Share

Tamu tak Diundang

Deolinda menatap satu per satu wajah rekan kerjanya, mata yang menyelidik dan mencoba membaca apa yang ada di dalam pikiran para pegawai Bhaumik Grup itu, rekan se-departemennya.

“Cuma pekerjaan?” gumam Deolinda bingung. “Di dalam pikiran mereka hanya pekerjaan saja? Tidak ada yang lain, ‘gitu?” Matanya tak lepas menatap satu per satu wajah rekan kerjanya.

‘Mereka pun ‘gak mempermasalahkan berita pertunangan itu? Sekarang aku yang ribet!’ gerutu Deolinda dalam hati.

“Nikmati saja,” balas Affandra melalui pikiran Deolinda.

Suara berkharisma yang terdengar di dalam kepala Deolinda berhasil membuatnya tersentak dan  spontan berdiri seraya berteriak, “Nikmati bagaimana?”

Tanpa dikomando, pasangan mata serentak menatap satu-satunya calon nyonya besar Bhaumik.

“Maaf,” ucap Deolinda dengan perasaan bersalah.

Tak ada yang berani mencibir-seperti biasa-sem

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status