Home / Urban / Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan / BAB 3-- TITISAN PENGUASA LAUT SELATAN

Share

BAB 3-- TITISAN PENGUASA LAUT SELATAN

Author: Aldrian S.M
last update Last Updated: 2026-02-19 19:28:57

Ibunya Nyoman segera membuka pintu setelah sebelumnya merapikan rambut dan pakaiannya.

Pintu terbuka dan terlihat seorang wanita muda memakai pakaian serba hitam dengan rambut hitam panjang terurai dengan sedikit rambut berwarna hijau dibagian depannya.

Wanita muda tersebut memakai jaket kulit berwarna hitam, resleting jaketnya terbuka dan sekilas nampak kaos yang juga berwarna hitam di sela jaketnya.Wanita muda tersebut juga memakai anting tindik berwarna hitam dan beberapa gelang terbuat dari karet berwarna hitam juga.

Hanya cincin di jari telunjuk tangan kanannya yang terasa berbeda. Cincin tersebut berwarna keemasan dengan batu akik berwarna hijau gelap sebesar ukuran jempol.

Ibunya Nyoman berpikir mungkin wanita muda ini adalah seorang dari ibu kota atau dari kota besar melihat dari penampilannya.

"Iya? ada yang bisa saya bantu?" tanya Ibunya Nyoman kepada wanita muda tersebut.

Wanita muda tersebut tidak langsung menjawab, dia melihat sekeliling dalam rumah dan berusaha melirik kearah belakang Ibunya Nyoman untuk melihat isi didalam rumah.

"Permisi bu... bisakah saya bertemu Nyoman?" jawaban telat wanita muda tersebut setelah lama melihat lihat.

Nyoman yang sedari tadi sudah mengintip dari ruang makan mengetahui bahwa ada tamu yang datang langsung berjalan ke ruang tamu sembari berkata,

"Saya Nyoman, ada apa ya kak?"

Nyoman segera mendekati sofa di ruang tamu.

"Silahkan masuk dan duduk dulu... sebentar saya ambilkan minum dulu." Ibunya Nyoman mempersilahkan wanita itu masuk.

Segera Ibunya Nyoman pergi ke dapur untuk memasak air untuk menyeduh teh.

"Silahkan duduk kak.." Nyoman kembali mempersilahkan wanita itu duduk sambil mengarahkan tangannya ke sofa.

Wanita itu segera duduk dengan pandangan yang masih memperhatikan sekeliling isi ruang tamu.

"Kalau boleh tau nama kakak siapa?.. Ada perlu apa sama saya?" Nyoman bertanya dengan raut wajah sedikit kebingungan lantaran melihat tingkah wanita itu yang terus mengarahkan pandangan melihat sekeliling ruangan.

"Saya Nayamanta Rara Kadila, panggil saja saya Rara.." jawab wanita itu tanpa memperhatikan Nyoman dan terus melihat lihat ruangan.

"Seharusnya roh dewa suci yang ada didalam tubuhmu sudah memberitahukan kalau saya akan datang." lanjut Rara sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah dada Nyoman, kali ini Rara juga mengarahkan pandangan ke arah Nyoman.

Nyoman sempat terkejut, tetapi setelah di ingat ingat memang Tuan Hanoman sudah memberitahukan bahwa akan ada seseorang yang datang. Dia juga mengingat kalau tidak salah orang itu disebut seorang medium ahli seperti yang dikatakan Tuan Hanoman.

Ibunya Nyoman kembali ke ruang tamu, dia membawa dua gelas yang sudah berisikan teh yang baru diseduh.

"Silahkan diminum dulu tehnya.. mumpung masih anget." Ucap Ibunya Nyoman dengan nada lembut dan segera kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatan memasak yang tadi terhenti karena menyambut tamu.

Melihat ibunya yang sudah meninggalkan ruang tamu, Nyoman kembali bertanya,

"Apakah yang kakak maksud roh suci itu adalah Tuan Hanoman?", Nyoman mengambil gelas berisi teh diatas nampan dan menaruhnya didepan Rara sambil menunggu jawaban.

"Ya.. benar.. tapi sepertinya Hanoman tidak banyak menjelaskannya padamu.." jawab Rara.

"Daripada menjelaskannya, lebih baik kuperlihatkan dulu padamu roh pegangan yang kumiliki.." lanjutnya.

Sekejap muncul sosok wanita cantik dibelakang Rara.

Terlihat sosok tersebut memakai pakaian seperti gaun  tradisional kuno berwarna hijau. Sosok itu memakai tiara emas dikepalanya dan banyak aksesoris lain seperti gelang emas, kalung, dan juga cincin. Matanya yang berwarna hijau zambrud terlihat sangat indah.

Nyoman berdiri kaget merespon kemunculan sosok itu. Banyak hal yang membuatnya terkejut hari ini. Jantungnya sepertinya tidak sanggup lagi kalau ada kejutan lainnya lagi.

"Aku adalah seorang medium.. kenalkan ini roh peganganku Putri Kadita, dia sering dikenal dengan sebutan Nyi Roro Kidul, Penguasa Laut Selatan..." ucap Rara dengan segera untuk menenangkan Nyoman agar tidak takut atau berteriak.

"Kadita ada roh pegangan yang diberikan keluargaku secara turun temurun, Kadita adalah leluhurku, aku memiliki garis keturunan langsung Putri Kadita.. Aku adalah keturunan generasi ke-23 dan penerima roh leluhur ke-9 setelah nenekku..." lanjut Rara sambil mengambil gelas berisi teh dan meminumnya.

"Apa? Nyi Roro Kidul? bukankah itu hanyalah legenda semata?' Pikiran Nyoman saat ini sangat rumit, hari ini banyak sekali hal aneh yang terjadi.

Nyoman berharap kalau dia hanya bermimpi dan sebentar lagi akan terbangun.

Tentu saja bukan! Ini bukan mimpi!! Ini terasa nyata sekali! Jantungnya saat ini berdetak dengan kencang sekali!

"La..lalu apa yang kau inginkan dariku? Tidak mungkin kau kesini hanya untuk memberitahukan ini..", Nyoman memberanikan diri untuk bertanya.

Rara menaruh gelas dimeja dan mengambil sesuatu dari jaketnya. Rara mengeluarkan bola berwarna hitam seukuran genggaman tangan dan menaruhnya di atas meja di depan Nyoman.

"Ini adalah bola arwah.. Setelah Hanoman bersatu di alam arwahmu, mungkin secara tidak sengaja dia juga membuka pintu alam arwahmu. Melihat kau yang sekarang masih sehat dan hidup, sepertinya roh arwahmu memiliki tingkat keserasian yang tinggi dengan roh dewa suci Hanoman.." Ucap Rara.

Rara mengangkat tangan kanannya. Seketika cahaya berwarna putih muncul dari segala arah dan menyatu di atas tangan kanannya. Tidak lama ditengah putaran cahaya muncul cahaya berwarna hijau dan sedikit demi sedikit membentuk sesuatu.

Beberapa detik kemudian cahaya itu telah membentuk gambaran sebuah bunga teratai lengkap dengan daun dan akarnya.

"Ini adalah roh arwahku.. roh arwahku berbentuk teratai.. walaupun roh arwahku berjenis tumbuhan, teratai adalah tumbuhan yang bisa tumbuh di atas air.. aku adalah orang ke-9 dari keturunan Kadita yang memiliki keserasian terhadap elemen air, sama halnya dengan Kadita yang memiliki elemen roh air.." ucap Rara menjelaskan.

"Peganglah bola itu agar kau bisa melihat tingkat rohmu dan jenis arwahmu! Tidak sepertiku, kamu masih memerlukan alat untuk mengumpulkan energi roh arwahmu.." lanjut Rara sambil mengarahkan pandangan pada bola hitam yang sudah ada di depan Nyoman.

Nyoman perlahan kembali duduk dan melihat bola hitam didepannya. Sesekali dia melirik ke arah Rara. Rara mengangguk beberapa kali memberikan tanda bahwa tidak ada hal yang berbahaya pada bola itu.

Nyoman mengangguk pada Rara lalu mengambil bola hitam didepannya dan memegangnya.

Seketika dia merasa ada sesuatu yang ditarik keluar dari tubuhnya melalui tangannya.

Cahaya muncul pada bola hitam yang dipegangnya. Tidak lama kemudian cahaya keluar dari bola dan bersatu membentuk sosok kera seukuran tangan orang dewasa diatas bola hitam itu. Kera dari cahaya itu berlari lari diudara mengelilingi Nyoman.

Nyoman tersenyum kagum melihat kejadian ini. Ketakutannya tentang segala hal yang terjadi padanya seketika menghilang berganti dengan rasa penasaran dan kagum

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 9-- NAIK TINGKAT

    Tetapi sejauh pandangannya, dia tidak bisa menemukan dimana penjaga alam raga ini.Nyoman mencoba masuk lebih dalam kedalam hutan bambu. Sesekali dia memanjat ke pohon bambu yang terlihat lebih tinggi dari pohon bambu yang lain.Berbeda dengan Alam Ranah Jiwa yang dijaga Hanoman, tempat ini jauh lebih luas. Sudah hampir setengah jam Nyoman terus masuk jauh kedalam hutan."Mungkin besarnya alam arwah tergantung dari tingginya tingkatan alam arwahnya' pikir Nyoman.Alam Raga Nyoman sudah pasti mencapai tingkat tertinggi, sedangkan Alam Ranah Jiwa miliknya masih berada di tingkat kedua.Sekian lama mencari dan belum ada tanda tanda kemunculan roh arwah miliknya, Nyoman pun memutuskan untuk menyudahi pencarian dan keluar untuk memulai meditasi.Sesampainya diluar, Nyoman menyentuh pintu dan dengan sendirinya pintu tersebut telah tertutup.Nyoman ingin segera memulai meditasi, tetapi dia melupakan satu hal. Dia lupa menanyakan bagaimana cara menggunakan kemampuan roh!Nyoman ingin kembali

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 8--MEDITASI

    Sebuah ruangan tanpa lampu, hanya beberapa lilin berbau harum yang menerangi seisi ruangan tersebut.Ditengah ruangan, ada beberapa gambar berbentuk lingkaran di lantai dengan corak gambar seperti perpaduan kaligrafi dan kelopak bunga. Ada sebuah bantal duduk di masing masing gambar tersebut.Di sisi kanan, ada sebuah meja sepanjang lebih dari tiga meter berdempet ke sepanjangan dinding dan diatas meja tersebut, tersusun berbagai macam peralatan masak dan peralatan makan.Disisi kiri, ada lemari pakaian dua pintu berbahan kayu setinggi kurang lebih dua meter. Disamping lemari tersebut, ada sebuah meja rias kuno dengan beberapa cermin diatasnya dan sebuah lampu hias kuno.Karena tempat ini berada di bawah tanah, ruangan ini tidak memiliki jendela. Hanya sepasang ventilasi di bagian atas dinding di setiap sisinya.Setelah melihat sekitar ruangan, Nyoman melihat Rara yang sudah duduk di salah satu bantalan diatas gambar bercorak kelopak bunga berwarna hijau."Duduklah diatas mandala ber

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   INFORMASI, REFERENSI, DAN CATATAN PENULIS

    ==(SANG DEWA PELINDUNG "HANOMAN")== Hanoman/ Hanūman/ Anoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putra Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, tetapi dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antarzaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.(WIKIPEDIA)==("RATU PANTAI SELATAN "PUTRI KADITA")==Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul adalah sosok supranatural dari cerita rakyat Indonesia. Ia dipercaya menguasai Laut Selatan dalam mitos Sunda dan Jawa.Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 7-- ALAM ARWAH

    "Hewan magis dijual kepada medium untuk di korbankan.. Setelah hewan itu mati, medium membuat kontrak dengan roh hewan tersebut.. beberapa bagian tubuh hewan magis juga dapat dibuat menjadi benda pusaka.. Selain meditasi, seorang medium juga dapat menyerap energi dari hewan magis untuk menaikan tingkat kekuatan alam arwah setelah membunuh hewan magis tersebut.." Jawab Rara menjelaskan.Nyoman kembali ingin bertanya. Tetapi belum sempat dia membuka mulutnya, Mbah Ajeng sudah kembali dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat teko dan tiga buah gelas."Diminum dulu tehnya.." ucap Mbah Ajeng menyuguhkan gelas kepada Rara dan Nyoman dan mengisi gelas-gelas tersebut dengan teh.Mbah Ajeng duduk setelah selesai menyuguhkan teh. Lalu Mbah Ajeng meminum teh diikuti dengan Rara dan Nyoman.Setelah selesai meneguk tehnya, Mbah Ajeng mengkerutkan dahi, melihat Nyoman lalu bertanya,"Aku merasakan ada roh tingkat dewa di alam arwahmu.. darimana kau mendapatkan roh tersebut?"Nyoman yang masih

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 6-- PUTRI AJENG RARA KADILA

    Nyoman pun ikut mengangguk walaupun masih banyak hal yang tidak dia mengerti setelah melihat statistik di layar."Ambillah hp android ini, data dirimu sudah disimpan disini.. mulai sekarang kamu bisa cek perkembangan statistikmu melalui hp ini.. didalam hp ini ada aplikasi tentang info info arwah, binatang, tumbuhan, dan makhluk lainnya.. kamu juga bisa memakai hp ini layaknya hp android biasa, untuk menelepon, kirim pesan, dan tentu saja melihat map." ucap Rara sambil mengeluarkan hp android dari salah satu kotak logam tidak jauh dari layar."Terima kasih kak.. Lalu.. Kita mau ngapain lagi setelah ini?" Kata Nyoman setelah berjalan ketempat Rara dan mengambil hp tersebut."Kita akan pergi ruangan lain digedung ini.. Kamu harus berlatih mengeluarkan kekuatan rohmu dulu ditempat itu sambil menunggu Hanoman untuk keluar dari alam rohmu.. Setelah itu kita akan mencari roh untukmu dan kamu akan melakukan kontrak dengan roh.. Hal ini sangat penting agar dirimu tidak dapat dirasuki roh lain

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 5-- ROH ARWAH BINATANG SUCI

    Setelah mereka sampai di sebuah pintu terbuat dari logam. Rara memencet suatu tombol di sebelah kanan pintu tersebut. Pintu pun terbuka secara otomatis kearah samping. Ternyata ini adalah sebuah elevator atau biasa disebut lift. Rara segera masuk setelah pintu terbuka. "Ayo cepat masuk!.. Ngapain bengong?" Seru Rara menyadarkan pikiran Nyoman yang entah kemana. Nyoman sempat terdiam kagum dengan bagusnya teknologi jaman sekarang. Maklum, ini kali pertama dia melihat sebuah lift. Nyoman pun segera masuk setelah sadar dari lamunannya. Rara pun memencet lagi sebuah tombol yang berada di dalam lift di sisi kanan pintu yang bertuliskan [B3]. Ruang dalam lift pun bergetar. Nyoman terkejut. Dia merasakan bahwa ruangan itu seperti bergerak. Nyoman merasa mual. Tetapi rasa mualnya tidak berlangsung lama. Lift pun berhenti. Terjadi gerakan yang kembali membuat Nyoman terkejut. Kali ini pintu lift terbuka secara otomatis tanpa perlu memencet tombol apapun. Rara pun keluar dan Nyo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status