Share

Ch. 90 Kabar Dari Mama

Penulis: Selfie Hurtness
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-07 20:04:36

[ Saya pengen gantian traktir kamu, boleh? ]

Mata Evelyn yang masih setengah watt, kontan membelalak sempurna ketika membaca pesan balasan itu. Ia segera bangun, duduk di atas kasur sembari menampar pipinya sendiri keras-keras.

Dokter Bastian hendak mengajaknya kencan?

Evelyn melompat, begitu gembira sampai rasanya ia ingin berteriak-teriak. Namun tentu ia urungkan, bisa-bisa kakaknya yang cerewet itu akan curiga!

"Mimpi apa ini, Tuhan? Mimpi apa?" desisnya dengan begitu riang.

Evelyn mencoba memenangkan diri, menarik napas dalam-dalam lalu membalas pesan itu. Ia sudah mengetik pesan, namun ia urungkan dan hapus lagi. Evelyn sampai beberapa kali melakukan hal itu sampai kemudian ia kembali mengetik dan dengan mantap mengirimkan pesan balasan itu.

Setelah membalas pesan Bastian, Evelyn meletakkan ponselnya kembali, melangkah dengan riang ke kamar mandi dan mulai bersiap-siap pergi.

***

"Kenapa, Ma?"

Gerrard masih setengah sadar, ketika dering telepon itu menganggu tidurnya. Sherl
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Janni Qq
auok bikin mabok tuh mak lampir balik ngadepin 2 anaknya dok ge sherly evelyne bastian...biar spot jantung n kolep dia
goodnovel comment avatar
Muza Ulum
Dok ge mau tau apa mau tahu bangeeet
goodnovel comment avatar
Iin Rahayu
nanggung mba, nunggu evelyn sama dokter Bas ngedate...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 231 Obrolan Nakal

    "Kalian langsung pulang?" tanya Gerrard ketika mereka tengah melangkah menuju parkiran bandara. "Tentu. Takut ngerepotin kalau mampir dulu, ini udah malem banget, Ge."Panggilan diantara mereka masih sama, tidak ada imbuhan apapun karena memang itu yang Gerrard minta. Ia ingin antara dia dan Bastian tetap sama. "Nggak lah. Rumahku udah jadi rumahmu juga. Santai aja, Bas!" desis Gerrard sembari tersenyum. "Oh ... pasti kalian nggak mau diganggu, kan? Takut kedengeran pas lagi gituan?"Sontak tawa Bastian pecah, diliriknya Gerrard dengan tatapan gemas. Ah otak laki-laki! Tidak kaget dia kalau hal ini yang Gerrard bahas pada obrolan kali ini. "Kayak lupa aja dulu habis kawin gimana." ledek Bastian balas menyerang. "Eh! Nggak ada, ya!" kilah Gerrard tidak berbohong. "Ah masa? Kagak yakin aku!" Bastian menolak percaya. "Serah kamu lah, intinya cukup lama setelah surat nikah keluar terus kami baru intens gituan." jawab Gerrard apa adanya. "Iya deh iya, Evelyn udah cerita kok." desis

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 230 Negosiasi

    "Papa satu mobil sama aku!" tegas Evelyn langsung menarik lengan Aji dan mendekapnya erat-erat. Gerrard mencebik, ia menatap adiknya dengan tatapan gemas. "Kenapa nggak satu mobil aja sih? Gede itu mobil yang satunya!" gerutu Gerrard dengan nada kesal. "Kita lima orang ini!" tegas Evelyn mengingatkan dengan nada yang sama kesalnya. "Bagasi belakang muat kamu, sama itu koper-koper papa!"Mata Evelyn melotot, ia segera menoleh dan menatap Bastian dengan tatapan memelas. "Mas! Terima kamu istrimu disuruh duduk di belakang gitu?" Evelyn mengadu, membuat Bastian kontan garuk-garuk kepala sembari tersenyum kecut. "Nggak usah sok ngadu, mana berani suamimu sama aku!" ucap Gerrard langsung melangkah menuju mobil. "Ayo, Pa! Jam berapa ini?""Jadinya gimana ini?" tanya Aji tak tega dengan sorot mata memohon Evelyn. "Satu mobil aja, Pa. Ngapain bawa dua mobil?" Gerrard tidak jadi melangkah, kembali menoleh dan sontak mendengus kesal. "Nanti emang Eve sama Bastian mau kesini lagi? Nggak l

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 229 Takdir Yang Seperti Apa?

    "Eh Bang!" sapa Bastian yang seketika membuat wajah jahil Gerrard berubah masam. Gerrard menekuk wajah, menggebuk punggung Bastian berulang kali. Bukannya memekik kesakitan, Bastian malah terbahak-bahak, membuat Gerrard rasanya ingin memukuli lelaki yang kini sah berstatus adik iparnya. "Panggil kayak biasa aja kenapa sih? Hah? Nyari perkara?" tantang Gerrard gemas. Kini wajah itu yang nampak cemberut, ia menatap mata Gerrard, hendak mengajukan protes kalau dilihat dari gerak-geriknya. "Kalo panggil kayak biasa, ntar dikatain kurang ajar sama kakak ipar ... ini dipanggil abang eh malah kena gebuk. Serba salah, ya!" protes Bastian dengan wajah pura-pura lesu. Gerrard tersenyum, ia meraih bahu Bastian, memaksa lelaki itu sedikit lebih dekat dengannya. "Masih ingat janjimu dulu, Bas?" tanya Gerrard keluar dari pembahasan awal mereka. Bastian mengerutkan kening, nampak gelisah dan menatap sekeliling. Tidak ada yang berada di teras rumah, kecuali mereka berdua! "Janji yang mana?" b

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 228 Pesan Aji

    "Udah mau balik, Ge?" Langkah terburu Gerrard sontak terhenti, ia menoleh dan mendapati Willy sudah berdiri di belakangnya. "Iya nih, ditunggu karena mau nganter papa balik." jawab Gerrard apa adanya. "Pasien mu yang kemarin, nanya-nanyain kamu terus." Gerrard yang tadinya hendak pamit, seketika mengurungkan niat. Jangan bilang yang dimaksud Willy dengan pasiennya itu adalah ... "Dia keknya nyesel banget dulu misahin kamu sama anaknya, Ge." lanjut Willy yang seolah paham dengan apa yang ada dalam pikiran Gerrard. "Ah udah berlalu juga. Nggak perlu dibahas sih sebenarnya." ucap Gerrard yang kini sudah sangat paham siapa yang Willy maksud. Dugaannya tidak salah! "Iya emang sih, tapi beliau terus ngerasa bersalah gitu, Ge. Bahkan sampai kontrol terakhir kemarin, masih aja nanyain kamu." Gerrard tertawa lirih, begitukah? Bukannya dulu mereka sama sekali tidak mau Gerrard masuk ke dalam keluarga mereka? Sampai tega membunuh darah daging Gerrard yang bahkan baru memulai k

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 227 Pengantin Baru

    "Hai, Mbak!"Sherly yang sedang membantu Farida menyusun botol dot dan perlengkapan pumping di mesin sterilisasi, kontan menoleh. Ia tersenyum lebar ketika mendapati Evelyn sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa tentengan di tangan. "Eh, halo pengantin baru!" sorak Sherly yang langsung melepaskan botol dan membalikkan badan. Mereka berpelukan sejenak, seolah-olah sudah beberapa bulan tidak bertemu. Sherly menatap wajah itu dengan saksama, rona wajah dan sorot mata itu membuat Sherly seketika nyengir lebar. "Berapa kali semalem, Lyn?" goda Sherly dengan suara lirih. Seketika wajah itu memerah, ia segera menjejalkan plastik-plastik itu ke tangan Sherly. Bibirnya menggerucut, hendak pergi dari depan pintu ketika ia teringat sesuatu. "Itu buat mbak Farida satu, Mbak. Cepet dimakan, keburu dingin!" pesannya lalu menghilang dengan segera. Sherly terkekeh, ia segera menyerahkan bungkusan yang dimaksud pada pengasuh anaknya itu. "Dari Evelyn, cepet dimakan, ya!""Terimakasih bany

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 226 Quickly (21++)

    "Masih sakit banget?" Bastian memperhatikan langkah Evelyn, nampak tidak selincah biasanya. Wajah istrinya pun sedikit pucat, membuatnya segera mencecar guna memastikan istrinya itu baik-baik saja. "Agak nggak nyaman sih, cuma nggak apa-apa." ucapnya sembari tersenyum. Kening Bastian berkerut, matanya tak lepas dari wajah itu. "Order online aja? Makan di rumah? Kamu perlu banyak Istirahat." desisnya sembari mengusap pipi Evelyn. Nampak wajah itu berpikir sejenak, cukup lama sampai kemudian ia menghela napas panjang sembari mengangguk pelan. "Tapi nanti jadi ke rumah mas Ge sama anterin papa, kan?" tanya Evelyn dengan wajah memohon. "Jadi, Sayang!" senyum Bastian merekah, ia lantas menjatuhkan kecupan di puncak kepala Evelyn. "Kamu pengen makan apa?""Aku boleh makan apa aja?" tanya Evelyn memastikan. "Asal jangan makan yang tak lazim aja sih." Tawa Evelyn pecah, memang apa yang mau dia makan? Dia memang pemakan sengala, tapi bukan berarti makanan ekstrim dan tak lazim juga di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status