Share

Malam Yang Tertukar
Malam Yang Tertukar
Author: Muriaz

Bab 1

Author: Muriaz
“Hentikan… jangan cium lagi… hmm….”

Memanfaatkan momen saat sahabatku pergi, aku langsung memeluk adik iparnya, mengunci tubuh wanita itu dalam dekapanku, lalu mulai meraba dan merasakan kelembutan tubuhnya.

Dia gemetar di pelukanku. Sentuhanku membuatnya lemas, hingga perlawanan refleknya perlahan berubah menjadi pasrah, sekaligus menikmati. Tak butuh waktu lama, area intimnya sudah basah di pelukanku.

Tepat saat aku bersiap untuk menyatukan tubuh dengannya, dia yang sudah mabuk oleh gairah, tiba-tiba berbisik, “Suamiku….”

Aku langsung terdiam. Barulah aku sadar kalau wanita di pelukanku ini bukan adik ipar sahabatku, melainkan istrinya.

Sementara itu, wanita itu menatapku dengan tatapan sayu. Dia sama sekali tak mengenali siapa pria di hadapannya dan malah langsung menempel erat padaku tanpa peduli apapun lagi….

….

Beberapa hari lalu, saat acara pesta ulang tahun sahabatku, si Jonny, aku naksir adik iparnya yang bernama Linda.

Tubuhnya benar-benar memikat, wajahnya cantik, dadanya berisi dan pinggangnya ramping, sangat menggoda.

Jonny orangnya royal. Keesokan harinya, dia mengundangku makan malam di rumahnya. Aku pun berpikir, kalau nanti ada sesi minum-minum dan suasananya sudah mendukung, rencana ini pasti akan berhasil.

Aku pun sangat bersemangat.

Di meja makan, Jonny terus-menerus membantuku menuangkan alkohol untuk Linda.

“Linda… ayo minum, kita harus bersenang-senang hari ini….”

Kakak beradik itu sama sekali tidak tahu niat terselubung kami. Akibatnya, istri Jonny yang bernama Tina juga ikut minum cukup banyak.

Melihat ekspresi Linda yang mulai setengah mabuk dan terlihat sangat menggoda, gairahku langsung memuncak.

Pandanganku terus tertuju pada bagian dadanya yang bermodel kerah V, aku pun bergumam, “Wah… besar dan putih sekali….”

Aku menelan ludah sangking bersemangatnya, lalu bergegas menenggak setengah gelas alkohol untuk menambah keberanian.

Setelah minum beberapa gelas, kesadaranku pun mulai agak samar.

Samar-samar aku melihat Jonny pergi ke kamar mandi dan seorang wanita mengikutinya dari belakang.

Saat itulah, aku tahu kalau pasangan suami istri itu sedang keluar. Ini kesempatanku!

Linda, hehehe….

Aku berdiri dengan langkah sempoyongan, berjalan ke arahnya, lalu merangkul dan membawanya masuk ke kamar tamu.

“Sayang, aku sudah ingin menidurimu sejak lama… malam ini, biarkan aku menjadi priamu!”

Melihat wanita di pelukanku sudah setengah tidak sadar karena mabuk, aku langsung bertindak dengan tidak sabar.

Aku segera menanggalkan pakaian dan celananya yang terasa mengganggu. Aku tak menyangka ternyata kulitnya jauh lebih putih dan mulus dari yang kubayangkan.

Bentuk dadanya yang bulat dan montok benar-benar menggoda, membuatku tidak tahan untuk langsung membenamkan wajah di sana.

Baru pada saat itulah Linda mulai merespon dengan desahan yang tertahan,

“Hm… tunggu sebentar, ah….”

Suara desahannya hampir membuatku lemas. Kalau terus mendengar desahannya, bisa-bisa diriku kalah sebelum berperang.

Benar-benar wanita idaman! Bercinta dengannya pasti akan sangat luar biasa!

Aroma tubuhnya yang manis dan feminim memenuhi rongga hidungku, membuat napasku semakin memburu. Kedua tanganku pun reflek mencengkeram pinggangnya yang ramping dan lembut.

Perutnya yang rata dan kencang ini, entah bagaimana jadinya kalau nanti sampai membusung saat bercinta.

Niat nakalku muncul. Tanganku meremas dadanya yang putih, sementara tangan lainnya mengelus ke arah perutnya.

Kali ini, suara Linda terdengar jauh lebih menggoda,

“Hm… agak pelan….”

Adik ipar Jonny benar-benar luar biasa. Aku membayangkan istrinya pasti jauh lebih menggoda, karena kakaknya terlihat lebih sexy.

Namun, karena istri sahabat tak boleh diganggu, aku terpaksa menurunkan standar dan memilih adiknya, si Linda.

Mendengar desahan dan rintihan pelan wanita itu membuatku semakin tidak sabar. Jadi, aku segera membungkam bibir merahnya dengan ciumanku.

Terasa sangat manis dan lembut, hingga membuatku sendiri mengeluarkan desahan penuh gairah,

“Hmm… kamu genit sekali….”

Meskipun dalam kondisi mabuk, ternyata wanita ini tahu betul cara berciuman. Lidahnya yang manis tanpa sadar masuk ke dalam mulutku dan saling bersahutan dengan lidahku.

Sesekali dia menyentuh langit-langit mulutku sebagai balasan, membuat tenggorokanku terasa kering dan rasanya ingin menelan seluruh tubuhnya ke dalam mulutku. Kedua tangannya mengalungi leherku sambil mengeluarkan desahan napas dari hidungnya.

Ciuman ini terasa begitu memuaskan. Aku pun melepaskan bibir mungilnya, lalu memiringkan kepala untuk mengecup daun telinganya yang indah.

“Dasar genit… kamu sangat menikmatinya, ‘kan? Tubuhmu sampai lemas begini….”

Dengan tangan kiriku yang merangkul bahu indahnya, tangan kananku sudah menyusup ke balik bajunya, mengusap pahanya yang putih mulus.

Linda menatapku dengan mata sayu sambil setengah menggigit bibirnya. Suara desahan terus terdengar, tanda bahwa dia sudah mulai terangsang.

Hal ini membuatku semakin bersemangat. Dalam hati aku berpikir bahwa aktivitas bercinta malam ini pasti akan menjadi sebuah kenikmatan yang luar biasa.

Pantatnya yang montok langsung jatuh ke dalam cengkeramanku. Aku melihatnya membuka mulut mungilnya, bernapas dengan terengah-engah, sementara dua buah dadanya bergerak naik turun dengan cepat.

Kaki kiriku membuka kedua kakinya, lalu lutut kiri kuangkat untuk menggesek area sensitifnya yang lembut.

Aku membuka bra yang dipakainya, lalu mulai meremas, memainkan puting dadanya hingga bagian itu mengeras dan tegang. Perlahan, aku merasakan bagian lutut celanaku mulai basah, pertanda bahwa wanita di hadapanku ini sudah benar-benar siap untuk menerima serangan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Malam Yang Tertukar   Bab 7

    Bukannya ini sama saja menjebakku ke dalam situasi yang tak bermoral? Kalau sampai hal ini tersebar luar, aku bakal digunjing habis-habisan.Aku langsung menggelengkan kepala dan menolak ajakan Tina, “Kak, kejadian malam itu murni kesalahanku. Kalau kamu mau memukul atau memarahiku, aku akan terima. Tapi, aku benar-benar tulus mencintai Linda. Jadi maaf, aku nggak bisa menurutimu. Aku juga berharap kamu dan Jonny tetap baik-baik saja, bagaimanapun juga nggak mudah untuk bisa membangun rumah tangga bersama.”Tak disangka perkataanku malah memancing amarah Tina. Dia langsung membentakku dengan penuh emosi, “Ray! Kamu itu pria atau bukan, sih?! Setelah meniduriku, kamu malah menyuruhku untuk tetap jadi istri yang baik untuk pria lain? Dengarkan baik-baik, itu nggak mungkin!”Tepat di saat aku kebingungan harus berbuat apa, tiba-tiba terdengar suara Linda yang bergetar karena syok dari arah belakang,“Ray… yang kakakku bilang itu benar? Kamu benar-benar sudah tidur dengannya?”Aku tak per

  • Malam Yang Tertukar   Bab 6

    Aku benar-benar tak habis pikir apa yang sebenarnya ada di dalam kepala Tina. Bukankah seharusnya dia menganggap kejadian itu tak pernah terjadi?Jangan-jangan dia sudah tak mau hidup bahagia bersama Jonny?Aku bahkan tak berani membayangkannya, karena takut kalau tebakanku ini tiba-tiba menjadi kenyataan, masalahnya akan menjadi sangat besar.Setelah itu, kami sempat mengobrol santai sebentar. Aku hanya bisa menenangkan Jonny dan menyuruhnya untuk tidak terlalu banyak memikirkannya.Bagaimanapun juga, dia dan Tina sudah menikah. Menikah itu jelas berbeda dengan pacaran, tak begitu mudah untuk berpisah.Setelah memancing beberapa ekor ikan, aku dan Jonny pun kembali ke area perkemahan. Di sana, kakak beradik itu sudah berhasil menyalakan api.Melihat kami berdua kembali, Tina berkata pada Jonny, “Kamu pergi cari ranting lagi, aku takut arangnya kurang nanti.”Jonny mengangguk patuh, lalu segera meletakkan alat pancingnya dan pergi mencari ranting.Sementara itu, Linda inisiatif menawar

  • Malam Yang Tertukar   Bab 5

    “Kok kalian berdua… bisa tidur bersama?”Tepat di saat aku dan Linda bingung harus menjelaskan apa, Jonny yang berada di samping kami segera menimpali, “Sayang, Linda sudah bukan anak-anak lagi. Lagipula Ray itu sahabatku, dia orang yang baik, Linda nggak akan rugi kalau bersamanya.”Mendengar itu, Tina langsung melirik sinis ke arah Jonny dan berkata dengan nada ketus,“Aku hanya bertanya, kok kamu begitu panik? Lagipula, Linda mau bersama siapa, apa hubungannya denganmu?”Jonny merasa sangat canggung. Dia pun segera mengangguk dan menjawab, “Iya, iya… benar yang istriku bilang.”Untungnya Tina tak membahasnya lagi setelah itu. Aku pun bergegas menarik Linda untuk duduk bersama.Setelah sarapan, aku pergi ke kamar mandi. Saat berjalan keluar, aku tak sengaja mendengar Tina berbisik bertanya pada Linda, “Kamu benar-benar berencana pacaran dengan Ray?”Linda mengangguk dan menjawab, “Iya, bagaimana lagi kalau nggak pacaran? Kami juga sudah tidur bersama.”Sudah tidur bersama… rasanya

  • Malam Yang Tertukar   Bab 4

    Jadi, tak peduli Tina mengenaliku atau tidak, satu-satunya cara sekarang adalah diriku harus tetap yakin pada satu jawaban.“Tentu saja dia nggak mengenaliku. Lagipula mereka berdua minum terlalu banyak malam ini. Kurasa mereka bahkan tak akan mengenali siapa ayah kandung mereka.”Mendengar perkataanku, Jonny tampak jelas menghela napas lega.Bagaimanapun juga, masalah ini harus benar-benar dirahasiakan.Selama aku tidak mengakuinya, mana mungkin Tina akan inisiatif terus terang pada Jonny? Sudah pasti tidak mungkin.Kemudian, Jonny mengajakku ke balkon untuk merokok. Setelah mengisap rokoknya beberapa kali, akhirnya dia menemukan sebuah ide.“Efek alkohol ini sangat kuat, kita berdua yang kuat minum saja bisa sampai mabuk. Kurasa besok pagi ingatan mereka akan hilang! Bagaimana kalau… kita bertukar posisi nanti? Kamu pergi tidur di kamar tidur utama dan aku pergi tidur di kamar tamu. Dengan begitu, saat mereka bangun besok pagi, orang yang ada di samping Tina adalah aku! Dan orang yan

  • Malam Yang Tertukar   Bab 3

    “Sayang… cepat….”Tina meraba-raba diriku karena sudah tidak tahan. Dia benar-benar sangat menggoda. Padahal dia tahu jelas kalau aku bukan Jonny, tapi masih saja dengan tidak tahu malunya memanggilku sayang.“Menggoda sekali! Karena kamu begitu menginginkannya, tentu saja aku akan memuaskanmu. Tapi, kamu harus lebih inisiatif, ya….”Aku langsung menghentikan gerakanku, lalu tersenyum nakal dan menyerahkan kendali permainan pada Tina.Dengan begitu, kalaupun nanti dia menyesal setelah semuanya beres, dia tidak akan bisa menyalahkanku.Mendengar perkataanku, Tina mendesah pelan. Kemudian, dia mendorong tubuhku hingga terlentang, lalu naik dan duduk di atas pahaku.Kedua tangannya bertumpu pada perutku, terlihat sangat menawan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu nakal, “Kamu pandai sekali bermain… pasti sudah sering meniduri banyak wanita, ya?”“Emangnya kenapa? Yang penting hari ini aku pertama kalinya ditiduri seorang wanita, kamu bebas mau melakukan apa saja….”Aku

  • Malam Yang Tertukar   Bab 2

    Namun, saat sedang asik berciuman, aku mulai merasakan ada sesuatu yang aneh. Tadi Linda memakai anting-anting, sedangkan wanita di pelukanku ini tidak memakainya.Padahal sebelumnya aku tergoda dengan anting-anting Linda, merasa telinganya itu kecil dan tampak begitu menggemaskan, rasanya pasti sangat menyenangkan saat dikecup.Tepat di saat aku dilingkupi kebingungan itu, tiba-tiba wanita itu mengerang, “Suamiku… kok kamu hebat sekali malam ini….”Suami?Seketika, efek alkohol di kepalaku langsung memudar. Mana mungkin Linda memanggilku dengan sebutan suami?Begitu melihatnya dengan lebih seksama, wanita penuh gairah yang ada di pelukanku ini bukanlah Linda, melainkan Tina, istrinya Jonny!Seketika itu juga, seluruh tubuhku langsung membeku. Aku bahkan sampai bingung harus meletakkan tanganku di mana.Melihatku berhenti, Tina merasa kurang puas. Dia malah menarik leherku turun dengan lebih kuat lagi.Dia sengaja menggesekkan dadanya yang besar dan lembut ke dadaku, sambil sesekali m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status