Share

Bab 2

Penulis: Muriaz
Namun, saat sedang asik berciuman, aku mulai merasakan ada sesuatu yang aneh. Tadi Linda memakai anting-anting, sedangkan wanita di pelukanku ini tidak memakainya.

Padahal sebelumnya aku tergoda dengan anting-anting Linda, merasa telinganya itu kecil dan tampak begitu menggemaskan, rasanya pasti sangat menyenangkan saat dikecup.

Tepat di saat aku dilingkupi kebingungan itu, tiba-tiba wanita itu mengerang,

“Suamiku… kok kamu hebat sekali malam ini….”

Suami?

Seketika, efek alkohol di kepalaku langsung memudar. Mana mungkin Linda memanggilku dengan sebutan suami?

Begitu melihatnya dengan lebih seksama, wanita penuh gairah yang ada di pelukanku ini bukanlah Linda, melainkan Tina, istrinya Jonny!

Seketika itu juga, seluruh tubuhku langsung membeku. Aku bahkan sampai bingung harus meletakkan tanganku di mana.

Melihatku berhenti, Tina merasa kurang puas. Dia malah menarik leherku turun dengan lebih kuat lagi.

Dia sengaja menggesekkan dadanya yang besar dan lembut ke dadaku, sambil sesekali membisikkan kata-kata nakal untuk menggodaku,

“Sayang, kok berhenti… kamu nggak mau menghajarku?”

“Hmm… tubuhmu panas sekali… rasanya kekar sekali….”

Saat ini, akibat pengaruh alkohol dan rangsangan yang kuberikan tadi, gairah Tina benar-benar sudah memuncak. Begitu melihatku berhenti, dia yang didorong oleh nafsu mulai meraba-raba berbagai bagian tubuhku. Rasanya batas logika di otakku sudah hampir runtuh sepenuhnya.

Tanganku pun menyusup ke bagian bawah tubuhnya. Area sensitifnya seolah memiliki kehidupan sendiri, terus menjepit jariku yang mencoba masuk ke dalam.

Aku mengeluarkan kejantananku yang sudah menegang sempurna, lalu berjongkok. Sambil membuka kedua belahan bokongnya, aku menjulurkan lidah untuk menjilati area tersebut dengan lembut.

“Jangan… jangan dijilat… ahh… rasanya menyiksa sekali… kumohon….” Aku memasukkan jari kedua secara perlahan ke dalam area sensitifnya, melakukan stimulasi dengan lembut, sementara lidahku masih terus bermain.

Dia menggerakkan pinggang rampingnya karena tidak tahan, membuat kedua buah dadanya ikut bergoyang tanpa henti.

Tiba-tiba terlihat keraguan di benakku. Wanita ini adalah istri sahabatku sendiri, rasanya ini kurang pantas?

Gerakan tanganku perlahan-lahan terhenti.

Namun di saat itu juga, dia mendesah manja, “Jangan… jangan berhenti… aku tersiksa sekali….”

Aku mendongak untuk melihatnya. Wajahnya yang cantik tampak merona. Sepasang matanya yang indah, meski terlihat agak sayu karena pengaruh alkohol, tetap memancarkan pesona yang begitu menggoda. Lidah merah mudanya menjulur keluar membasahi bibirnya, membuat air liurnya mengalir dari sudut mulut hingga ke dadanya yang putih mulus.

Melihat tangannya yang mulai usil dan bersiap melucuti celanaku, akhirnya aku terpaksa berkata,

“Kakak ipar… ini aku, Ray.”

Mendengar itu, Tina yang tadinya sudah tidak sabar langsung tersadar sepenuhnya. Matanya terbelalak lebar dan dadanya yang bergerak naik turun membuat buah dadanya yang indah ikut berguncang, hingga membuat mataku sulit berpaling.

“Kok… kok malah kamu?! Di mana Jonny?”

Suara Tina terdengar sangat manja dan lembut, membuat perasaanku agak goyah.

Aku menelan ludah dengan gugup, sambil menumpu tubuhku di kedua sisi tubuh Tina dan menjelaskan,

“Kak, maaf… tadi aku kira kamu itu Linda….”

Tepat di saat aku sedang menjelaskannya, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing dari kamar sebelah.

Suara Jonny sangat mudah dikenali dan nadanya terdengar begitu semangat,

“Biar kuhabisi kamu… pantatmu kencang sekali… untuk apa pura-pura perawan?!”

“Aaahh… sakit… agak pelan….”

Itu suara Linda.

Tak disangka, ternyata Jonny juga salah mengenali orang….

Wanita di hadapanku ini terus menggeliat karena tidak tahan, sambil menatapku dengan pandangan mata yang sayu, sekaligus memohon. Jenis tatapan yang sanggup meruntuhkan pertahanan pria mana pun di dunia ini.

Di saat aku sedang kebingungan bagaimana cara mengakhiri situasi ini, Tina malah kembali memejamkan matanya. Kedua kakinya langsung melingkari pinggangku, menarik bagian bawah tubuhku dengan kuat agar menempel erat padanya.

“Suamiku tersayang….”

Kakak beradik ini benar-benar sama genitnya. Melihat wanita yang sudah begitu agresif, jika aku masih bisa menahan diri, maka diriku benar-benar bukan seorang pria sejati.

Oleh karena itu, aku memilih untuk melanjutkan kesalahan ini. Lagipula, apa yang tak seharusnya dicium, dilihat dan diraba, semuanya sudah terlanjur kulakukan.

Dengan gairah yang sudah memuncak, aku langsung mendaratkan satu tamparan di bagian paha sampingnya yang kencang, plak!

“Hmm… menantang sekali, sayang….”

Panggilan sayang itu benar-benar membuatku merasa sangat puas. Aku bisa merasakan dengan jelas bahwa reaksiku menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya.

Celana dalamku sudah mengencang maksimal karena ukurannya yang bertambah besar.

Sambil memberikan dorongan pada pinggangku, aku meremas bokongnya dengan kuat, menempel pada tubuhnya dan siap memasukkannya….

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Malam Yang Tertukar   Bab 7

    Bukannya ini sama saja menjebakku ke dalam situasi yang tak bermoral? Kalau sampai hal ini tersebar luar, aku bakal digunjing habis-habisan.Aku langsung menggelengkan kepala dan menolak ajakan Tina, “Kak, kejadian malam itu murni kesalahanku. Kalau kamu mau memukul atau memarahiku, aku akan terima. Tapi, aku benar-benar tulus mencintai Linda. Jadi maaf, aku nggak bisa menurutimu. Aku juga berharap kamu dan Jonny tetap baik-baik saja, bagaimanapun juga nggak mudah untuk bisa membangun rumah tangga bersama.”Tak disangka perkataanku malah memancing amarah Tina. Dia langsung membentakku dengan penuh emosi, “Ray! Kamu itu pria atau bukan, sih?! Setelah meniduriku, kamu malah menyuruhku untuk tetap jadi istri yang baik untuk pria lain? Dengarkan baik-baik, itu nggak mungkin!”Tepat di saat aku kebingungan harus berbuat apa, tiba-tiba terdengar suara Linda yang bergetar karena syok dari arah belakang,“Ray… yang kakakku bilang itu benar? Kamu benar-benar sudah tidur dengannya?”Aku tak per

  • Malam Yang Tertukar   Bab 6

    Aku benar-benar tak habis pikir apa yang sebenarnya ada di dalam kepala Tina. Bukankah seharusnya dia menganggap kejadian itu tak pernah terjadi?Jangan-jangan dia sudah tak mau hidup bahagia bersama Jonny?Aku bahkan tak berani membayangkannya, karena takut kalau tebakanku ini tiba-tiba menjadi kenyataan, masalahnya akan menjadi sangat besar.Setelah itu, kami sempat mengobrol santai sebentar. Aku hanya bisa menenangkan Jonny dan menyuruhnya untuk tidak terlalu banyak memikirkannya.Bagaimanapun juga, dia dan Tina sudah menikah. Menikah itu jelas berbeda dengan pacaran, tak begitu mudah untuk berpisah.Setelah memancing beberapa ekor ikan, aku dan Jonny pun kembali ke area perkemahan. Di sana, kakak beradik itu sudah berhasil menyalakan api.Melihat kami berdua kembali, Tina berkata pada Jonny, “Kamu pergi cari ranting lagi, aku takut arangnya kurang nanti.”Jonny mengangguk patuh, lalu segera meletakkan alat pancingnya dan pergi mencari ranting.Sementara itu, Linda inisiatif menawar

  • Malam Yang Tertukar   Bab 5

    “Kok kalian berdua… bisa tidur bersama?”Tepat di saat aku dan Linda bingung harus menjelaskan apa, Jonny yang berada di samping kami segera menimpali, “Sayang, Linda sudah bukan anak-anak lagi. Lagipula Ray itu sahabatku, dia orang yang baik, Linda nggak akan rugi kalau bersamanya.”Mendengar itu, Tina langsung melirik sinis ke arah Jonny dan berkata dengan nada ketus,“Aku hanya bertanya, kok kamu begitu panik? Lagipula, Linda mau bersama siapa, apa hubungannya denganmu?”Jonny merasa sangat canggung. Dia pun segera mengangguk dan menjawab, “Iya, iya… benar yang istriku bilang.”Untungnya Tina tak membahasnya lagi setelah itu. Aku pun bergegas menarik Linda untuk duduk bersama.Setelah sarapan, aku pergi ke kamar mandi. Saat berjalan keluar, aku tak sengaja mendengar Tina berbisik bertanya pada Linda, “Kamu benar-benar berencana pacaran dengan Ray?”Linda mengangguk dan menjawab, “Iya, bagaimana lagi kalau nggak pacaran? Kami juga sudah tidur bersama.”Sudah tidur bersama… rasanya

  • Malam Yang Tertukar   Bab 4

    Jadi, tak peduli Tina mengenaliku atau tidak, satu-satunya cara sekarang adalah diriku harus tetap yakin pada satu jawaban.“Tentu saja dia nggak mengenaliku. Lagipula mereka berdua minum terlalu banyak malam ini. Kurasa mereka bahkan tak akan mengenali siapa ayah kandung mereka.”Mendengar perkataanku, Jonny tampak jelas menghela napas lega.Bagaimanapun juga, masalah ini harus benar-benar dirahasiakan.Selama aku tidak mengakuinya, mana mungkin Tina akan inisiatif terus terang pada Jonny? Sudah pasti tidak mungkin.Kemudian, Jonny mengajakku ke balkon untuk merokok. Setelah mengisap rokoknya beberapa kali, akhirnya dia menemukan sebuah ide.“Efek alkohol ini sangat kuat, kita berdua yang kuat minum saja bisa sampai mabuk. Kurasa besok pagi ingatan mereka akan hilang! Bagaimana kalau… kita bertukar posisi nanti? Kamu pergi tidur di kamar tidur utama dan aku pergi tidur di kamar tamu. Dengan begitu, saat mereka bangun besok pagi, orang yang ada di samping Tina adalah aku! Dan orang yan

  • Malam Yang Tertukar   Bab 3

    “Sayang… cepat….”Tina meraba-raba diriku karena sudah tidak tahan. Dia benar-benar sangat menggoda. Padahal dia tahu jelas kalau aku bukan Jonny, tapi masih saja dengan tidak tahu malunya memanggilku sayang.“Menggoda sekali! Karena kamu begitu menginginkannya, tentu saja aku akan memuaskanmu. Tapi, kamu harus lebih inisiatif, ya….”Aku langsung menghentikan gerakanku, lalu tersenyum nakal dan menyerahkan kendali permainan pada Tina.Dengan begitu, kalaupun nanti dia menyesal setelah semuanya beres, dia tidak akan bisa menyalahkanku.Mendengar perkataanku, Tina mendesah pelan. Kemudian, dia mendorong tubuhku hingga terlentang, lalu naik dan duduk di atas pahaku.Kedua tangannya bertumpu pada perutku, terlihat sangat menawan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu nakal, “Kamu pandai sekali bermain… pasti sudah sering meniduri banyak wanita, ya?”“Emangnya kenapa? Yang penting hari ini aku pertama kalinya ditiduri seorang wanita, kamu bebas mau melakukan apa saja….”Aku

  • Malam Yang Tertukar   Bab 2

    Namun, saat sedang asik berciuman, aku mulai merasakan ada sesuatu yang aneh. Tadi Linda memakai anting-anting, sedangkan wanita di pelukanku ini tidak memakainya.Padahal sebelumnya aku tergoda dengan anting-anting Linda, merasa telinganya itu kecil dan tampak begitu menggemaskan, rasanya pasti sangat menyenangkan saat dikecup.Tepat di saat aku dilingkupi kebingungan itu, tiba-tiba wanita itu mengerang, “Suamiku… kok kamu hebat sekali malam ini….”Suami?Seketika, efek alkohol di kepalaku langsung memudar. Mana mungkin Linda memanggilku dengan sebutan suami?Begitu melihatnya dengan lebih seksama, wanita penuh gairah yang ada di pelukanku ini bukanlah Linda, melainkan Tina, istrinya Jonny!Seketika itu juga, seluruh tubuhku langsung membeku. Aku bahkan sampai bingung harus meletakkan tanganku di mana.Melihatku berhenti, Tina merasa kurang puas. Dia malah menarik leherku turun dengan lebih kuat lagi.Dia sengaja menggesekkan dadanya yang besar dan lembut ke dadaku, sambil sesekali m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status