Share

Bab 20

Penulis: Ummu Amay
last update Tanggal publikasi: 2025-09-25 23:59:44

Suasana sarapan pagi terasa ramai karena suara dan celotehan Jenni yang tak pernah berhenti. Ruang makan di kediaman keluarga Bachtiar itu tidak lagi sepi seperti hari-hari sebelumnya.

"Kakek tahu kalau Juan baru putus cinta dengan kekasihnya. Kasihan sekali cintanya dikhianati. Ternyata perempuan bule itu sangat suka bermain api." Panjang lebar Jenni menceritakan kisah percintaan sang kakak.

"Kamu berani membicarakannya karena Juan tak ada di sini. Kalau ada, mana berani kamu menceritakan ki
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 124

    Sunyi langsung menegang di seluruh gudang.Hanna tidak langsung bereaksi. Ia hanya menatap Rana dengan mata yang sulit dibaca.“Ayahmu dibunuh di tempat ini.”Kalimat itu masih menggantung di udara. Namun sebelum siapa pun berkata apa pun—Rafael sudah membuka suara.“Jangan bermain kata-kata.”Nada suaranya dingin.Rana mengangkat alis tipis.“Bermain?”Rafael menggenggam foto itu lebih erat.“Pak Surya tidak mati di proyek Timur.”Sunyi.Hanna menoleh cepat ke arah Rafael. Rana juga memperhatikannya. Rafael melanjutkan dengan tenang,“Dia meninggal dua tahun setelah proyek ini ditutup.”Hanna membeku. Ia memang tahu itu. Ayahnya meninggal lama setelah proyek Timur selesai. Karena depresi. Karena tekanan sebab kawannya meninggal. Karena hidupnya runtuh.Rana tersenyum kecil.“Benar.”Jeda.“Dia tidak mati hari itu.”Ia menunjuk lantai beton di bawah.“Yang mati di sini adalah pekerja lain.”Sunyi.Rudi mengerutkan dahi.“Lalu apa maksudmu tadi?”Rana menatap Hanna lagi.“Ayahmu tidak

  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 123

    Asap masih menggantung di udara. Bau mesiu bercampur debu memenuhi gudang tua itu. Cahaya lampu sorot dari lantai dua menyilaukan mata. Semua orang di bawah otomatis mengangkat tangan untuk melindungi pandangan. Namun satu hal sudah jelas.Rana berdiri di sana. Tenang. Seolah semua ini hanya sebuah pertemuan yang sudah lama ia tunggu.Rafael melangkah keluar dari balik pilar beton. Bastian langsung menahan lengannya.“Raf.”Namun Rafael tetap maju satu langkah. Matanya tidak lepas dari Rana.“Lepaskan dia.” Suaranya rendah, namun tegas.Rana tersenyum tipis.“Langsung ke inti. Aku suka itu.”Ia menoleh sekilas ke arah Yoga di tengah ruangan. Yoga masih terikat di kursinya, napasnya berat, namun matanya tetap tajam.Rana kembali menatap Rafael.“Sudah lama kita tidak bertemu.”Bastian mendengus pelan.“Seharusnya memang tidak pernah bertemu lagi.”Rana tertawa kecil.“Rudi.”Ia mengangguk seolah menyapa kenalan lama.“Kau masih bersama keluarga ini rupanya.”Rudi mengangkat pistolnya

  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 122

    Tiga mobil hitam keluar dari gerbang kediaman Bachtiar hampir bersamaan.Lampu depan mereka menembus jalan yang gelap.Rafael duduk di kursi belakang mobil pertama. Rudi mengemudi. Dan Bastian di sebelahnya. Di kursi sebelah Rafael, Hanna duduk diam. Ia menatap keluar jendela tanpa bicara.Lampu-lampu kota lewat cepat di luar kaca. Tidak ada yang berbicara selama beberapa menit.Akhirnya Bastian berkata pelan,“Gudang itu sudah lama kosong.”Rudi mengangguk sambil tetap fokus ke jalan.“Sejak kecelakaan proyek Timur.”Hanna menoleh sedikit. Ia tahu tentang kejadian itu, dan beberapa waktu lalu ia pernah ke sana atas undangan seseorang. Dan sekarang ia kembali. Rafael akhirnya berkata,“Seorang pekerja tewas.”Sunyi beberapa detik.“Dan proyek itu langsung dihentikan.”Hanna menatapnya. “Karena kecelakaan,” sahutnya.Ia sudah hapal dengan cerita proyek timur. Selain Rafael, cerita sebenarnya pernah Hartono jelaskan. Karena sang ayah dilibatkan dalam proyek gagal tersebut. Rafael tid

  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 121

    Beberapa menit setelah itu, ruang kerja Rafael berubah seperti ruang komando.Rudi kembali bersama tiga orang kepala keamanan. Layar monitor dinyalakan satu per satu. Peta kota muncul di layar besar. Bastian berdiri di dekat meja, memperhatikan semua pergerakan. Rafael masih berdiri di ujung meja dengan tangan bertumpu di permukaan kayu. Tatapannya tajam.“Video itu direkam di gudang,” kata Rudi.“Ya, jelas,” gumam Bastian.“Gudang seperti apa?” tanya Rafael.Rudi menampilkan potongan gambar dari video. Ia memperbesar bagian belakang ruangan.“Dinding seng tua. Struktur balok baja. Lampu industri model lama.”Ia mengganti layar ke peta kota.“Jenis gudang seperti ini banyak di kawasan pelabuhan lama dan kawasan industri timur.”Kata timur membuat ruangan itu sunyi sesaat. Bastian melirik Rafael.“Proyek Timur.”Rafael tidak menjawab. Namun rahangnya menegang.Rudi melanjutkan, “Tapi, masih terlalu banyak kemungkinan. Kita butuh sesuatu yang lebih spesifik.”Saat itulah pintu kembali d

  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 120

    Malam turun perlahan di kediaman keluarga Bachtiar. Udara terasa lebih dingin dari biasanya.Di ruang kerja Rafael, lampu masih menyala terang. Berkas-berkas berserakan di meja, namun tidak satu pun benar-benar ia baca.Rafael berdiri di dekat jendela. Tatapannya kosong ke halaman yang gelap.Bastian masih di sana. Duduk dengan kaki bersilang di kursi, menunggu. Rudi keluar beberapa menit lalu untuk memeriksa sistem keamanan.Sunyi cukup lama.Bastian akhirnya berkata, “Kalau aku jadi kamu, aku sudah bergerak dari tadi.”Rafael tidak menoleh.“Aku tahu.”Bastian menghela napas.“Masalahnya bukan kakekmu lagi, Raf.”Jeda.“Masalahnya Hanna.”Kalimat itu membuat Rafael akhirnya menoleh.“Rana tahu titik lemahmu.”Sunyi lagi.Sebelum Rafael sempat menjawab, pintu ruang kerja diketuk keras.Rudi masuk dengan wajah tegang.“Pak.”Rafael langsung berdiri tegak.“Apa?”Rudi mengangkat sebuah tablet.“Ada kiriman.”Bastian mengerutkan dahi. “Kiriman?”Rudi mengangguk.“Video.”Rafael langsung

  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 119

    Rafael menghela napas panjang. Tatapannya masih tertuju pada meja kerjanya, namun pikirannya jelas berada di tempat lain.Bastian bersandar di kursi seberang meja. Rudi berdiri di dekat layar monitor keamanan.Ruangan itu sunyi beberapa detik.Akhirnya Rafael berkata pelan, “Aku akan bicara dengan kakek malam ini.”Bastian mengangkat alis.“Malam ini?”Rafael mengangguk.“Kalau dia memang punya rencana sendiri, aku harus tahu sekarang.”Rudi melipat tangan di dada.“Dan kalau ternyata tidak?”Rafael menatapnya.“Kalau ternyata tidak … maka kita bergerak.”Nada suaranya berubah dingin.Sementara itu di lantai dua, Hanna masih duduk di tepi tempat tidur. Tangannya saling menggenggam.Ia sudah berusaha menenangkan diri, tetapi bayangan pria tadi masih terlintas jelas di pikirannya.Bukan karena pistol itu. Bukan juga karena ancamannya.Melainkan kalimatnya. 'Bahwa kamu benar-benar penting.'Hanna menarik napas panjang. Ia tahu sekarang. Ini bukan sekadar permainan bisnis.Ini perang psik

  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 18

    Suasana klub malam, tempat di mana biasanya Rafael dan Bastian kumpul bersama teman-temannya terlihat ramai dan penuh. Hampir semua bangku terisi. Beruntung Bastian telah mem-booking salah satu meja, sehingga mereka tak perlu berdiri sepanjang malam demi menikmati musik dan suasana di sana. Ketika

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 22

    Setelah panggilannya dengan Yoga selesai, kini Hanna diam membisu. Hingga akhirnya tiba di salah satu toko aksesoris yang ada di dalam sebuah mall, ia tetap diam sampai-sampai seorang pramuniaga menyapa dan menawarkan bantuan padanya. "Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan wanita

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 17

    Sebab kemunculan Yoga, Hanna harus mendapat perlakuan kurang mengenakan dari Rafael. Malam itu, ketika Rafael kembali meminta haknya, tak ada kelembutan seperti yang terjadi saat mereka melewati malam pertama. Luka di tubuh Hanna belum sembuh benar, tapi Rafael malah menambahnya hingga tubuhnya ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Malam Pertama Penuh Gairah Bersama Cucu Presdir   Bab 19

    Pulang dari klub Jenni ikut dengan Rafael. Ia izin untuk menginap di rumah keluarga Bachtiar karena rindu pada Hartono.Awalnya Juan melarang karena khawatir kalau adiknya itu akan mengganggu Rafael dan Hanna. Tapi, ketika Rafael mengizinkan, Juan pun tak lagi bicara. "Dia sudah besar. Memangnya a

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status