Home / Romansa / Malam Panas Dengan Mantan Suami / (S2) 21. Aku yang menginginkannya

Share

(S2) 21. Aku yang menginginkannya

Author: Rossy Dildara
last update Last Updated: 2025-04-03 13:00:47

"Aku tetap ingin menggugurkan kandungan ini, Pak." Suara Zea terdengar lemah, namun tegas menyatakan pendiriannya.

"Nggak! Nggak boleh! Aku melarangnya!" Aku membentak, rasa tak puas membuncah. "Pokoknya kamu harus melahirkan anakku itu apapun caranya, dan kita harus menikah!" Suaraku keras, menunjukkan sikapku yang berkuasa.

"Tapi, Pak, bagaimana—" Zea mencoba menjelaskan, namun aku memotongnya.

"Enggak ada tapi-tapi!" potongku cepat, tidak memberikan ruang bagi bantahannya. "Kita akan menikah siri malam ini dan merahasiakannya dari siapapun. Tapi sebelum itu ... kamu harus telepon Jamal dulu." Aku memberikan ponselnya, yang sebelumnya kutemukan di mobilku. Sepertinya terjatuh saat Zea pingsan.

"Mau apa telepon Mas Jamal, Pak?" Zea bertanya dengan bingung.

"Meskipun status kita rahasia, tapi aku nggak mau kamu memiliki hubungan dengan pria lain selain aku. Dan aku yakin kamu pasti belum putus dengannya." Aku menjelaskan alasanku, meskipu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Panas Dengan Mantan Suami   (S2) 126. Siang dan malam

    Setelah menutup panggilan, Bunda Viona segera memberitahu Ayah Calvin yang baru selesai mandi untuk segera datang bersamanya di kantor polisi.Tanpa banyak bertanya, Ayah Calvin langsung setuju dan mereka pun pergi.Setibanya di kantor polisi, mereka disambut oleh seorang polisi yang ramah, yang langsung mengajak mereka masuk ke sebuah ruangan yang terang dengan lantai keramik yang bersih. Dan ketika pintu terbuka, mata mereka langsung tertuju pada Jamal—dia duduk di sudut ruangan, wajahnya serius dan sedikit lelah, tangan menyangga dagu seolah sedang memikirkannya banyak hal.Di belakang mejanya, dua orang polisi duduk dengan pose tenang, melihat mereka dengan tatapan yang sopan."Silahkan duduk Pak, Bu ...," ucap salah satu polisi di sana, sambil tersenyum. Setelah polisi yang mengantarkan mereka tadi pergi dan menutup pintu, keduanya segera duduk di kursi kosong yang tersedia.Ayah Calvin dan Bunda Viona saling memandang sebentar, matanya saling berkomunikasi, penuh keraguan dan ha

  • Malam Panas Dengan Mantan Suami   (S2) 125. Kabar gembira

    "Jadi kalian berdua Ayah Calvin dan Kak Kenzie? Tapi kenapa kalian berpakaian dan berdandan seperti wanita?" tanya Zea, yang akhirnya menyadari keanehan di depannya. Otaknya baru saja mencerna bahwa dua wanita jadi-jadian di hadapannya tak lain adalah Ayah Calvin dan Kenzie."Nanti Ayah jelaskan, Zea. Tapi sebelum itu ... kamu ceritakan dulu tentang Jamal. Bagaimana tanggapan dia? Apa kamu berhasil membujuknya?" Ayah Calvin segera merangkul bahu Zea, membuat pelukan Kenzie terlepas paksa, setelah itu dia mengajaknya duduk bersamanya. Dia menatap Zea dengan tatapan penuh harap, namun juga sedikit cemas."Sepertinya rencana kita gagal, Yah. Aku gagal membujuk Mas Jamal." Zea menunduk, merasa bersalah dan kecewa.Jawaban dari Zea seketika membuat Ayah Calvin kecewa, bahunya merosot lemas. Tapi apa boleh buat, mungkin, memang sudah takdirnya Keiko masuk penjara dan menjalani hukuman atas perbuatannya."Pasti Jamal memberikan syarat ya, sama kamu, buat ninggalin aku?" tebak Kenzie penuh ke

  • Malam Panas Dengan Mantan Suami   (S2) 124. Sebagai kenang-kenangan

    Melihat Zea kembali menyentuh Jamal, Kenzie benar-benar kebakaran jenggot. Api cemburu membakar hatinya, membuatnya ingin melompat dan menarik Zea menjauh dari pria itu.Namun, Ayah Calvin masih berusaha menahannya dengan sekuat tenaga. Cengkeramannya di lengan Kenzie begitu erat, mencegahnya melakukan tindakan gegabah."Aku nggak ada niat membujuk Mas Jamal," jawab Zea sambil menggelengkan kepalanya. Matanya menatap Jamal dengan tulus, berusaha meyakinkannya bahwa dia tidak memiliki motif tersembunyi. "Aku mengajak ketemu hanya khawatir pada kondisi Mas Jamal, atas apa yang terjadi.""Seriusan, kamu khawatir padaku?" Perlahan Jamal kembali duduk, matanya menatap Zea penuh harap. Ada secercah harapan yang kembali menyala di hatinya."Seriusan, Mas." Zea segera menarik tangannya kembali. Dia merasa tidak nyaman dengan tatapan Jamal yang begitu intens. "Dari dulu aku selalu berdo'a, meskipun kita sudah nggak sama-sama lagi, tapi semoga hidup Mas Jamal lebih bahagia. Mangkanya aku prihat

  • Malam Panas Dengan Mantan Suami   (S2) 123. Ternyata aku salah

    Di sebuah restoran sederhana yang tengah ramai oleh hiruk pikuk jam makan malam, Zea duduk dengan anggun, gaun maroonnya memancarkan keindahan yang memukau di tengah suasana yang sederhana.Saat Kenzie dan Ayah Calvin memohon bantuannya untuk membujuk Jamal demi Keiko, Zea langsung mengiyakan tanpa ragu.Selama ini, keluarga Kenzie telah menerimanya dengan tangan terbuka, memberikan cinta dan dukungan yang tak ternilai harganya. Lalu, bagaimana mungkin dia bisa menolak?Meskipun Jamal bersikeras agar Zea datang seorang diri, Kenzie tidak bisa menahan diri untuk ikut serta bersama Ayah Calvin. Rasa cemas dan protektifnya terlalu besar untuk membiarkan Zea menghadapi Zea sendirian. Mereka memilih meja yang agak jauh dari Zea, namun tetap dalam jangkauan pandang yang jelas, memastikan mereka bisa mengawasi setiap gerak-gerik Jamal di tengah keramaian.Ayah Calvin, dengan semangat yang membara, mengusulkan sebuah rencana penyamaran yang tak terduga."Ayah, ini serius? Kita harus pakai kos

  • Malam Panas Dengan Mantan Suami   (S2) 122. Apa kita bisa bertemu?

    "Enggak! Aku nggak setuju, Yah!" seru Kenzie, kepalanya menggeleng cepat, menolak mentah-mentah ide yang baru saja dilontarkan Ayah Calvin."Bukannya dari awal aku sudah bilang, kalau masalah Keiko jangan sampai bocor pada Zea? Jadi Ayah nggak perlu minta bantuan Zea, nggak perlu bawa-bawa Zea dalam hal ini." Nada bicaranya meninggi, sarat akan kekhawatiran yang selama ini dia pendam. Bayangan momen Zea yang duduk bersama Jamal kembali berputar di benaknya, membuatnya semakin tidak rela.Ayah Calvin menghela napas panjang, mencoba meredam emosinya. "Ayah mengerti perasaanmu, Ken. Tapi Ayah mohon... kali ini saja, tolong turuti permintaan Ayah. Semua ini untuk Keiko, Ayah yakin... cuma Zea yang bisa meluluhkan hati Jamal. Memangnya kamu mau, melihat Keiko di penjara? Kasihan dia, Ken." Suara Ayah Calvin bergetar, matanya berkaca-kaca, memohon dengan sangat agar Kenzie mau mengerti.Kenzie mengepalkan tangannya, dadanya terasa sesak. "Tapi Jamal itu orangnya kurang ajar, Ayah. Bagaimana

  • Malam Panas Dengan Mantan Suami   (S2) 121. Bantuan Zea

    Permintaan itu bagai petir yang menyambar di siang bolong, membuat Ayah Calvin terkejut dengan mata membelalak, napasnya tercekat di tenggorokan.Jantungnya berdebar kencang, memukul-mukul rusuknya dengan irama tak beraturan. Dia terdiam membisu, mencerna setiap kata yang baru saja terlontar dari bibir Jamal.Bagaimana mungkin Jamal bisa meminta hal sekeji itu? Permintaan Jamal benar-benar di luar dugaan, dan tentu saja itu membuatnya dilema, terjebak di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan.Ayah Calvin tidak mungkin menukar kebahagiaan Kenzie dan Zea, keutuhan rumah tangga putra dan menantunya, demi membebaskan Keiko. Itu terdengar sangat tidak adil, sebuah pengorbanan yang terlalu besar dan tidak masuk akal."Kenapa Bapak diam? Cepat berikan aku jawaban karena sekarang adalah jam kerjaku," ucap Jamal mendesak, suaranya dipenuhi nada meremehkan, seolah menikmati setiap detik penderitaan Ayah Calvin.Ayah Calvin akhirnya menemukan suaranya, meski terdengar serak. "Permintaanm

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status