Share

BAB 2-- DEWA PENJAGA

Author: Aldrian S.M
last update Last Updated: 2026-02-19 18:49:49

Kali ini nyoman dengan jelas melihat bahwa makhluk tersebut bukanlah gorila, atau lebih tepatnya dia tidak pernah mengetahui wujud makhluk seperti itu.

Lampu jalan mati dan menyala secara cepat. Nyoman tidak tau apa yang harus dilakukan saat ini. Dua makhluk didepannya semakin mendekat.

Sesaat setelah lampu menyala, salah satu makhluk tersebut melompat dengan cepat kearah Nyoman. Segera dia menutupi kepalanya dengan kedua lengannya sembari menutup mata.

Beberapa detik, tak ada apapun yang terjadi dengannya. Dia mendengar suara geraman dan beberapa suara keras seperti pukulan. Nyoman memberanikan diri membuka sedikit matanya dan mengintip kearah suara tersebut.

Kedua makhluk itu masih berada didepan. Tetapi kali ini ada makhluk lain yang terlihat bertarung dengan kedua makhluk tersebut.

Perawakan makhluk yang baru muncul itu tingginya kurang lebih sama dengan kedua makhluk sebelumnya. Perbedaannya, makhluk itu memiliki bulu berwarna putih terang dan dari dada sampai keperutnya berwarna coklat tidak ditumbuhi bulu.

'Mirip seperti kera berwarna putih!' pikir Nyoman.

Kepala makhluk putih itu dilingkari logam seperti emas dan jari jari tangannya memiliki kuku berwarna emas. Makhluk itu juga mengenakan kain bercorak kotak kotak hitam putih di daerah pinggangnya sampai kepaha.

Beberapa menit telah berlalu.

Nyoman masih menyaksikan dua makhluk hitam berusaha melawan makhluk putih seperti kera. Makhluk putih itu terlihat mulai kewalahan melawan kedua makhluk hitam.

Sesaat kemudian, salah satu makhluk hitam menggigit bahu kiri makhluk putih, dan makhluk hitam lainnya terus memukul dan mencakar tubuh makhluk putih.

'Sepertinya makhluk putih itu akan kalah!' pikir Nyoman.

Nyoman melangkah mundur ketika menyadari bahwa akan sangat berbahaya bagi dirinya jika makhluk putih itu kalah. Sepintas muncul dibenaknya untuk berbalik dan berlari kabur meninggalkan kejadian tak masuk akal yang dia saksikan.

Tetapi dia mengurungkan niatnya. Sebaliknya, dia melihat sekeliling untuk mencari seseorang atau rumah terdekat untuk mencari bantuan.

Alhasil, tidak ada seorang disekitar dan rumah terdekat berada jauh dibelakangnya. Bangunan di sisi kiri adalah sebuah kuil pemujaan yang gelap. Sedangkan di sisi kanan hanyalah sebuah rumah yang sudah lama kosong.

Nyoman tidak menyerah, dia mencari sesuatu dibawah untuk mengalihkan perhatian kedua makhluk hitam yang mungkin akan mengalahkan makhluk putih dalam pertarungan itu.

Dia mengambil batu seukuran genggaman tangan di sisi kanan jalan lalu melemparkannya mahkluk hitam yang sedang menggigit bahu makhluk putih.

Kedua makhluk hitam berhenti dan melihat kearah Nyoman! Makhluk hitam yang tadinya terus memukuli makhluk putih seketika berlari kearah Nyoman. Sedangkan makhluk hitam yang lain masih berusaha untuk terus menggigit bahu dari makhluk putih.

Setelah hampir setengah jalan makhluk hitam menuju ke arah Nyoman, makhluk putih akhirnya bisa membebaskan diri dari gigitan dan dengan cepat mengejar mahkluk hitam yang sedang berlari.

Lalu makhluk putih itu berhasil mengejar dan menarik lengan mahkluk hitam yang belari. Makhluk putih itu menariknya dengan sangat keras sampai makhluk hitam yang berlari terlempar sampai lima meter kebelakang.

Nyoman pun menghela napas tanda bersyukur. Tetapi tidak lama kemudian Nyoman kembali panik!

Kali ini berganti makhluk putih itu berlari kearah Nyoman! Dalam sekejap, makhluk putih tersebut sudah berada didepannya!

Sontak Nyoman terkejut sampai terduduk,

"A..apa yang kamu inginkan??" tanya Nyoman terbata bata menahan takut.

"Maaf nak.. sepertinya aku harus meminjam tubuhmu." makhluk putih itu berbicara!

Nyoman terkejut dan ketakutannya semakin bertambah mendengar makhluk putih itu berbicara. Belum sempat Nyoman ingin mengatakan sesuatu, makhluk putih itu mengarahkan tangannya yang memiliki kuku berwarna emas kearas wajah Nyoman! Seketika penglihatan Nyoman gelap!

***

"Aahhhhh!!!" teriak seorang pemuda bangun dari tempat tidur.

Dia adalah Nyoman.

"Dimana aku?" Gumam Nyoman.

Dia melihat sekeliling dan ternyata tempat itu adalah kamar tidurnya sendiri.

"Astaga, mimpi yang mengerikan!" Nyoman bergumam sambil menyeka dahinya yang penuh keringat.

"Ini bukan mimpi nak.." suara terdengar entah dari mana.

Belum tenang, Nyoman kembali terkejut dan ketakutan.

"Si..si..siapa itu??" tanya Nyoman sambil melihat sekeliling kamar mencari arah suara tersebut.

Tak ada seorangpun disitu, tetapi suara itu kembali terdengar dan berkata,

"Aku roh kera putih yang menjaga hutan hutan di seluruh daratan asia.. penduduk pulau ini biasa memanggilku Hanoman sang Dewa Pelindung..."

"Sebenarnya aku memiliki banyak nama dan gelar sesuai wilayah dan generasi tertentu.. kamu bisa memanggilku Hanoman saja.." suara yang tidak tau asalnya itu lanjut menjelaskan.

"Di..dimana kamu? a..apa yang kamu inginkan?" Nyoman kembali bertanya dengan terbata bata karena masih merasa takut.

"Aku berada didalam tubuhmu.. tepatnya alam arwah di alam ranah jiwamu.. Sebelumnya, aku meminjam tubuhmu untuk melawan dua roh jahat yang kamu lihat sebelumnya.." jawab suara yang mengaku dirinya adalah Hanoman.

"Sementara ini aku ingin tetap berada di dalam tubuhmu.. rohku masih dalam keadaan lemah dan belum bisa menembus keluar alam arwah diranah jiwamu.. setidaknya izinkan aku tetap berada disini untuk mengumpulkan kekuatan."  lanjut Hanoman dengan nada yang sopan.

Nyoman masih sedikit tidak percaya akan penjelasan Hanoman tersebut. Seketika Nyoman mengingat kejadian yang awalnya dia kira itu hanyalah mimpi semata.

"Makhluk seperti apakah roh jahat yang kau katakan tadi? apakah mereka masih berada di kampung ini?" tanya Nyoman dengan nada sopan dan sedikit menenangkan dirinya sambil menutup matanya.

"Mereka sudah kukalahkan.. lebih tepatnya aku sudah memurnikan roh mereka.. mereka sudah kembali ketempat asal mula roh mereka berada..." jawab Hanoman.

"Setidaknya roh mereka sudah tidak lagi berwujud roh jahat.. mungkin saja awalnya mereka adalah roh binatang atau roh manusia yang belum bisa memasuki alam arwah.." lanjut Hanoman menjelaskan.

"Kita sudahi dulu perbincangan ini.. sepertinya rekan manusiaku sebentar lagi akan sampai kesini.. dia adalah seorang medium ahli.. sebaiknya kau minta penjelasan lebih rinci tentang masalah ini padanya.. kekuatan rohku sudah semakin mengecil.. aku harus segera bermeditasi dalam waktu yang tidak sebentar untuk mengembalikan kekuatanku.. kita akan kembali berbincang saat kekuatanku sudah pulih.. terima kasih karena sudah menolongku sebelumnya." ucap Hanoman menutup perbincangan.

"Hahh?? siapa yang akan datang?? tuan roh!!! tuan Hanoman??" Nyoman bingung dengan hal hal yang dikatakan Hanoman.

DUK DUK DUK!

DUK DUK DUK!

Suara gedoran pintu luar rumah terdengar.

Nyoman terkejut, dengan cepat dia turun dari tempat tidur dan pergi keluar kamar.

"Tunggu sebentar.." suara seorang wanita didalam rumah Nyoman.

Suara tersebut adalah suara Ibu Nyoman yang berada dimeja makan. Ibunya Nyoman melihat Nyoman yang baru saja keluar dari kamarnya lalu kembali berjalan ke pintu depan untuk melihat siapa tamu yang datang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 9-- NAIK TINGKAT

    Tetapi sejauh pandangannya, dia tidak bisa menemukan dimana penjaga alam raga ini.Nyoman mencoba masuk lebih dalam kedalam hutan bambu. Sesekali dia memanjat ke pohon bambu yang terlihat lebih tinggi dari pohon bambu yang lain.Berbeda dengan Alam Ranah Jiwa yang dijaga Hanoman, tempat ini jauh lebih luas. Sudah hampir setengah jam Nyoman terus masuk jauh kedalam hutan."Mungkin besarnya alam arwah tergantung dari tingginya tingkatan alam arwahnya' pikir Nyoman.Alam Raga Nyoman sudah pasti mencapai tingkat tertinggi, sedangkan Alam Ranah Jiwa miliknya masih berada di tingkat kedua.Sekian lama mencari dan belum ada tanda tanda kemunculan roh arwah miliknya, Nyoman pun memutuskan untuk menyudahi pencarian dan keluar untuk memulai meditasi.Sesampainya diluar, Nyoman menyentuh pintu dan dengan sendirinya pintu tersebut telah tertutup.Nyoman ingin segera memulai meditasi, tetapi dia melupakan satu hal. Dia lupa menanyakan bagaimana cara menggunakan kemampuan roh!Nyoman ingin kembali

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 8--MEDITASI

    Sebuah ruangan tanpa lampu, hanya beberapa lilin berbau harum yang menerangi seisi ruangan tersebut.Ditengah ruangan, ada beberapa gambar berbentuk lingkaran di lantai dengan corak gambar seperti perpaduan kaligrafi dan kelopak bunga. Ada sebuah bantal duduk di masing masing gambar tersebut.Di sisi kanan, ada sebuah meja sepanjang lebih dari tiga meter berdempet ke sepanjangan dinding dan diatas meja tersebut, tersusun berbagai macam peralatan masak dan peralatan makan.Disisi kiri, ada lemari pakaian dua pintu berbahan kayu setinggi kurang lebih dua meter. Disamping lemari tersebut, ada sebuah meja rias kuno dengan beberapa cermin diatasnya dan sebuah lampu hias kuno.Karena tempat ini berada di bawah tanah, ruangan ini tidak memiliki jendela. Hanya sepasang ventilasi di bagian atas dinding di setiap sisinya.Setelah melihat sekitar ruangan, Nyoman melihat Rara yang sudah duduk di salah satu bantalan diatas gambar bercorak kelopak bunga berwarna hijau."Duduklah diatas mandala ber

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   INFORMASI, REFERENSI, DAN CATATAN PENULIS

    ==(SANG DEWA PELINDUNG "HANOMAN")== Hanoman/ Hanūman/ Anoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putra Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, tetapi dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antarzaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.(WIKIPEDIA)==("RATU PANTAI SELATAN "PUTRI KADITA")==Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul adalah sosok supranatural dari cerita rakyat Indonesia. Ia dipercaya menguasai Laut Selatan dalam mitos Sunda dan Jawa.Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 7-- ALAM ARWAH

    "Hewan magis dijual kepada medium untuk di korbankan.. Setelah hewan itu mati, medium membuat kontrak dengan roh hewan tersebut.. beberapa bagian tubuh hewan magis juga dapat dibuat menjadi benda pusaka.. Selain meditasi, seorang medium juga dapat menyerap energi dari hewan magis untuk menaikan tingkat kekuatan alam arwah setelah membunuh hewan magis tersebut.." Jawab Rara menjelaskan.Nyoman kembali ingin bertanya. Tetapi belum sempat dia membuka mulutnya, Mbah Ajeng sudah kembali dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat teko dan tiga buah gelas."Diminum dulu tehnya.." ucap Mbah Ajeng menyuguhkan gelas kepada Rara dan Nyoman dan mengisi gelas-gelas tersebut dengan teh.Mbah Ajeng duduk setelah selesai menyuguhkan teh. Lalu Mbah Ajeng meminum teh diikuti dengan Rara dan Nyoman.Setelah selesai meneguk tehnya, Mbah Ajeng mengkerutkan dahi, melihat Nyoman lalu bertanya,"Aku merasakan ada roh tingkat dewa di alam arwahmu.. darimana kau mendapatkan roh tersebut?"Nyoman yang masih

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 6-- PUTRI AJENG RARA KADILA

    Nyoman pun ikut mengangguk walaupun masih banyak hal yang tidak dia mengerti setelah melihat statistik di layar."Ambillah hp android ini, data dirimu sudah disimpan disini.. mulai sekarang kamu bisa cek perkembangan statistikmu melalui hp ini.. didalam hp ini ada aplikasi tentang info info arwah, binatang, tumbuhan, dan makhluk lainnya.. kamu juga bisa memakai hp ini layaknya hp android biasa, untuk menelepon, kirim pesan, dan tentu saja melihat map." ucap Rara sambil mengeluarkan hp android dari salah satu kotak logam tidak jauh dari layar."Terima kasih kak.. Lalu.. Kita mau ngapain lagi setelah ini?" Kata Nyoman setelah berjalan ketempat Rara dan mengambil hp tersebut."Kita akan pergi ruangan lain digedung ini.. Kamu harus berlatih mengeluarkan kekuatan rohmu dulu ditempat itu sambil menunggu Hanoman untuk keluar dari alam rohmu.. Setelah itu kita akan mencari roh untukmu dan kamu akan melakukan kontrak dengan roh.. Hal ini sangat penting agar dirimu tidak dapat dirasuki roh lain

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 5-- ROH ARWAH BINATANG SUCI

    Setelah mereka sampai di sebuah pintu terbuat dari logam. Rara memencet suatu tombol di sebelah kanan pintu tersebut. Pintu pun terbuka secara otomatis kearah samping. Ternyata ini adalah sebuah elevator atau biasa disebut lift. Rara segera masuk setelah pintu terbuka. "Ayo cepat masuk!.. Ngapain bengong?" Seru Rara menyadarkan pikiran Nyoman yang entah kemana. Nyoman sempat terdiam kagum dengan bagusnya teknologi jaman sekarang. Maklum, ini kali pertama dia melihat sebuah lift. Nyoman pun segera masuk setelah sadar dari lamunannya. Rara pun memencet lagi sebuah tombol yang berada di dalam lift di sisi kanan pintu yang bertuliskan [B3]. Ruang dalam lift pun bergetar. Nyoman terkejut. Dia merasakan bahwa ruangan itu seperti bergerak. Nyoman merasa mual. Tetapi rasa mualnya tidak berlangsung lama. Lift pun berhenti. Terjadi gerakan yang kembali membuat Nyoman terkejut. Kali ini pintu lift terbuka secara otomatis tanpa perlu memencet tombol apapun. Rara pun keluar dan Nyo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status