author-banner
Callme_Tata
Callme_Tata
Author

Novels by Callme_Tata

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Diselingkuhi dan tak pernah mendapat kepuasan suami, wanita cantik itu datang padaku. "Buat saya hamil, maka beban keuanganmu tahun ini akan kutanggung!" Menerima tawaran menghamili istri konglomerat, kenapa tidak? Ini memang di luar etika, tapi aku terpaksa melakukannya, demi pengobatan ibuku dan pendidikan ketiga adikku. Tak kusangka, milikku yang perkasa justru membuatnya tergila-gila.
Read
Chapter: 284. TAMAT
Rumah Sakit Ibu dan Anak pusat kota, di sanalah kini Rain berada. Di atas ranjang pasien, Rain terbaring lemas. Di sampingnya, seorang bayi mungil yang baru saja dilahirkannya dua jam yang lalu sedang tertidur pulas. Sedangkan di kursi samping ranjang pasien, Satria duduk menemani. Sejak tadi, pemuda yang kini berstatus sebagai papa muda itu tak ingin jauh-jauh dari istri dan putranya meskipun hanya sebentar saja. "Sayang, boleh gak baby-nya dibangunin? Aku mau denger suaranya nangis!" Rain yang terbaring itu pun menggeleng pelan. Tak mengizinkan sang suami mengganggu bayinya yang sedang terlelap. Namun, Satria yang semula minta izin dan tidak diperbolehkan oleh istrinya itu justru mencolek-colek pipi merah putranya dengan gemas. Alhasil, bayi mungil itu menangis dengan keras. "Oek, oek...." "Astaga, Satria Narendra!" kata Rain dengan suara tertahan. "Haha... akhirnya bangun juga!" Bukannya takut dimarahi, papa muda itu tertawa dengan keras. Ia sangat senang mendengar tangisa
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 283. PPPN
Setelah semua kebenaran terungkap dan Tuan Seno serta antek-anteknya diamankan, kini keadaan keluarga Mandala semakin membaik.Nyonya Laras yang sebenarnya sudah sembuh sejak dibawa pulang ke kediaman Mandala beberapa bulan lalu, kini dapat beraktivitas layaknya kehidupan orang-orang normal.Wanita paruh baya itu kini tak perlu lagi menyembunyikan diri dan berpura-pura sakit jiwa seperti kemarin-kemarin.Ia bisa tertawa, bercanda, bahkan kembali menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Tuan Arya tanpa harus memikirkan berbagai ancaman yang dulu selalu membayangi.Di dalam kamarnya, Tuan Arya yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan tubuh telanjang dibalut handuk singkat, menghampiri sang istri yang duduk di depan meja rias."Sayang...." panggil Tuan Arya sembari memeluk dan mencium lembut tengkuk istrinya yang terekspos.Nyonya Laras yang tengah bercermin pun langsung menghela napas panjang. Ia sudah bisa menebak ke mana arah tingkah suaminya kali ini."Jangan lagi, Mas
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 282. PPPN
Di balik jeruji besi, di sanalah kini Tuan Seno berada. Pria paruh baya itu mengamuk minta dibebaskan, bahkan mengancam para polisi yang bertugas."Lepaskan saya, keluarkan saya dari sini!"Mendengar suara keras Tuan Seno, para tahanan lain menutup telinga mereka. Jelas, para tahanan itu terganggu dengan keributan yang diciptakan pria paruh baya itu."Hei, kalian semua tuli, ya? Cepat bebaskan saya, kalau enggak, besok saya akan menghancurkan tempat ini!" seru Tuan Seno sambil memukul-mukul jeruji besi tersebut dengan keras.Pria paruh baya itu mengamuk seperti orang yang tidak waras. Wajah dan matanya memerah, bahkan tak henti-hentinya berteriak."Goblok kalian semua! Cepat keluarkan saya!"Di saat Tuan Seno sedang mengamuk, derap langkah kaki terdengar mengetuk-ngetuk lantai. Dan tak lama kemudian, datanglah Tuan Arya, Ares, dan Satria.Ketiganya menghampiri Tuan Seno yang mengamuk.Mendengar derap langkah kaki mendekat, Tuan Seno menoleh ke arah sumber suara. Saat melihat Tuan Arya
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 281. PPPN
"Ssttt... Om, perutku sakit banget."Nabila yang didorong hingga jatuh terhempas, dengan punggung membentur kaki ranjang, itu pun langsung merintih kesakitan. Wajah gadis binal itu seketika meringis. Kedua tangannya memegangi bagian bawah perutnya yang terasa sakit luar biasa.Deru napas Nabila memburu. Tubuhnya bahkan terlihat gemetar menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi di bagian bawah perutnya tersebut.Darah segar mengalir dari paha bagian dalam gadis binal itu hingga membuat Tuan Seno yang menoleh seketika melotot lebar."Astaga..."Pria paruh baya itu semakin panik. Wajahnya berubah pucat melihat darah yang mengalir. Namun, saat melihat tatapan tajam istrinya, nyali Tuan Seno seketika menciut.Ia tak berani melakukan apa pun, bahkan untuk sekadar mendekati Nabila yang sedang kesakitan sekalipun."Om, sa-sakit...."Gluk!Tuan Seno meneguk sisa ludah di tenggorokannya dengan susah payah. Tenggorokannya terasa tercekat. Ia melirik Nabila yang masih meringis kesakitan, lalu
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 280. PPPN
"Oh... ternyata kayak gini kelakuan kalian kalau gak ada aku di rumah! Dasar binatang, gak punya otak!"Brak!Bantingan keras pintu yang diiringi suara teriakan Diana membuat Tuan Seno dan Nabila terkesiap. Keduanya sama-sama membeku selama beberapa detik, seolah baru saja tersadar dari apa yang telah mereka lakukan.Panik, Tuan Seno mencabut batangan tegangnya yang bersemayam di dalam lubang apem Nabila, lalu bergerak turun dari atas ranjang.Pria paruh baya itu meraih celananya dan memakainya dengan terburu-buru. Tangannya gemetar karena ketakutan melihat Diana yang kini berdiri di ambang pintu.Begitu pula dengan Nabila yang panik setengah mati. Dengan tubuh telanjangnya, gadis binal itu meraih hotpants-nya yang berada di ujung kasur."Binatang kalian berdua, anjing!" maki Diana dengan suara melengking keras.Ia berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam. Tatapannya berpindah dari Tuan Seno pada Nabila yang terlihat panik dan ketakutan.Melihat kemarahan istrinya, Tuan Seno y
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: 279. PPPN
Siang itu, Tuan Seno yang berada di perusahaan kembali ke rumah dalam keadaan yang kacau.Wajahnya kusut. Ia pusing memikirkan Togar yang diringkus oleh polisi. Takut anak buahnya itu buka mulut.Tiba di rumah, keadaan begitu sepi. Hanya ada Nabila yang sedang tiduran santai di sofa sambil bermain ponsel."Om, udah pulang?" kata Nabila, menyapa Tuan Seno yang baru saja pulang dari kantor."Hmm... Diana mana?" tanya Tuan Seno sembari mengendurkan dasi yang melilit di lehernya.Ditanya, Nabila yang memakai crop top dan hotpants itu beringsut, lalu duduk dan menaikkan kedua kakinya ke atas sofa."Mama Diana pergi belanja sama teman-temannya. Katanya tadi sore baru pulang," kata Nabila, menjawab pertanyaan Tuan Seno dengan mata menatap wajah kusutnya. "Om kenapa? Kok kayaknya pusing banget?" tanyanya kemudian.Tuan Seno menghela napas panjang. Lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Nabila dan memeluk pinggang ramping gadis itu."Capek, pusing mikirin kerjaan di kantor," jawab Tuan Seno.Cup
Last Updated: 2026-07-30
Cukup, Aku Gak Tahan!

Cukup, Aku Gak Tahan!

“Cukup, aku gak tahan!” Itulah yang dikatakan Arka, ketika terbangun dengan posisi polos tanpa pakaian, dan sedang dimainkan dua gadis cantik, yang merupakan adik tirinya sendiri. Dirinya tak menyangka, kehidupan masa lalunya sebagai seorang Jawara, membuat ditolak seluruh wanita. Tapi saat hidup kembali dalam tubuh baru, ternyata tubuh itu adalah milik Arsaka, seorang pemuda yang memiliki dua adik tiri liar, yang setiap hari selalu memeras keringat dan kenikmatan darinya. "Semoga aku mati atau tubuhku tertukar, sehingga hidupku bisa dikelilingi gadis-gadis cantik!" Dan… doa itu pun… Terkabul!
Read
Chapter: Ahh... Aku keluar, Kak Saka!
Nadia dan Dona masih diam.Saka melangkah maju dua tapak, memanfaatkan lebar bahunya untuk memotong seluruh celah gerak di antara kedua gadis itu.Udara pengap di dalam kamar mandi kian menghangat saat tubuh tegapnya menekan maju, memaksa Dona dan Nadia mundur merapat hingga punggung mereka membentur dinginnya dinding keramik basah.Saka sedikit mencondongkan wajahnya ke depan, menatap manik mata Dona dan Nadia secara bergantian. “Kalian pikir, Kakak cuma bisa diam waktu kalian permainkan seperti orang bodoh, hah?”Kedua tangan Saka terangkat, menumpu kuat pada dinding semen di sisi kiri dan kanan kepala mereka. Jarak di antara mereka terkikis hingga hanya tersisa sejengkal, membuat hawa panas dari dada bidang Saka langsung menyapu permukaan kulit basah kedua adik tirinya.Nadia menelan ludahnya yang mendadak terasa tercekat di kerongkongan.Namun, bukannya menunduk takut, pandangan gadis bungsu itu malah turun menatap dada bidang berotot sang kakak angkat yang kembang kempis tepat di
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: Kumainin sampe ngompol!
Saka buru-buru menarik handuk itu ke atas, lalu menahannya sekuat tenaga untuk menutupi bagian depan celana pendeknya yang masih menegang keras. Dadanya naik turun memburu, merasakan hawa dingin lantai kontras dengan gejolak panas di sekujur tubuhnya.Hening mendadak menyergap kamar mandi berukuran dua kali dua meter itu, menciptakan suasana luar biasa canggung yang membuat telinga Saka berdenging.Suara tawa tertahan tiba-tiba pecah dari balik daun pintu kayu.Nadia menutupi bibirnya dengan punggung tangan seraya terkikik geli melihat kepanikan di wajah kakak angkatnya. “Tuh kan, beneran panik! Handuknya sampai mau lepas begitu!”Dona ikut tertawa renyah sembari menyandarkan bahunya yang polos ke dinding keramik basah. “Kak Saka lucu banget kalau lagi salah tingkah begini, baru kita pamerin dikit aja langsung tegak berdiri kayak tiang bendera.”Ditertawakan dua gadis polos seperti itu, tentu Saka merasa harga dirinya sebagai seorang Jawara tercoreng.Tapi coba keluar dari godaan ini
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: Remas Punyaku Sekarang!
Saka mematung di dekat bak semen, memegang selembar handuk kecil seraya merasakan hawa dingin lantai menyengat telapak kakinya.Tidak menyangka, ternyata Dona dan Nadia sudah masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu.Celana boxer hitam yang melekat di pinggangnya menjadi satu-satunya penghalang, memperlihatkan garis otot dada yang bidang serta perut berlekuk tegas peninggalan tempaan silat masa lalunya.Saka mengembuskan napas panjang sembari menatap tajam ke arah kedua adik tirinya. “Buka kuncinya sekarang, Dona, Nadia. Jangan mulai bikin gara-gara lagi di rumah, apalagi sampai maksa Kakak kayak gini!”Nadia justru tertawa kecil. “Enak aja suruh buka! Pintu ini nggak bakal kubuka sebelum urusan kita bertiga selesai di sini!”Dona menyandarkan bahunya ke kusen pintu, memasang senyuman manja yang sarat muslihat. “Kalau Kak Saka berani ngusir kita keluar atau teriak, kita berdua bakal langsung jerit sekencang-kencangnya, biar Ibu dengar dari dapur. Hayoo, Kakak gimana kalau kita te
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Mandi Bareng Adik Tiri
Sementara itu, Sarah menatap cipratan air bercampur tanah basah yang mengotori bagian bawah rok span kerjanya. Mengingat situasi rumah yang baru saja kacau, ia memutuskan untuk menunda keberangkatannya beberapa menit demi menertibkan keadaan. Tangannya bergerak memutar keran hingga aliran air berhenti, lalu menggulung selang yang tergeletak di atas rerumputan.Sebagai anak tertua, Sarah segera mengambil kendali situasi seraya menatap kedua adik tirinya dengan nada tegas. “Dona, Nadia, kalian berdua masuk sekarang! Cepat ganti baju basah itu sebelum masuk angin!”“Iya, Mbak Sarah…” Dona komen dengan nada kecewa.Nadia yang berdiri di sebelahnya ikut mencebikkan bibir. Kaus basahnya menempel transparan, mempertegas gundukan buah apel 34B miliknya saat ia merapatkan kedua tangan di depan dada. “Padahal kan masih mau lihat Kak Saka beraksi…”Sarah berkacak pinggang seraya mendelik ke arah kedua adiknya. “Nggak ada alasan lagi, kalian berdua harus siap-siap ke kampus sekarang. Ayo masuk!”
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Pingin Diangetin
Saka bergeming di tempatnya tanpa melangkah mundur sedikitpun.Pengalaman bertarung di masa lalu membuatnya mampu membaca arah lintasan pukulan lawan bahkan sebelum kepalan itu mencapai titik tengah ayunan.Bersamaan dengan luncuran angin tinju yang luput itu, tangan kiri Saka menyusup cepat dari bawah ketiak lawan, menyapu sendi siku Paijo ke arah atas. Pada detik yang sama, telapak tangan kanan Saka mencengkeram punggung tangan pria itu dengan kuncian jemari baja.Saka menolehkan tatapannya ke arah pria gimbal itu dengan sorot mata yang membekukan dan sarat ancaman pembunuhan. "Maju satu langkah lagi, sendi bahu bosmu ini akan kubuat cacat permanen!"Saka sedikit mencondongkan tubuhnya ke bawah, mendekatkan bibirnya tepat di dekat lubang telinga Paijo yang masih mengaduh merayap di atas tanah.Tekanan jemari Saka menekan titik saraf sensitif di pangkal leher preman itu, mengirimkan gelombang ngilu yang melumpuhkan sisa kekuatannya.Saat ingatan Arsaka masuk ke dalam ingatan Saka, se
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Keberanian Saka
Brak! Brak! Brak!“Ipah, cepat keluar! Buka pintunya! Kalau tidak, kami akan rusak pagarnya!”Ipah terlonjak kaget dari balik tirai jendela ruang tamu, menatap dua sosok bertubuh gempal yang berdiri angkuh di luar pekarangan.Rasa panik seketika menjalar meremas ulu hatinya, membayangkan rasa malu yang tak tertahankan jika para tetangga keluar rumah dan menyaksikan keributan ini. Mengingat beban utang harian yang diam-diam menjerat lehernya tanpa sepengetahuan sang suami, wanita paruh baya itu bergegas menuruni anak tangga teras seraya meremas ujung daster batiknya dengan jemari dingin.Ipah dan Sarah saling berpandangan ketakutan.“Ya ampun! Mereka benar-benar datang!” seru Ipah, lalu buru-buru keluar dengan wajah panik sebelum para preman itu merusak fasilitas rumahnya.Saka yang masih berdiri di halaman pun menoleh untuk melihat sosok yang datang.Dari balik pagar, terlihat dua pria berdiri dengan wajah sangar. Salah satunya bertubuh besar, tatapan matanya tajam, dan dagunya ditumb
Last Updated: 2026-09-17
Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

"Pak Kai, mau coba gaya apa? Baling-baling bambu atau gaya kodok berenang?" ~ Baby Liona. "Saya mau coba semua gaya yang kamu bisa!" ~ Kaisar Adam Prasetya. *** Sakit hati lantaran dihina dan dipermalukan oleh mantan kekasih dan mantan sahabatnya, Kaisar nekat menerima tawaran kencan gadis nakal yang tak lain adalah mahasiswi di tempatnya mengajar. Baby Liona, yang sudah lama menyukai Kaisar selaku dosennya, menawarkan diri dengan harga 50 juta. Namun, bagaimana jadinya jika Liona justru mengingkari janjinya. Ia menolak sejumlah uang yang diberikan oleh Kaisar. "Pokoknya Pak Kai harus jadi pacar saya. Kalau enggak, saya bakal sebarin foto cek-in kita ke orang-orang!"
Read
Chapter: 124. Penghujung Cerita.
Keadaan rumah tahanan menjadi kacau. Ryuga yang nyaris sekarat pasca menegak racun mematikan, dibawa oleh petugas kepolisian menuju klinik terdekat. Keadaan pria itu saat ini benar-benar memprihatinkan. Tubuhnya membiru, wajahnya belepotan darah, serta kedua tangannya meremas erat perutnya sendiri. Saking eratnya remasan pria itu, urat-uratnya sampai menonjol dan terlihat dengan jelas. "Cepat, cepat bawa ke ruangan IGD!" Begitu turun dari mobil, tubuh Ryuga segera diangkat dan dipindahkan ke atas brankar. Lalu, perawat yang menyambutnya langsung mendorong brankar tersebut menuju ruangan IGD. Di atas brankar yang melaju dengan cepat, Ryuga yang masih sadar tetapi sudah tidak dapat melakukan apapun, tampak menitikkan air mata. Tatapan matanya begitu redup, menunjukkan jika saat ia benar-benar berada di ambang kematian. "Di kehidupan selanjutnya, aku gak mau lahir dan berada di tengah-tengah keluarga Prasetya lagi. Aku mau hadir dan besar di dalam keluarga utuh yang hangat dan
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: 123. Maafkan Papa!
"Kai, awas!" Srek! Jleb! Sepasang mata Tuan Reynald mendelik lebar, kedua tangannya terkepal erat kala punggungnya dihujam oleh senjata tajam yang ada di tangan Ryuga. Melihat Tuan Reynald menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Kaisar, Ryuga tertawa terbahak-bahak. "Hahaha... mati kamu, tua bangka sialan!" Pria itu mencabut belati yang menancap di punggung Tuan Reynald, lalu kembali menusuknya sebanyak beberapa kali. Melihat keadaan semakin kacau, petugas kepolisian yang kecolongan segera bertindak. Mereka meringkus dan melumpuhkan Ryuga yang menggila tidak terkendali. Liona dan Bu Elyana spontan memekik dengan keras, syok melihat tindakan Ryuga yang amat kejam dan mengerikan. "Argh... Ryuga, kamu gila!" jerit Liona sembari menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. "Pa, bawa Liona pergi dari sini sekarang. Jangan biarin dia lihat semuanya!" kata Kaisar, meminta Pak Baskoro membawa Liona pergi dari tempat tersebut. Pak Baskoro mengangguk, lalu seger
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: 122. Ryuga, Jangan!
"Hahaha... kalian semua harus mati, kalian harus mati! Aku bakal ngirim kalian ke neraka satu persatu, termasuk kamu, laki-laki brengsek yang udah membuat hidup ibuku menderita!" Ryuga tertawa dengan keras, sedangkan tangannya bergerak, mendorong kasar tubuh Tuan Reynald. Saking kerasnya membuat tubuh pria separuh baya itu membentur tembok. Melihat sikap kasar Ryuga secara langsung, semakin syok dan kaget Tuan Reynald dibuatnya. Benarkah putranya yang pendiam, terlihat lemah dan penurut selama ini ternyata begitu kejam? "Ryuga, kenapa kamu lakukan semua ini?" tanya Tuan Reynald dengan wajah memerah dan sepasang mata berair. Ryuga yang tertawa-tawa seperti orang gila, menatap tajam Tuan Reynald yang bertanya padanya. Pria itu menghentikan gelak tawanya, lalu mendekati Tuan Reynald dan mencengkeram erat bagian depan kemeja yang dipakainya. "Kenapa? Kamu tanya kenapa?" tanya Ryuga dengan suara tertahan. "Setelah kamu buat ibuku menderita dan mati dalam kesedihan, kamu masih berani
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: 121. Terungkap
"Kamu benar! Setelah ini kamu memang harus keluar dari kediaman Prasetya, dan aku akan pastikan selamanya kamu akan mendekam di balik jeruji besi!" Suara datar dan dingin milik Kaisar yang terdengar lantang, spontan membuat sepasang mata Tuan Reynald melotot lebar. Begitu pula dengan Ryuga sendiri. "Kai, apa maksudnya semua ini?" kata Tuan Reynald. Bertanya pada Kaisar yang menatap tajam Ryuga. Kaisar tak menjawab pertanyaan Tuan Reynald. Ia justru memberikan perintah pada petugas kepolisian untuk segera meringkus Ryuga sebelum kembali membuat ulah. Petugas kepolisian melangkah maju, lalu menunjukkan surat penangkapan pada Ryuga. "Pak Ryuga, Anda resmi kami tahan atas kasus pembunuhan berencana terhadap Tuan Jayden!" Suara tegas milik petugas kepolisian, membuat sepasang mata Ryuga semakin melotot lebar. Saking lebarnya seperti mau melompat dari tempatnya berada. "Apa-apaan ini? Saya gak bersalah, gak gak ngerti maksud kalian!" kata Ryuga. Menolak saat hendak diringkus dan di
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: 120. Hasil Autopsi!
"Jangan pukul lagi, Kai. Aku bener-bener minta maaf...." "Kaisar, apalagi yang mau kamu lakukan?!" Suara keras dan lantang milik Tuan Reynald yang berasal dari ujung lorong rumah sakit itu, membuat Kaisar seketika memejamkan matanya seraya menghela napas kasar. Wajah pria itu semakin memerah. Jelas jika ia sangat kesal saat ini, Ryuga benar-benar membuatnya muak. Sedangkan Ryuga sendiri, menyunggingkan sudut bibirnya. Ia tersenyum puas karena berhasil membuat Kaisar terlihat semakin buruk di hadapan ayahnya. "Hegh, jangan pikir bisa ngalahin aku, Kai. Aku bakalan ngerebut apapun yang kamu miliki, termasuk Liona dan bayinya," kata Ryuga dengan suaranya yang pelan dan terdengar lembut. Mulut pria munafik itu benar-benar beracun. Pintar sekali berakting dan berbohong di hadapan banyak orang, bahkan sangat cocok diberi julukan raja acting dan juga mendapatkan penghargaan piala oscar. Tak suka nama Liona dan calon anaknya disebut, Kaisar yang semakin tersulut emosi itu pun mengangka
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: 119. Jebakan Ryuga!
"Segera lakukan autopsi, Dokter. Siapapun yang berani menghalangi, akan menjadi musuhku!"Mendengar perkataan Kaisar, Dokter menganggukkan kepalanya. Seperti yang diperintahkan, pemakaman Tuan Jayden akan ditunda dan akan segera dilakukan autopsi menyeluruh pada jasadnya.Tuan Reynald menghela napas panjang. Pusing menghadapi sifat Kaisar yang begitu keras kepala dan selalu bersikap semaunya sendiri. Sedangkan Ryuga, diam-diam mengepalkan kedua tangannya dengan erat di sisi tubuh. Kepalanya tertunduk, bersikap seolah ia sangat sedih dan terpukul atas kepergian sang kakek."Sial, lagi-lagi dia mengacaukan semuanya. Kayaknya aku harus mempercepat rencana." Kaisar yang berdiri di samping istri dan mertuanya, diam-diam mengamati gelagat Ryuga. Bahkan perhatiannya tak lepas dari anak selingkuhan ayahnya itu. "Kaisar harus mati, aku bakal menyingkirkan dia secepatnya supaya gak ada lagi orang yang bisa menghalangi tujuanku," gumam Ryuga. Di saat dokter dan tim sibuk mengurus jenazah Tua
Last Updated: 2026-06-01
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status