LOGINSetelah mereka sampai di sebuah pintu terbuat dari logam. Rara memencet suatu tombol di sebelah kanan pintu tersebut. Pintu pun terbuka secara otomatis kearah samping.
Ternyata ini adalah sebuah elevator atau biasa disebut lift. Rara segera masuk setelah pintu terbuka. "Ayo cepat masuk!.. Ngapain bengong?" Seru Rara menyadarkan pikiran Nyoman yang entah kemana. Nyoman sempat terdiam kagum dengan bagusnya teknologi jaman sekarang. Maklum, ini kali pertama dia melihat sebuah lift. Nyoman pun segera masuk setelah sadar dari lamunannya. Rara pun memencet lagi sebuah tombol yang berada di dalam lift di sisi kanan pintu yang bertuliskan [B3]. Ruang dalam lift pun bergetar. Nyoman terkejut. Dia merasakan bahwa ruangan itu seperti bergerak. Nyoman merasa mual. Tetapi rasa mualnya tidak berlangsung lama. Lift pun berhenti. Terjadi gerakan yang kembali membuat Nyoman terkejut. Kali ini pintu lift terbuka secara otomatis tanpa perlu memencet tombol apapun. Rara pun keluar dan Nyoman mengikutinya. Mereka tiba di suatu ruangan luas. Ruangan ini sama seperti ruangan sebelumnya. Ruangan ini masih sebuah lahan parkir. Mereka kembali berjalan hingga berhenti di depan sebuah pintu yang mirip seperti pintu lift sebelumnya. Hanya saja pintu ini dua sampai tiga kali lebih besar dari pintu lift. Di samping kiri pintu ada seorang pria dengan badan tinggi besar dan berisi. Dia memakai baju hitam berlengan pendek. Bajunya sangat ketat hingga menampakkan bentuk ototnya. Sepertinya dia adalah seorang penjaga pintu masuk ini. "Mau Keluar atau Diluar?" Pria tersebut bertanya pada Rara dan sesekali melihat kearah Nyoman. "Diluar sudah gelap.. pasar malam sudah dimulai." ucap Rara yang sepertinya menjawab pertanyaan pria itu. Pria itu pun memencet sebuah tombol di sebelah kiri pintu yang berada tepat dibelakangnya dan pintu terbuka secara otomatis. "Di kanan.. Tutup jam setengah tiga." kata pria itu sesaat sebelum pintu terbuka secara sempurna. Setelah pintu terbuka, terlihat ada tiga jalur yang setiap jalur tersebut sisinya dibatasi oleh dinding tebuat dari logam. Jalur jalur itu mengarah lurus kedepan, sebelah kiri, dan sebelah kanan. Rara masuk ke dalam pintu dan dia menuju ke jalur sebelah kanan. Nyoman menatap pria tadi sebelum akhirnya dia sedikit membungkukkan badannya tanda dia meminta izin tanda kesopanan. Nyoman langsung mengikuti Rara yang tenyata sudah jauh didepannya. Tidak lama kemudian, lagi lagi Rara dan Nyoman tiba disebuah pintu besar. Tapi kali ini tidak ada yang menjaga pintu ini. Pintu ini terbuat dari kayu. Rara membuka pintu. Seketika terdengar suara keramaian. Ternyata ramai sekali orang di ruangan ini. Setelah mereka masuk, Nyoman kembali terkejut dengan berbagai hal aneh dan menakutkan yang belum pernah dia lihat. Beragam hewan hewan aneh di dalam kurungan. Beberapa kurungan terbuat dari besi dan kebanyakan terbuat dari bambu dan kayu. Nyoman juga melihat beberapa orang yang sepertinya sedang menjual barang dan aksesoris yang terlihat kuno dan jadul. Bahkan dia juga melihat makhluk makhluk menyeramkan yang terkurung di dalam ruangan ruangan yang terbuat dari kaca. Nyoman selalu nampak terkejut saat melewati hewan dan makhluk yang teriak dan berusaha menakutinya. Dia selalu melirik memperhatikan Rara yang berjalan di depan dikarenakan dia takut tertinggal atau terpisah. Rara masuk ke sebuah jalan kecil yang gelap. Nyoman sempat memperhatikan jalan masuk itu sebelum akhirnya dia juga bergegas masuk dalam keadaan sedikit takut. Cukup lama mereka berjalan. Di ujung jalan, terlihat cahaya terang di depan, tidak jauh dari posisi mereka. Setelah keluar dari jalan gelap itu, Nyoman sedikit menyipitkan matanya. Matanya belum terbiasa dengan cahaya setelah berada di jalan gelap sebelumnya. Setelah mata Nyoman terbiasa dengan cahaya di ruangan ini, dia pun membuka matanya. Dia melihat ada banyak layar layar seperti televisi disisi kiri dan kanan. Berbeda dengan layar televisi yang sering dia lihat, layar layar disini terlihat lebih modern yang hanya seperti kaca tanpa adanya tabung berisikan mesin dan tidak juga membutuhkan kabel untuk membuatnya berfungsi. "Kita cari tahu dulu kemampuanmu secara detil dan menyeluruh di mesin identifikasi ini.." ucap Rara kepada Nyoman yang langsung mengarahkan pandangannya ke layar besar yang di tunjukkan Rara. Nyoman pun maju kearah Rara. "Kau hanya perlu berdiri disitu selama beberapa detik.." kata Rara setelah Nyoman tiba disampingnya. Nyoman pun masuk di sebuah ruangan kaca berbentuk tabung tanpa bertanya. Dia berdiri ditengah tengah ruangan tersebut sebelum akhirnya lampu diatas kepalanya otomatis menyala dan muncul dua cahaya berwarnah hijau berbentuk garis vertikal dan horizontal. Kedua cahaya berbentuk garis itu bergerak bergantian dari kiri ke kanan lalu dari atas ke bawah sebelum akhirnya menghilang dan lampu di dalam ruangan mati. "Keluarlah! mari kita lihat kemampuanmu di layar ini!" Ucap Rara kepada Nyoman sambil melihat layar besar tak jauh dari ruang tabung tempat Nyoman berdiri. Nyoman pun keluar dan menuju ke samping Rara dan melihat kelayar besar tersebut. Di layar, muncul sebuah diagram di sisi kiri dan beberapa tulisan di sisi kanan. [Jenis kelamin: Laki-Laki] [Roh Arwah: Kera Putih] [Jenis Roh Arwah: Binatang Suci] [Berkah Lahir: Petualang, Cinta Alam, Pemanjat, Perenang, Pelari, Pelompat] [Elemen Dasar: Api, Air, Tanah, Kayu, Angin, Cahaya, Kegelapan] [Tingkat Alam Roh: Ranah Jiwa (Tingkat 2)] [Roh Penjaga Alam Raga: Kera Putih] [Jenis Roh Penjaga Alam Raga: Binatang Suci] [Status Roh Penjaga Alam Raga: Roh Arwah] [Kemampuan Khusus Roh Penjaga Alam Raga: Memanjat, Penglihatan Jarak Jauh, Deteksi Bahaya, Kekebalan Benda Tajam, Peningkat Kuasa Suci] [Roh Penjaga Alam Ranah Jiwa: Raden Hanoman/ Begawan Mayangkara] [Jenis Roh Penjaga Alam Ranah Jiwa: Dewa] [Status Roh Penjaga Alam Ranah Jiwa: Tidak Kontrak] [Kemampuan Khusus Roh Penjaga Alam Ranah Jiwa: Tidak ada]. [Kemampuan Khusus Sementara Roh Penjaga Alam Ranah Jiwa: Kuku Pancanaka, Lompatan Jauh, Kekebalan Api, Mode Kebijaksanaan, Mode Pemikat, Tekanan Wibawa, Pelindung Jiwa, Peningkat Kuasa Dewa]. "Kukira kamu sudah berada di alam roh ranah jiwa tingkat empat.. ternyata masih berada di alam roh ranah jiwa tingkat dua.. kekuatanmu lebih tinggi dari alam rohmu dikarenakan roh arwahmu yang tidak biasa..." Ucap Rara setelah melihat kemampun Nyoman dengan teliti. "Aku belum pernah melihat roh binatang suci kera putih sebelumnya.. dan hal ini mungkin juga berdampak pada alat penghitungan statistik ini.. mungkin masih ada hal lain yang tidak bisa terbaca oleh alat penghitung ini.. kamu harus banyak berlatih juga mencari tahu kekuatan dan berkahmu sendiri." Lanjut Rara dengan tangan memegang dagunya dan beberapa kali menganggukan kepala.Tetapi sejauh pandangannya, dia tidak bisa menemukan dimana penjaga alam raga ini.Nyoman mencoba masuk lebih dalam kedalam hutan bambu. Sesekali dia memanjat ke pohon bambu yang terlihat lebih tinggi dari pohon bambu yang lain.Berbeda dengan Alam Ranah Jiwa yang dijaga Hanoman, tempat ini jauh lebih luas. Sudah hampir setengah jam Nyoman terus masuk jauh kedalam hutan."Mungkin besarnya alam arwah tergantung dari tingginya tingkatan alam arwahnya' pikir Nyoman.Alam Raga Nyoman sudah pasti mencapai tingkat tertinggi, sedangkan Alam Ranah Jiwa miliknya masih berada di tingkat kedua.Sekian lama mencari dan belum ada tanda tanda kemunculan roh arwah miliknya, Nyoman pun memutuskan untuk menyudahi pencarian dan keluar untuk memulai meditasi.Sesampainya diluar, Nyoman menyentuh pintu dan dengan sendirinya pintu tersebut telah tertutup.Nyoman ingin segera memulai meditasi, tetapi dia melupakan satu hal. Dia lupa menanyakan bagaimana cara menggunakan kemampuan roh!Nyoman ingin kembali
Sebuah ruangan tanpa lampu, hanya beberapa lilin berbau harum yang menerangi seisi ruangan tersebut.Ditengah ruangan, ada beberapa gambar berbentuk lingkaran di lantai dengan corak gambar seperti perpaduan kaligrafi dan kelopak bunga. Ada sebuah bantal duduk di masing masing gambar tersebut.Di sisi kanan, ada sebuah meja sepanjang lebih dari tiga meter berdempet ke sepanjangan dinding dan diatas meja tersebut, tersusun berbagai macam peralatan masak dan peralatan makan.Disisi kiri, ada lemari pakaian dua pintu berbahan kayu setinggi kurang lebih dua meter. Disamping lemari tersebut, ada sebuah meja rias kuno dengan beberapa cermin diatasnya dan sebuah lampu hias kuno.Karena tempat ini berada di bawah tanah, ruangan ini tidak memiliki jendela. Hanya sepasang ventilasi di bagian atas dinding di setiap sisinya.Setelah melihat sekitar ruangan, Nyoman melihat Rara yang sudah duduk di salah satu bantalan diatas gambar bercorak kelopak bunga berwarna hijau."Duduklah diatas mandala ber
==(SANG DEWA PELINDUNG "HANOMAN")== Hanoman/ Hanūman/ Anoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putra Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, tetapi dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antarzaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.(WIKIPEDIA)==("RATU PANTAI SELATAN "PUTRI KADITA")==Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul adalah sosok supranatural dari cerita rakyat Indonesia. Ia dipercaya menguasai Laut Selatan dalam mitos Sunda dan Jawa.Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro
"Hewan magis dijual kepada medium untuk di korbankan.. Setelah hewan itu mati, medium membuat kontrak dengan roh hewan tersebut.. beberapa bagian tubuh hewan magis juga dapat dibuat menjadi benda pusaka.. Selain meditasi, seorang medium juga dapat menyerap energi dari hewan magis untuk menaikan tingkat kekuatan alam arwah setelah membunuh hewan magis tersebut.." Jawab Rara menjelaskan.Nyoman kembali ingin bertanya. Tetapi belum sempat dia membuka mulutnya, Mbah Ajeng sudah kembali dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat teko dan tiga buah gelas."Diminum dulu tehnya.." ucap Mbah Ajeng menyuguhkan gelas kepada Rara dan Nyoman dan mengisi gelas-gelas tersebut dengan teh.Mbah Ajeng duduk setelah selesai menyuguhkan teh. Lalu Mbah Ajeng meminum teh diikuti dengan Rara dan Nyoman.Setelah selesai meneguk tehnya, Mbah Ajeng mengkerutkan dahi, melihat Nyoman lalu bertanya,"Aku merasakan ada roh tingkat dewa di alam arwahmu.. darimana kau mendapatkan roh tersebut?"Nyoman yang masih
Nyoman pun ikut mengangguk walaupun masih banyak hal yang tidak dia mengerti setelah melihat statistik di layar."Ambillah hp android ini, data dirimu sudah disimpan disini.. mulai sekarang kamu bisa cek perkembangan statistikmu melalui hp ini.. didalam hp ini ada aplikasi tentang info info arwah, binatang, tumbuhan, dan makhluk lainnya.. kamu juga bisa memakai hp ini layaknya hp android biasa, untuk menelepon, kirim pesan, dan tentu saja melihat map." ucap Rara sambil mengeluarkan hp android dari salah satu kotak logam tidak jauh dari layar."Terima kasih kak.. Lalu.. Kita mau ngapain lagi setelah ini?" Kata Nyoman setelah berjalan ketempat Rara dan mengambil hp tersebut."Kita akan pergi ruangan lain digedung ini.. Kamu harus berlatih mengeluarkan kekuatan rohmu dulu ditempat itu sambil menunggu Hanoman untuk keluar dari alam rohmu.. Setelah itu kita akan mencari roh untukmu dan kamu akan melakukan kontrak dengan roh.. Hal ini sangat penting agar dirimu tidak dapat dirasuki roh lain
Setelah mereka sampai di sebuah pintu terbuat dari logam. Rara memencet suatu tombol di sebelah kanan pintu tersebut. Pintu pun terbuka secara otomatis kearah samping. Ternyata ini adalah sebuah elevator atau biasa disebut lift. Rara segera masuk setelah pintu terbuka. "Ayo cepat masuk!.. Ngapain bengong?" Seru Rara menyadarkan pikiran Nyoman yang entah kemana. Nyoman sempat terdiam kagum dengan bagusnya teknologi jaman sekarang. Maklum, ini kali pertama dia melihat sebuah lift. Nyoman pun segera masuk setelah sadar dari lamunannya. Rara pun memencet lagi sebuah tombol yang berada di dalam lift di sisi kanan pintu yang bertuliskan [B3]. Ruang dalam lift pun bergetar. Nyoman terkejut. Dia merasakan bahwa ruangan itu seperti bergerak. Nyoman merasa mual. Tetapi rasa mualnya tidak berlangsung lama. Lift pun berhenti. Terjadi gerakan yang kembali membuat Nyoman terkejut. Kali ini pintu lift terbuka secara otomatis tanpa perlu memencet tombol apapun. Rara pun keluar dan Nyo







