Mag-log inMalam panas yang kami lalui itu telah membekas begitu dalam di hatiku. Seharusnya, malam itu adalah akhir dari segalanya, akhir dari permainan yang aku mulai. Aku merencanakan semuanya dengan sempurna, menjebak Kak Calvin agar masuk ke dalam perangkap Nona Agnes. Tapi, ironisnya, aku yang terperangkap dalam permainan sendiri. Itu adalah kesalahan. Kesalahan yang besar. Aku tidak seharusnya membiarkan diriku terbawa arus, membiarkan diriku terlibat lebih dalam dengan Kak Calvin. Hubungan kami seharusnya sudah berakhir. Tapi, aku merasa terikat, terperangkap dalam kenangan-kenangan indah yang kami ciptakan bersama. Lalu, bagaimana yang harus aku lakukan sekarang?
view moreSetelah menutup panggilan, Bunda Viona segera memberitahu Ayah Calvin yang baru selesai mandi untuk segera datang bersamanya di kantor polisi.Tanpa banyak bertanya, Ayah Calvin langsung setuju dan mereka pun pergi.Setibanya di kantor polisi, mereka disambut oleh seorang polisi yang ramah, yang langsung mengajak mereka masuk ke sebuah ruangan yang terang dengan lantai keramik yang bersih. Dan ketika pintu terbuka, mata mereka langsung tertuju pada Jamal—dia duduk di sudut ruangan, wajahnya serius dan sedikit lelah, tangan menyangga dagu seolah sedang memikirkannya banyak hal.Di belakang mejanya, dua orang polisi duduk dengan pose tenang, melihat mereka dengan tatapan yang sopan."Silahkan duduk Pak, Bu ...," ucap salah satu polisi di sana, sambil tersenyum. Setelah polisi yang mengantarkan mereka tadi pergi dan menutup pintu, keduanya segera duduk di kursi kosong yang tersedia.Ayah Calvin dan Bunda Viona saling memandang sebentar, matanya saling berkomunikasi, penuh keraguan dan ha
"Jadi kalian berdua Ayah Calvin dan Kak Kenzie? Tapi kenapa kalian berpakaian dan berdandan seperti wanita?" tanya Zea, yang akhirnya menyadari keanehan di depannya. Otaknya baru saja mencerna bahwa dua wanita jadi-jadian di hadapannya tak lain adalah Ayah Calvin dan Kenzie."Nanti Ayah jelaskan, Zea. Tapi sebelum itu ... kamu ceritakan dulu tentang Jamal. Bagaimana tanggapan dia? Apa kamu berhasil membujuknya?" Ayah Calvin segera merangkul bahu Zea, membuat pelukan Kenzie terlepas paksa, setelah itu dia mengajaknya duduk bersamanya. Dia menatap Zea dengan tatapan penuh harap, namun juga sedikit cemas."Sepertinya rencana kita gagal, Yah. Aku gagal membujuk Mas Jamal." Zea menunduk, merasa bersalah dan kecewa.Jawaban dari Zea seketika membuat Ayah Calvin kecewa, bahunya merosot lemas. Tapi apa boleh buat, mungkin, memang sudah takdirnya Keiko masuk penjara dan menjalani hukuman atas perbuatannya."Pasti Jamal memberikan syarat ya, sama kamu, buat ninggalin aku?" tebak Kenzie penuh ke
Melihat Zea kembali menyentuh Jamal, Kenzie benar-benar kebakaran jenggot. Api cemburu membakar hatinya, membuatnya ingin melompat dan menarik Zea menjauh dari pria itu.Namun, Ayah Calvin masih berusaha menahannya dengan sekuat tenaga. Cengkeramannya di lengan Kenzie begitu erat, mencegahnya melakukan tindakan gegabah."Aku nggak ada niat membujuk Mas Jamal," jawab Zea sambil menggelengkan kepalanya. Matanya menatap Jamal dengan tulus, berusaha meyakinkannya bahwa dia tidak memiliki motif tersembunyi. "Aku mengajak ketemu hanya khawatir pada kondisi Mas Jamal, atas apa yang terjadi.""Seriusan, kamu khawatir padaku?" Perlahan Jamal kembali duduk, matanya menatap Zea penuh harap. Ada secercah harapan yang kembali menyala di hatinya."Seriusan, Mas." Zea segera menarik tangannya kembali. Dia merasa tidak nyaman dengan tatapan Jamal yang begitu intens. "Dari dulu aku selalu berdo'a, meskipun kita sudah nggak sama-sama lagi, tapi semoga hidup Mas Jamal lebih bahagia. Mangkanya aku prihat
Di sebuah restoran sederhana yang tengah ramai oleh hiruk pikuk jam makan malam, Zea duduk dengan anggun, gaun maroonnya memancarkan keindahan yang memukau di tengah suasana yang sederhana.Saat Kenzie dan Ayah Calvin memohon bantuannya untuk membujuk Jamal demi Keiko, Zea langsung mengiyakan tanpa ragu.Selama ini, keluarga Kenzie telah menerimanya dengan tangan terbuka, memberikan cinta dan dukungan yang tak ternilai harganya. Lalu, bagaimana mungkin dia bisa menolak?Meskipun Jamal bersikeras agar Zea datang seorang diri, Kenzie tidak bisa menahan diri untuk ikut serta bersama Ayah Calvin. Rasa cemas dan protektifnya terlalu besar untuk membiarkan Zea menghadapi Zea sendirian. Mereka memilih meja yang agak jauh dari Zea, namun tetap dalam jangkauan pandang yang jelas, memastikan mereka bisa mengawasi setiap gerak-gerik Jamal di tengah keramaian.Ayah Calvin, dengan semangat yang membara, mengusulkan sebuah rencana penyamaran yang tak terduga."Ayah, ini serius? Kita harus pakai kos






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore