Home / Urban / Manjanya Nyonyaku / Bab 9 Cari Bra Baru

Share

Bab 9 Cari Bra Baru

Author: Callme_Tata
last update publish date: 2026-10-16 09:47:09

"Minggu lalu saya yang disuapin. Sekarang gantian, biar kita impas 1-1 ya, perihal suap-menyuap..."

Setelah dua suap, Dimas menyodorkan dua butir vitamin dan gelas air putih. "Vitaminnya diminum dulu. Kata Nyonya, tadi kepalanya pusing."

"Kamu cerewet banget, sih." Toh, vitamin itu Laras telan juga sampai airnya habis setengah gelas.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Manjanya Nyonyaku   Bab 12 Nyonya Belum Puas

    [Pembayaran berhasil. Tagihan UKT Anda LUNAS.]Tunggakan yang membuat Dimas cuti 2 semester itu beres dalam satu menit. Setelah itu, dia mengirim 500 ribu dari tabungan gajinya ke rekening Pak Lik.[Pak Lik, Dimas kirim 500 ribu buat tebus obat Kirana bulan ini. UKT Dimas juga udah lunas, jadi Pak Lik nggak usah mikirin itu lagi. Salam buat Bulik sama Kirana, ya.]Dari sudut mata, Dimas melihat Laras ikut memandangi layar ponselnya. Begitu Dimas menoleh, Laras sudah menghadap jendela dengan bibir tersenyum. "Selamat, ya. Habis ini kamu bisa lanjut skripsi lagi, kan? Waktu di warung es dawet kamu bilang tinggal bab hasil.""Iya, Nya. Datanya udah ada semua, tinggal saya tulis. Minggu ini saya urus surat aktif kuliah dulu ke kampus."

  • Manjanya Nyonyaku   Bab 11 Cemburu sama Dewi

    "Saya cuma ngikutin yang Nyonya bilang, satu-satu. Yang kanan dari bawah, yang kiri ikut napas."Laras tertawa setengah, lalu menahannya karena jempol Dimas kembali mengusap pentilnya. Tangannya mencengkeram bahu Dimas, dan kepalanya mendongak ke lampu ruang ganti.Celana Dimas sudah mengencang dari tadi, tetapi kedua tangannya tetap di dada itu.Tiba-tiba…Tok, tok.Sekat di samping tirai diketuk dari luar. Napas Laras tertahan. Kedua tangan Dimas masih menempel di dadanya.Deg!Gimana ini?Kalau Dewi tahu Dimas dan Laras sedang bermain di ruang ganti, bisa-bisa, Dewi akan menertawa

  • Manjanya Nyonyaku   Bab 10 Sensasi di Fitting Room

    Laras tak berkedip menatap Dimas. “Suami Kakak kan nggak mungkin mau nganter belanja beginian. Dulu Kakak sering telepon aku tengah malam gara-gara dia nggak pulang-pulang. Hayoo, ini siapa?"Laras menjawab pendek. "Yah, suamiku masih sama aja kayak gitu. Udah 4 tahun, nggak berubah-berubah. Terus, cowok itu namanya Dimas, sopir aku sekarang."Dewi memiringkan kepala. "Kak, ini nyopirin Kakak apa ngawal Kakak? Umurku udah 28, baru kali ini lihat sopir yang lengannya segede itu."Dewi orangnya cukup centil. Dengan rambut cepol dan kacamata kuda, wajahnya mengingatkan Dimas pada artis kesayangan warga pos ronda di desa. Mirip seperti Fuua Kaede.Dan ketika bapak-bapak di pos ronda bahas itu, selalu ada sisipan kata ‘info kode nuklir’ atau ‘mana kode

  • Manjanya Nyonyaku   Bab 9 Cari Bra Baru

    "Minggu lalu saya yang disuapin. Sekarang gantian, biar kita impas 1-1 ya, perihal suap-menyuap..."Setelah dua suap, Dimas menyodorkan dua butir vitamin dan gelas air putih. "Vitaminnya diminum dulu. Kata Nyonya, tadi kepalanya pusing.""Kamu cerewet banget, sih." Toh, vitamin itu Laras telan juga sampai airnya habis setengah gelas."Supnya keasinan.""Itu masakan Bi Inah. Saya cuma manasin aja. Jangan bilang saya kebelet nikah loh, bukan saya yang masak loh, Nya!" ujar Dimas seraya terkekeh.Beberapa suap kemudian, Laras menahan tangan kiri Dimas. "Dim... kamu jangan nganggap aku murahan, ya."Dimas menaruh sendok di mangkuk. Matanya dia arahkan lurus ke mata Laras. "Saya nggak

  • Manjanya Nyonyaku   Bab 8 Rasa melonnya gimana?

    Terkejut, Dimas buru-buru memelankan gerakannya. "Ma-maaf. Segini?"Laras menuntun sendiri pergelangan Dimas. Sekali, dua kali, jempol itu dia putar dengan tempo yang dia mau, lalu tangannya dia lepaskan begitu Dimas sudah bisa mengikuti. "Iya... segitu. Ahh... iya, gitu terus, enak kalau pelan-pelan gini. Ahh..."Masih dengan napas tersendat, Laras menambahkan aturan. "Kalau aku diem, berarti enak. Kalau aku pegang tangan kamu, berarti pelanin, ya!""Kalau Nyonya nendang?"Seketika Laras menatap Dimas tajam. "Ya berarti kamu lancang dan ngawur, nggak mau jadi goodboy! Berondong nggak boleh banyak protes ya..."Dimas mengangguk, lalu terus memutar jempolnya mengikuti ke mana klitoris Laras bergerak. Lama-lama, desahan Laras makin sering, sedangkan tangannya meremas seprai sampai kusut.Dengan suara yang makin kecil, Laras menyebut langkah berikutnya. "Kelima... masukin satu jari."Jempol Dimas berhenti. "Beneran boleh?"Laras mengangguk dua kali, seraya menatap mata Dimas cukup sayu.

  • Manjanya Nyonyaku   Bab 7 Enak...

    "Ka-kaget, Nya. Terus... deg-degan. Terus, anu..." Suara Dimas habis di situ, sedangkan tangan kanannya refleks menutupi depan celana.Laras melirik ke bawah, ke tangan yang menutupi celana itu. "Terus apa? Diterusin dong ngomongnya. Aku aja udah ketahuan sampai begini, masa kamu nggak mau ngaku?""Ce-celana saya kekecilan, Nya. Udah lama nggak beli yang baru."Tawa Laras keluar sebentar, lalu dia gigit bibir bawahnya supaya berhenti. "Tadi sore pas kamu mijit kakiku, celana itu masih muat-muat aja, kok."Laras cepat-cepat membuang muka ke lampu tidur, lalu duduk lagi di tepi ranjang. Sesudah itu, suaranya dia buat setenang mungkin. "Ya udah, aku yang ngajarin, sini masuk..."Karena terpaksa, Dimas pun masuk ke kamar Laras.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status