author-banner
Callme_Tata
Callme_Tata
Author

Callme_Tataの小説

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Diselingkuhi dan tak pernah mendapat kepuasan suami, wanita cantik itu datang padaku. "Buat saya hamil, maka beban keuanganmu tahun ini akan kutanggung!" Menerima tawaran menghamili istri konglomerat, kenapa tidak? Ini memang di luar etika, tapi aku terpaksa melakukannya, demi pengobatan ibuku dan pendidikan ketiga adikku. Tak kusangka, milikku yang perkasa justru membuatnya tergila-gila.
読む
Chapter: 85. PPPN
"Ka-ka-kalau pu-pu-punya masalah, ce-ce-cerita sama gue! Ja-ja-jangan di-di-dipendem sendiri!" Satria menghela napas kasar, lalu beringsut dari posisinya dan duduk bersila di samping Tono yang berbicara. Selanjutnya, pemuda mantan pria bayaran itu menghela napas sebelum akhirnya buka suara. "Gue udah gak kerja lagi," kata Satria. Berbicara sembari memandang wajah Tono dan tersenyum, senyuman yang sukses membuat pemuda gagap itu merinding sampai ke dontol-dontol. Melihat senyuman Satria, Tono bergidik dan sedikit beringsut dari dekat sahabatnya itu. Batinnya, kenapa ekspresi Satria seperti? Jangan-jangan frustasi karena dipecat."Lu di pe-pe-pecat?" tanya Tono yang menjaga jarak. Kepala Satria menggeleng pelan. "Yang gue pikirin sekarang bukan kerjaan, tapi Nyonya Rain," katanya dengan bada bicara yang terdengar lesu. "Kenapa ya? Hati gue kok rasanya sakit banget jauh dari dia?" lanjutnya. Mata belo Tono mendelik. Lalu menghela napas panjang sebelum akhirnya tangannya bergerak m
最終更新日: 2026-05-06
Chapter: 84. PPPN
"Bang Danu, itu motornya Bang Sat!"Ayu dan Danu yang baru saja pulang dari sekolah, menunjuk motor Satria yang terparkir di teras rumah. Mata bocah SD itu berbinar melihat motor kakak tertuanya. Ia yang rindu pada sosok Satria, berlari menuju teras, diikuti oleh Danu di belakangnya. "Jangan lari-lari, Yu. Nanti kamu jatoh!" tegur Danu yang mengikuti langkah tergesa adiknya. Namun, Ayu yang ditegur tak mendengarkan. Ia tetap berlari, tak sabar ingin menemui kakaknya yang sudah setengah bulan tak pulang dan tak dilihatnya. Tepatnya saat Satria mengalami pengeroyokan beberapa waktu lalu. "Haih...." Melihat tak sabarannya sang adik, Danu menghela napas pelan. Bocah yang kini beranjak remaja itu, tak pernah di dengarkan perkataannya oleh Ayu. "Bang Sat, A—" "Syut! Jangan berisik, Dek, Bang Sat lagi istirahat!" Tiba di ambang pintu, Ayu yang meneriaki Satria, dipinta diam oleh Atika yang sedang menyapu. Gadis remaja itu menegur adik bungsunya yang berteriak-teriak. "Ayu kangen sa
最終更新日: 2026-05-06
Chapter: 83. PPPN
"Ngomong sama siapa kamu? Dan, siapa yang curiga?" Degh! Terkejut Melati mendengar suara Andrean yang berasal dari belakangnya. Wanita berperut buncit seperti kecebong anyut itu berbalik, menatap Andrean yang melipat kedua tangan di dada dan berdiri di ambang pintu dengan ekspresi wajahnya yang datar. Wajah Melati seketika memucat, tubuhnya menegang. Bahkan ponsel yang ada di dalam genggaman tangannya nyaris terlepas dan jatuh. "Ma-ma-mas Andre...." sebut Melati tergagap. Wajahnya yang pucat terlihat gugup. Melihat keberadaan Andrean, matanya mendelik lebar seperti ikan asin jemur. "Sejak kapan Mas berdiri di sana?" lanjut Melati dengan ekspresinya yang benar-benar menunjukkan keterkejutan. Bahkan, saat ini jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, seperti mau mencelos dari tempatnya berada. "Teleponan sama siapa kamu? Siapa yang curiga dan apa yang dicurigai?" Ditanya, Andrean bukannya menjawab. Tetapi justru balik bertanya sembari mendekat dengan langkahnya yang pelan dan s
最終更新日: 2026-05-06
Chapter: 82. PPPN
Di balkon kamar, Melati terlihat sedang mengobrol serius dengan seseorang melalui sambungan telepon video. Kening wanita yang tengah hamil tua itu berkerut, sedangkan tangannya bergerak mengusap-usap perut buncitnya. "Duit apa lagi, Mas? Yang kukirim kemaren masa udah habis?" "[Udah abis aku pakai buat bayar tagihan air, listrik dan bayar cicilan mobil, Mel. Sisa berapa ratus ribu, aku pakai belanja tadi pagi!]" Mendengar perkataan suaminya yang berada di seberang panggilan, Melati menghela napas panjang. Kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berdenyut-denyut. Pusing memikirkan Jhony yang begitu boros, bahkan seminggu bisa dua kali meminta uang. Sedangkan dirinya mendapatkan uang dari menipu Andrean dan Bu Sela dengan berbagai macam cara. "[Pokoknya kirimin duit, 500 ribu aja, buat pegangan minggu ini!]" kata Jhony memaksa. Melati kembali menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar. "Duh, Mas... kalau kamu minta duit terus gini, nanti Andrean dan nenek sihir i
最終更新日: 2026-05-05
Chapter: 81. PPPN
"Kalau aku tinggal seminggu lagi di sini gimana? Boleh gak?" Satria yang berbaring dengan posisi memunggungi Rain, bertanya dengan suaranya yang pelan tetapi terdengar cukup jelas di telinga. Mendengar perkataan Satria, Rain menggigit bibir sembari memejamkan mata. Sedangkan tangannya yang berada di balik selimut, saling meremas satu sama lain dengan erat. "Jangan salah paham, aku minta waktu seminggu karena pengen mastiin kalau keadaan kamu bener-bener sehat. Setelah kamu sehat dan kandungannya gak kenapa-kenapa, aku bakalan keluar dari apartemen ini!" kata Satria yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari Rain. Pemuda itu tak ingin Rain beranggapan jika dirinya ingin tinggal di apartemen itu dan menjadi parasit seumur hidup. Rain yang memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia kembali menggigit bibir sebelum akhirnya menanggapi perkataan berondong peliharaannya itu. "Kamu bebas mau tinggal di sini sampai kapan. Lagi pula, setelah aku pulang ke rumah
最終更新日: 2026-05-05
Chapter: 80. PPPN
Di bawah satu atap yang sama dan juga satu ranjang berdua, Rain dan Satria saling diam-diaman. Keduanya masih sama-sama terjaga, namun tak ada obrolan yang keluar dari bibir mereka meskipun hanya sepatah kata, apalagi bercanda dan melakukan hubungan seks seperti sebelum-sebelumnya.Di atas ranjang yang biasa dijadikan tempat bergumul dan memuaskan hasrat birahi, kini anak manusia berbeda itu berbaring dengan posisi saling memunggungi. Keadaan hening, hanya deru napas pelan mereka yang beradu di dalam kamar itu. Rain yang berbaring di sisi kanan, memeluk erat selimut yang menutup kaki hingga ke perutnya. Wanita yang kini tengah hamil muda itu menggigit bibir, memikirkan perkataan Satria satu jam yang lalu. Satu jam yang lalu.... "Oiya, sekarang kamu udah hamil. Jadi gimana sama kontrak kerja sama kita?" Degh! Ditanya soal kontrak kerja sama, Rain sedikit tersentak. Sepasang matanya menatap Satria yang berbicara. Sesaat, wanita hamil itu diam, memandangi wajah tampan Satria yan
最終更新日: 2026-05-05
Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Mahasisiwku jual diri, karena dia butuh uang dan aku bisa menolong. Awalnya aku menolak, dengan alasan etika. Namun ketika aku mendapat foto mantan tunanganku dengan pria lain, tepat ketika mahasiswiku sudah menanggalkan semuanya, laki-laki normal mana yang bisa menolak?
読む
Chapter: 116. Bujukan Liona
"Sayang, kenapa berdiri di sini? Dingin loh, yuk kita masuk!" Kaisar yang berdiri di balkon kamar, menoleh dan menatap Liona yang melangkah mendekat. Namun tatapan hanya sesaat, selanjutnya ia kembali berbalik dan memandangi langit gelap tanpa bintang di malam hari itu. Gelap langit malam itu, tak dapat mengalahkan gelap hatinya yang menyimpan kebencian pada keluarga papanya. Bayangan kematian adik dan ibunya, tak pernah bisa dilupakan. Dia saksi, saksi kematian adiknya yang meninggal karena sakit, juga saksi kematian ibunya yang mengalami depresi. Dan— semua itu terjadi karena papanya, pria egois yang tidak memiliki perasaan. "Sayang, aku tahu kamu pasti lagi mikirin mendiang mama dan adik kamu. Aku gak ngelarang kamu buat nginget mereka, tapi aku mohon jangan abaikan kesehatan kamu. Kalau kamu sakit, gimana sama aku dan calon anak kita?" Liona yang melangkah mendekat, melingkarkan tangannya ke perut Kaisar dan menempelkan kepalanya di punggung sang suami. Ia berbicara pelan,
最終更新日: 2026-05-06
Chapter: 115. Tidak Peduli!
"Ibumu pelacur, jalang sialan! Kamu dan ibumu adalah penyebab kematian ibu dan adikku! Sampai kapanpun, aku gak akan pernah memaafkan kalian!" Dihina ibunya oleh Kaisar, Ryuga yang semula berusaha membujuk dan menenangkan, kini menatap tajam. Wajahnya memerah sedangkan kedua tangannya terkepal erat. Pria itu memepet tubuh Kaisar dan mendorongnya dengan kasar. Bruk! Tubuh Kaisar yang masih lemah pasca koma, terdorong dan membentur tembok lorong rumah sakit. "Mas Kai!" kata Liona. Kaget melihat suaminya di dorong oleh Ryuga. "Ibuku bukan pelacur, ibuku bukan perempuan jalang. Kamu boleh benci dan hina aku anak haram, tapi jangan pernah sebut ibuku sebagai pelacur!" kata Ryuga dengan suaranya yang keras dan lantang. Mendengar perkataan Ryuga, Kaisar yang dibantu berdiri oleh Liona itu pun tertawa dengan keras. Menertawakan Ryuga yang sepertinya sudah tidak bisa berpura-pura baik lagi. "Haha... sampai kapanpun kebenaran gak akan berubah, Ryu. Ibumu tetaplah pelacur dan perempuan j
最終更新日: 2026-04-26
Chapter: 114. Kamu Dan Pelacur Itu Pembunuh!
"Sayang, kamu beneran mau ikut pulang ke rumah papa dan mama?" Liona yang saat ini duduk di kursi, bertanya pada Kaisar yang bersandar di kepala ranjang pasiennya. Ditanya, Kaisar menganggukkan kepalanya. "Kalau orang tua kamu gak keberatan! Kalau mereka keberatan aku tinggal di sana, kita balik ke apartemen aja." Pria yang baru sadar dari koma dan sedang dalam tahap pemulihan itu menimpali perkataan istrinya dengan santai, tetapi bernada serius. Mendengar perkataan Kaisar yang negatif thinking, Liona menghela napas pelan. Sejak bangun dari koma, suaminya itu begitu sensitif dan mudah sekali marah. "Mama dan papa gak mungkin keberatan, Mas. Aku nanya gitu karena takut kamu berubah pikiran," kata Liona dengan pelan. "Aku gak akan berubah pikiran. Tinggal di mana pun bagiku sama aja, yang penting gak tinggal di kediaman keluarga Prasetya," kata Kaisar. Sorot matanya menunjukkan kebencian. Jika mengingat seperti apa masa lalunya di keluarga Prasetya dan seperti apa penderitaan ibu
最終更新日: 2026-04-25
Chapter: 113. Aku Hanya Ingin Diakui!
"Kenapa? Takut gak bisa melindungi anak sialan dan cucu haram Kakek lagi kalau ingatanku pulih?" Duar! Perkataan yang dilontarkan oleh Kaisar membuat wajah Tuan Reynald memucat, bahkan tubuhnya seketika menegang. Sepertinya, ingatan putranya sudah benar-benar pulih sepenuhnya. Sedangkan Tuan Jayden yang berdiri di samping ranjang pasien itu, menatap sendu pada cucunya. Niatnya menghapuskan ingatan Kaisar di masa lalu bukan semata-mata untuk melindungi Tuan Reynald dan Ryuga, tetapi juga demi kebaikan Kaisar agar tidak hidup di dalam bayang-bayang buruk kematian ibu dan adiknya. "Kenapa, kenapa Kakek diam? Bener kan, Kakek takut ingatanku pulih?" lanjut Kaisar, berbicara dengan nada bicaranya yang mulai rendah. Sedangkan sepasang matanya yang memerah, kini mulai berkaca-kaca. Ditanya oleh cucunya, Tuan Jayden yang diam membisu, menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Kakek gak bermaksud begitu, Dam. Kakek melakukan semua itu demi kamu, demi kebaikan mental dan kewarasanmu...." kat
最終更新日: 2026-04-19
Chapter: 112. Menyesal?
"Makan yang banyak biar cepet sehat dan bisa cepet pulang!" Liona yang sedang menyuapi Kaisar, berbicara dengan pelan seraya tersenyum kecil. "Aaa, buka mulutnya!" titah Liona. Dipinta membuka mulut, Kaisar yang duduk bersandar pada kepala ranjang itu mengangguk. Ia yang kondisi tubuhnya masih lemas pasca koma beberapa hari terakhir, menurut dan patuh pada istrinya. "Mau minum?" tawar Liona sembari menatap wajah pucat sang suami. Kaisar kembali mengangguk.Sejak sadar dari koma beberapa jam yang lalu, Kaisar tak banyak bicara. Bahkan, wajah pucatnya terlihat datar dan tanpa ekspresi. Dengan perlahan dan penuh perhatian, Liona membantu Kaisar minum. Meskipun lelah lantaran kurang istirahat, tetapi Liona tetap merawat suaminya. Bahkan, tak mengizinkan orang lain merawat Kaisar, kecuali dokter yang selama ini bertugas memeriksa dan memantau keadaan sang suami. "Dari tadi kamu sibuk nyuapin aku, tapi kamu sendiri gak sempet makan," kata Kaisar dengan suaranya yang terdengar lemas.
最終更新日: 2026-04-15
Chapter: 111. Mama & Kayra Udah Gak Ada!
"Rey, jangan pergi. Lihatlah anak kita, dia sakit dan membutuhkan penanganan secepatnya!" "Papa, Karya demam! Dari semalam menggigil, kalau Papa pergi, dia bisa mati!" Tuan Reynald yang menggendong Ryuga, tak mengindahkan teriakan Nyonya Alana dan Kaisar. Pria itu menganggap jika Nyonya Alana berbohong lantaran cemburu pada istri mudanya.Melihat Tuan Reynald pergi tanpa memperdulikan keadaan kedua anaknya, Nyonya Alana menangis terisak. Hatinya perih dan dadanya terasa begitu sesak. Selanjutnya, ia yang dibantu oleh dua orang pengawal, membawa Kaisar dan Kayra yang sekarat menuju rumah sakit terdekat. "Astaga, kondisi Nona Kayra sangat lemah, Nyonya!" "Kenapa tidak bilang pada Tuan Rey?" Kedua pengawal yang membantu, bertanya pada Nyonya Alana. Namun, wanita yang wajahnya mengalami lebam itu enggan menjawab. Ia diam, sedangkan air mata tak hentinya menetes. Melihat keadaan ibunya, Kaisar kecil mengepalkan kedua tangannya. Ia benci pada Ryuga dan ibunya, juga benci pada ayahn
最終更新日: 2026-04-14
あなたも気に入るかもしれません
Bukan Pewaris Biasa
Bukan Pewaris Biasa
Urban · Mangata
55.0K ビュー
Kebangkitan Pendekar Amnesia
Kebangkitan Pendekar Amnesia
Urban · Darrel Gilvano
52.6K ビュー
Menantu Paling Berkuasa
Menantu Paling Berkuasa
Urban · Atieckha
49.4K ビュー
Menantu Hina Yang Dihormati
Menantu Hina Yang Dihormati
Urban · Nuraselina
48.7K ビュー
Terpaksa Menjadi Istri kedua
Terpaksa Menjadi Istri kedua
Urban · Galuh Arum
48.4K ビュー
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status