Share

Ide Dari Mika.

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2026-03-02 08:16:47

"Tentu saja aku bersedia. Hanya saja-"

"Kenapa, Mbak? Apa ini tentang masalah biaya? Kalau untuk hal itu saya akui, saya mungkin tidak bisa membayar jasa Mbak secara penuh untuk saat ini. Sekarang ini saya hanya punya sedikit tabungan dan perhiasan. Saya akan membayar jasa Mbak dengan uang dan perhiasan itu. Untuk kekurangannya, saya janji akan mencicilnya setelah nanti saya mendapatkan pekerjaan seusai perceraian saya disahkan oleh pengadilan."

Saking takutnya Viana kalau Galuh tidak mau memba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Feyla Syok.

    “Gimana, Viana? Apa kamu sudah mulai mengerjakan pesanan dari Nyonya Adinata?” tanya Bu Julia di siang hari itu. “Sudah, Bu. Ini saya lagi membuat sketsa kasarnya,” ucap Viana sembari menunjukkan lembaran kertas putih di hadapannya yang telah berisikan sketsa dasar desain yang hampir rampung.Nyonya Julia memperhatikan sketsa yang dibuat oleh Viana dengan seksama lalu dia bertanya tentang konsep dari sketsa yang dibuat tersebut beserta alasan dia memilih konsep itu. Dengan lugas, Viana langsung menjelaskannya di hadapan bos nya itu.Mendengar penjelasan Viana, Nyonya Julia menggangguk-anggukkan kepala, dalam hatinya dia merasa kagum pada kemampuan Viana dalam mendesain dan menjelaskan konsep desain tersebut dengan begitu detail. “Baiklah, kalau begitu lanjutkan lagi pekerjaanmu.”“Baik, Bu.”Nyonya Julia melangkah meninggalkan ruang kerja Viana, tapi tiba-tiba dia berbalik lagi ke meja Viana. “Viana, bagaimana pendapatmu tentang Jimmy?” tanya Nyonya Julia to the point.Seketika Via

  • Madu Pemberian Ipar    Ancaman Bu Elvina

    “Mas Jimmy? Anda Mas Jimmy, kan? Saudara iparnya Mbak Mika?” tanya Viana dengan setengah ragu, takut salah orang. Pria berkemeja navy yang diduga Viana merupakan Jimmy, terlihat memandang Viana dengan intens. ‘Benar, saya Jimmy. Kamu siapa, kenapa bisa mengenali saya? Tapi... tunggu dulu, rasanya saya sedikit familiar dengan wajahmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ucap Jimmy sambil terus menatap Viana. “Saya Viana, Mas. Saya dulunya tetangga Mbak Mika sewaktu masih tinggal di Kota U,” jelas Viana. “Viana... Viana... Oh iya, saya ingat sekarang. Kalau tidak salah, waktu itu kamu pernah hampir ketabrak sama mobil saya. Iya, kan?” “Iya, benar, Mas.”“Tapi kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu harusnya ada di Kota U?” Jimmy mengungkapkan keheranannya. Viana tersenyum kecil melihat kebingungan Jimmy.“Saya kerja di sini, Mas dan sekarang saya juga tinggal menetap di kota ini.”“Oh, begitu ya.”“Iya, Mas. Kalau gitu saya permisi dulu, Mas.”“Oke, eh... maaf ya, tadi saya udah n

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Nyonya Adinata

    “Siapa cewek tadi itu, Kak? Datang-datang langsung marah-marah saja,” ucap Ayu ketika Viana sudah kembali. “Oh...itu mantan adik ipar kakak. Biasalah, dia memang kayak gitu orangnya. Sehari saja gak ngebully kakak, gak senang dia, meriang, panas dingin badannya,” seloroh Viana bercanda. “Ha...ha...ha... Kakak ini, bisa aja bercandanya. Tapi Kak...serius nih, tadi aku dengar dia nyebut - nyebut Kakak penyebab kakak iparnya keguguran, itu ceritanya gimana sih, Kak dan kapan kejadiannya?” tanya Ayu penasaran. “Oh itu. Jadi gini...” Viana lalu mulai menceritakan kejadian beberapa waktu lalu yang melibatkan dia, Runi dan Feyla. Ayu mendengarkan dengan seksama. Di sepanjang Viana bercerita, raut wajah perempuan bertubuh mungil itu berubah-rubah, campuran antara marah, kesal dan juga geram. “Haissh....gila! Gak nyangka aku ada orang se-bloon itu. Dipikirnya gampang apa mencuri di toko perhiasan sekelas Sparkle n’ Shining Diamond. Pengamanannya gak main-main, CCTV bertebaran dimana-mana.

  • Madu Pemberian Ipar    Mengorek Informasi 

    “Itu...itu kan Viana.” Raut wajah Runi langsung terlihat kesal melihat orang tersebut yang ternyata memang Viana.‘Sial, kenapa harus jumpa dia di sini, sih?!’ batin Runi dongkol.Runi terus menatap Viana yang tengah makan. Di depan Viana, ada seorang wanita yang belum pernah dilihat Runi sebelumnya.“Siapa wanita itu? Aku belum pernah melihatnya. Ah, peduli amat. Untuk apa aku urusin dia, buang-buang waktu saja,” gumamnya pelan.Meski dia berusaha mengabaikan keberadaan Viana di tempat itu, tetapi tatapan mata Runi tetap tertuju kepada Viana. Penampilan Viana yang modis dengan barang branded yang melekat di tubuhnya memantik rasa iri dalam hati Runi.‘Sialan, kenapa makin hari dia makin cantik dan modis saja. Sepertinya bercerai dengan Bang Yanto tidak berpengaruh apa-apa pada dirinya. Malah dia tampak lebih berkelas sekarang ini. Sungguh aku tak rela melihatnya. Tapi...tunggu dulu...bukankah bagus dia ada di sini, aku bisa tanya kejelasan soal pengangkatan rahimku padanya. Ya, siap

  • Madu Pemberian Ipar    Menyogok Dokter Ranum

    “Apa? Dokter bilang apa tadi?” “Tadi saya mengatakan bahwa Bu Runi mengalami kondisi pasca-histerektomi atau post-hysterectomy status yang artinya Bu Runi sudah mengalami prosedur pengangkatan rahim. Jadi, dengan kata lain saat ini Bu Runi sudah tidak mempunyai rahim lagi,” jelas Dokter Ranum. “Dan itu artinya saya tidak akan pernah bisa hamil?” tanya Runi dengan dada berdebar kencang.Dokter Ranum mengangguk dengan pelan dan raut wajahnya menunjukkan rasa simpatinya atas apa yang dialami oleh pasiennya itu.Ya, Runi yang sudah tiba di rumah sakit dan telah mendapat penanganan dari Dokter Ranum awalnya masih optimis bahwa kondisinya masih bisa diperbaiki jika memang ada sedikit gangguan pada tubuhnya, tetapi setelah mendengar semua penjelasan dari sang dokter, Runi merasakan dunia seolah runtuh menimpanya.Runi ternganga dengan mulut lebar. Otaknya seakan sulit mencerna semua ucapan Dokter Ranum. Dia merasa tidak yakin pada pendengarannya sehingga dia menolak untuk percaya.“Tidak,

  • Madu Pemberian Ipar    Tuduhan Bu Elvina

    Bu Elvina terbaring lemas di atas ranjang. Wajahnya tampak pucat, ekspresinya lesu dan tidak ada gairah. Delapan kali bolak balik ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya cukup menguras energi dalam tubuhnya. Beruntung tetangga di sebelah rumah Yuda adalah seorang dokter dan Yuda meminta bantuan dokter tersebut untuk mengobati Bu Elvina. “Sebenarnya kamu makan apa sih, Vin? Kok bisa sampai diare begitu?” tanya Pak Bagas ketika dokter itu sudah kembali ke rumahnya dan Yuda sedang pergi menebus resep obat. “Nggak tahu, Mas. Perasaan aku tidak ada makan yang aneh-aneh, deh.” “Apa... jangan-jangan makanan yang dibikin Bi Surti yang buat mama jadi kayak gini” Runi langsung melemparkan tuduhan kepada Bi Surti supaya fokus orang-orang teralih kepada wanita paruh baya yang bekerja di rumahnya itu dan dia terbebas dari kecurigaan orang-orang.“Bi Surti! Bi Surti!” teriaknya dengan suara keras. Bi Surti langsung datang tergopoh-gopoh dengan wajah ketakutan. Musibah yang dialami oleh ibu m

  • Madu Pemberian Ipar    Mana Sarapanku Mbak?

    "Aduh...ini... benar-benar deh, aku nggak tahan lagi. Udahlah kamarnya sumpek, ranjangnya gak empuk lagi. Gimana caranya coba aku bisa tidur. Heran aku sama Bang Yanto, kok bisa-bisanya dia betah tinggal di sini. Emang dasar mental miskin, tempat kayak gini pun dia fine-fine aja."Runi mencoba kemb

  • Madu Pemberian Ipar    Mulai Bersikap Tegas.

    Runi berdecih seraya menaikkan satu sudut bibirnya, tetapi tak urung dia duduk juga di salah satu kursi lalu mengambil piring dan mulai mengisinya dengan nasi.Antara rendang, sayur sop, tahu tempe bacem dan sambal terasi, Runi terlihat menimbang-nimbang akan mengambil lauk yang mana.Aduh makanan

  • Madu Pemberian Ipar    Meminta Maaf

    Sementara itu, Yanto yang masih berada dalam kamar tiba – tiba merasa menyesal telah memarahi Viana. Dalam hatinya, dia menyadari bahwa Runi lah yang bersalah dalam hal ini. Oleh karena itu, dia berniat menyusul istrinya untuk minta maaf."Dek, maafin mas atas sikap mas tadi. Mas telah menyakiti ha

  • Madu Pemberian Ipar    Perdebatan

    "Ini kamarmu. Sekarang kau beresi barang-barangmu, setelah itu mandilah karena sebentar lagi kita akan makan malam. Kamar mandinya terletak di belakang, bersebelahan dengan dapur. Kalau kau tidak tahu, nanti abang tunjukkan. Abang keluar dulu." Yanto segera berlalu keluar dari kamar itu lalu menuj

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status