Share

Ch. 235 Setelah Sekian Lama

last update Last Updated: 2026-01-14 10:57:06

"Gimana?"

Sherly yang tengah mencuci tangan bersih-bersih, seketika menoleh. Gerrard sudah berada di sisinya, tengah melakukan hal yang sama.

"Menurut Mas tadi gimana?" balas Sherly dengan suara lirih.

"Sedikit canggung, betul?"

Sherly terkekeh, ia membiarkan tetesan air menetes dari kedua telapak tangannya yang sudah bersih itu. Setelah ini, tentu ia harus ikut agenda visite pasien bersama Gerrard.

"Ya! Mas benar! Nggak dapat hukuman, kan?" pancing Sherly masih belum beranjak.

"Kau ini bic
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
virna putri
waduh bahaya Wil.. inget Wil.. nyebut.. jgn sampe jadi buntut.. panjang urusan
goodnovel comment avatar
Muza Ulum
bahayaa Wil nanti jadi gimana ... Sherly.........
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
waduh Wilson Jan kasar² ntr Mlah jadi anak loh..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 293 Trauma Wilson (2)

    "Terimakasih banyak atas pertolongan pertamanya, Dokter. Pasien sudah dalam keadaan stabil, untuk selanjutnya biar sejawat di rumah sakit yang ambil alih."Wilson mengangguk, matanya memanas.Lokasi kejadian kini dipenuhi beberapa mobil dari polantas, dua mobil towing dan tak lupa ambulans yang membawa korban kecelakaan. Wilson menatap nanar ambulan yang mulai melaju pergi, dengan sirene yang meraung, melaju segera menuju rumah sakit tempat Wilson menjemput Nara tadi. Akhirnya, setelah ia tahan cukup lama, air mata Wilson menitik juga. Ia terisak lirih, sampai kemudian sentuhan lembut itu mendarat di punggung telapak tangan Wilson.Ia menoleh, mendapati Nara yang sudah merapikan tas dan membawanya ke dalam gendongan. "Mas?" pekiknya terkejut, "Mas kenapa? Mas baik--."Wilson meraih Nara ke dalam pelukan, mendekap tubuh itu erat-erat tak peduli banyak orang lalu lalang di sekitar mereka. Nara terkejut, ingin sebenarnya dia melepaskan diri dari Wilson, namun isak lelaki itu, membuat

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 292 Trauma Wilson

    "Udah?"Nara mengangguk dengan senyum lebar dan penuh semangat, tas di pundaknya sudah terpasang sempurna dengan jaket yang ada di genggaman tangan. Sudah pergantian shift dan dia sudah diperbolehkan pulang. Wilson segera bangkit, mengulurkan tangan ke depan muka Nara. "Kunci mobil?"Tanpa banyak bicara, Nara segera menyerahkan kunci mobilnya. Begitu kunci dalam genggaman, Wilson segera melangkah pergi dari ruang tunggu, namun sebelum itu, ia meraih tangan Nara dengan satu tangannya yang lain, membawa serta Nara melangkah di sisinya.Mereka menapaki jalanan depan rumah sakit menuju parkiran tanpa banyak bicara. Suasananya cukup sunyi dan temaram meskipun ada beberapa lampu di sana. Nara sendiri membisu, dengan jantung berdebar yang selalu dia rasakan tiap tangan Wilson menggenggam tangannya seperti ini. Rasa hangat itu menjalar hingga ke relung hati terdalam Nara, menimbulkan rasa nyaman dan aman ketika sedang bersama suaminya seperti ini. "Besok masuk pagi?" tanya Wilson memecah k

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 291 Masih Gengsi?

    "Tahu gini dari kemarin kita desak bunda buat ngaku Pak." cerutu Rifai sembari membawa mobil pergi dari halaman panti. "Sudahlah, yang penting kita dapat tambahan info. Bunda tahu lebih banyak dan ini menguntungkan kita." ucap Wilson tenang dan sabar. Rifai melirik sekilas, pandangannya kembali fokus pada jalanan. "Bapak mau diantar pulang ke mana?"Tentu Rifai harus tanya ini, pasalnya semenjak menikah, Wilson memboyong Nara tinggal di unit apartemen daripada ikut tinggal di rumah orang tuanya. Jadi perlu dia tanyakan kemana bosnya ini ingin pulang. "Nara pulang jam sebelas malam nanti, Fai. Antar ke rumah sakit saja, setelah itu kamu bisa pulang."Rifai membelalak, nampak wajah itu begitu terkejut. Bukan apa-apa, ini masih pukul tujuh malam! Dan rentang waktu dari jam tujuh sampai sebelas, apa yang mau dilakukan bosnya ini di rumah sakit? "Bapak serius?" tanya Rifai memastikan. "Saya bisa antar Bapak nanti kalau Bapak mau, bagaimana kalau ki--""Nggak, Fai! Antar saya kesana se

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 290 Misi Berlanjut

    "Masih balik koas? Kupikir udah enggak."Nara baru saja masuk ke kamar jaga koas, dan sosok itu sudah menantinya dengan tangan terlipat di dada. Nara hanya tersenyum menatapnya, ia tentu ingat, orang tua gadis ini turut hadir di pesta pernikahannya kemarin."Kenapa enggak? Aku masih pantas di sini." balas Nara tenang. Scarleta tersenyum sinis, maju selangkah hingga mereka cukup dekat saat ini. Matanya menyipit, nampak memperhatikan ujung kepala sampai ujung kaki Nara dengan tatapan menyelidik setengah mengejek. "Heran ya aku, apa bagusnya kamu sampai anak dokter Rina mau sama kamu? Sampai bang Elvan tergila-gila sama kamu?" Kembali Nara tersenyum dan membalas tatapan itu dengan sangat tenang. Dia tidak butuh menang untuk berdebat dengan perempuan ini, bisa sukses membuatnya kesal saja itu sudah sangat memuaskan bagi Nara. "Terserah apa katamu." balasnya sembari menatap mata itu dengan saksama. "Yang jelas, dibanding kamu, aku yang katamu nggak ada bagus-bagusnya ini jadi selera la

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 289 Penyerahan Diri

    Samar-samar, ditengah rasa lelah, kantuk dan lemas yang menguasai Nara, ia merasakan ada sesuatu yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, hanya menyisakan kepala yang sudah tidak dapat lagi berdiri tegak. Rasanya hangat dan nyaman. Nara terlalu lelah sampai tidak mampu lagi membuka mata.Entah berapa lama mereka melakukannya tadi, Nara tidak menghitung. Ia bahkan lupa berapa kali dibuat Wilson memekik memohon ampun tadi, yang jelas, ketika cairan hangat itu menyembur dan memenuhi rahimnya, Nara sudah berdaya lagi. Kembali Nara merasakan ada benda kenyal, setengah basah mengecup dahinya, ada pula usapan lembut di dahi dan kepala Nara, membuat Nara benar-benar terbuai dan hanyut dalam mimpinya. Sementara itu, laki-laki yang beberapa saat yang lalu menguasai dan begitu mendominasi tubuh Nara, nampak duduk di tepi ranjang dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Nara. Meskipun wajah itu sama lelahnya, namun seringai puas itu tergambar di sana. Senyumnya merekah, akhirnya setelah cukup l

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 288 First Time (21++)

    "Ah!"Nara terkejut bukan main, ketika sosok itu membelakanginya yang baru saja selesai keluar dari kamar mandi. Tangan Nara langsung mencengkram bathrope yang membungkus tubuhnya yang masih setengah basah. Tanpa membuang waktu, tubuh itu memutar, berdiri membalas tatapan terkejut yang Nara lemparkan ke padanya. Nampak ia tersenyum sinis, menatap tajam ke arah Nara dengan tatapan ganjil, sebuah tatapan yang makin membuat Nara mempererat cengkeramannya pada bathrope. "Tidak lupa kalau kita sudah menikah, kan? Kita tidur sama-sama mulai malam ini!" nampak ia membuka kancing di pergelangan tangan, sementara kancingnya yang lain, sudah terbuka dari atas sampai bawah, memperlihatkan dada dan permukaan perut lelaki itu yang tercetak sempurna. Tidur sama-sama. Mendadak Nara merinding mendengar kalimat itu, terlebih langkah kaki Wilson mulai terayun mendekatinya. Mampus!Wajah itu masih menyunggingkan senyum ganjil, dengan sorot mata tajam bercampur kilatan cahaya yang membuat otak Nara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status