih dulu akan kondisiku. Aku harus cari akal agar dia tidak ikut menemaniku ke dokter besok.’Runi yang sudah mulai ben

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Mertua 

    Setahun kemudian.... “Jadi bagaimana, apa sudah ada tanda-tanda kamu hamil?” tanya Bu Elvina kepada Runi. “Uhuk...uhuk...” Runi yang sedang mengunyah makanan langsung tersedak, tangannya segera menyambar gelas berisi air putih di sampingnya lalu meneguknya hingga tandas. Satu tangannya menepuk-nepuk pelan dadanya untuk memberi rasa lega pada tenggorokannya.Saat ini mereka yaitu Pak Bagas, Bu Elvina, Yuda dan Runi tengah makan malam bersama di rumah Yuda. Ya, Pak Bagas dan Bu Elvina memutuskan untuk berkunjung ke Kota M, ke tempat Yuda dan Runi untuk melepas rasa rindu kepada anak dan menantu mereka disamping Pak Bagas juga ingin membahas perihal perkembangan perusahaan yang dipimpin oleh Yuda.Pada awalnya, Bu Elvina merasa sedikit keberatan dengan kepindahan Yuda dan Runi ke Kota M karena dengan tinggal berjauhan seperti itu, dia akan sulit memantau kondisi Runi jika hamil nanti. Pengakuan Runi bahwa dia adalah wanita subur membuat Bu Elvina merasa yakin kalau Runi akan bisa seger

  • Madu Pemberian Ipar    Tamparan Yanto

    “Viana tidak ikut, jadi Anda tidak perlu menguras energi Anda untuk memanggil orang yang memang tidak ada keberadaannya di sini,” ucap Nyonya Julia dengan nada dingin. Sejujurnya, dia merasa muak melihat tingkah Feyla yang demikian.“Bohong, kau pasti berbohong! Dia adalah anak buahmu, kau pasti akan melindunginya! Sekarang aku minta kau berkata jujur, katakan dimana dia, cepat katakan!” hardik Feyla.Emosi tingkat tinggi mengungkung serta membutakan hati dan pikirannya sehingga Feyla tidak lagi memedulikan sopan santun dan etika saat berbicara dengan orang yang jelas-jelas berusia jauh di atasnya.“Hei, sopan sedikit kalau bicara! Apa kau tidak lihat, lawan bicaramu siapa? Main njeplak sembarangan tuh mulut. Katanya orang kaya, orang berpendidikan...tapi setelah melihat sikapmu ini, aku jadi meragukan status yang kau miliki!”Ayu yang sudah tidak tahan lagi melihat bos nya dibentak-bentak oleh Feyla akhirnya melontarka

  • Madu Pemberian Ipar    Dimana Wanita Pembunuh Itu?!

    Siang itu, awan hitam bergelayut di langit biru Kota U, menciptakan nuansa mendung yang pekat. Sang surya seolah menghilang di balik kepungan barisan awan yang siap memuntahkan jutaan liter air ke permukaan bumi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalanan kian mempercepat langkahnya supaya mereka bisa terhindar dari guyuran air yang disebut hujan itu.Akan tetapi, pada sebuah area pemakaman, di sebuah makam yang tampak baru dengan tanah yang masih basah dan taburan bunga-bunga yang masih segar, terlihat orang - orang yang hadir di sana tetap berdiri di tempatnya seolah-olah tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca saat itu. Beberapa orang tampak mulai membuka payung yang rupanya sudah mereka siapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang berubah-ubah saat mereka merasakan tetesan air mulai jatuh di atas kepala mereka.Seorang wanita berpakaian serba hitam berjongkok di samping makam. Wajahnya pucat bersimbah air mata yang tiada hentinya mengalir dari kedua ma

  • Madu Pemberian Ipar    Teguran Yanto

    "Hei Runi! Kamu lagi ngelamunin apa? Kok senyum-senyum sendiri kayak gitu?" seru Feyla menatap keheranan kepada calon adik iparnya itu.Mendengar seruan Feyla, Runi menjadi gelagapan."Ah..eh...ini Kak, aku lagi membayangkan betapa meriahnya nanti pesta pernikahan Kakak. Pasti nanti Kakak akan menj

  • Madu Pemberian Ipar    Gosip Tentang Pernikahan.

    Serentak semua mata mengarah kepada Joni."Kenapa Lo bisa berkata begitu? Apa Yanto sudah pernah cerita ke Lo sebelumnya kalau dia akan nikah dengan bu Feyla?" tanya Risky kepo."Yaelah Ris, pertanyaan macam apa itu. Ya gak mungkinlah dia sebar cerita yang akan memalukan dirinya sendiri. Kalian ini

  • Madu Pemberian Ipar    Undangan Pernikahan 

    Viana terdiam, dia mencoba mempertimbangkan saran dari Mika itu.'Bagaimana ya, apa aku harus menerima saran dari mbak Mika itu? Apakah aku sanggup bertahan jika melihat mereka bermesraan di depan mataku? Tapi jika tidak dengan cara ini, aku tidak bisa mendapatkan bukti yang kuinginkan. Mbak Mika b

  • Madu Pemberian Ipar    Ide Dari Mika.

    "Tentu saja aku bersedia. Hanya saja-""Kenapa, Mbak? Apa ini tentang masalah biaya? Kalau untuk hal itu saya akui, saya mungkin tidak bisa membayar jasa Mbak secara penuh untuk saat ini. Sekarang ini saya hanya punya sedikit tabungan dan perhiasan. Saya akan membayar jasa Mbak dengan uang dan perh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status