author-banner
Callme_Tata
Callme_Tata
Author

Novels by Callme_Tata

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Diselingkuhi dan tak pernah mendapat kepuasan suami, wanita cantik itu datang padaku. "Buat saya hamil, maka beban keuanganmu tahun ini akan kutanggung!" Menerima tawaran menghamili istri konglomerat, kenapa tidak? Ini memang di luar etika, tapi aku terpaksa melakukannya, demi pengobatan ibuku dan pendidikan ketiga adikku. Tak kusangka, milikku yang perkasa justru membuatnya tergila-gila.
อ่าน
Chapter: 191. PPPN
"Sialan! Sepertinya aku harus turun sendiri tangan untuk menyingkirkan bocah itu selamanya!" Tuan Seno yang melihat rekaman video obrolan Tuan Arya, Pak Anjas dan Dokter Bagas di rumah sakit yang dikirimkan oleh anak buahnya, mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh dengan erat. Wajah pria paruh baya itu memerah, sedangkan rahangnya mengeras membuat gigi-giginya beradu dan menimbulkan bunyi gemeretak. "Aku gak akan pernah membiarkan Arya dan Laras hidup tenang dan bahagia di atas penderitaanku. Aku harus menghancurkan mereka sampai gak bisa bangkit lagi." Sorot mata Tuan Seno menunjukkan kebencian, tak senang sama sekali melihat adik dan iparnya hidup tenang dan bahagia. Selanjutnya, Tuan Seno meraih ponselnya yang berada di sudut meja. Lalu menghubungi Pak Hendra selaku orang kepercayaannya selama ini. Tak butuh waktu lama, panggilan tersebut terhubung, dan terdengar suara Pak Hendra dari seberang panggilan. "[Halo, Tuan, ada apa?]" "Ubah rencana yang telah kita rancang. Leny
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-21
Chapter: 190. PPPN
Jam menunjukkan pada pukul sebelas malam, Tuan Arya yang terlelap di atas sofa tunggal ruangan VVIP rumah sakit jiwa tempat istrinya tinggal dan di rawat selama ini, terjaga lantaran mendengar dering ponselnya yang tiada henti. Dering nyaring ponsel tersebut membuat Tuan Arya yang mengantuk mau tak mau membuka kedua matanya dan meraih ponselnya yang berada di atas meja. "Siapa yang telepon malem-malem begini? Ganggu waktu orang istirahat aja," gumam Tuan Arya. Di layar ponsel tersebut, tertera nama Pak Anjas. Sepasang mata Tuan Arya seketika mendelik dan rasa kantuknya lenyap begitu saja terbawa angin dingin di malam hari tersebut. Selanjutnya, jempol pria paruh baya itu bergerak, menggeser tombol angkat panggilan di layar ponselnya. Lalu menempelkan benda pipih tersebut ke telinganya. "Halo, Njas. Ada apa telepon malam-malam begini? Kalau ada hal penting yang mau kamu sampaikan, kenapa gak nunggu besok pagi? Aku baru aja tidur setengah jam, udah kebangun lagi gara-gara panggilan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-20
Chapter: 189. PPPN
Di cafe, Satria terlihat begitu sibuk bersama Tono, merapikan dan menata barang-barang yang ada di tempat tersebut. "Huh... sedikit lagi, Ton." Satria membuang napas sambil menyeka peluh yang membasahi keningnya. Melihat wajah becek Satria yang memerah, Tono menggeleng pelan. Sejak sore sahabatnya itu cosplay menjadi kuli pengangkut barang.Pemuda gagap itu takut Satria yang empat hari lagi akan melangsungkan pernikahan justru tumbang dan sakit lantaran kelelahan bekerja berat. "U-u-udah, bi-bi-biar gue aja, Sat. Na-na-nanti lu tu-tu-tumbang!" kata Tono sambil meletakkan kardus berisi alat-alat tukang ke sudut lantai. "Tanggungan, Ton, dikit lagi. Dari pada lu lanjutin sendirian, mending kita selesaiin sekarang," timpal Satria dengan deru napas memburu. Selanjutnya, Satria melangkah menuju salah satu meja dan menyambar sebotol air mineral dari sana. Dengan gerakan yang sedikit tak sabaran, pemuda gigolo privat tersebut meneguk isinya hingga tersisa setengah."Mau minum kagak lu?"
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-20
Chapter: 188. PPPN
Tuk, tuk, tuk! "Rain, udah tidur?" Rain yang berbaring di atas kasur busa kamarnya yang luas dan empuk sambil bermain ponsel, beranjak turun dari atas ranjang tersebut setelah mendengar suara panggilan Pak Anjas. Wanita hamil itu melangkah menuju pintu dan membukanya dengan gerakan perlahan. "Om, ada apa?" tanya Rain sembari tersenyum pada Pak Anjas yang berdiri di depan pintu kamarnya. "Belum tidur kamu?" tanya balik Pak Anjas dan diangguki kepala oleh Rain. "Om boleh masuk? Ada yang mau Om bahas sama kamu." Rain menganggukkan kepalanya, lalu melipir dari ambang pintu tersebut, membiarkan Pak Anjad memasuki kamarnya. Di dalam kamar tersebut, Pak Anjas mendaratkan bokongnya di sofa. Sedangkan Rain berdiri di sampingnya, menunggu apa sebenarnya yang hendak dibicarakan pria paruh baya itu padanya. Di sofa tunggal kamar itu, Pak Anjas mendongak, menatap pada Rain yang diam di sampingnya, "Ngapain berdiri begitu? Duduk sini, Om mau bahas soal calon suami kamu." Mendengar perkataa
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-19
Chapter: 187. PPPN
"Ngapain dia telepon aku?"Tuan Arya melepaskan genggaman tangan Nyonya Laras dan membiarkan istrinya memasuki ruangan VVIP khusus tersebut. Setelah memastikan istrinya sudah benar-benar memasuki ruangan tersebut. Tuan Arya melipir ke pinggir pintu dan menerima panggilan yang masuk ke ponselnya. "Halo, ada apa, Mas?" tanya Tuan Arya pada kakaknya yang berada di seberang panggilan. Ya, menelpon adalah Tuan Seno, kakak dari Tuan Arya sendiri. Dan, pria itu yakin sekali jika kakaknya pasti memiliki tujuan penting makanya menepon di siang hari tersebut. "[Tadi aku ke perusahaan, tapi kamu gak ada. Kata resepsionis yang bertugas, dari kemarin kamu sibuk sama urusan rumah sakit. Ada apa? Apa ada masalah sama kondisi kesehatan Laras?!]" Tuan Arya menghela napas pelan. Lagi-lagi kakaknya itu datang ke perusahaan. Sepertinya, Tuan Seno memang berniat memata-matainya atau mungkin sedang menunggu kesempatan yang pas untuk menjatuhkannya dan mengambil alih kepemimpinan Perusahaan Mandala Pri
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-19
Chapter: 186. PPPN
"Sial, kalau kayak gini, aku bisa mati dibunuh Tuan Seno!" Pak Hendra yang saat ini menguping pembicaraan Tuan Arya, Dokter Bagas dan Ares, mengepalkan kedua tangannya dengan erat di sisi tubuh, sedangkan wajahnya memucat. Sudah berapa kali ia gagal melenyapkan Satria. Jika kali ini gagal lagi, Tuan Seno pasti akan menghabisinya karena dianggap tidak becus dan melalaikan tugas. "Sebelum Tuan Arya menemui bocah itu, aku harus lebih dulu bicara sama Tuan Seno." Pak Hendra angguk-angguk kepala. Lalu berbalik dan melangkah pergi dari tempat tersebut setelah mendapatkan informasi penting. Pria paruh baya yang selama ini menjadi kaki tangan Tuan Seno, segera pergi menemui majikannya untuk menyampaikan kabar buruk yang di dengarnya dari mulut Tuan Arya dan orang kepercayaannya. Merasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Tuan Arya pun memerintahkan Ares untuk kembali ke perusahaan, begitu pula dengan Dokter Bagas yang melanjutkan pekerjaannya. "Kamu udah boleh kembali ke perusahaan!
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-18
Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

"Pak Kai, mau coba gaya apa? Baling-baling bambu atau gaya kodok berenang?" ~ Baby Liona. "Saya mau coba semua gaya yang kamu bisa!" ~ Kaisar Adam Prasetya. *** Sakit hati lantaran dihina dan dipermalukan oleh mantan kekasih dan mantan sahabatnya, Kaisar nekat menerima tawaran kencan gadis nakal yang tak lain adalah mahasiswi di tempatnya mengajar. Baby Liona, yang sudah lama menyukai Kaisar selaku dosennya, menawarkan diri dengan harga 50 juta. Namun, bagaimana jadinya jika Liona justru mengingkari janjinya. Ia menolak sejumlah uang yang diberikan oleh Kaisar. "Pokoknya Pak Kai harus jadi pacar saya. Kalau enggak, saya bakal sebarin foto cek-in kita ke orang-orang!"
อ่าน
Chapter: 124. Penghujung Cerita.
Keadaan rumah tahanan menjadi kacau. Ryuga yang nyaris sekarat pasca menegak racun mematikan, dibawa oleh petugas kepolisian menuju klinik terdekat. Keadaan pria itu saat ini benar-benar memprihatinkan. Tubuhnya membiru, wajahnya belepotan darah, serta kedua tangannya meremas erat perutnya sendiri. Saking eratnya remasan pria itu, urat-uratnya sampai menonjol dan terlihat dengan jelas. "Cepat, cepat bawa ke ruangan IGD!" Begitu turun dari mobil, tubuh Ryuga segera diangkat dan dipindahkan ke atas brankar. Lalu, perawat yang menyambutnya langsung mendorong brankar tersebut menuju ruangan IGD. Di atas brankar yang melaju dengan cepat, Ryuga yang masih sadar tetapi sudah tidak dapat melakukan apapun, tampak menitikkan air mata. Tatapan matanya begitu redup, menunjukkan jika saat ia benar-benar berada di ambang kematian. "Di kehidupan selanjutnya, aku gak mau lahir dan berada di tengah-tengah keluarga Prasetya lagi. Aku mau hadir dan besar di dalam keluarga utuh yang hangat dan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-08
Chapter: 123. Maafkan Papa!
"Kai, awas!" Srek! Jleb! Sepasang mata Tuan Reynald mendelik lebar, kedua tangannya terkepal erat kala punggungnya dihujam oleh senjata tajam yang ada di tangan Ryuga. Melihat Tuan Reynald menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Kaisar, Ryuga tertawa terbahak-bahak. "Hahaha... mati kamu, tua bangka sialan!" Pria itu mencabut belati yang menancap di punggung Tuan Reynald, lalu kembali menusuknya sebanyak beberapa kali. Melihat keadaan semakin kacau, petugas kepolisian yang kecolongan segera bertindak. Mereka meringkus dan melumpuhkan Ryuga yang menggila tidak terkendali. Liona dan Bu Elyana spontan memekik dengan keras, syok melihat tindakan Ryuga yang amat kejam dan mengerikan. "Argh... Ryuga, kamu gila!" jerit Liona sembari menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. "Pa, bawa Liona pergi dari sini sekarang. Jangan biarin dia lihat semuanya!" kata Kaisar, meminta Pak Baskoro membawa Liona pergi dari tempat tersebut. Pak Baskoro mengangguk, lalu seger
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-07
Chapter: 122. Ryuga, Jangan!
"Hahaha... kalian semua harus mati, kalian harus mati! Aku bakal ngirim kalian ke neraka satu persatu, termasuk kamu, laki-laki brengsek yang udah membuat hidup ibuku menderita!" Ryuga tertawa dengan keras, sedangkan tangannya bergerak, mendorong kasar tubuh Tuan Reynald. Saking kerasnya membuat tubuh pria separuh baya itu membentur tembok. Melihat sikap kasar Ryuga secara langsung, semakin syok dan kaget Tuan Reynald dibuatnya. Benarkah putranya yang pendiam, terlihat lemah dan penurut selama ini ternyata begitu kejam? "Ryuga, kenapa kamu lakukan semua ini?" tanya Tuan Reynald dengan wajah memerah dan sepasang mata berair. Ryuga yang tertawa-tawa seperti orang gila, menatap tajam Tuan Reynald yang bertanya padanya. Pria itu menghentikan gelak tawanya, lalu mendekati Tuan Reynald dan mencengkeram erat bagian depan kemeja yang dipakainya. "Kenapa? Kamu tanya kenapa?" tanya Ryuga dengan suara tertahan. "Setelah kamu buat ibuku menderita dan mati dalam kesedihan, kamu masih berani
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-06
Chapter: 121. Terungkap
"Kamu benar! Setelah ini kamu memang harus keluar dari kediaman Prasetya, dan aku akan pastikan selamanya kamu akan mendekam di balik jeruji besi!" Suara datar dan dingin milik Kaisar yang terdengar lantang, spontan membuat sepasang mata Tuan Reynald melotot lebar. Begitu pula dengan Ryuga sendiri. "Kai, apa maksudnya semua ini?" kata Tuan Reynald. Bertanya pada Kaisar yang menatap tajam Ryuga. Kaisar tak menjawab pertanyaan Tuan Reynald. Ia justru memberikan perintah pada petugas kepolisian untuk segera meringkus Ryuga sebelum kembali membuat ulah. Petugas kepolisian melangkah maju, lalu menunjukkan surat penangkapan pada Ryuga. "Pak Ryuga, Anda resmi kami tahan atas kasus pembunuhan berencana terhadap Tuan Jayden!" Suara tegas milik petugas kepolisian, membuat sepasang mata Ryuga semakin melotot lebar. Saking lebarnya seperti mau melompat dari tempatnya berada. "Apa-apaan ini? Saya gak bersalah, gak gak ngerti maksud kalian!" kata Ryuga. Menolak saat hendak diringkus dan di
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-06
Chapter: 120. Hasil Autopsi!
"Jangan pukul lagi, Kai. Aku bener-bener minta maaf...." "Kaisar, apalagi yang mau kamu lakukan?!" Suara keras dan lantang milik Tuan Reynald yang berasal dari ujung lorong rumah sakit itu, membuat Kaisar seketika memejamkan matanya seraya menghela napas kasar. Wajah pria itu semakin memerah. Jelas jika ia sangat kesal saat ini, Ryuga benar-benar membuatnya muak. Sedangkan Ryuga sendiri, menyunggingkan sudut bibirnya. Ia tersenyum puas karena berhasil membuat Kaisar terlihat semakin buruk di hadapan ayahnya. "Hegh, jangan pikir bisa ngalahin aku, Kai. Aku bakalan ngerebut apapun yang kamu miliki, termasuk Liona dan bayinya," kata Ryuga dengan suaranya yang pelan dan terdengar lembut. Mulut pria munafik itu benar-benar beracun. Pintar sekali berakting dan berbohong di hadapan banyak orang, bahkan sangat cocok diberi julukan raja acting dan juga mendapatkan penghargaan piala oscar. Tak suka nama Liona dan calon anaknya disebut, Kaisar yang semakin tersulut emosi itu pun mengangka
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-01
Chapter: 119. Jebakan Ryuga!
"Segera lakukan autopsi, Dokter. Siapapun yang berani menghalangi, akan menjadi musuhku!"Mendengar perkataan Kaisar, Dokter menganggukkan kepalanya. Seperti yang diperintahkan, pemakaman Tuan Jayden akan ditunda dan akan segera dilakukan autopsi menyeluruh pada jasadnya.Tuan Reynald menghela napas panjang. Pusing menghadapi sifat Kaisar yang begitu keras kepala dan selalu bersikap semaunya sendiri. Sedangkan Ryuga, diam-diam mengepalkan kedua tangannya dengan erat di sisi tubuh. Kepalanya tertunduk, bersikap seolah ia sangat sedih dan terpukul atas kepergian sang kakek."Sial, lagi-lagi dia mengacaukan semuanya. Kayaknya aku harus mempercepat rencana." Kaisar yang berdiri di samping istri dan mertuanya, diam-diam mengamati gelagat Ryuga. Bahkan perhatiannya tak lepas dari anak selingkuhan ayahnya itu. "Kaisar harus mati, aku bakal menyingkirkan dia secepatnya supaya gak ada lagi orang yang bisa menghalangi tujuanku," gumam Ryuga. Di saat dokter dan tim sibuk mengurus jenazah Tua
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-01
บางทีคุณอาจจะชอบ
Alvaro, Sang Penguasa Dunia
Alvaro, Sang Penguasa Dunia
Urban · Sunshine
149.7K views
Sang Penguasa
Sang Penguasa
Urban · Imgnmln
145.0K views
AWAN - THE NEXT SANJAYA
AWAN - THE NEXT SANJAYA
Urban · sutan sati
144.8K views
Aku istrimu suamiku
Aku istrimu suamiku
Urban · Rianievy
141.0K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status